Tutorial Service HP: Mengatasi Oppo A77s Bisa Ngecas Tapi Tidak Nambah
Kasus HP dicas masuk tetapi persentase baterai tidak bertambah adalah salah satu masalah yang sering membuat bingung, baik pengguna awam maupun teknisi pemula. Sekilas terlihat sepele karena indikator pengisian muncul, namun setelah ditunggu lama, daya baterai tetap atau naik sangat lambat. Salah satu perangkat yang cukup sering mengalami kasus ini adalah Oppo A77s, terutama unit yang bukan keluaran resmi pabrik atau hasil rekondisi.
Dalam artikel ini, kita akan membahas secara lengkap dan teknis bagaimana mendiagnosis serta memperbaiki Oppo A77s yang ngecas mau tapi tidak menyimpan daya. Mulai dari alat yang dibutuhkan, tahapan pengecekan jalur, hingga solusi penggantian IC charger menggunakan komponen donor dari perangkat lain.
Memahami Gejala Kerusakan pada Oppo A77s
Sebelum melakukan pembongkaran, penting untuk memahami gejala yang muncul. Pada kasus ini, HP ketika dicolokkan ke charger menunjukkan reaksi, namun persentase baterai tidak bertambah. Kadang indikator petir tidak muncul, kadang muncul tapi daya tidak naik sama sekali meski sudah ditunggu lama.
Gejala seperti ini menandakan bahwa arus masuk ke sistem, namun tidak dikelola dengan baik oleh rangkaian charging. Artinya, masalah belum tentu langsung pada baterai. Bisa saja berasal dari konektor cas, fleksibel jalur charging, jalur menuju IC charger, atau justru IC charger itu sendiri.
Pada beberapa unit Oppo A77s yang beredar, ditemukan indikasi bahwa perangkat tersebut merupakan unit rekondisi atau refurbish, bukan unit orisinal pabrik. Ciri-cirinya bisa berupa adanya komponen tambahan, isolasi, atau penempatan material yang tidak standar. Unit seperti ini lebih rentan mengalami kerusakan pada sektor pengisian daya.
Baca juga : Ketika AI Masuk Dunia Sastra: Ancaman, Kegelisahan, atau Justru Evolusi?
Alat-Alat yang Perlu Disiapkan
Untuk menangani kasus ini dengan aman dan akurat, berikut alat-alat yang sebaiknya disiapkan:
Multimeter digital untuk mengukur tegangan dan jalur
Power supply DC dengan pengaturan arus
Blower atau hot air station
Solder uap atau solder biasa untuk perapihan jalur
Flux atau pasta solder
Pinset dan spatula pembuka casing
Kaca pembesar atau mikroskop servis
IC charger pengganti (copotan dari HP donor)
Blower yang digunakan idealnya memiliki kontrol suhu dan angin yang stabil. Dalam kasus ini, blower kelas teknisi seperti Quick 2008 sangat membantu karena panasnya konsisten dan aman untuk komponen kecil.
Tahap Awal: Pengecekan Konektor dan Jalur Charging
Langkah pertama adalah memastikan bahwa konektor USB Type-C masih dalam kondisi baik. Pasang charger ke HP, lalu gunakan multimeter dalam mode pengukuran tegangan. Setel multimeter di kisaran 20V DC.
Tempelkan probe negatif ke ground (bisa di shield, body konektor, atau jalur ground besar). Probe positif diarahkan ke jalur VBUS pada konektor charging. Jika muncul tegangan sekitar 5V hingga 5,2V, maka dapat disimpulkan bahwa charger dan konektor masih normal.
Jika tegangan normal namun baterai tetap tidak bertambah, lanjutkan pengecekan jalur setelah konektor. Biasanya tegangan charging akan melewati fleksibel board sebelum masuk ke mainboard dan diarahkan ke IC charger. Jalur ini harus dipastikan tidak putus atau resistansinya tinggi.
Pengujian Arus Charging Menggunakan Power Supply
Untuk memastikan apakah arus benar-benar masuk ke sistem, sambungkan HP ke power supply DC. Atur tegangan di sekitar 4,2V hingga 4,4V dengan batas arus sekitar 2A.
Perhatikan konsumsi arus saat HP dalam kondisi mati maupun menyala. Pada kondisi normal, HP dengan baterai kosong biasanya akan menarik arus secara bertahap, mulai dari 0,3A lalu naik mendekati 1A.
