Seiring perkembangan media sosial, Threads muncul sebagai salah satu platform berbasis teks yang sangat cepat pertumbuhannya. Aplikasi ini memungkinkan pengguna membagikan konten yang menggabungkan kecepatan Twitter dengan estetika Instagram, sehingga cocok untuk diskusi cepat, opini, dan cerita pendek yang menarik.
Membuat utas yang viral di Threads bukanlah sekadar soal keberuntungan. Ada pola, strategi, dan unsur psikologis tertentu yang membuat konten lebih banyak dilihat, dikomentari, dan dibagikan. Artikel ini membahas 10 strategi lengkap yang bisa kamu terapkan supaya utasmu di Threads tidak hanya sekadar tampil di linimasa, tetapi benar-benar menangkap perhatian audiens.
1. Mulai dengan Kalimat Pembuka (Hook) yang Sangat Kuat
Salah satu prinsip utama untuk menarik perhatian di Threads adalah kalimat pembuka yang kuat. Dalam beberapa detik pertama, pengguna yang sedang cepat scroll harus merasa tertarik untuk berhenti dan membaca lebih jauh. Kalimat pembuka ini disebut hook.
Hook bisa berupa pertanyaan provokatif, fakta mengejutkan, atau pernyataan emosional. Contohnya: “Ini alasan kenapa kamu selalu gagal menabung meski sudah berhemat selama bertahun-tahun…” atau “Aku baru sadar setelah hal ini terjadi padaku…” Jenis hook seperti itu langsung memicu rasa ingin tahu pembaca, sehingga mereka lebih cenderung terus membaca utas sampai tamat.
Membuat hook yang tepat berarti kamu harus memahami audiensmu terlebih dahulu — apa yang mereka rasakan, masalah yang mereka hadapi, atau cerita apa yang membuat mereka merasa “ini aku banget”. Semakin relevan, semakin tinggi peluang utas kamu ditanggapi.
2. Angkat Topik yang Relatable
Utas Threads yang viral seringkali membahas hal-hal yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Topik yang relatable bisa berupa pengalaman hidup, karier, hubungan interpersonal, sampai kesehatan mental.
Mengapa konten relatable penting? Karena ketika orang membaca sesuatu yang terasa seperti kisah mereka sendiri, mereka lebih cenderung berkomentar, menyimpan, atau bahkan membagikannya ke teman. Topik yang membangkitkan rasa “aku pernah mengalami ini” memiliki daya tarik alami yang sangat kuat di media sosial.
Kunci dalam memilih topik adalah memahami minat dan kebutuhan audiensmu. Jika kamu menargetkan profesional muda, konten yang berkaitan dengan produktivitas kerja atau pengalaman kerja akan lebih resonan dibanding konten yang terlalu umum.
Baca juga : China dan Regulasi AI Mirip Manusia: Mengendalikan Kecerdasan Buatan yang Semakin “Manusiawi”
3. Gunakan Teknik Storytelling untuk Bangun Koneksi
Daripada langsung memberi nasihat atau tips singkat, storytelling membuat konten terasa lebih manusiawi dan berkesan. Cerita yang baik selalu memiliki alur: awal yang menarik, konflik atau tantangan, dan akhir yang memberi pelajaran atau insight.
Storytelling bisa membuat pembaca merasa terlibat secara emosional. Misalnya, menceritakan pengalaman pribadi tentang kegagalan dan bagaimana kamu bangkit bisa membuat pembaca merasa terhubung secara emosional. Ketika mereka merasa tersentuh atau terinspirasi, postingan tersebut berpotensi besar untuk repost atau menyebar lebih jauh.
Kombinasikan storytelling dengan struktur paragraf yang ringkas agar mudah dibaca di layar ponsel. Di Threads, paragraf panjang cenderung membuat pembaca cepat bosan—jadi pastikan narasi tetap padat dan bermakna sambil mempertahankan alur cerita yang menarik.
4. Tulis dengan Kalimat yang Jelas dan Bermakna
Utas Threads bukan tempat untuk tulisan panjang seperti blog, tetapi lebih seperti percakapan yang efektif. Gunakan kalimat pendek, jelas, dan penuh makna. Hindari paragraf panjang yang melelahkan mata pembaca.
Karena penggunanya sering scroll dengan cepat, tulisan yang terlalu bertele-tele justru akan dilewati. Fokus pada poin utama dan pastikan setiap kalimat memiliki tujuan, entah itu memancing emosi, membagikan insight, atau mengajak diskusi.
Jangan lupa juga untuk menggunakan kata-kata yang memiliki bobot emosional, seperti “mengapa”, “bagaimana”, “rahasia”, atau “pelajaran penting”. Kata-kata tersebut meningkatkan peluang pembaca merasa terlibat secara personal.
5. Bangun Emosi, Bukan Sekadar Informasi
Konten umumnya dibagi menjadi dua tipe: yang informatif dan yang emosional. Meski informasi penting, utas yang benar-benar viral biasanya memicu reaksi emosional—baik itu haru, marah, terkejut, atau termotivasi.
