7 Fakta Penting Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang Wajib Kamu Tahu di 2026

Teknologi chipset ponsel terus berkembang cepat, dan untuk siklus flagship 2026, Qualcomm kembali membuat gebrakan lewat seri terbaru yang dinamakan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Tidak cuma satu versi, Qualcomm kabarnya menyiapkan dua varian chipset: standar dan Pro. Namun yang menarik perhatian adalah varian Pro — karena prediksi harga yang menembus batas baru untuk chipset mobile. Berikut ini fakta-fakta utama yang perlu kamu tahu sebelum brand smartphone menggunakannya di perangkat mereka.

1. Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Bisa Dibanderol Lebih dari $300

Laporan terbaru menyebut Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro diperkirakan dihargai di atas 300 dolar AS atau sekitar Rp5 juta per chipset — menjadikannya salah satu chipset ponsel paling mahal yang pernah dibuat Qualcomm. Jika benar, harga ini bukan sekadar angka tinggi biasa, tapi hampir sepertiga dari biaya produksi sebuah ponsel flagship. Artinya, chipset saja sudah “makan” biaya besar saat ponsel dirakit.

Harga besar ini bukan isapan jempol. Biaya manufaktur untuk teknologi 2 nm (nanometer) yang digunakan pada chipset ini memang sangat tinggi. Satu wafer silikon yang digunakan untuk memproduksi chip bisa mencapai puluhan ribu dolar AS — dan tentunya biaya ini akan memengaruhi harga jual chipset akhir.

 2. Dual-Chip Strategy: Pro & Standar untuk Segmen Berbeda

Qualcomm kemungkinan akan menerapkan strategi dua versi dalam satu lini Snapdragon 8 Elite Gen 6. Versi standar diprediksi akan menjadi tulang punggung banyak ponsel flagship pada 2026, sedangkan versi Pro akan menjadi unggulan eksklusif untuk model flagship kelas Ultra.

Versi standar ini diprediksi tetap kuat dan efisien, dengan dukungan RAM LPDDR5X yang lebih terjangkau dan GPU berperforma tinggi namun hemat daya. Ini membuatnya cocok untuk ponsel premium non-Ultra yang tetap ingin menawarkan pengalaman flagship modern tanpa biaya berlebihan.

Sementara itu, varian Pro diperkirakan hanya akan dipakai di perangkat yang diposisikan sebagai flagship teratas — seperti model Ultra dari seri besar seperti Samsung Galaxy, OnePlus, Xiaomi, atau bahkan model ekstrem dari merek lain yang bersaing dengan seri iPhone Pro Max.

Baca juga  :  Cara Menghindarkan Anak dari Modus Kejahatan Online

 3. Teknologi Manufaktur 2nm yang Lebih Canggih

Salah satu alasan utama harga Pro bisa sangat tinggi adalah penggunaan proses manufaktur 2 nanometer (2 nm). Ini merupakan salah satu teknologi fabrikasi paling maju dalam industri semikonduktor saat ini, memungkinkan chip dibuat dengan konsentrasi transistor yang lebih rapat, efisiensi energi lebih tinggi, dan performa yang lebih kuat per watt.

Proses 2 nm ini bukan sekadar angka marketing; dalam prakteknya, teknik fabrikasi ini jauh lebih sulit dan mahal dibandingkan proses 3 nm generasi sebelumnya. TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Company) menjadi mitra manufaktur utama Qualcomm untuk chipset ini, dan biaya produksi wafer 2 nm diperkirakan sangat tinggi, sehingga berdampak pada harga akhir chip.

 4. Dukungan LPDDR6 RAM Eksklusif di Versi Pro

Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro diprediksi akan menjadi salah satu chipset pertama yang mendukung LPDDR6 RAM, yaitu generasi terbaru RAM mobile dengan kecepatan transfer jauh lebih tinggi dari LPDDR5X yang umum digunakan saat ini.

LPDDR6 memiliki kecepatan yang lebih besar, bandwidth lebih luas, dan efisiensi energi yang meningkat. Ini sangat penting untuk aplikasi yang menuntut performa tinggi seperti game berat, multitasking berat, aplikasi AI dan AR/VR. Keunggulan teknologi ini menjadi salah satu alasan mengapa chipset Pro diperkirakan akan jauh lebih mahal daripada versi standar.

