Apple memperkenalkan iPhone Air sebagai langkah berani dalam line up smartphone mereka pada tahun 2025. Dirancang sebagai model paling ringan dan tipis dalam sejarah iPhone, perangkat ini membawa estetika baru sekaligus beberapa kompromi yang memicu perdebatan hangat di kalangan pengguna dan reviewer teknologi. Di artikel ini, kita akan mengulas semuanya dari bodi fisik sampai pengalaman pengguna, serta alasan mengapa iPhone Air membuat konsumen merasa ragu sekaligus jatuh hati setelah memakainya.
1. Desain Ultra-Tipis dan Premium: Apple Tampil Anti Mainstream
iPhone Air menjadi sorotan utama karena desainnya yang sangat tipis: hanya sekitar 5,6 mm dan berat sekitar 165 gram — menjadikannya salah satu iPhone paling ringan dan ringkas yang pernah dirilis Apple. Material rangkanya adalah titanium berkualitas tinggi, yang memberikan kesan premium sekaligus kekuatan struktural yang baik meskipun tipis.
Layar yang digunakan adalah Super Retina XDR OLED berukuran 6,5 inci dengan dukungan ProMotion 120 Hz sehingga tampilan animasi, scrolling, dan game terasa lebih halus sekaligus responsif. Layar ini juga memaksimalkan kecerahan hingga puncak 3.000 nits, menjadikannya terlihat jelas bahkan di bawah sinar matahari yang kuat.
Namun, tipisnya perangkat memunculkan kekhawatiran awal soal ketahanan dan sensasi genggaman. Ulasan teknis dan uji kekuatan menunjukkan bahwa iPhone Air tetap tahan terhadap goresan berkat Ceramic Shield 2, dan bahkan mampu bertahan dari uji tekuk ekstrem, meskipun ini tetap bukan sesuatu yang direkomendasikan dilakukan secara sengaja.
Bagi pengguna yang mengutamakan desain estetis dan smart device yang ringan, iPhone Air terasa seperti inovasi tersendiri — bentuknya begitu tipis namun tetap terasa kokoh dalam genggaman.
2. Performa Cepat dan Canggih: A19 Pro dan Sistem Nirkabel Terbaru
Meskipun tipis, iPhone Air tidak mengorbankan performa. Perangkat ini dibekali dengan chip A19 Pro, prosesor terbaru dari Apple yang juga dipakai di model flagship seperti seri iPhone Pro. Chip ini menghadirkan CPU 6-core dan GPU 5-core yang sangat bertenaga untuk kebutuhan multitasking, game grafis intensif, dan fitur AI.
Selain itu, modul nirkabel baru seperti chip N1 (Wi-Fi 7, Bluetooth 6, dan Thread) serta modem C1X meningkatkan kecepatan koneksi data dan stabilitas jaringan, terutama saat digunakan dalam hotspot atau perangkat pintar lain.
Apple juga memilih desain internal yang optimal: mereka menghilangkan slot SIM fisik untuk memberi ruang internal yang lebih luas dan efisien karena perangkat sepenuhnya menggunakan eSIM. Keputusan ini mencerminkan tren masa depan telekomunikasi, meskipun bukan tanpa kritik terutama dari orang yang sering berpindah operator internasional.
Perpaduan perangkat keras ini membuat iPhone Air terasa cepat serta lancar untuk fungsi harian sampai tugas berat — suatu capaian yang impresif untuk sebuah perangkat yang lebih fokus pada desain tipis.
Baca juga : Google Ubah Kebijakan: Kini Kamu Bisa Ganti Alamat Gmail, Ini Syarat & Cara Kerjanya
3. Sistem Kamera yang Memadai, Bukan yang Terbaik
Apple memutuskan untuk menyematkan satu kamera belakang utama 48 MP pada iPhone Air. Sensor ini mampu mengambil foto yang tajam dan berkualitas tinggi dalam banyak kondisi, serta merekam video 4K dengan stabilisasi mumpuni.
Bagaimanapun, beberapa reviewer dan pengguna merasa kamera ini memiliki keterbatasan nyata: tidak ada lensa ultra-wide, telefoto, atau kamera tambahan lain yang biasanya ditemukan pada model iPhone Pro.
Bagi sebagian pengguna — terutama mereka yang menggunakan kamera smartphone untuk kebutuhan media sosial atau pemotretan sederhana — sistem kamera iPhone Air tetap cukup memadai. Namun, bagi fotografer atau yang terbiasa dengan fleksibilitas lensa lebih banyak, keterbatasan ini cukup terasa.
Sederhananya, kamera iPhone Air bisa dibilang cocok untuk kebutuhan umum dan kreator konten casual, namun bukan pilihan ideal bagi yang menuntut performa fotografi profesional.
4. Pengalaman Baterai: Lebih Baik dari Ekspektasi, Tapi Tidak Tanpa Catatan
Topik baterai menjadi salah satu perdebatan terbesar tentang iPhone Air. Secara spesifikasi, Apple mengklaim baterainya mampu menyediakan penggunaan sepanjang hari dengan angka sekitar 27 jam pemutaran video, atau sekitar 40 jam bila digunakan bersama MagSafe Battery Pack.
Beberapa pengujian pihak ketiga menunjukkan hasil baterai yang cukup solid untuk pengguna harian, lebih baik dari beberapa pesaing namun tetap di bawah beberapa model iPhone lain yang lebih besar atau tebal.