Saat membangun emosi, pikirkan apa yang ingin dirasakan pembaca setelah membaca utasmu. Jangan hanya menjelaskan fakta; tanyakan pada diri sendiri, “Bagaimana respons emosional mereka setelah membaca ini?” Semakin kuat emosi yang tersampaikn, semakin besar kemungkinan pembaca akan repost atau menandai teman mereka.
Emosi dalam konten juga bisa mendorong komentar, dan komentar yang banyak merupakan salah satu sinyal kuat ke algoritma bahwa utasmu worth to promote ke lebih banyak pengguna.
6. Akhiri dengan Call to Action (CTA) yang Jelas
Jangan biarkan utas berakhir biasa saja. Ajak pembaca untuk berinteraksi seperti mengomentari pengalaman mereka, membagikan utas, atau menyimpan konten tersebut. Interaksi tinggi membantu algoritma Threads mendorong kontenmu untuk tampil ke lebih banyak orang.
Jenis CTA yang efektif bisa berupa pertanyaan, ajakan berbagi, atau tawaran kolaborasi. Misalnya: “Kalau kamu pernah mengalami hal ini, tulis di komentar!” atau “Tandai temanmu yang perlu baca ini!” CTA seperti ini tidak hanya meningkatkan engagement, tetapi juga membuat pembaca merasa terlibat secara aktif.
7. Konsisten dengan Gaya dan Tema Kontenmu
Akun yang sering kali viral biasanya memiliki ciri khas yang konsisten—mulai dari gaya bahasa, tema, hingga sudut pandang yang jelas. Konsistensi membuat audiens mengenali akunmu dan menunggu konten berikutnya.
Memilih satu tema utama, seperti self improvement, dunia kerja, atau kehidupan anak muda, membuat kontenmu lebih fokus dan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna yang memiliki minat sama. Ketika audiens merasa “ini konten yang aku cari”, mereka lebih mungkin mengikuti dan terus kembali ke akunmu.
Jangan takut untuk membentuk voice yang unik; itu bisa menjadi identitasmu di masyarakat Threads yang kompetitif.
8. Unggah Konten di Waktu yang Tepat
Waktu unggah juga memainkan peran penting dalam performa utasmu. Seperti platform lainnya, Threads cenderung memiliki jam aktif tertinggi ketika pengguna paling banyak online.
Berdasarkan pola aktivitas umum, waktu optimal sering kali berada pada pagi hari (06.00–08.00), siang hari saat istirahat makan (12.00–13.00), dan malam hari ketika kebanyakan orang santai setelah kerja (19.00–22.00).
Namun, perlu diingat bahwa setiap audiens mungkin memiliki pola yang berbeda. Maka dari itu sangat penting untuk mencoba beberapa waktu posting dan mengevaluasi mana yang paling efektif untuk audiensmu sendiri.
9. Jadilah Jujur dan Autentik
Kejujuran adalah salah satu daya tarik yang kuat di media sosial. Utas yang terlalu dibuat-buat atau terkesan tidak tulus sulit mendapatkan perhatian audiens.
Menulis dari sudut pandang pribadi membuat konten terasa seperti percakapan nyata, bukan hanya informasi yang dipaksakan. Ini membantu membangun koneksi emosional dengan pembaca dan membuat mereka merasa bahwa kontenmu relevan dan berarti bagi kehidupan mereka sendiri.
Autentisitas juga membantu akunmu terlihat lebih manusiawi dan bukan sekadar akun marketing atau robot konten.
10. Evaluasi dan Belajar dari Utas yang Viral
Ujung dari setiap strategi konten adalah evaluasi. Mengapa utas ini viral sementara yang lain tidak? Apa perbedaan gaya bahasa, hook, atau tema yang digunakan?
Analisis performa utas yang mendapatkan engagement tinggi berarti kamu bisa mengidentifikasi pola yang paling efektif. Pelajari gaya bahasa, waktu posting, CTA, dan respons audiens sebagai bahan perbaikan konten selanjutnya.
Teruslah belajar dan bereksperimen. Konsistensi dan evaluasi yang berkelanjutan adalah kunci supaya performa kontenmu di Threads terus meningkat dari waktu ke waktu.
Kesimpulan
Membuat utas Threads yang viral bukan hanya soal keberuntungan atau mengikuti trend semata, tetapi tentang strategi, nilai, dan pemahaman audiens. Dengan menerapkan teknik hook yang kuat, storytelling yang emosional, struktur penulisan yang efektif, serta evaluasi konten secara berkala, kamu bisa meningkatkan peluang kontenmu tampil di linimasa banyak orang.
Ingat pula bahwa kejujuran, konsistensi tema, dan kemampuan membangun emosi pembaca adalah aset utama dalam strategi konten di media sosial apapun, termasuk Threads. Jika kamu terus berlatih dan menyesuaikan pendekatanmu berdasarkan data dan feedback audiens, viral bukan lagi hal yang mustahil — melainkan hasil dari proses kreatif yang matang.