Media sosial selalu berevolusi untuk memberi ruang ekspresi yang lebih luas sekaligus aman bagi penggunanya. Jika dulu kita hanya mengenal postingan yang tersimpan selamanya dan bisa dilihat kapan saja oleh semua orang, kini tren berubah. Kita memasuki era konten yang sementara, yang hadir untuk ekspresi jujur dalam waktu singkat dan hilang setelah jangka waktu tertentu.
Instagram punya Stories, Snapchat dulu lahir dari gagasan serupa, TikTok punya Shorts sementara YouTube punya Shorts juga. Sekarang Threads tidak mau ketinggalan. Meta — perusahaan induk di balik Threads — secara resmi menghadirkan fitur baru bernama Ghost Post. Fitur ini memungkinkan pengguna membuat postingan yang akan hilang otomatis setelah 24 jam. Tanpa perlu dihapus manual, tanpa perlu industri rumit, hanya ekspresi yang hidup cepat seperti momen singkat dalam cerita seseorang.
Artikel ini akan membahas secara tuntas apa itu Ghost Post, bagaimana cara kerjanya, kenapa fitur seperti ini dibutuhkan, manfaatnya bagi pengguna, serta bagaimana mengoptimalkan pengalaman sosial di Threads dengan fitur baru ini.
Apa Itu Ghost Post di Threads ?
Sederhananya, Ghost Post adalah postingan yang hanya “hidup” selama 24 jam, lalu otomatis hilang dari linimasa atau profil kamu. Kamu tetap bisa berbagi pikiran, cerita, atau curahan hati — tapi tanpa harus khawatir konten itu akan “menetap” selamanya di profil kamu.
Fitur sementara seperti ini sebenarnya tidak sepenuhnya baru di dunia media sosial. Snapchat adalah pionirnya, lalu diikuti Instagram dan Facebook dengan fitur Stories yang juga hilang dalam 24 jam. Tetapi yang membuat Ghost Post di Threads unik adalah integrasinya dengan format text-centric yang kental pada Threads — sehingga pengguna bisa menulis curahan hati, opini spontan, atau ide random tanpa merasa beban harus “ditandai selamanya”.
Ini membuka peluang buat ekspresi yang lebih natural, tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang seperti penilaian orang lain, karier profesional, atau citra diri yang harus selalu “sempurna”.
Mengapa Threads Membutuhkan Ghost Post ?
Thread diluncurkan sebagai wadah konten berbasis teks dengan pengalaman yang lebih organik daripada media sosial berbasis video atau foto saja. Kenyataannya, beberapa pengguna merasa tidak leluasa berbagi hal-hal yang sifatnya sementara — misalnya reaksi langsung terhadap kejadian sosial, refleksi harian, atau opini random yang tidak ingin tersimpan selamanya.
Pendekatan posting statis permanen sering membuat pengguna merasa cemas. Pikiran seperti, “Bagaimana kalau suatu hari saya menyesal karena memposting ini?” atau “Waduh, kalau ini tidak sesuai dengan karier saya di masa depan gimana?” adalah hal yang sangat manusiawi. Ghost Post hadir sebagai solusi untuk masalah itu: kamu bisa curhat, berekspresi, atau sekadar berbagi momen singkat tanpa harus memikirkan permanensi konten.
Secara psikologis, ini penting. Ghost Post memberi ruang untuk kejujuran dan spontanitas. Kamu tidak perlu menyusun kalimat sempurna, karena konten itu akan hilang dalam 24 jam. Itu menurunkan tekanan sosial dan membuka kesempatan bagi percakapan yang lebih otentik.
Baca juga : Dear Algo: Ketika Kamu Bisa “Bicara” ke Algoritma Threads dan Mengatur Feed Sesuai Selera
Cara Kerja Ghost Post di Threads
Pengguna Threads bisa membuat Ghost Post dengan cara yang tidak berbeda jauh dari membuat postingan biasa. Yang berubah hanya tipe postingan yang dipilih.
