Snapdragon 685 vs Helio G99: Perbandingan Lengkap — Mana yang Lebih Kuat di 2025?

Di pasar smartphone kelas menengah, pilihan chipset bisa memengaruhi performa keseluruhan perangkat — dari browsing hingga gaming ringan. Dua SoC yang sering dibandingkan di segmen ini adalah Qualcomm Snapdragon 685 dan MediaTek Helio G99. Meski keduanya sama-sama berada di kelas yang tidak terlalu premium, perbedaan arsitektur, performa CPU/GPU, efisiensi daya, dan kemampuan multimedia membuat pilihan menjadi menarik untuk dibahas secara mendalam.

Artikel ini akan mengulas secara detail aspek teknis, kelebihan dan kekurangan masing-masing chip, sampai rekomendasi penggunaannya supaya kamu memiliki gambaran jelas saat memilih smartphone dengan dua SoC ini.

1. Arsitektur & Spesifikasi Dasar: Siapa yang Menang Secara Teori?

Perbandingan pertama tentu dari struktur inti CPU dan GPU. Snapdragon 685 dan Helio G99 sama-sama dibangun dengan proses fabrikasi 6 nm dari TSMC yang efisien dalam konsumsi daya dan produksi panas.

Snapdragon 685 menggunakan delapan inti Kryo 265:

4 inti “besar” berbasis ARM Cortex-A73 hingga 2,8 GHz

4 inti hemat daya Cortex-A53 sampai 1,9 GHz

Sedangkan MediaTek Helio G99 memadukan:

2 inti performa tinggi Cortex-A76 hingga 2,2 GHz

6 inti hemat daya Cortex-A55 sampai 2,0 GHz

Ini berarti Helio G99 memakai arsitektur yang lebih modern (A76) meskipun dengan clock di bawah Snapdragon 685. Cortex-A76 pada G99 dikenal memberikan keseimbangan antara kinerja tinggi dan efisiensi energi, sedangkan Snapdragon 685 punya clock speed lebih tinggi per inti yang kadang unggul di tugas single-thread.

GPU juga berbeda: Snapdragon 685 memakai Adreno 610, sedangkan Helio G99 menggunakan Mali-G57 MC2. Inti GPU G99 cenderung memiliki arsitektur yang lebih baru dan mampu menawarkan performa grafis yang lebih tinggi pada beberapa benchmark sintetis.

2. CPU Performance: Siapa Lebih Cepat di Dunia Nyata?

Ketika layar menyala dan aplikasi dibuka, CPU menjadi otak utama. Menurut pengujian benchmark, hasil performa kedua chipset punya pola berbeda tergantung cara pengukuran.

Pada skor benchmark sintetis seperti AnTuTu dan Geekbench, Helio G99 sering keluar sebagai pemenang:

Helio G99 meraih total skor AnTuTu sekitar 422.000 poin, sedangkan Snapdragon 685 di kisaran 349.000 poin — selisih sekitar 20% lebih tinggi.

Untuk multi-core di Geekbench, Helio G99 juga unggul signifikan dibanding Snapdragon 685.

Ini menunjukkan bahwa dalam tugas yang memanfaatkan semua inti CPU — seperti multitasking berat atau aplikasi dengan banyak thread — Helio G99 lebih siap. Sedangkan Snapdragon 685 cenderung memiliki keunggulan di single-core karena clock speed tinggi, sehingga responsif saat membuka aplikasi sederhana seperti media sosial, chat, atau browser.

Namun perlu diingat, perbedaan ini tidak selalu terasa drastis dalam penggunaan sehari-hari untuk tugas standar seperti browsing, media sosial, atau menonton video. Kedua chipset sama-sama cukup untuk kebutuhan tersebut.

Baca juga  :  Kapan Brand Smartphone Biasanya Meluncurkan Produk HP Baru ?

3. Performa GPU & Gaming: Helio G99 Unggul di Banyak Skenario

Jika kamu gamer ringan yang suka Mobile Legends, PUBG Mobile, atau game berat seperti Genshin Impact, bagian GPU menjadi sangat penting. Dalam pengujian benchmark grafis seperti 3DMark Wild Life, Helio G99 menunjukkan performa yang jauh lebih tinggi dibanding Snapdragon 685, dengan skor dua kali lipat pada beberapa tes.

Skor GPU yang lebih baik ini berarti Helio G99 cenderung:

Menjalankan game dengan frame rate lebih tinggi

Memberikan visual yang lebih stabil di pengaturan medium

Menangani beban grafis lebih berat tanpa langsung menurun drastis

Sementara itu, Adreno 610 pada Snapdragon 685 tetap kompetitif dan dikenal kompatibel dengan banyak game populer, tetapi secara mentah performa grafisnya masih berada di bawah Mali-G57 MC2 yang dipakai Helio G99.

Jadi untuk gaming ringan hingga medium, kedua chipset bisa menjalankan game populer dengan cukup baik. Namun jika kamu suka main game yang butuh grafis lebih detail atau frame rate tinggi, Helio G99 cenderung lebih unggul.

