Memasuki awal tahun 2026, tren smartphone telah berubah drastis dibanding beberapa tahun terakhir. Perangkat terbaru tak lagi hanya soal angka megapiksel tinggi atau prosesor tercepat semata — dengan berkembangnya aplikasi AI, multitasking, dan kebutuhan multimedia, standar spesifikasi kini jauh lebih tinggi. Akibatnya, beberapa komponen yang dulu bisa diterima kini mulai terasa kurang layak dipilih jika masih ada di ponsel baru.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan untuk beli HP baru tahun ini, penting banget tahu jenis spesifikasi yang sebaiknya dihindari. Bukan hanya soal performa sesaat, tapi pengalaman jangka panjang, kenyamanan penggunaan, serta kemampuan menghadapi fitur masa depan seperti AI dan pembaruan sistem.
Berikut ini penjelasan lengkap mengenai 5 spesifikasi yang harus kamu hindari saat memilih smartphone di tahun 2026 — beserta alasannya, disertai tips supaya tidak salah beli.
1. Smartphone dengan RAM Kurang dari 4 GB
Satu hal yang jelas di tahun 2026: RAM kecil bukan lagi standar yang layak untuk smartphone baru. Di masa sekarang ini, berbagai aplikasi modern dan sistem operasi smartphone membutuhkan memori yang cukup besar untuk berjalan mulus.
RAM berperan sebagai “area kerja” sementara ketika aplikasi berjalan di latar depan maupun belakang. Ketika RAM terlalu kecil, sistem terpaksa menutup aplikasi yang tidak aktif untuk memberi ruang pada proses lain. Ini berarti setiap kali kamu berpindah aplikasi, sistem akan memuat ulang dari awal — membuat pengalaman terasa lambat dan tidak responsif.
Lebih penting lagi, tren smartphone terbaru di 2026 mulai bergantung pada fitur AI di perangkat (on-device AI) seperti asisten pintar, pemrosesan gambar canggih, dan fitur rekomendasi otomatis. Model memori besar kini menjadi “jalan masuk” untuk bisa menjalankan kemampuan tersebut secara efisien. Tanpa RAM yang memadai, ponsel tidak hanya terasa lambat — beberapa fitur AI penting bisa jadi tidak dapat dijalankan sama sekali.
Tips: Usahakan memilih smartphone dengan RAM minimal 6 GB. Jika penggunaanmu berat (gaming, editing video, aplikasi AI), lebih ideal memilih 8 GB atau lebih agar performa jangka panjang tetap nyaman.
2. Penyimpanan Internal Kurang dari 128 GB
Penyimpanan internal adalah tempat rumah bagi semua data di smartphone: foto, video, aplikasi, dokumen, hingga cache sistem operasi. Kapasitas yang terlalu kecil akan cepat penuh, yang pada akhirnya memperlambat kinerja perangkat secara keseluruhan.
Bayangkan kamu punya HP dengan hanya 64 GB penyimpanan. Dengan ukuran aplikasi yang semakin besar, terutama game dan aplikasi AI yang perlu model data besar — ruang itu bisa habis hanya dalam beberapa bulan saja. Padahal Android maupun iOS memerlukan ruang kosong untuk pembaruan sistem dan cache aplikasi agar tetap berjalan lancar.
Sistem operasi modern pun seringkali memerlukan cukup ruang kosong untuk menginstal pembaruan besar. Jika ruang penyimpanan hampir penuh, pembaruan bisa gagal atau berjalan sangat lambat.
Walaupun beberapa smartphone masih menawarkan slot microSD, perlu diingat bahwa aplikasi tidak bisa dipasang di memori eksternal — hanya data saja. Jadi microSD bisa membantu menyimpan foto dan video, tetapi tidak bisa menjadi solusi utama untuk performa aplikasi.
Tips: Pilih smartphone dengan paling tidak 128 GB penyimpanan internal. Jika kamu sering merekam video 4K atau menyimpan banyak file besar, kapasitas 256 GB atau lebih jauh lebih ideal.
Baca juga : Apa Bedanya Oven dan Air Fryer? Ini 6 Perbedaannya!
3. Layar dengan Refresh Rate Terlalu Rendah
Layar smartphone bukan sekadar soal ukuran atau resolusi — tingkat refresh rate juga sangat penting untuk pengalaman penggunaan sehari-hari. Refresh rate rendah membuat animasi UI, scrolling, hingga ilustrasi visual tampak kurang mulus dibanding perangkat modern.
Pada 2026, standar visual sudah bergeser ke panel dengan refresh rate 90 Hz atau lebih tinggi. Beberapa smartphone bahkan menawarkan 120 Hz, 144 Hz, atau lebih untuk pengalaman visual lebih halus.
Refresh rate rendah — terutama di bawah 60 Hz — kini terasa ketinggalan zaman. Layarnya akan terlihat “kaku” saat melakukan scroll cepat, dan bahkan dapat membuat mata cepat lelah jika digunakan dalam jangka waktu lama.
Tips: Hindari smartphone yang hanya menawarkan refresh rate 60 Hz pada 2026. Meski layarnya terlihat tajam, pengalaman navigasi dan penggunaan sehari-hari akan jauh lebih baik pada layar 90 Hz atau lebih tinggi.
