Di era digital yang serba online seperti sekarang, data pribadi bisa tersebar ke mana-mana tanpa kita sadari. Hanya dengan sekali unggah foto, komentar di forum, atau registrasi ke layanan pihak ketiga, informasi seperti nomor telepon, alamat rumah, atau bahkan identitas resmi bisa muncul di mesin pencari. Hal ini tentu berdampak tidak hanya pada privasi, tetapi juga keamanan, potensi penipuan, atau pelecehan. Baru-baru ini, Google memperkenalkan pembaruan penting yang memberi pengguna lebih banyak kontrol atas bagaimana data pribadi mereka muncul di hasil pencarian.
Melalui update fitur “Results about you”, Google memperluas kemampuan pengguna untuk meminta penghapusan data sensitif — mulai dari informasi kontak hingga nomor identitas resmi seperti paspor atau SIM — yang tampil di Search. Pembaruan ini diumumkan melalui blog resmi Google pada 10 Februari 2026 dan mulai digulirkan ke pengguna di Amerika Serikat, dengan rencana perluasan ke negara lain di masa depan.
Kenapa Fitur Ini Hadir Sekarang ?
Sudah sejak lama pengguna internet mengeluhkan munculnya data pribadi di mesin pencari. Dalam banyak kasus, hasil pencarian bisa memperlihatkan informasi yang sebenarnya tidak ingin dibagikan ke publik, seperti nomor kontak, alamat rumah, atau detail akun email. Munculnya data semacam ini di halaman hasil pencarian bisa membuka pintu bagi penipuan, pencurian identitas, atau penyalahgunaan lain.
Google sendiri menyadari bahwa selama ini alat yang ada untuk menghapus informasi dari Search tidak mudah ditemukan atau digunakan oleh pengguna biasa. Melalui update terbaru ini, perusahaan berharap memberi kendali lebih besar kepada individu atas jejak digital mereka, sekaligus memberi alat yang lebih cepat dan intuitif untuk memantau dan menghapus data pribadi yang tidak diinginkan di hasil pencarian.
Apa Itu “Results About You” ?
Fitur ini sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun lalu, tapi versi terbarunya jauh lebih kuat dan lebih mudah dijangkau. Secara sederhana, “Results about you” adalah sebuah hub yang membantu pengguna menemukan hasil pencarian yang mengandung informasi pribadi, kemudian memungkinkan mereka mengajukan permintaan penghapusan secara langsung melalui Google.
Di versi sebelumnya, alat ini sudah memungkinkan permintaan untuk menghapus data seperti:
Nomor telepon
Alamat rumah
Informasi identifikasi dasar lainnya
Yang terbaru sekarang, fitur ini diperluas supaya pengguna juga bisa mengajukan penghapusan informasi yang lebih sensitif, seperti:
Nomor paspor
Nomor SIM
Nomor identifikasi nasional
Gambar eksplisit yang dipublikasikan tanpa persetujuan
Foto pribadi yang tidak ingin ditampilkan di hasil pencarian
Dengan kata lain, Google menjadikan proses ini lebih komprehensif, tidak hanya sekadar kontak dan alamat, tetapi juga data sensitif yang bisa berisiko besar jika disalahgunakan.
Baca juga : 7 Pengaturan Windows yang Perlu Diubah Kalau Kamu Pakai Monitor OLED
Bagaimana Cara Kerja Fitur Ini ?
Pertama, pengguna perlu mengakses fitur “Results about you” melalui Google (bisa lewat aplikasi Google atau peramban web). Setelah masuk, kamu diminta memasukkan data yang ingin dipantau atau dihapus, misalnya:
Nama lengkap
Nomor telepon
Alamat email
Nomor identitas resmi
Google kemudian akan secara berkala memindai hasil pencarian untuk melihat apakah data tersebut muncul. Jika ada, kamu akan mendapat notifikasi dan opsi untuk mengajukan penghapusan.
Langkahnya umumnya melibatkan:
Memasukkan informasi yang ingin dipantau
Google memindai Search hasil untuk data itu
Jika ditemukan, kamu bisa mengklik opsi “Remove” atau “Hapus”
Pilih jenis informasi yang ingin dihapus (misalnya data sensitif atau foto eksplicit)
Kirim permintaan dan tunggu review dari Google
Proses review ini biasanya memakan waktu beberapa hari. Jika Google menyetujui permintaan tersebut, informasi terkait tidak akan lagi ditampilkan di hasil pencarian. Namun perlu digarisbawahi: Google hanya dapat menghapusnya dari hasil pencarian mereka, bukan dari internet secara keseluruhan atau dari situs yang memuat konten itu.
Fitur Tambahan yang Membantu Melindungi Privasi Kamu
Salah satu peningkatan utama dari pembaruan ini adalah bahwa Google membuat proses permintaan penghapusan lebih terintegrasi langsung di hasil pencarian. Kamu tidak perlu lagi pergi ke dashboard tersembunyi — tombol tiga titik di samping hasil pencarian kini bisa dipakai untuk mengajukan hapus data secara langsung saat kamu menemukannya.
