Rekomendasi HP Low-Light Termurah untuk Mengabadikan Hilal

Mengabadikan fenomena hilal, baik untuk penentuan awal Ramadan, awal Syawal, maupun sekadar foto langit malam, dulu identik dengan kamera DSLR atau teleskop mahal yang harganya bisa bikin dompet merana. Sekarang kondisinya berbeda. Berkat perkembangan teknologi fotografi pada smartphone, kamu bisa mendapatkan hasil foto yang layak di kondisi low-light hanya dengan modal ponsel di kisaran harga jutaan rupiah. Fitur seperti night mode, sensor besar, dan aperture besar semakin memudahkan dalam menangkap cahaya yang minim, sehingga objek yang redup seperti hilal tetap dapat terekam dengan cukup jelas.

Kalau dulu dokumentasi fenomena langit adalah domain fotografer profesional, sekarang hampir semua orang bisa ikut merekamnya — tinggal pilih smartphone yang punya kombinasi baik antara hardware kamera dan algoritma pengolah gambar. Di bawah ini adalah uraian beberapa smartphone budget dengan performa low-light yang layak dipertimbangkan untuk kamu yang ingin foto hilal tanpa harus menguras tabungan.

1. Redmi Note 13 – Sensor Besar untuk Cahaya Minim

Salah satu pilihan menarik di segmen harga terjangkau adalah Redmi Note 13. Smartphone ini dibekali kamera utama 108 MP dengan aperture f/1.7 yang relatif besar, sehingga bisa menangkap lebih banyak cahaya saat kondisi redup atau kala senja. Support tiga kamera belakang (utama, ultra-wide, dan makro) juga memberi fleksibilitas dalam framing foto.

Untuk dokumentasi hilal, aperture yang lebar seperti f/1.7 memberi keuntungan signifikan karena sensor menerima lebih banyak cahaya sekaligus mempertahankan tingkat detail yang cukup baik. Hasil foto night mode biasanya juga lebih terang dan minim noise bila dibandingkan sensor yang lebih kecil. Selain itu, resolusi tinggi 108 MP memberikan keleluasaan untuk melakukan crop atau zoom ringan tanpa kehilangan detail signifikan — ini penting kalau kamu ingin lebih fokus pada bentuk sabit bulan.

HP ini umumnya tersedia mulai dari kisaran Rp2,4 jutaan untuk varian 8/128 GB dan naik sedikit untuk versi 8/256 GB. Harga ini sangat kompetitif untuk spek kamera yang relatif kuat di kelasnya.

2. Redmi 13C – Opsi Termurah yang Layak Dipakai

Kalau kamu benar-benar ingin entry level yang tetap bisa diandalkan untuk low-light basic, Redmi 13C bisa jadi opsi. Ditenagai kamera utama 50 MP dengan dukungan AI dan pixel binning, ponsel ini mampu menggabungkan piksel untuk meningkatkan sensitivitas cahaya saat memotret dalam keadaan temaram.

Sensor besar dan mode malam yang disematkan memungkinkan foto lebih terang meskipun sumber cahaya sangat minim, seperti saat hilal baru muncul di ufuk barat. Meski bukan perangkat khusus fotografi astronomi, Redmi 13C menunjukkan performa yang cukup memuaskan di kelas harga rendah. Selain itu, baterai besar 5.000 mAh juga mendukung sesi foto panjang tanpa khawatir kehabisan daya saat observasi lapangan.

Redmi 13C umumnya dibanderol mulai dari Rp1,4 jutaan untuk varian 6/128 GB, menjadikannya salah satu pilihan paling terjangkau dengan kemampuan low-light yang layak untuk pemula.

Baca juga  :  Review AirPods Pro 3: Earbuds Pintar yang Lebih Nyaman, Lebih Canggih, dan Bisa Ngukur Denyut Jantung

3. Samsung Galaxy A35 5G – Keseimbangan Kualitas dan Stabilitas

Beranjak sedikit ke kelas menengah namun tetap terjangkau, Samsung Galaxy A35 5G layak jadi pertimbangan kalau kamu ingin hasil yang lebih konsisten di kondisi minim cahaya. Perangkat ini menghadirkan kamera 50 MP dengan dukungan OIS (Optical Image Stabilization) dan night mode Samsung Nightography yang dikenal cukup efektif dalam menangani noise dan dynamic range.

Kelebihan utama perangkat ini terletak pada software kamera Samsung yang kuat, mampu menyeimbangkan gradasi langit maupun detail objek yang redup dengan baik. Ditambah lagi, layar AMOLED yang cerah membantu framing foto hilal supaya lebih presisi dan tidak kesulitan saat merekam saat senja atau malam hari.