Kelemahan utama adalah baterai ini bukanlah yang tertinggi di kelasnya, terutama jika dibandingkan dengan model Pro Max yang lebih besar. Pengisian daya juga tidak termasuk yang tercepat karena masih terbatas pada USB-C standar dan 20W MagSafe.
Dengan kata lain, baterai iPhone Air memberikan keseimbangan antara ketipisan dan daya tahan yang cukup baik — namun bukan yang akan memukau pengguna sangat berat seperti gamer intensif atau yang sering bepergian panjang tanpa charger.
5. Audio, Speaker, dan Port: Hal yang Kadang Terlupakan Tapi Penting
Salah satu kompromi yang dibuat Apple pada iPhone Air adalah sistem audio. iPhone Air hanya memiliki satu speaker dibandingkan stereo di banyak model iPhone lain, jadi hasil suara yang keluar bisa terdengar kurang bertenaga atau tidak seimbang bagi sebagian pendengar.
Selain itu, Apple memilih tetap menggunakan USB-C dengan data transfer yang masih terbatas ke USB 2.0 — artinya kecepatan mentransfer file melalui kabel masih tidak cepat seperti standar terbaru di beberapa pesaing.
Hal-hal ini mungkin tidak menjadi deal-breaker bagi banyak orang, tetapi bagi mereka yang sering memanfaatkan speaker onboard atau memindahkan file besar secara rutin, ini adalah aspek yang perlu dipertimbangkan.
6. Reaksi Pasar: Tidak Semua Orang Terpikat, Ada Perdebatan Sengit
Sejak diluncurkan, iPhone Air memicu reaksi pasar yang cukup beragam. Ada yang memuji desainnya yang ultra tipis dan feel genggam yang superior; banyak pengguna menyatakan mereka tidak bisa berhenti memegangnya karena ringan dan nyaman di tangan.
Namun, ada juga kritik keras terutama soal harga yang dianggap tinggi untuk fitur yang ditawarkan, serta keputusan Apple untuk memotong beberapa fitur seperti dukungan kamera lebih banyak atau speaker stereo.
Beberapa laporan bahkan menyebut bahwa penjualan iPhone Air belum sekuat ekspektasi Apple, hingga isu pengurangan produksi muncul di beberapa negara.
Diskusi online di berbagai komunitas menunjukkan bahwa pendapat pengguna sangat beragam: sebagian menganggap iPhone Air adalah inovasi desain paling menarik dalam tahun-tahun terakhir, sementara lainnya merasa kompromi di baterai dan kamera terlalu besar untuk harga jualnya.
7. Cocok Untuk Siapa iPhone Air Sebenarnya?
iPhone Air tampaknya dirancang untuk pengguna tertentu: mereka yang mengutamakan desain elegant, ringan, dan pengalaman pengguna yang halus, tanpa terlalu membutuhkan fitur kamera atau daya baterai besar.
Jika kamu adalah seseorang yang sering menonton video, menjelajah sosial media, bekerja produktif, dan menginginkan smartphone flagship ringan yang nyaman digenggam — iPhone Air bisa jadi pilihan yang tepat.
Namun, bagi power user yang menginginkan kamera lebih fleksibel, baterai besar, speaker stereo yang kuat, atau performa optimal dalam semua aspek — beberapa model iPhone lain seperti iPhone 17 atau iPhone 17 Pro mungkin menjadi pilihan yang lebih seimbang.
8. Harga dan Nilai Jual: Turun Signifikan di Pasaran Indonesia
Awalnya, iPhone Air dilepas dengan harga premium yang cukup tinggi di Indonesia — namun menjelang akhir 2025, harganya menurun drastis sekitar Rp3 jutaan dari harga awal, membuatnya kini tersedia mulai sekitar Rp17,9 juta.
Penurunan ini membuka peluang baru bagi yang sempat ragu untuk membeli saat peluncuran. Dengan spesifikasi tetap tinggi namun harga lebih bersahabat, nilai keseluruhan perangkat kini menjadi lebih menarik bagi konsumen kelas menengah atas.
Penurunan harga ini sekaligus memberikan sinyal bahwa permintaan awal mungkin tidak setinggi harapan Apple — namun ini juga berarti kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan unit flagship tipis dengan harga lebih terjangkau di tahun 2025.
Penutup: iPhone Air — Eksperimen Desain yang Menyisakan Debat
iPhone Air adalah salah satu eksperimen desain paling menarik dari Apple dalam beberapa tahun terakhir — sebuah upaya untuk menghadirkan flagship yang sangat tipis, ringan, dan penuh gaya tanpa kompromi radikal di performa utama.
Namun, kompromi di kamera, audio, dan daya baterai membuatnya bukan pilihan universal untuk semua orang. Penerimaan pasar yang beragam menunjukkan bahwa inovasi desain tidak selalu menjadi jawaban untuk semua kebutuhan konsumen, tetapi lebih ke segmen spesifik yang menghargai estetika dan portabilitas tinggi.
Pada akhirnya, iPhone Air adalah perangkat yang menunjukkan apa yang bisa terjadi ketika desain ditempatkan di posisi penting — dan bagaimana keputusan itu bisa menghasilkan produk yang dicintai oleh sebagian orang, tapi juga dipertanyakan oleh yang lain.