Bagi banyak pembaca digital, memilih perangkat yang tepat untuk membaca buku bukan sekadar soal fungsi, tapi pengalaman keseluruhan. iPad memang populer sebagai tablet serbaguna yang bisa browsing, menonton film, bermain game, dan membaca e-book melalui aplikasi. Namun jika fokus utama kamu adalah membaca buku digital dalam jangka panjang, e-reader khusus seperti Amazon Kindle, Kobo, atau perangkat E-Ink lainnya umumnya memberikan pengalaman yang jauh lebih nyaman dan optimal.
Berikut adalah 7 alasan utama mengapa e-reader sering dianggap lebih unggul untuk membaca buku dibandingkan iPad, termasuk dari segi kenyamanan mata, fokus, baterai, ergonomi, dan kualitas membaca secara keseluruhan.
1. Layar E-Ink Lebih Aman untuk Mata dalam Bacaan Panjang
Perbedaan paling mendasar antara e-reader dan iPad terletak pada teknologi layarnya. iPad menggunakan layar LED/OLED dengan cahaya yang dipancarkan ke mata pengguna, sedangkan e-reader memakai layar E Ink (electronic ink) yang memanfaatkan cahaya sekitar untuk menampilkan teks seperti pada kertas.
Apa artinya ini? Pada e-reader, layar tidak memancarkan cahaya langsung ke mata, sehingga paparan cahaya biru yang bisa menyebabkan ketegangan mata (eye strain) sangat berkurang. E Ink memantulkan cahaya seperti kertas biasa, membuat mata lebih nyaman, terutama ketika membaca berjam-jam.
iPad, meskipun memiliki fitur seperti True Tone atau Night Shift untuk mengurangi cahaya biru, tetap merupakan layar yang emissive — artinya cahaya keluar ke mata dan bisa membuat mata kering, cepat lelah, atau bahkan mengganggu pola tidur jika digunakan sebelum tidur.
Banyak pembaca bahkan melaporkan bahwa penggunaan e-reader terasa mirip membaca buku cetak, tanpa kilatan backlight yang biasa ditemukan pada tablet atau smartphone. Ini sangat berguna bagi mahasiswa, peneliti, atau penggemar fiksi yang sering membaca lebih dari satu jam tanpa istirahat.
2. Pengalaman Membaca yang Lebih Fokus Tanpa Gangguan
iPad adalah alat serba bisa — kamu bisa membaca e-book, tetapi juga langsung tergoda membuka media sosial, email, video, atau game dalam satu sentuhan. Karena itu, iPad sering tidak ideal jika kamu hanya ingin berkonsentrasi membaca buku tanpa gangguan.
Berbeda dengan itu, e-reader dirancang khusus untuk aktivitas membaca. Tidak ada notifikasi pop-up, tidak ada ikon aplikasi yang menggoda, dan tidak ada rutinitas lain yang bisa mengganggu kamu saat sedang asyik membaca. Bahkan fitur seperti refresh rate yang rendah pada layar E Ink secara teknis membuat scrolling media sosial atau pemutar video kurang nyaman, tetapi justru mendorong fokus pada teks buku saja.
Bahkan saat e-reader dilengkapi aplikasi hiburan (seperti buku audio atau anotasi), perangkat ini tetap jauh lebih jarang memunculkan gangguan dibanding tablet serbaguna seperti iPad yang terus memikat perhatian pengguna dengan berbagai aplikasi lain.
Baca juga : 7 Fakta HP POCO Rawan Matot (Mati Total) — Penyebab, Risiko & Cara Mengatasinya
3. Nyaman Digunakan di Luar Ruangan, Bahkan di Bawah Sinar Matahari
Layar E Ink unggul dalam hal baca di lingkungan terang, terutama di bawah sinar matahari langsung. Karena teknologi E Ink memantulkan cahaya seperti kertas, teks tetap jelas tanpa pantulan atau silau berlebihan yang sering dialami pada layar LED atau OLED.
Ini berarti kamu bisa dengan nyaman membaca di teras rumah, taman, pantai, atau di perjalanan tanpa harus menaikkan kecerahan layar hingga paparan cahaya membuat mata cepat lelah. Sementara itu, iPad cenderung lebih sulit dibaca di bawah sinar matahari langsung karena layar glossy dan pancaran cahaya backlight yang justru memantulkan cahaya kembali ke mata.
Bagi pembaca yang suka bepergian, rasanya e-reader bisa menjadi sahabat setia — kecuali kamu juga ingin tablet dengan fungsi lain seperti nonton atau browsing sosial media di saat bersamaan.
4. Umur Baterai Ekstra Panjang: Minggu hingga Bulan tanpa Isi Ulang
Salah satu keuntungan paling praktis dari e-reader adalah daya tahan baterai yang sangat luar biasa. Karena layar E Ink hanya menggunakan daya saat memindahkan teks atau mengganti halaman, perangkat ini mampu bertahan selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan dalam pemakaian normal.