Meskipun harganya sedikit lebih tinggi di kisaran Rp4,9 jutaan, Galaxy A35 5G menawarkan pengalaman yang lebih mulus dan foto malam yang relatif lebih stabil, terutama berkat OIS yang membantu mengurangi gegar saat kamu memotret tanpa tripod.

4. vivo V30e – Lampu Aura Light untuk Cahaya Tambahan

vivo V30e hadir dengan sensor utama 50 MP dan modul kamera yang cukup memadai untuk low-light general photography. Yang menarik dari perangkat ini adalah fitur Aura Light — lampu LED flash yang ditempatkan sedemikian rupa untuk membantu pencahayaan tambahan saat kondisi sangat minim cahaya.

Aura Light ini bukan sekadar flash biasa. Posisi dan karakter cahayanya membantu mencerahkan objek sekaligus memberikan kesan natural jika kamu memotret objek dekat atau hal separuh gelap. Untuk dokumentasi hilal, fitur seperti ini bisa membantu bila cahaya sekitar benar-benar kurang kuat, meskipun tentu hasilnya tetap bergantung pada kondisi langit saat itu.

Dengan harga di kisaran Rp4,6 sampai Rp4,9 jutaan, vivo V30e masuk segmen yang bukan murah banget, tapi tetap relevan bagi kamu yang ingin kamera rendah cahaya yang agak lebih kuat dengan bantuan hardware pencahayaan.

5. Infinix NOTE 40 Pro – Super Night & Lossless Zoom

Pilihan menarik lainnya di kelas menengah adalah Infinix NOTE 40 Pro 5G, yang membawa konfigurasi kamera utama 108 MP, OIS, dan fitur Super Night serta Lossless Superzoom 3x. Kombinasi ini memberi performa yang kuat di skenario minim cahaya, terutama ketika kamu ingin memotret objek yang agak jauh seperti permukaan bulan saat hilal sedikit di atas horizon.

Mode Super Night secara khusus dirancang untuk meningkatkan brightness dan detail ketika minim cahaya, sementara OIS membantu menjaga kejernihan foto saat tangan tidak sepenuhnya stabil. Ini berarti hasil foto kamu akan terlihat lebih tajam dan minim blur walau kondisi lingkungan kurang cahaya.

Untuk performa ini, perangkat ini dibanderol sekitar Rp3,8 juta, memberikan kombinasi nilai harga dan fitur yang cukup menarik untuk pengguna yang tidak ingin keluar terlalu banyak uang namun tetap mengejar kualitas potret malam yang lebih baik.

Tips Memaksimalkan Foto Low-Light dengan Smartphone

Pilihan HP saja tidak cukup tanpa teknik yang tepat. Saat memotret objek redup seperti hilal, beberapa trik berikut bisa membantu:

Gunakan tripod atau penyangga supaya tangan tidak goyang saat menekan tombol shutter.

Aktifkan mode malam atau Night Mode pada kamera karena fitur ini memotong noise dan menyeimbangkan exposure otomatik.

Pilih titik observasi yang jauh dari lampu kota, sehingga cahaya hilal tidak tertutup polusi cahaya.

Usahakan memotret pada saat twilight benar-benar gelap, sekitar 30–60 menit setelah sunset, supaya hilal terlihat kontras di langit.

Kombinasi hardware yang baik dan teknik pemotretan yang benar sering kali menghasilkan foto yang jauh lebih keren dibanding sekadar mengandalkan kamera terbaik saja.

Kesimpulan

Mengabadikan fenomena hilal atau memotret objek di kondisi minim cahaya tidak lagi memerlukan perangkat profesional yang mahal. Dengan daftar HP di atas, kamu bisa menjangkau pilihan yang sesuai dengan anggaran dan kebutuhan:

Redmi Note 13 sebagai paket terbaik harga-performa di kelas bawah.

Redmi 13C untuk yang ingin opsi paling terjangkau.

Samsung Galaxy A35 5G dan vivo V30e untuk kualitas foto malam yang lebih konsisten.

Infinix NOTE 40 Pro untuk kombinasi mode malam dan zoom yang kuat.

Smartphone masa kini sudah cukup canggih untuk kebutuhan low-light fotografi sederhana hingga menengah, seperti dokumentasi hilal. Pilihlah yang paling sesuai dengan budget dan gaya pemotretanmu — dan jangan lupa latihan teknik foto agar hasilnya makin memukau!