4. Kapasitas Baterai Kurang dari 5.000 mAh tanpa Pengisian Cepat
Kebutuhan daya smartphone telah meningkat seiring dengan penggunaan jaringan 5G, layar refresh tinggi, serta aplikasi berat seperti game dan AI. Baterai berkapasitas rendah akan sulit bertahan seharian penuh dalam penggunaan intensif.
Selain ukuran baterai, teknologi pengisian cepat menjadi komponen penting. Smartphone lama atau murah sering kali hanya mendukung pengisian lambat di bawah 18 W, yang memakan waktu lebih dari dua jam untuk terisi penuh — sesuatu yang terasa kurang efisien di era serba cepat seperti sekarang.
Baterai kecil juga mengurangi kemampuan perangkat menjaga performa dalam jangka panjang karena sistem akan menurunkan kecepatan clock prosesor untuk menghemat daya.
Tips: Pilih smartphone dengan baterai minimal 5.000 mAh dan dukungan fast charging minimal 33 W agar baterai tidak hanya tahan lama, tetapi juga bisa diisi dalam waktu singkat ketika dibutuhkan.
5. Smartphone dengan Chipset Lawas yang Performa Terlalu Lambat
Smartphone zaman sekarang bukan hanya soal kamera, layar, atau baterai — unit pemrosesan utama (chipset) adalah jantung dari semua kemampuan perangkat. Di 2026, aplikasi seperti AI, game berat, kamera computational photography, dan multitasking membutuhkan chipset yang kuat, efisien, serta punya NPU (Neural Processing Unit) untuk fitur AI.
Chipset lawas yang masih digunakan di beberapa model murah atau ponsel lama sering kali tidak memiliki kemampuan NPU atau dukungan optimasi modern. Akibatnya, pengalaman penggunaan terasa lambat, terutama pada fitur terbaru yang bergantung pada kecerdasan buatan.
Chipset lama biasanya juga lebih boros daya dan tidak efisien dalam handling thermal, sehingga perangkat cepat panas saat dipakai untuk tugas berat seperti gaming atau perekaman video berkualitas tinggi.
Tips: Usahakan memilih smartphone dengan chipset generasi terbaru (setidaknya seri menengah terbaru dari Qualcomm, MediaTek, atau yang setara untuk Apple silicon) yang mendukung kemampuan AI, efisiensi energi, serta performa berkelanjutan.
6. Hindari Smartphone yang Tidak Mendapatkan Update Sistem Lama
Tidak disebutkan di artikel awal, tetapi ini adalah spesifikasi implisit yang sama pentingnya di era 2026: dukungan pembaruan sistem dan keamanan. Banyak ponsel murah atau model lama hanya mendapatkan satu hingga dua pembaruan Android/iOS, sedangkan perangkat yang baik sekarang menawarkan 3–5 tahun pembaruan keamanan dan fitur sebagai standar.
Tanpa update yang panjang, smartphone cepat terasa usang — terutama ketika aplikasi modern dan fitur baru bergantung pada versi OS terbaru untuk menjalankan semua fungsinya. Update yang pintar dan berkala juga menjaga keamanan data serta kinerja perangkat tetap optimal.
Tips: Periksa kebijakan update smartphone yang akan dibeli. Pilih yang menjanjikan 3 tahun OS + 4–5 tahun patch keamanan, agar perangkat tetap relevan dan aman lebih lama.
Kenapa Kesalahan Memilih Spesifikasi Bisa Mahal ?
Memilih smartphone dengan spesifikasi di bawah standar tidak hanya membuat pengalaman penggunaan tidak nyaman, tetapi bisa berdampak pada umur pakai perangkat yang singkat. Ponsel dengan RAM kecil, memori rendah, atau chipset lawas sering kali sudah terasa lambat hanya dalam 1–2 tahun pemakaian. ??
Selain itu, tren pasar 2026 menunjukkan bahwa komponen seperti RAM, memori, dan teknologi AI akan menjadi semakin krusial — bahkan dianggap sebagai penentu utama performa jangka panjang.
Belum lagi tren pasar global, di mana CEO perusahaan smartphone memperingatkan bahwa era “performa spec tinggi murah” kemungkinan akan berakhir karena tekanan harga komponen seperti RAM dan memori.
Oleh karena itu, membeli smartphone dengan spek minimum yang layak bukan sekadar soal mendapatkan fitur tertentu — ini adalah investasi di perangkat yang tetap relevan dalam jangka waktu lebih panjang.
Kesimpulan: Prioritas Spek untuk Smartphone 2026
Kalau dirangkum, berikut spesifikasi yang sebaiknya kamu hindari saat memilih smartphone di 2026:
RAM kurang dari 4 GB
Penyimpanan internal kurang dari 128 GB
Layar refresh rate terlalu rendah (<90 Hz)
Baterai kecil (<5.000 mAh) tanpa fast charging
Chipset lawas yang tidak mendukung AI atau tugas berat
Dukungan update OS/keamanan yang sangat singkat
Dengan memahami poin-poin di atas, kamu bisa membuat keputusan yang lebih cerdas dan hemat biaya saat membeli HP baru — sehingga perangkat yang kamu beli tetap kuat, responsif, dan relevan untuk kebutuhan masa depan.