Panduan Lengkap Cara Membuat Simbol Kurang Lebih (±) di Microsoft Word

Microsoft Word telah lama menjadi perangkat lunak pengolah kata paling populer di dunia. Mulai dari pelajar sekolah dasar hingga peneliti akademik, dari pekerja kantoran hingga penulis profesional, hampir semua pernah dan masih mengandalkan Microsoft Word dalam aktivitas menulis sehari-hari. Meski terlihat sederhana, tidak sedikit pengguna yang masih belum benar-benar memahami seluruh fitur tersembunyi yang tersedia di dalamnya.

Salah satu kendala yang sering dialami pengguna adalah saat harus memasukkan simbol khusus, terutama simbol yang tidak tersedia langsung di keyboard. Simbol kurang lebih (±) menjadi salah satu contoh paling umum. Simbol ini sering digunakan dalam konteks ilmiah, matematika, statistik, teknik, hingga laporan teknis. Namun ironisnya, banyak pengguna Word yang masih bingung bagaimana cara memunculkannya dengan cepat dan benar.

Simbol ± memiliki peran penting karena menyampaikan informasi toleransi, perkiraan, atau rentang nilai secara ringkas dan profesional. Menguasai cara memasukkan simbol ini bukan hanya soal teknis, tetapi juga mencerminkan kualitas dan ketelitian sebuah dokumen. Berikut ini adalah panduan lengkap dan mendalam tentang berbagai cara membuat simbol kurang lebih (±) di Microsoft Word, dari metode paling dasar hingga cara otomatis yang jarang diketahui.

1. Menggunakan Fitur Equation untuk Penulisan Rumus Matematika

Bagi mahasiswa, dosen, atau profesional yang sering berkutat dengan rumus matematika, fisika, atau statistik, fitur Equation adalah alat yang sangat krusial. Fitur ini dirancang khusus untuk menampilkan simbol matematika dengan tipografi yang konsisten dan profesional.

Untuk menggunakannya, pastikan kursor berada di posisi yang diinginkan. Selanjutnya, klik tab Insert di menu atas, lalu pilih Equation pada grup Symbols. Anda bisa memilih “Insert New Equation” untuk membuka editor rumus. Setelah panel Equation aktif, Microsoft Word akan menampilkan berbagai simbol matematika dasar, termasuk simbol kurang lebih (±).

Keunggulan utama metode ini adalah kualitas tampilan simbol yang menyatu sempurna dengan rumus lain. Simbol ± yang dimasukkan lewat Equation akan otomatis menyesuaikan ukuran dan posisi sesuai struktur matematika. Metode ini sangat direkomendasikan untuk penulisan skripsi, jurnal ilmiah, atau laporan teknis yang memiliki banyak formula.

Namun, untuk teks biasa, penggunaan Equation terkadang terasa berlebihan karena formatnya sedikit berbeda dari teks standar.

2. Menggunakan Menu Symbol (Cara Paling Umum dan Fleksibel)

Metode paling populer dan paling sering digunakan oleh pengguna Word adalah melalui menu Insert Symbol. Cara ini cocok untuk memasukkan simbol ± di tengah paragraf teks biasa tanpa harus masuk ke mode penulisan rumus.

Langkahnya cukup sederhana. Pertama, letakkan kursor di area pengetikan. Klik tab Insert, lalu pilih Symbol di pojok kanan. Jika simbol ± tidak muncul di daftar simbol yang sering digunakan, klik More Symbols… untuk membuka jendela lengkap.

Di jendela Symbols, pastikan tab Symbols aktif. Pada bagian Subset, pilih Latin-1 Supplement agar simbol ± lebih mudah ditemukan. Setelah simbol ± terlihat, klik simbol tersebut, lalu tekan tombol Insert.

Metode ini sangat fleksibel karena memungkinkan Anda mengakses ratusan simbol lain dalam satu tempat, seperti simbol derajat (°), mikro (µ), hingga huruf Yunani.

Baca juga :  8 Hal Penting Tentang Internet Rakyat 2026: Distributor, Wilayah, dan Cara Daftar

3. Menggunakan Teknik Copy dan Paste sebagai Solusi Cepat

Dalam kondisi mendesak, ketika Anda tidak ingin repot membuka menu Word, teknik copy-paste menjadi penyelamat paling praktis. Cara ini sangat umum digunakan, terutama oleh pengguna kasual.

Anda cukup membuka browser, mengetik “simbol kurang lebih” di mesin pencari, lalu menyalin simbol ± yang muncul. Setelah itu, kembali ke dokumen Word dan tempelkan simbol tersebut di lokasi yang diinginkan.

Meski terdengar sepele, cara ini sangat efektif jika Anda hanya membutuhkan simbol tersebut satu atau dua kali. Bahkan setelah simbol ± sudah ada di dokumen, Anda bisa terus menyalinnya dari dalam dokumen tanpa perlu kembali ke internet.

