Tutorial Service Laptop Asus X455LJ / X455LC Rev.31 Mati Total

Kasus Antara Nyala dan Tidak Nyala – Analisa Jalur VS Secara Bertahap

Pendahuluan

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pada kesempatan kali ini saya ingin berbagi pengalaman servis motherboard laptop Asus X455LJ / X455LC Rev.31 dengan kerusakan yang cukup sering membuat teknisi bingung, yaitu kondisi antara nyala dan tidak nyala. Laptop tidak benar-benar mati, namun juga tidak bisa masuk ke kondisi ON normal. Lampu power hanya kedip-kedip, arus adaptor naik turun, dan layar tidak menampilkan apa pun.

Kasus seperti ini sering disalahartikan sebagai kerusakan chipset atau CPU. Padahal, dalam banyak kejadian, sumber masalahnya justru ada pada jalur power utama (VS) yang tidak pernah aktif penuh. Melalui artikel ini, saya akan menjelaskan alat yang digunakan, urutan pengecekan, logika analisa, hingga akhirnya laptop berhasil dinyalakan kembali secara normal.

Spesifikasi Kasus dan Gejala Awal

Laptop yang saya tangani adalah Asus X455LJ / X455LC Rev.31, dengan kondisi sebagai berikut:

Saat adaptor dicolok:

Arus terbaca 0,13–0,21 ampere

Lampu power kedip-kedip

Arus naik turun seperti standby

Tidak ada tampilan di layar

Tombol power tidak selalu responsif

Tidak ada panas berlebih

Pada kondisi ini, KBC (Keyboard Controller) sudah aktif, karena lampu indikator hidup dan arus bergerak. Namun, power lanjutan tidak pernah hadir, menandakan laptop berhenti di fase standby (S5/S3).

Perlu diketahui, seri Asus X455 ini tidak memiliki baterai CMOS terpisah. RTC menumpang pada baterai utama. Maka perilaku laptop yang langsung menyala saat adaptor dicolok tanpa baterai masih tergolong normal. Yang tidak normal adalah denyut arus yang tidak stabil.

Alat yang Digunakan

Sebelum masuk ke analisa, berikut alat yang saya gunakan:

Power Supply / Adaptor + Ampere Meter

Untuk membaca konsumsi arus secara real-time

Multimeter Digital

Mode DC Voltage

Mode Continuity / Beep

Skema & Boardview Asus X455 Rev.31

Sangat penting untuk jalur VS

Mikroskop / Kaca Pembesar

Karena MOSFET target ukurannya sangat kecil

Solder & Timah

Untuk jumper simulasi dan penggantian komponen

Pinset & Probe Tajam

Menghindari slip saat ukur tegangan kecil

Langkah 1: Cek Kemungkinan Short Jalur VS

Langkah pertama saya tidak langsung curiga chipset. Saya mulai dari hal paling dasar: apakah ada short di jalur VS.

Saya ukur semua PL (induktor) jalur VS ke ground

Lanjut ukur dari jalur plus ke ground

Semua hasil aman, tidak ada short

Tidak ada bunyi beep di mode continuity

Artinya: πŸ‘‰ Jalur VS tidak konslet πŸ‘‰ Masalah kemungkinan di pemicu VS, bukan beban

Langkah 2: Cek Tegangan Standby (ALW)

Saya nyalakan motherboard lalu ukur tegangan dasar:

5V ALW β†’ HADIR

3,3V ALW β†’ HADIR

1V ALW β†’ HADIR

Area chipset terasa sedikit hangat

Ini penting karena:

Menandakan regulator standby normal

KBC dan EC bekerja

Laptop bukan mati total

Namun satu hal mencurigakan: ❌ Tegangan VS utama tidak hadir

Baca jugaΒ  :Β  Tutorial Service HP Mati Total: Pengalaman Menangani Sharp Aquos R2 (SHF42 AU)

Langkah 3: Memahami Jalur VS Asus X455

Di Asus X455, jalur VS tidak langsung muncul. Urutannya:

12VSUS (tegangan standby besar)

Dipicu oleh sinyal:

SUS_B

SUS_C

MOSFET gerbang aktif

Tegangan berubah menjadi 12VS

Power lanjutan CPU & RAM aktif

Jika SUS_B / SUS_C tidak hadir, maka:

MOSFET tidak terbuka

Tegangan tidak β€œnyebrang”

Laptop berhenti di standby

Langkah 4: Kesalahan Umum Saat Membaca Boardview

Awalnya saya sempat bingung karena:

Tegangan di kaki MOSFET tidak masuk akal

Seolah-olah semua sinyal mati

Ternyata penyebabnya sepele tapi fatal: πŸ‘‰ Boardview terbalik (mirror)

Setelah saya flip boardview secara horizontal agar sesuai posisi fisik motherboard:

Posisi RAM cocok

Posisi MOSFET VS benar

Ground dan jalur VS tidak tertukar lagi

Ini pelajaran penting:

Salah orientasi boardview bisa bikin analisa kacau total.