Jika arus stagnan di angka kecil dan tidak meningkat, ini mengindikasikan bahwa IC charger tidak bekerja optimal dalam mengatur arus masuk ke baterai.
Bypass Jalur untuk Memastikan Alur Tegangan
Dalam kasus ini, dilakukan bypass atau jumper sementara pada jalur tertentu untuk memastikan bahwa tegangan dari konektor benar-benar sampai ke bagian mesin atas. Setelah bypass dilakukan, dilakukan pengukuran ulang dan ditemukan bahwa tegangan charging sudah mencapai area sebelum IC charger.
Artinya, jalur fisik dari konektor hingga mesin atas tidak bermasalah. Dengan demikian, kecurigaan mengarah kuat ke IC charger sebagai penyebab utama kerusakan.
Mengidentifikasi Kerusakan pada IC Charger
IC charger berfungsi sebagai pengatur arus, tegangan, dan proteksi pengisian baterai. Jika IC ini rusak, maka meskipun tegangan masuk, sistem tidak akan mengizinkan pengisian daya berlangsung normal.
Pada Oppo A77s versi refurbish, IC charger yang digunakan bukan tipe umum seperti BQ series standar Oppo. Hal ini membuat penggantian dengan IC orisinal menjadi sulit karena keterbatasan stok di pasaran.
Namun, terdapat solusi alternatif, yaitu menggunakan IC charger copotan dari HP lain yang memiliki spesifikasi mendekati dan jalur kompatibel.
Solusi: Mengganti IC Charger dengan Copotan Vivo Y12
Dalam praktiknya, IC charger dari Vivo Y12, Y15, atau Y17 dapat digunakan sebagai pengganti. Salah satu IC yang terbukti kompatibel adalah seri BQ25601 atau BQ256010.
IC ini memiliki karakteristik pengaturan arus dan tegangan yang mirip, sehingga mampu bekerja dengan baik pada Oppo A77s versi refurbish. IC donor diambil dari mainboard bekas yang masih sehat.
Sebelum pemasangan, pastikan kode IC sesuai dan kondisi fisik kaki IC masih bagus. Bersihkan sisa timah lama dan siapkan pad IC di mesin Oppo A77s dengan rapi.
Proses Pelepasan dan Pemasangan IC Charger
Tambahkan flux secukupnya di sekitar IC charger lama. Atur blower pada suhu sekitar 370 derajat Celsius dengan kekuatan angin 40–50 persen. Panaskan area secara merata hingga timah meleleh dan IC bisa diangkat dengan pinset.
Setelah IC lama dilepas, bersihkan pad menggunakan solder wick dan flux agar permukaan rata. Pasang IC donor dengan posisi yang benar, perhatikan tanda orientasi pin 1 agar tidak terbalik.
Panaskan kembali hingga IC menempel sempurna. Pastikan tidak ada kaki yang short atau terangkat.
Pengujian Setelah Penggantian IC
Setelah IC terpasang, lakukan pengujian awal menggunakan power supply. Amati konsumsi arus. Jika arus sudah naik mendekati 0,8A hingga 1A secara bertahap, ini menandakan IC charger bekerja normal.
Selanjutnya pasang baterai dan colokkan charger biasa. Diamkan HP selama 20–30 menit dan perhatikan persentase baterai. Pada kasus ini, baterai terbukti naik signifikan hingga puluhan persen dalam waktu kurang dari satu jam.
Artinya, perbaikan berhasil dan sistem pengisian kembali normal.
Kesimpulan dan Catatan Penting
Kasus Oppo A77s ngecas masuk tapi tidak nambah paling sering disebabkan oleh kerusakan IC charger, terutama pada unit refurbish. Pengecekan harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari konektor, jalur, hingga komponen inti.
Jika tidak tersedia IC original, penggunaan IC copotan dari **Oppo kompatibel seperti Vivo Y12 bisa menjadi solusi efektif. Namun, teknik ini membutuhkan ketelitian, pengalaman solder, dan pemahaman jalur rangkaian.
Dengan pendekatan yang sistematis dan alat yang memadai, kasus seperti ini bisa diselesaikan tanpa harus mengganti mesin secara keseluruhan. Semoga tutorial ini membantu dan bisa menjadi referensi praktis bagi teknisi maupun pembelajar servis HP.