Kelemahan metode ini hanya satu: ketergantungan pada sumber eksternal. Namun dari segi kecepatan, cara ini sulit dikalahkan.

4. Menggunakan Shortcut Keyboard dengan Kode Alt

Bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi dan kecepatan, shortcut keyboard adalah metode paling ideal. Microsoft Word mendukung penggunaan kode ASCII atau ANSI untuk memunculkan simbol tertentu, termasuk simbol ±.

Caranya, pastikan tombol Num Lock aktif pada keyboard. Tekan dan tahan tombol Alt, lalu ketik 0177 menggunakan keypad numerik (numpad). Setelah itu, lepaskan tombol Alt, dan simbol ± akan langsung muncul.

Metode ini sangat cepat jika sudah terbiasa. Namun, pada laptop tanpa numpad fisik, cara ini bisa sedikit merepotkan karena membutuhkan kombinasi tombol tambahan seperti Fn.

Meski begitu, bagi pengguna desktop atau laptop dengan numpad lengkap, shortcut ini sangat direkomendasikan.

5. Mengatur AutoCorrect untuk Penggunaan Berulang

Jika pekerjaan Anda menuntut penggunaan simbol ± secara rutin, mengandalkan menu atau shortcut bisa terasa kurang efisien. Solusinya adalah memanfaatkan fitur AutoCorrect di Microsoft Word.

Dengan AutoCorrect, Anda bisa mengatur Word agar otomatis mengubah kombinasi teks tertentu menjadi simbol ±. Misalnya, setiap kali mengetik “+-”, Word akan langsung menggantinya menjadi ±.

Cara mengaturnya cukup mudah. Masuk ke menu File > Options > Proofing, lalu klik AutoCorrect Options. Pada kolom Replace, ketik teks pemicu seperti “+-”. Pada kolom With, masukkan simbol ±. Klik Add, lalu OK.

Sejak saat itu, Word akan bekerja secara otomatis. Fitur ini sangat berguna bagi peneliti, dosen, atau analis data yang sering menulis nilai toleransi atau estimasi.

6. Perbedaan Penggunaan Simbol ± dalam Teks dan Rumus

Penting untuk dipahami bahwa simbol ± memiliki konteks penggunaan yang berbeda. Dalam teks biasa, simbol ini berfungsi sebagai penjelas rentang atau toleransi. Contohnya: Berat paket 1 kg ± 50 gram.

Sementara itu, dalam rumus matematika, simbol ± sering menunjukkan dua kemungkinan nilai, seperti pada persamaan kuadrat. Dalam konteks ini, penggunaan Equation jauh lebih disarankan agar struktur rumus tetap akurat dan rapi.

Memahami konteks ini membantu Anda memilih metode penulisan yang tepat, sehingga dokumen tidak hanya benar secara teknis, tetapi juga enak dibaca.

7. Mengapa Simbol Kurang Lebih Penting dalam Penulisan Akademik

Dalam dunia akademik, ketepatan simbol adalah hal yang sangat krusial. Simbol ± sering digunakan untuk menunjukkan standar deviasi, margin of error, atau toleransi pengukuran. Menuliskan “plus minus” dalam bentuk kata dianggap kurang formal dan tidak sesuai dengan standar ilmiah.

Selain itu, penggunaan simbol ± juga meningkatkan efisiensi bahasa. Informasi yang panjang bisa diringkas menjadi satu simbol yang dipahami secara universal oleh pembaca lintas disiplin.

Kesalahan penulisan simbol bisa berakibat fatal dalam laporan ilmiah, karena dapat menimbulkan interpretasi data yang keliru.

Kesimpulan

Microsoft Word menyediakan banyak cara untuk memasukkan simbol kurang lebih (±), mulai dari metode konvensional hingga teknik otomatis yang sangat efisien. Setiap metode memiliki keunggulan masing-masing, tergantung kebutuhan dan konteks penulisan.

Jika Anda sering bekerja dengan rumus matematika, fitur Equation adalah pilihan terbaik. Untuk teks biasa, Insert Symbol sudah lebih dari cukup. Bagi yang mengutamakan kecepatan, shortcut Alt + 0177 sangat membantu, sementara AutoCorrect menjadi solusi ideal untuk penggunaan jangka panjang.

Dengan menguasai teknik-teknik ini, Anda tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga meningkatkan kualitas dan profesionalitas dokumen. Microsoft Word sebenarnya menyimpan banyak fitur canggih—yang dibutuhkan hanyalah sedikit eksplorasi dan kemauan untuk belajar.

Semoga panduan lengkap ini membantu meningkatkan produktivitas dan kepercayaan diri Anda saat bekerja dengan dokumen Word.