Alasan HyperOS ROM China Tak Cocok untuk Pengguna Global, Banyak Fitur Penting Hilang

Xiaomi semakin agresif mendorong HyperOS sebagai sistem operasi masa depan yang menggantikan MIUI. Sistem ini dirancang bukan sekadar pembaruan antarmuka, tetapi sebagai fondasi ekosistem besar yang menghubungkan smartphone, tablet, wearable, perangkat rumah pintar, hingga mobil listrik Xiaomi. Tidak heran jika banyak pengguna antusias dan ingin mencicipi HyperOS lebih awal.

Sayangnya, tidak semua versi HyperOS menawarkan pengalaman yang sama. Banyak perangkat Xiaomi terbaru justru lebih dulu dirilis dengan HyperOS ROM China, sehingga sebagian pengguna global tergoda mengimpor unit resmi pasar Tiongkok demi merasakan fitur terbaru lebih cepat, performa lebih kencang, dan harga yang lebih murah.

Namun, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa HyperOS ROM China menyimpan banyak keterbatasan serius ketika digunakan di luar China. Mulai dari absennya fitur penting, kompatibilitas aplikasi yang bermasalah, hingga ekosistem layanan yang tidak ramah pengguna internasional. Berikut penjelasan lengkap mengapa HyperOS ROM China dinilai tidak cocok untuk kebutuhan global.

1. Quick Share Google Tidak Tersedia, Berbagi File Jadi Ribet

Salah satu perbedaan paling terasa antara HyperOS Global dan HyperOS ROM China adalah absennya Google Quick Share. Pada versi global, Quick Share memungkinkan pengguna berbagi file secara instan dengan perangkat Android lain dari berbagai merek, bahkan ke PC Windows.

Di ROM China, fitur ini sepenuhnya digantikan oleh Xiaomi Share yang hanya optimal jika digunakan antarperangkat Xiaomi. Ketika harus mengirim file ke ponsel Samsung, Oppo, atau laptop Windows, pengguna terpaksa kembali ke cara lama seperti aplikasi pesan instan atau layanan cloud.

Akibatnya, kualitas foto dan video sering menurun karena kompresi, sementara proses berbagi menjadi lebih lambat dan tidak efisien—sebuah kemunduran signifikan bagi pengguna yang terbiasa dengan ekosistem Android global.

2. Android Auto Absen, Pengalaman Berkendara Terbatas

Bagi pengguna mobil modern, Android Auto adalah fitur krusial. Sayangnya, HyperOS ROM China tidak menyertakan dukungan Android Auto karena layanan Google memang tidak beroperasi secara resmi di Tiongkok.

Dampaknya cukup besar:

Ponsel tidak bisa terhubung ke head unit mobil

Navigasi Google Maps tidak tampil di layar mobil

Kontrol musik, panggilan, dan pesan menjadi terbatas

Meski beberapa pengguna mencoba memasang Google Services secara manual, Android Auto tetap tidak berfungsi sempurna karena integrasi sistem inti tidak tersedia di firmware China. Untuk pengguna yang sering berkendara, ini adalah kompromi besar yang sulit diterima.

Baca juga : 6 Fitur Anyar iOS 26 yang Diprediksi Masuk di 2026: Inovasi Besar Buat iPhone Kamu

3. Notifikasi Sering Telat karena Manajemen Daya Terlalu Agresif

HyperOS ROM China dikenal sangat agresif dalam manajemen daya. Sistem akan cepat menghentikan aplikasi yang berjalan di latar belakang demi menghemat baterai.

Di atas kertas, ini terdengar ideal. Namun dalam penggunaan nyata, dampaknya cukup mengganggu:

Notifikasi WhatsApp dan Telegram sering terlambat

Email baru tidak langsung masuk

Aplikasi transportasi dan keuangan kadang gagal update real-time

Pengguna memang bisa mengatur izin baterai secara manual, tetapi harus dilakukan satu per satu untuk setiap aplikasi. Bagi pengguna awam, proses ini merepotkan dan berisiko meningkatkan konsumsi baterai jika salah pengaturan.

4. Fitur AI Berbeda dan Tidak Ramah Pengguna Global

HyperOS versi China mengandalkan XiaoAI sebagai asisten virtual utama. Berbeda dengan Google Gemini atau Google Assistant, XiaoAI dirancang khusus untuk pasar domestik Tiongkok.

Masalahnya:

Mayoritas fitur XiaoAI menggunakan bahasa Mandarin

Integrasi layanan global sangat terbatas

Tidak mendukung kebiasaan penggunaan di luar China

Fitur AI populer di HyperOS Global seperti Circle to Search, integrasi Gemini, atau pencarian kontekstual lintas aplikasi tidak tersedia secara bawaan. Pengguna global akhirnya kehilangan salah satu daya tarik utama HyperOS modern.