Selain itu, dukungan ini juga membuka kemungkinan konfigurasi RAM yang lebih besar di smartphone flagship kelas Ultra, membuat perangkat tersebut lebih siap untuk beban berat seperti streaming 8K, editing video langsung di ponsel, hingga operasi AI kompleks.

5. Penyimpanan UFS 5.0 Bisa Jadi Standar Baru Flagship

Selain RAM, Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro juga diprediksi akan mendukung UFS 5.0, sebuah standar penyimpanan flash terbaru dengan kecepatan jauh lebih tinggi dibanding UFS generasi sebelumnya.

UFS 5.0 mampu mempercepat proses baca/tulis data secara signifikan, yang terasa saat membuka aplikasi besar, memindahkan file besar, atau bekerja dengan data berukuran puluhan gigabyte. Ini menjadi nilai tambah pada pengalaman penggunaan smartphone flagship kelas atas.

Namun, dukungan terhadap teknologi mutakhir ini juga turut memicu kenaikan biaya produksi chipset dan perangkat. Itu sebabnya, dukungan UFS 5.0 kemungkinan hanya muncul di model kelas Ultra dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan bukan di versi standar yang menyasar pasar flagship umum.

 6. Fokus Besar pada AI dan Performa Komputasi Berat

Walaupun belum ada spesifikasi resmi lengkap, laporan juga menyebut bahwa Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro akan membawa peningkatan tajam di bagian AI on-device processing dan tugas komputasi berat lainnya.

Kemampuan AI semakin penting di ponsel modern, terutama untuk fitur seperti pengenalan suara real-time, kamera pintar yang mampu memahami konteks foto, hingga pengalaman personalisasi sistem operasi dan kecerdasan asisten digital. Dukungan AI yang lebih kuat juga akan membantu aplikasi generatif seperti editing foto otomatis, rekomendasi konten, dan interaksi natural dengan sistem.

Chipset kelas Pro kemungkinan akan memiliki hardware khusus yang lebih cepat mengolah operasi AI kompleks dibanding versi standar, sehingga fitur berbasis kecerdasan buatan bisa berjalan lebih mulus dan responsif. Ini juga akan membantu kemampuan augmented reality (AR), virtual reality (VR), serta pemrosesan data besar langsung di perangkat.

7. Dampaknya bagi Industri Smartphone & Konsumen

Prediksi harga chipset Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang sangat tinggi bukan hanya soal angka, tetapi juga berdampak pada strategi produk para OEM (Original Equipment Manufacturer). Banyak vendor besar kemungkinan akan berhitung dua kali sebelum memasukkan chip ini ke perangkat mereka, terutama jika itu berarti harga jual perangkat harus naik tajam.

Karena itu, skenario yang diprediksi adalah sebagian besar smartphone flagship 2026 tetap akan memakai versi standar Snapdragon 8 Elite Gen 6, yang performanya tetap kuat tetapi biaya produksinya lebih terjangkau. Sementara itu, varian Pro akan tetap menjadi eksklusif di perangkat kelas Ultra atau premium ekstrem.

Di pasar Indonesia sendiri, perangkat flagship dengan chipset kelas atas seperti generasi sebelumnya Snapdragon 8 Elite Gen 5 telah masuk ke segmen premium dengan harga belasan juta rupiah. Jika benar Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro melebihi angka $300, perangkat yang memakainya kemungkinan akan berada di kisaran harga yang bahkan lebih tinggi — bisa sebanding atau melebihi banyak flagship termahal saat ini.

 Kesimpulan: Pro atau Standar, Mana yang Tepat?

Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro muncul sebagai salah satu chipset paling ambisius Qualcomm dalam beberapa tahun terakhir. Dengan teknologi fabrikasi paling mutakhir, dukungan RAM dan penyimpanan tercepat, serta fokus kuat pada AI dan performa tinggi, chipset ini jelas dirancang untuk mengisi puncak performa smartphone flagship Ultra 2026.

Namun, harga yang diprediksi sangat tinggi membuatnya tidak cocok untuk semua ponsel, sehingga alternatif versi standar menjadi pilihan utama bagi produsen yang ingin menjaga harga jual tetap kompetitif tanpa mengorbankan performa secara drastis.

Bagi konsumen, ini berarti akan ada lebih banyak pilihan flagship di 2026 yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan: dari yang sangat kuat dan eksklusif (Pro), hingga yang tetap cepat dan efisien namun lebih terjangkau (versi standar).