Selain itu, Google juga mulai menyediakan:
Batch removal request: satu form bisa dipakai untuk mengajukan penghapusan beberapa item sekaligus.
Proactive filters (opsional): fitur yang bisa mencegah konten serupa muncul lagi di pencarian di masa depan.
Pemberitahuan via email saat data yang dipantau muncul kembali.
Dan beberapa fitur pendukung lain yang membuatnya bukan sekadar alat hapus biasa, tapi juga sistem pemantauan privasi online yang lebih aktif.
Apa yang Tidak Bisa Dilakukan Google ?
Penting diingat bahwa meskipun Google bisa menghapus hasil yang menampilkan data pribadi dari Search, ini tidak berarti data itu hilang dari sumbernya. Konten masih bisa tetap ada di:
Website pihak ketiga
Arsip online
Situs yang bukan bagian dari indeks Google
Mesin pencari lain seperti Bing atau DuckDuckGo
Dengan kata lain, fitur ini membantu mengurangi eksposur data di Google Search, tetapi bukan alat yang bisa “menghilangkan jejak digital” secara total dari internet. Banyak pengguna tetap perlu menghubungi pemilik situs langsung jika ingin benar-benar menghapus konten dari sumbernya.
Mengapa Ini Jadi Penting Sekarang?
Perubahan ini hadir di saat meningkatnya kekhawatiran soal privasi digital dan keamanan identitas. Informasi seperti nomor paspor atau SIM adalah data yang sangat rentan disalahgunakan — misalnya oleh penipu, stalker, atau saat terjadi kebocoran data.
Selain itu, banyak orang secara tidak sadar telah meninggalkan jejak informasi mereka melalui:
Situs direktori publik
Komentar forum lama
Aktifitas di media sosial
Data dikeluarkan oleh pihak ketiga tanpa izin
Dan ketika informasi itu muncul di Google Search, siapa pun bisa menemukannya hanya dengan mengetik nama lengkap. Hal ini bisa membuka celah pencurian identitas (identity theft), spam, atau bahkan kejahatan yang lebih serius.
Dalam konteks itu, kemampuan untuk memantau dan menghapus data pribadi dari pencarian adalah langkah penting dalam memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna atas identitas digital mereka.
Bayangkan skenario berikut: kamu pernah mendaftar ke sebuah layanan lama dengan email pribadi, kemudian sejak saat itu email dan nomor teleponmu muncul di situs direktori yang otomatis diindeks Google. Sekarang setiap kali seseorang mengetik namamu di Google, nomormu tampil di hasil pencarian halaman pertama — dilihat oleh siapa saja. Ini bukan skenario yang tidak mungkin. Banyak orang melaporkan hal semacam ini terjadi di kehidupan nyata, termasuk di platform berbasis data publik atau direktori nama.
Hal ini membuat fitur penghapusan Search menjadi sangat relevan. Tanpa tools seperti ini, pengguna harus menyisir satu per satu konten online mereka secara manual — menghubungi admin situs, menulis email permintaan hapus, dan menunggu respon yang kadang tidak pasti.
Bagaimana Masa Depan Privasi di Mesin Pencari?
Google bukan satu-satunya yang menghadirkan alat privasi semacam ini. Di Uni Eropa, aturan seperti “right to be forgotten” telah memberi pengguna hak untuk meminta hasil pencarian dihapus jika dianggap merugikan. Google sendiri terus mengembangkan kemampuan ini agar bisa mencakup lebih banyak jenis data dan wilayah geografis.
Ke depan, kemungkinan kita akan melihat:
Integrasi tools privasi lebih mendalam ke dalam akun Google
Fitur pemantauan otomatis yang lebih cerdas
Opsi hapus konten langsung saat browsing tanpa harus berulang kali klik menu
Proteksi terhadap jenis data tambahan seperti informasi finansial atau identitas biometrik
Intinya: era di mana data pribadi tersebar begitu saja tanpa kontrol individu perlahan berubah.
Kesimpulan: Lebih Banyak Kontrol, Bukan Lebih Banyak Ilusi
Update Google ini merupakan langkah yang tepat dalam memberi pengguna lebih banyak kendali atas bagaimana identitas mereka tampil di internet. Fitur “Results about you” yang diperluas memungkinkan permintaan hapus lebih banyak jenis data sensitif dari hasil pencarian — dari nomor telepon sampai ID resmi — serta memberi kemampuan monitoring dan pemberitahuan.
Namun, alat ini bukan solusi yang menghapus konten dari internet sepenuhnya. Penghapusan dari Search membantu menurunkan eksposur publik, tetapi menghapus konten dari sumbernya tetap menjadi tanggung jawab pengguna untuk menghubungi pemilik situs secara langsung.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang privasi online, kemajuan seperti ini sangat berarti. Tapi kesadaran pribadi tentang jejak digital — apa yang kita unggah, bagaimana kita membagikan data, dan di mana data itu tersimpan — tetap menjadi pertahanan utama kita sebagai pengguna internet.