5 Spesifikasi Laptop yang Bakal Usang di 2026 (dan Alternatif yang Harus Kamu Pilih)

Seiring berkembangnya teknologi, standar spesifikasi laptop terus meningkat dari tahun ke tahun. Yang dulu dianggap “cukup” untuk penggunaan sehari-hari kini bisa terasa lambat dan ketinggalan zaman. Menjelang 2026, ada beberapa komponen dan konfigurasi yang diprediksi tidak lagi layak pakai karena performanya sangat tertinggal dibanding kebutuhan aplikasi dan sistem operasi modern.

Jika kamu berencana membeli laptop baru atau ingin meng-upgrade perangkat lama, memahami komponen mana yang akan menjadi usang penting supaya tidak terjebak membeli laptop yang cepat ketinggalan zaman, terutama di era di mana AI, multitasking berat, dan aplikasi kreatif semakin umum. Artikel ini membahas 5 spesifikasi laptop utama yang diprediksi bakal usang di 2026, kenapa itu terjadi, serta rekomendasi alternatif yang lebih layak dipilih.

1. Hard Disk Drive (HDD): Sudah Terlalu Lambat untuk Dunia Modern

Laptop dengan HDD (Hard Disk Drive) mungkin masih banyak ditemukan di laptop murah atau bekas, tetapi di tahun 2026 penggunaan HDD sebagai penyimpanan utama diprediksi akan semakin ditinggalkan.

HDD bekerja dengan piringan berputar dan kepala baca/tulis mekanis, sehingga kecepatannya jauh lebih lambat dibandingkan SSD (Solid State Drive) yang tidak memiliki bagian bergerak. Hal ini berdampak langsung pada:

Waktu “booting” sistem operasi yang lebih lama

Aplikasi dan file besar yang lambat terbuka

Respons keseluruhan sistem yang terasa lambat

SSD menawarkan kecepatan baca/tulis yang jauh lebih tinggi dan lebih andal secara keseluruhan. Bahkan di laptop murah pun kini SSD menjadi standar umum karena harganya semakin terjangkau. Untuk penggunaan modern seperti editing video, gaming, maupun multitasking berat, SSD sudah menjadi kebutuhan dasar — bukan sekadar opsi tambahan.

Alternatif terbaik: laptop dengan SSD NVMe (lebih cepat dari SATA SSD lama), minimal 256GB atau 512GB.

2. Panel Layar TN: Kualitas Visual yang Ketinggalan Zaman

Jika laptopmu masih memakai panel TN (Twisted Nematic) yang dulu umum di perangkat murah, kemungkinan besar itu akan terasa usang di 2026.

Layar TN memang memiliki keunggulan dalam harga yang murah dan response time yang cepat, tetapi memiliki keterbatasan signifikan pada:

Akurasi warna

Sudut pandang yang sempit

Kecerahan yang relatif rendah

Sebaliknya, panel IPS dan OLED kini semakin menjamur, bahkan pada laptop kelas menengah. Panel ini menawarkan warna lebih akurat, sudut pandang lebih luas, dan pengalaman visual yang jauh lebih imersif — penting untuk kerja kreatif, menonton film, hingga gaming. Banyak laptop flagship terbaru juga sudah menggunakan panel 120Hz atau lebih tinggi yang membuat konten tampak lebih mulus.

Alternatif yang direkomendasikan:

IPS untuk keseimbangan harga dan kualitas

OLED untuk tampilan warna dan kontras terbaik

Refresh rate 120Hz atau lebih untuk pengalaman lebih halus

Baca juga  :  9 Alasan TP-Link Archer AX12 Layak Jadi Router Wi-Fi 6 Pilihan Rumah Modern

3. Intel Celeron: Performa Terlalu Lemah untuk Jaman Baru

Prosesor Intel Celeron adalah opsi hemat biaya yang sering dipakai di laptop sangat murah. Namun menurut tren dan evaluasi performa saat ini, Celeron diprediksi tidak lagi layak di 2026 untuk kebutuhan tugas umum atau produktivitas berat.

Prosesor ini memang cukup untuk tugas sangat ringan seperti mengetik dokumen atau browsing sederhana, tetapi akan cepat terlihat lambat pada hal-hal yang lebih menuntut seperti:

Bekerja dengan banyak tab browser

Aplikasi produktivitas berat

Video meeting dan streaming bersamaan

Aplikasi AI ringan

Sebaliknya, prosesor kelas Intel Core (i3, i5, i7, atau generasi terbaru seperti Intel Core Ultra) atau AMD Ryzen 3/5/7 memberikan kombinasi performa dan efisiensi yang jauh lebih baik. Mereka mampu menangani multitasking, kerja kreatif, maupun aplikasi modern yang semakin berat.

💡 Rekomendasi: hindari laptop dengan Intel Celeron jika kamu ingin perangkat yang bertahan 3–4 tahun ke depan.

4. RAM 4GB: Multitasking Kini Memerlukan Lebih Banyak Memori

Laptop dengan RAM 4GB mungkin masih bisa dipakai untuk penggunaan ringan, tetapi di 2026 kapasitas ini dianggap amat sangat kurang untuk kebutuhan modern.

RAM berperan sebagai area kerja aktif ketika aplikasi berjalan. Jika kapasitas RAM terlalu kecil, sistem akan sering “ngadat”, aplikasi lambat, bahkan membuat sistem mengalami swap yang memperlambat kinerja keseluruhan.