Buka aplikasi Threads seperti biasa.
Ketuk tombol buat postingan baru.
Pilih opsi Ghost Post atau tanda khusus yang menandakan postingan sementara.
Tulis teks, tag teman, atau tambahkan emoji seperti biasa.
Saat dipublikasi, postingan ini akan muncul di linimasa teman dan followers, tetapi memiliki indikator visual bahwa ini adalah Ghost Post.
Setelah 24 jam, postingan ini akan hilang otomatis, tanpa pemberitahuan tambahan atau intervensi pengguna.
Karena konten ini hilang otomatis, kamu tidak perlu repot menghapusnya manual. Sistem akan mengambil alih penghapusan sesuai waktu yang ditetapkan.
Apa Bedanya Ghost Post dengan Stories atau Fleets?
Ghost Post punya tujuan yang mirip dengan Stories, tetapi dengan nuansa berbeda:
Fokus pada teks: Sementara Stories di Instagram atau Snapchat lebih mengandalkan gambar dan video, Ghost Post tetap mempertahankan kekuatan teks sebagai bahan utama. Ini cocok untuk mereka yang lebih suka berbagi pikiran lewat tulisan daripada visual.
Integrasi di linimasa utama: Ghost Post tidak terpisah seperti Stories, yang tampil di bagian atas aplikasi. Postingan ini tetap muncul secara natural di linimasa biasa, membuatnya mudah dilihat dan dibaca tanpa berpindah tampilan.
Cocok untuk percakapan spontan: Jika Stories cenderung dipakai untuk momen visual harian, Ghost Post lebih mengakomodasi cerita singkat, opini random, atau curahan hati tanpa perlu foto atau video.
Secara praktik, Ghost Post memberikan pengalaman unik antara postingan reguler dan Stories — yaitu konten yang spesifik, singkat, dan hilang otomatis, namun tetap berada di alur feed utama.
Manfaat Ghost Post untuk Pengguna Threads
1. Ekspresi Spontan Tanpa Beban
Ghost Post memberi kebebasan untuk berbagi pikiran secara spontan. Kamu tidak perlu memikirkan konsekuensi jangka panjang karena postingan itu akan hilang dalam 24 jam. Ini sangat cocok untuk: • Curahan hati ringan
• Reaksi langsung terhadap kejadian terkini
• Ide kreatif yang baru muncul
• Pertanyaan singkat untuk diskusi sesaat
Tanpa fitur ini, beberapa pengguna mungkin ragu untuk posting karena khawatir akan terlihat konyol atau kurang serius di kemudian hari.
2. Mengurangi Tekanan Sosial di Media Sosial
Banyak orang merasa social media itu seperti panggung di mana setiap konten harus “sempurna”. Ghost Post membantu mengurangi tekanan ini dengan memberi ruang “percobaan tanpa risiko”. Kamu bisa mencoba opini, berbagi keluh kesah, atau mengekspresikan mood tertentu tanpa takut konten itu akan menjadi jejak permanen di profilmu.
3. Memicu Percakapan yang Lebih Otentik
Postingan permanen sering kali membutuhkan penyuntingan berlapis, penyesuaian gaya bahasa, bahkan pertimbangan SEO. Ghost Post, karena sifatnya sementara, mendorong gaya penulisan yang lebih natural dan apa adanya. Ini bisa menghasilkan percakapan yang jauh lebih jujur antar pengguna.
4. Cocok untuk Komunitas dan Event Sementara
Ghost Post bisa sangat berguna ketika kamu terlibat dalam acara atau event yang relevan hanya untuk sementara — misalnya konferensi, konser, kampanye sosial, atau pertandingan olahraga. Kamu bisa berbagi insight seputar acara itu tanpa harus memelihara konten tersebut setelah acara selesai.
