7 Aplikasi Non-Chat yang Ternyata Bisa Dipakai Buat Kirim Pesan

Mengirim pesan biasanya identik dengan aplikasi chat seperti WhatsApp, Telegram, atau LINE. Namun tahukah kamu bahwa banyak aplikasi lain yang sebenarnya punya fitur pengiriman pesan namun tersembunyi atau jarang digunakan? Aplikasi-aplikasi ini bukan fokus utamanya untuk chatting, tetapi tetap menyediakan kemampuan komunikasi yang berguna dalam konteksnya masing-masing.

Tidak jarang orang hanya mengetahui fungsi utama sebuah aplikasi — seperti belanja, transportasi, atau kolaborasi dokumen — tanpa menyadari bahwa aplikasi tersebut juga punya fitur chat atau pesan internal. Fitur ini bisa jadi solusi praktis saat kamu tetap ingin berkomunikasi tanpa berpindah ke aplikasi pesan terpisah, atau ketika ingin berkirim pesan dalam konteks tertentu (misalnya sambil belanja atau kerjasama dokumen).

Berikut ini adalah tujuh aplikasi populer yang secara diam-diam menyediakan fitur komunikasi lewat pesan, padahal mereka bukan aplikasi chat pada umumnya — dan bagaimana kamu bisa memanfaatkan fitur ini dalam keseharian.

1. Gojek: Bukan Sekadar Pesan Layanan, Tapi Juga Chat

Gojek dikenal sebagai super app yang menyediakan beragam layanan on-demand seperti transportasi, antar makanan, dan pembayaran digital. Namun, yang kurang disadari banyak pengguna adalah bahwa aplikasi ini juga punya fitur chat internal.

Fitur chat di Gojek awalnya dirancang untuk komunikasi antara pengguna dengan driver atau pihak layanan. Misalnya, ketika kamu memesan GoRide atau GoCar, kamu bisa mengirim pesan teks atau foto langsung ke driver untuk memberi instruksi lokasi atau permintaan khusus.

Selain itu, Gojek juga memungkinkan komunikasi antar pengguna yang saling terhubung dalam aplikasi, termasuk berbagi informasi atau bantuan sesama anggota komunitas. Kamu bisa memulai percakapan melalui menu Chat, memilih kontak terkait, lalu berkirim teks, foto, atau bahkan mengirim saldo GoPay di dalam ruang obrolan tersebut.

2. Shopee: Marketplace yang Bisa Dipakai Kirim Pesan ke Teman

Shopee adalah salah satu marketplace terbesar yang sering dipakai untuk belanja online. Selain pencarian produk, promo, dan pelacakan pesanan, Shopee punya fitur chat yang cukup lengkap — meskipun sering kali tersembunyi bagi pengguna baru.

Fitur chat di Shopee awalnya ditujukan untuk komunikasi antara pembeli dan penjual, misalnya ketika ingin bertanya detail produk atau negosiasi jumlah pembelian. Kamu tinggal buka halaman produk atau pesanan, lalu klik ikon Chat untuk mulai berkomunikasi.

Yang menarik, kamu juga bisa berkirim pesan dengan teman sesama pengguna Shopee. Misalnya untuk berbagi rekomendasi barang, diskon menarik, atau sekadar diskusi belanja. Fitur ini membuat Shopee layak masuk dalam daftar aplikasi non-chat yang bisa dipakai buat kirim pesan.

Baca juga  : 7 Aplikasi Split Bill Terbaik untuk Patungan Praktis Tanpa Drama

3. Pinterest: Ide Kreatif Bisa Jadi Obrolan

Pinterest dikenal sebagai platform untuk mencari dan menyimpan inspirasi visual seperti resep masakan, ide dekorasi rumah, gaya fashion, atau proyek kreatif lainnya. Tapi ternyata, Pinterest juga punya fitur pesan langsung (chat) yang bisa digunakan untuk komunikasi antar pengguna.

Kamu bisa mengirim pesan ke pengguna lain melalui ikon pesan di bagian bawah antarmuka aplikasi. Setelah memilih pengguna yang ingin dihubungi, kamu bisa berbagi pin (papan ide visual), teks, atau berdiskusi sambil melihat inspirasi bersama.

Ini membuat Pinterest tidak hanya sekadar tempat penyimpanan ide visual, tetapi juga ruang komunikasi yang membantu kamu berdiskusi dan berbagi inspirasi secara langsung dengan teman atau kolaborator proyek kreatif.

4. Google Docs: Diskusi Langsung Saat Kolaborasi

Google Docs adalah aplikasi pengolah kata berbasis cloud yang sering dipakai untuk kerja tim, tugas sekolah, atau penulisan dokumen bersama. Selain fitur kolaborasi yang sudah terkenal, ada satu kemampuan tersembunyi yang jarang diketahui: chat dalam dokumen.

Saat kamu dan tim sedang mengerjakan satu dokumen bersama, kamu bisa membuka panel chat langsung di dalam Google Docs. Cukup klik ikon tampilkan chat di kanan atas dokumen, lalu kamu akan melihat jendela obrolan yang bisa dipakai buat diskusi real-time.

Fitur ini sangat praktis untuk merundingkan perubahan, memberi arahan, atau memberikan konteks di luar komentar baris teks. Kamu dan rekan kerja bisa tetap ngobrol sambil mengedit dokumen tanpa perlu keluar dari aplikasi atau berganti ke aplikasi chat lain.