Langkah 5: Pengukuran MOSFET VS di Bawah Mikroskop

MOSFET pemicu VS ukurannya sangat kecil, dekat soket keyboard. Saya ukur satu per satu:

Drain (12VSUS) β†’ HADIR (12–15V)

Gate (SUS_B / SUS_C) β†’ TIDAK HADIR

Source (VS) β†’ 0V

Kesimpulan sementara: πŸ‘‰ Tegangan sumber ada

πŸ‘‰ Tegangan pemicu tidak datang

πŸ‘‰ MOSFET tidak pernah ON

Langkah 6: Jumper Simulasi (Bukan Solusi Final)

Untuk memastikan bahwa:

CPU masih hidup

Jalur VS sehat

Tidak ada masalah lanjutan

Saya lakukan jumper simulasi sementara dari VSUS ke VS.

⚠️ Catatan penting:

Ini hanya untuk testing

Bukan solusi permanen

Jangan dipakai jangka panjang

Hasil setelah jumper:

Arus naik dari 0,02A β†’ 0,39–0,5A

Prosesor mulai hangat

Laptop menampilkan gambar di layar eksternal

Power sequence berjalan

Artinya: βœ… Chipset aman

βœ… RAM aman

βœ… Jalur VS sehat

Langkah 7: Menentukan Komponen Rusak

Karena laptop bisa ON saat dijumper, maka penyebab pasti adalah: πŸ‘‰ MOSFET pemicu VS rusak / lemah

Saya lepaskan jumper lalu:

Mengganti MOSFET dengan seri pengganti yang setara

Pastikan arah dan spesifikasi sesuai

Solder rapi dan bersih

Hasil Akhir Setelah Penggantian

Setelah MOSFET diganti:

Lampu indikator nyala normal

Arus stabil:

Standby: Β±0,00–0,01A

Power ON: Β±0,4–0,5A

Laptop bisa:

Dinyalakan dan dimatikan normal

Masuk BIOS

Menampilkan layar internal

Tidak ada lagi: ❌ Lampu kedip

❌ Arus naik turun

❌ β€œAntara hidup dan mati”

Kesimpulan dan Pelajaran Servis

Dari kasus Asus X455 ini, saya menyimpulkan bahwa kondisi antara nyala dan tidak nyala sering kali bukan disebabkan oleh kerusakan chipset, melainkan gangguan pada jalur VS yang tidak pernah aktif sempurna. Pola arus adaptor yang naik turun menjadi petunjuk awal yang sangat penting, karena dari sanalah kita bisa mengetahui apakah laptop berhenti di fase standby atau gagal melanjutkan urutan power. Analisa arus sejak awal terbukti mampu menghemat waktu dan mencegah salah diagnosis.

Pelajaran berikutnya adalah pentingnya ketelitian saat membaca boardview dan skema. Orientasi board yang terbalik bisa menyebabkan kesalahan fatal dalam pengukuran, seolah-olah semua sinyal mati padahal sebenarnya titik ukur yang keliru. Selain itu, teknik jumper hanya boleh digunakan sebagai alat diagnosa, bukan solusi akhir. Jumper berfungsi memastikan bahwa jalur, chipset, dan komponen utama masih sehat sebelum memutuskan penggantian komponen yang sebenarnya rusak.

Kasus ini juga menegaskan bahwa MOSFET berukuran kecil bisa menjadi penyebab kerusakan besar. Ketika MOSFET pemicu VS gagal bekerja, seluruh sistem seakan mati meski tegangan dasar sudah hadir. Dengan analisa yang runtut dan penggantian komponen yang tepat, laptop bisa kembali normal tanpa harus melakukan perbaikan mahal. Semoga tutorial ini bermanfaat bagi rekan-rekan teknisi di lapangan. Sampai jumpa di sharing servis berikutnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.