Masalah umum RAM 4GB:

Tidak cukup untuk buka banyak tab browser

Multitasking berat menyebabkan sistem lambat

Game modern atau aplikasi kreatif tidak bisa berjalan lancar

Sebagai perbandingan, standar RAM terbaru umumnya:

8GB untuk penggunaan dasar hingga menengah

16GB untuk multitasking dan gaming

32GB–64GB untuk creator, profesional AI, atau profesional kreatif

Jika membeli laptop baru, pilihan minimum yang layak adalah 8GB, dengan opsi upgrade tambahan jika memungkinkan. Laptop 2026 yang baik biasanya sudah mendukung RAM 16GB atau lebih untuk kinerja yang mantap dalam beberapa tahun ke depan.

5. Storage eMMC: Bukan Lagi Solusi Penyimpanan Utama

Selain HDD, laptop murah juga sering memakai storage eMMC (embedded MultiMediaCard) — tetapi spesifikasi ini juga diprediksi bakal tidak lagi relevan di 2026 karena keterbatasan performa.

eMMC biasanya ditemukan pada laptop murah atau perangkat entry-level karena biaya produksinya rendah. Namun performanya sangat jauh di bawah SSD modern, terutama pada:

Kecepatan baca/tulis data

Kemampuan menangani aplikasi besar

Respons sistem secara keseluruhan

Performa eMMC yang lambat ini membuatnya kurang ideal bahkan hanya untuk tugas ringan seperti membuka aplikasi atau boot sistem. Sementara itu SSD modern tidak hanya lebih cepat, tetapi juga lebih andal dan memiliki umur penulisan yang lebih panjang.

📌 Singkatnya: eMMC kini hanya cocok untuk perangkat ultra-entry atau tablet, tapi tidak layak sebagai storage utama pada laptop 2026.

6. Mengapa Spesifikasi Ini Akan Usang?

Beberapa alasan umum kenapa komponen-komponen di atas diprediksi akan usang di 2026 antara lain:

🔄 1. Standar baru yang semakin tinggi

Laptop modern 2026 mengarah ke fitur seperti AI onboard (contoh: AI processor Intel Core Ultra atau Qualcomm Snapdragon X2 Extreme), panel layar OLED 120Hz+, dan konektivitas terbaru seperti Wi-Fi 7 — yang membutuhkan spesifikasi dasar lebih tinggi dibanding dulu.

🧠 2. Penggunaan aplikasi yang semakin berat

Aplikasi pengolah gambar/ video, multitasking tab browser, hingga fungsi AI ringan menuntut RAM, CPU, dan storage yang cepat dan besar.

⚡ 3. Ekspektasi performa yang meningkat

Pengguna kini tidak hanya ingin laptop menjalankan tugas dasar, tetapi juga ingin lancar saat menjalankan game, streaming, hingga proses kreatif — yang tidak bisa diakomodasi oleh komponen usang seperti TN panel, HDD, eMMC, atau RAM 4GB.

7. Standar Baru Laptop 2026 yang Harus Kamu Cari

Jika komponen lama makin usang, maka apa yang patut disebut spesifikasi layak pakai di 2026? Berikut beberapa standar yang direkomendasikan:

💻 Prosesor modern:

Pilih laptop dengan Intel Core i5/i7 generasi terbaru, AMD Ryzen 5000/7000 series atau Qualcomm AI-capable SoC untuk kemampuan AI onboard dan efisiensi energi.

🚀 SSD NVMe:

Modern storage yang cepat dan responsif wajib ada, minimal 512GB untuk kebutuhan umum, atau 1TB untuk kerja berat.

🧠 RAM minimal 8–16GB:

Lebih besar akan lebih future-proof, terutama jika kamu multitasking atau membuka banyak aplikasi sekaligus.

📺 Panel IPS/OLED berkualitas:

Layar dengan warna akurat dan refresh rate tinggi (misal 120Hz+) membuat pengalaman visual lebih nyaman, terutama untuk content creation atau media consumption.

8. Bolehkah Masih Memilih Laptop dengan Spesifikasi Lama?

Tentu saja, ada keadaan di mana spesifikasi lama masih bisa dipertimbangkan — terutama jika kamu:

Hanya membutuhkan laptop untuk tugas super ringan (internet, dokumen)

Ingin harga paling murah tanpa fokus pada kinerja jangka panjang

Sudah punya perangkat cadangan untuk tugas berat lainnya

Namun perlu diingat bahwa perangkat dengan spesifikasi usang akan cepat melemah performanya seiring berjalannya waktu, terutama ketika sistem operasi baru dan aplikasi semakin “lapar” spesifikasi.

Penutup

2026 menjadi titik di mana beberapa komponen laptop yang dulu “cukup” kini sudah dipandang usang. HDD, eMMC, layar TN, prosesor kelas rendah seperti Intel Celeron, dan RAM 4GB diperkirakan tak lagi layak untuk memenuhi kebutuhan generasi baru aplikasi dan OS.

Memilih perangkat dengan spesifikasi yang tepat bukan hanya soal performa saat ini, tetapi juga soal ketahanan perangkat terhadap kebutuhan teknologi di masa depan. Laptop dengan standar komponen modern akan memberikan pengalaman yang lebih mulus, responsif, dan relevan beberapa tahun ke depan — sesuatu yang amat penting di era digital yang terus berkembang.