5. Dukungan Bahasa dan Regional Sangat Terbatas

HyperOS ROM China umumnya hanya menyediakan bahasa Mandarin dan Inggris. Sekilas terlihat cukup, tetapi dampaknya cukup luas.

Beberapa aplikasi:

Perbankan lokal

Transportasi umum

Layanan pemerintahan

Aplikasi e-wallet

sering gagal mendeteksi wilayah dengan benar karena sistem regional tidak sesuai. Akibatnya, aplikasi bisa error, tidak bisa login, atau bahkan tidak tersedia di Play Store versi China.

Bagi pengguna di Asia Tenggara, Eropa, atau Amerika Latin, keterbatasan ini menjadi penghambat serius dalam penggunaan harian.

6. Layanan Google Tidak Terintegrasi Secara Native

Walau Google Services bisa dipasang manual di HyperOS ROM China, integrasinya tidak sedalam versi global. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain:

Sinkronisasi Google Account tidak stabil

Backup Google Drive tidak konsisten

Update Play Services sering bermasalah

Hal ini terjadi karena HyperOS China memang tidak dirancang dengan Google sebagai bagian dari sistem inti. Berbeda dengan ROM Global yang sejak awal dioptimalkan untuk ekosistem Google.

7. Bootloader Sulit Dibuka, Sulit Berpindah ROM

Dulu, salah satu keunggulan Xiaomi adalah kemudahan membuka bootloader. Kini, pada perangkat versi China, kebijakan ini semakin ketat.

Untuk membuka bootloader:

Perlu akun Xiaomi China

Proses verifikasi panjang

Tidak selalu berhasil bagi pengguna internasional

Akibatnya, ketika pengguna sudah terlanjur membeli versi China dan merasa tidak nyaman, opsi untuk mengganti ROM ke versi global menjadi sangat terbatas. Ini membuat pengguna seolah “terkunci” pada sistem yang tidak ideal.

8. Aplikasi China Banyak, Tapi Sulit Dihapus

HyperOS ROM China hadir dengan berbagai aplikasi bawaan khas Tiongkok seperti:

App store lokal

Layanan streaming China

Platform belanja domestik

Sebagian besar aplikasi ini:

Tidak relevan bagi pengguna global

Sulit dihapus tanpa akses root

Tetap berjalan di latar belakang

Selain mengganggu, aplikasi ini juga berpotensi mengonsumsi resource sistem dan memengaruhi privasi pengguna.

9. Update Lebih Cepat, tapi Tidak Selalu Stabil

Memang benar, HyperOS ROM China sering mendapatkan update lebih awal dibanding versi global. Namun update ini sering bersifat eksperimental.

Beberapa pengguna melaporkan:

Bug animasi

Error kamera

Masalah jaringan

Inkompatibilitas aplikasi pihak ketiga

Sementara HyperOS Global cenderung lebih lambat, versi ini biasanya sudah melewati tahap penyempurnaan sehingga lebih stabil untuk penggunaan jangka panjang.

10. Harga Lebih Murah, tapi Komprominya Besar

Tidak bisa dimungkiri, harga perangkat Xiaomi versi China memang lebih murah. Smartphone kelas menengah hingga flagship sering dibanderol di kisaran USD 400–500 atau sekitar Rp6–8 jutaan, jauh di bawah harga resmi global.

Namun, selisih harga ini harus dibayar dengan:

Hilangnya fitur penting

Pengalaman penggunaan tidak konsisten

Keterbatasan ekosistem

Risiko jangka panjang

Bagi pengguna yang mengandalkan smartphone untuk produktivitas, navigasi, komunikasi, dan integrasi lintas perangkat, kompromi ini sering kali tidak sebanding.

Kesimpulan: Menarik di Atas Kertas, Bermasalah di Dunia Nyata

HyperOS ROM China pada dasarnya dikembangkan untuk kebutuhan, regulasi, dan kebiasaan pasar Tiongkok. Meski menawarkan performa tinggi, animasi halus, dan akses fitur lebih awal, sistem ini belum dirancang untuk kebutuhan pengguna global secara menyeluruh.

Bagi pengguna internasional, HyperOS Global tetap menjadi pilihan paling aman. Meski hadir lebih lambat, versi global menawarkan:

Dukungan Google penuh

Fitur lintas merek

Stabilitas lebih baik

Pengalaman penggunaan yang konsisten

Singkatnya, HyperOS ROM China cocok untuk eksperimen dan pengguna teknis. Namun untuk pemakaian harian jangka panjang, menunggu rilis resmi HyperOS Global adalah keputusan yang jauh lebih bijak.