5. Discord: Komunitas, Game, dan Chat dalam Satu Aplikasi

Discord awalnya dibuat sebagai platform komunikasi untuk para gamer. Namun seiring waktu, aplikasi ini berkembang menjadi ruang komunitas yang bisa dipakai hampir untuk apa saja: komunitas hobi, kelas online, sampai ruang kerja tim.

Meskipun bisa dianggap sebagai aplikasi chat, Discord bukan murni “aplikasi chat biasa” — ia menyatukan teks, suara, video, dan komunitas dalam satu ruang. Kamu bisa membuat server, saluran topik, dan ruang percakapan pribadi atau kelompok.

Fitur chat Discord lengkap: mendukung teks, gambar, file, suara, hingga video call. Ini menjadikannya pilihan aplikasi non-chat yang nyaman untuk berkomunikasi dalam konteks komunitas yang lebih besar atau proyek kolaboratif.

6. TikTok: Kirim Pesan Tanpa WA atau Telegram

TikTok dikenal sebagai aplikasi berbagi video singkat yang viral di seluruh dunia. Selain membuat konten, TikTok juga menyertakan fitur Direct Message (DM) yang memungkinkan kamu berkirim pesan dengan pengguna lain.

Fitur DM di TikTok bisa diakses melalui tab Kotak Masuk, lalu kamu bisa memilih percakapan yang sudah ada atau memulai percakapan baru dengan teman yang sudah saling mengikuti.

Di dalamnya, pesan yang dikirim tidak hanya berupa teks. Kamu juga bisa mengirim video pendek, emoji, reaksi, dan stiker — semakin membuat percakapan terasa ekspresif tanpa harus keluar aplikasi untuk membuka layanan chat lain.

7. Instagram: Lebih dari Sekadar Foto dan Video

Instagram adalah sosial media berbagi foto dan video. Tapi tak lengkap rasanya membahas komunikasi tanpa menyebut fitur Direct Message (DM) Instagram yang kini sangat kaya fitur.

Lewat Instagram DM, kamu bisa mengirim pesan teks pribadi, foto, video, suara, bahkan melakukan panggilan suara atau video secara langsung. Fitur ini tak hanya dipakai untuk ngobrol santai, tetapi juga untuk bisnis, kolaborasi konten, atau diskusi komunitas.

Cukup buka ikon pesawat kertas di bagian atas Instagram, pilih “Pesan Baru”, lalu cari nama pengguna yang ingin kamu hubungi. Fitur ini membuat Instagram jadi ruang komunikasi penuh tanpa perlu aplikasi chat lain — semua bisa dilakukan dalam satu aplikasi visual ini.

 Kenapa Aplikasi Non-Chat Ini Berguna?

Kehadiran fitur chat dalam aplikasi yang bukan khusus untuk chat membuka banyak kemungkinan praktis:

Efisiensi Waktu: Kamu tidak perlu keluar dari aplikasi untuk sekadar berkirim pesan. Misalnya saat belanja, ngobrol tentang produk langsung dari aplikasi terjadi secara real-time.

Konteks Komunikasi yang Relevan: Misalnya di Google Docs, chat muncul seiring konten yang sedang kamu bahas. Ini membuat diskusi lebih fokus dan kontekstual.

Mengurangi Ketergantungan Aplikasi Chat Tertentu: Tidak semua orang menggunakan WA, Telegram, atau Line, tapi hampir semua orang punya akses ke aplikasi lain seperti Instagram atau TikTok. Fitur pesan internal menjadi jembatan komunikasi tanpa perlu aplikasi tambahan.

 Tips Menggunakan Fitur Pesan Tersembunyi Ini

Agar pengalaman berkirim pesan lewat aplikasi non-chat lebih optimal, ada beberapa tips yang bisa kamu coba:

1. Perhatikan notifikasi: Tidak semua aplikasi aktifkan notifikasi pesan otomatis. Pastikan kamu memberi izin notifikasi agar tidak ketinggalan pesan.

2. Manfaatkan konteksnya: Misalnya di Google Docs gunakan chat untuk diskusi konten, sedangkan di Pinterest pakai fitur pesan untuk berbagi inspirasi dengan teman.

3. Pastikan privasi: Beberapa aplikasi mungkin tidak memiliki enkripsi end-to-end seperti layanan chat khusus. Gunakan fitur ini untuk pesan santai, bukan konten sensitif.

 Kesimpulan

Fitur pesan yang tersemat di aplikasi non-chat menunjukkan bahwa komunikasi digital kini semakin fleksibel dan terintegrasi di banyak lini kehidupan, bukan hanya terbatas pada aplikasi chat konvensional seperti WhatsApp atau Telegram.

Mulai dari marketplace seperti Shopee, platform sosial seperti Instagram dan TikTok, hingga alat produktivitas seperti Google Docs — semua menyediakan cara untuk tetap terkoneksi tanpa perlu berganti aplikasi.

Jika biasanya kamu berpindah aplikasi untuk berkirim pesan, cobalah memanfaatkan fitur komunikasi tersembunyi di aplikasi yang sudah kamu pakai sehari-hari. Ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga membuat percakapan lebih kontekstual dan relevan sesuai aktivitasmu.

Siapa sangka aplikasi yang tampak sederhana ternyata bisa jadi alat komunikasi serbaguna? Kini kamu sudah tahu beberapa cara kreatif untuk tetap terhubung — selamat mencoba!