Bandingkan dengan iPad yang harus diisi ulang setiap 8–12 jam jika digunakan terus-menerus untuk membaca atau aktivitas lain. Tablet ini memiliki prosesor yang kuat, layar berwarna cerah, dan berbagai layanan latar belakang yang terus berjalan — semuanya menguras baterai jauh lebih cepat.
Bagi pembaca yang sering bepergian tanpa sering menemukan colokan listrik — seperti saat naik kereta, di pesawat, atau liburan panjang — e-reader memberikan kebebasan lebih besar tanpa harus selalu membawa power bank atau mencari sumber listrik.
5. Bobot Ringan dan Desain Ergonomis untuk Bacaan Lama
E-reader biasanya jauh lebih ringan dan tipis dibanding tablet seperti iPad. Banyak model e-reader berkisar di sekitar 150–200 gram, membuatnya nyaman digenggam satu tangan dalam waktu lama — satu hal yang amat penting ketika membaca novel panjang atau dokumen akademik.
Sementara itu, iPad rata-rata lebih berat dan tebal, membuatnya kurang ideal untuk sesi baca panjang tanpa sandaran atau penyangga. Tidak jarang orang merasa “lelah di lengan” setelah membaca lebih dari 30–40 menit dengan tablet yang lebih berat.
Material matte atau anti-reflektif pada layar e-reader juga membuatnya terasa lebih alami seperti memegang buku nyata, bukan sekadar perangkat elektronik yang “bercahaya”. Ini membantu membuat pengalaman membaca lebih nyaman secara keseluruhan.
6. Minim Gangguan — Tidak Ada Notifikasi atau Surfing
Tablet seperti iPad secara default menampilkan notifikasi dari berbagai aplikasi: pesan masuk, tag media sosial, jadwal kalender, dan lain-lain. Bahkan saat membaca buku, mungkin saja kamu akan tergoda membuka aplikasi lain hanya karena sebuah notifikasi muncul.
E-reader berbeda karena tujuan utamanya murni membaca. Banyak perangkat ini bahkan tidak memiliki sistem notifikasi rumit atau dukungan aplikasi seperti sosial media, video, game, atau email. Ini membuat pengalaman membaca menjadi lebih wana fokus, tanpa “gangguan dunia luar”.
Beberapa pembaca menyukai suasana ini karena membantu mereka benar-benar terbenam dalam cerita buku, membuat konsentrasi lebih baik dan menikmati bacaan lebih dalam daripada sekadar tekstur layar yang tampak menarik.
7. Harga dan Fungsi Khusus yang Lebih Terjangkau untuk Pembaca Buku
Walaupun iPad menawarkan banyak fungsi menarik seperti browsing cepat, produktivitas, dan hiburan video, e-reader biasanya lebih hemat biaya jika tujuan utamamu adalah membaca buku. Banyak model e-reader tersedia dalam range harga yang cukup terjangkau tanpa fitur tablet yang tidak relevan untuk membaca.
Selain itu, e-reader sering dibekali fitur lain yang bermanfaat untuk pembaca seperti:
Penyesuaian ukuran dan jenis font yang fleksibel,
Pencarian kata dalam buku yang cepat,
Bookmark otomatis dan pencatatan catatan kecil,
Simpanan ribuan buku di perangkat kecil,
Waterproof pada beberapa model, ideal untuk membaca di mana pun.
Ini membuat e-reader menjadi alat yang benar-benar ditujukan bagi pembaca sejati — bukan sekadar perangkat serba guna yang coba mengakomodasi segala kebutuhan tetapi kurang optimal pada beberapa fungsi khusus.
Bonus: Kapan iPad Masih Bisa Jadi Pilihan
Walaupun e-reader unggul dalam pengalaman membaca teks panjang, iPad tetap lebih unggul dalam beberapa hal tertentu — misalnya:
Membaca e-book berilustrasi warna atau komik/manga yang kaya warna.
Membaca dokumen PDF beragam format yang membutuhkan fungsi zoom & scroll canggih.
Membaca sambil melakukan hal lain seperti catatan digital, browsing referensi, menonton video ringkas, dsb.
Jadi jika kamu mencari perangkat multifungsi penuh warna yang bisa melakukan lebih dari sekadar membaca buku, tablet seperti iPad mungkin masih layak untuk dipertimbangkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, e-reader adalah pilihan lebih baik untuk pengalaman membaca buku daripada iPad jika tujuan utama kamu adalah kenyamanan, fokus, kesehatan mata, dan daya tahan baterai. Layar E Ink yang memantulkan cahaya seperti kertas memberi pengalaman yang lebih alami dan minim ketegangan mata.
Fitur lain seperti baterai yang tahan berminggu-minggu, desain ringan dan portabel, serta lingkungan baca yang minim gangguan membuat e-reader ideal bagi pembaca berat, pelajar, dan siapa pun yang ingin menikmati buku digital tanpa kompromi.
Tentu saja, jika kamu menginginkan perangkat serbaguna yang bisa melakukan banyak fungsi selain membaca, tablet seperti iPad tetap punya tempatnya. Namun untuk bacaan panjang, tidak banyak gadget yang bisa menandingi kenyamanan e-reader sejauh ini.