Perbedaan Pendekatan dalam Ghost Post dan Postingan Permanen
Postingan permanen di Threads biasanya dipersiapkan dengan matang karena nantinya akan tersimpan pada profil kamu dan bisa dibaca kapan saja oleh orang lain, termasuk calon pemberi kerja, kolega, atau bahkan orang yang belum kamu kenal. Ini membuat banyak orang berhati-hati dengan konten yang mereka unggah.
Sebaliknya, Ghost Post memberikan pengalaman yang lebih bebas. Kamu bisa menggunakan tone bahasa yang lebih informal, berbicara langsung tentang perasaanmu, atau mengekspresikan hal yang kurang pantas dibuat permanen. Ini seperti menulis di jurnal pribadi, tetapi dibagikan sementara kepada audiens.
Tantangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Walaupun Ghost Post memberi banyak kebebasan, ada beberapa hal yang perlu dipahami oleh pengguna:
1. Konten Tetap Bisa Dilihat Selama 24 Jam
Meskipun postingan akan hilang otomatis setelah 24 jam, selama masa itu konten tetap bisa dilihat, di-respon, atau dibagikan oleh orang lain. Artinya, kamu tetap perlu berhati-hati dengan hal yang benar-benar privasi atau sensitif.
2. Tidak Cocok untuk Semua Materi Tulisan
Karena sifatnya sementara, Ghost Post kurang cocok untuk konten yang memiliki nilai referensi jangka panjang, seperti analisis mendalam, artikel opini penting, atau materi pendidikan. Untuk itu, postingan permanen tetap menjadi pilihan utama.
3. Interaksi Tetap Terdokumentasi Selama Masa Aktif
Selama 24 jam, komentar, like, atau tanggapan lain tetap terekam. Jika kamu menerima respon negatif atau tidak diinginkan, ini bisa memengaruhi pengalamanmu dalam periode tersebut. Ghost Post tidak sama dengan ruang anonim tanpa konsekuensi.
Cara Mengoptimalkan Ghost Post
Untuk memaksimalkan penggunaan fitur ini, pertimbangkan strategi berikut:
• Gunakan Ghost Post untuk cerita harian — misalnya motivasi pagi, suasana kerja, atau ide dadakan.
• Tanyakan opini audiens sesaat — misalnya poling ringan tentang topik hangat saat itu.
• Bagikan reaksi soal event real-time — seperti pertandingan atau konferensi teknologi.
• Gunakan bahasa yang authentic dan natural — karena postingan ini bersifat sementara, gaya santai justru lebih cocok.
Ghost Post dan Masa Depan Media Sosial
Munculnya Ghost Post juga mencerminkan tren yang lebih besar dalam media sosial modern: bergerak dari konten permanen menuju konten fleksibel, spontan, dan kontekstual. Di dunia nyata, kehidupan sosial bukanlah monolit; ia berubah setiap hari, setiap jam. Konten di media sosial pun perlu mencerminkan perubahan tersebut.
Pendekatan semacam ini juga memengaruhi bagaimana generasi muda memperlakukan media sosial — tidak hanya sebagai tempat “menampilkan kehidupan terbaik kita”, tapi juga tempat untuk berbagi momen sehari-hari, refleksi singkat, atau reaksi spontan.
Penutup: Ghost Post — Ruang Diskusi yang Segar dan Sementara
Fitur Ghost Post di Threads adalah langkah inovatif dalam memberi pengguna ruang bebas berekspresi tanpa tanggung jawab jangka panjang. Ia membuka pengalaman baru yang lebih jujur, lebih spontan, dan lebih santai. Dengan fitur ini, kamu bisa berbagi pikiran tanpa rasa cemas harus menyimpannya selamanya.
Seiring waktu, kita mungkin akan melihat semakin banyak platform yang mengadopsi pendekatan serupa — memadukan konten permanen dan sementara secara cerdas demi pengalaman sosial yang lebih manusiawi. Sebab pada akhirnya, media sosial bukan sekadar soal konten yang disimpan, tapi soal cerita hidup yang terus bergerak.