4. Efisiensi Daya & Manajemen Panas: Siapa yang Lebih Irit?

Kedua chipset dibuat dengan proses 6nm yang modern, sehingga menawarkan efisiensi daya lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Namun strategi arsitektur inti berbeda membuat pengalaman baterai sedikit berbeda pula.

Helio G99 menggunakan kombinasi core A76 dan A55, yang dikenal cukup efisien saat beban berat sekaligus hemat energi saat idle. Snapdragon 685 yang mengandalkan core berbasis Cortex-A73 besar dengan clock tinggi bisa mengonsumsi daya lebih banyak saat beban berat, seperti bermain game lama atau multitasking intens, sehingga cenderung menghasilkan panas yang sedikit lebih.

Namun pada penggunaan normal sehari-hari — chatting, browsing, streaming video — perbedaan efisiensi daya antara keduanya biasanya kecil. Keduanya tetap fokus pada daya tahan baterai yang baik untuk smartphone kelas menengah.

5. Kamera & Multimedia: Sama-Sama Cukup untuk Daily Use

Meski chipset bukan satu-satunya faktor penentu kualitas kamera, kemampuan ISP (Image Signal Processor) tetap berpengaruh. Kedua chip ini mendukung sensor kamera hingga 108 MP dan perekaman video dengan kualitas Full HD @60 fps, yang kini masih umum di smartphone kelas menengah.

Helio G99 menawarkan fitur multi-frame processing yang dapat membantu menghasilkan foto lebih tajam dalam kondisi tertentu. Sementara Snapdragon 685 memiliki ISP 12-bit yang mendukung pengambilan gambar dari beberapa kamera secara bersamaan, yang berguna saat ponsel punya konfigurasi triple camera.

Meskipun begitu, pada praktiknya kualitas kamera akhir lebih dipengaruhi oleh implementasi pabrik (tuning software) dibanding sekadar chipset. Jadi, meskipun chip-nya mendukung fitur tertentu, hasil foto tetap dipengaruhi oleh sensor kamera, algoritma pemrosesan, dan aplikasi kamera bawaannya.

6. Konektivitas: 4G Modern Masih Andal

Baik Snapdragon 685 maupun Helio G99 masih menggunakan modem 4G LTE (Cat.13), tanpa dukungan 5G. Ini berarti keduanya mampu menyediakan koneksi internet yang cepat di jaringan 4G, tetapi belum mencakup teknologi seluler generasi terbaru.

Dukungan Wi-Fi 5 (802.11ac) dan Bluetooth 5 hadir di kedua chip, yang sudah lebih dari cukup untuk aktivitas internet, streaming, dan konektivitas dengan perangkat lain seperti earphone atau smartwatch.

Jika kamu mencari smartphone 5G, baik SoC ini bukan fokusnya. Namun untuk kebutuhan 4G yang stabil, keduanya memberi hasil yang sangat kompetitif.

7. Mana yang Lebih Baik untuk Kamu? Panduan Memilih

Setelah melihat perbandingan teknis, kita bisa tarik beberapa kesimpulan yang lebih mudah diingat saat memilih smartphone:

🧠 Pilih Helio G99 kalau:

Kamu suka gaming, terutama game berat atau lama dimainkan.

Butuh performanya sedikit lebih tinggi untuk multitasking.

Ingin skor benchmark yang lebih unggul di banyak tes.

Secara umum, Helio G99 sering kali menang dalam performa kinerja total di benchmark sintetis dan grafik.

🌐 Pilih Snapdragon 685 kalau:

Kamu ingin efisiensi daya tinggi dan kestabilan dalam tugas harian.

Aktivitas kamu ringan sampai sedang: browsing, chatting, media sosial.

Kamu lebih peduli pada kompatibilitas aplikasi dan dukungan ekosistem Qualcomm yang luas.

Snapdragon tetap sangat layak untuk pemakaian normal dan lebih konsisten di efisiensi daya.

8. Kesimpulan: Tidak Ada Pemenang Mutlak — Hanya Sesuai Kebutuhan

Jadi, mana yang lebih baik? Jawabannya tergantung pada apa yang kamu butuhkan dari smartphonemu:

Jika kamu sering memainkan game berat atau butuh perangkat yang mampu multitasking lebih tangguh di kelas menengah, MediaTek Helio G99 biasanya lebih unggul.

Tapi jika kamu lebih fokus pada efisiensi daya, ketahanan baterai sepanjang hari, dan performa yang stabil untuk tugas harian, Snapdragon 685 tetap merupakan pilihan yang layak.

Keduanya adalah SoC yang solid di smartphone kelas menengah dan sama-sama punya kelebihan masing-masing. Pilih yang paling sesuai dengan skenario penggunaan sehari-harimu supaya perangkat yang kamu beli benar-benar bekerja optimal sesuai kebutuhan.