Kesan Pertama Memegang Infinix Note Edge: Tipis, Elegan, dan Bertenaga di Kelas Rp3 Jutaan

Ketika pertama kali tangan kita menyentuh Infinix Note Edge, kesan utamanya langsung terasa: ponsel ini ramping, elegan, dan kokoh — sesuatu yang jarang terlihat di segmen harga Rp3 jutaan. Ini bukan sekadar statement pemasaran, tetapi fakta dari pengalaman hands-on yang menunjukkan bahwa Infinix berhasil menghadirkan kesan premium pada perangkat yang secara teknis berada di kelas menengah ke bawah .

Desain bodi tipis dengan ketebalan sekitar 7,2 mm dan bobot sekitar 185 gram membuat Note Edge terasa ringan di tangan sekaligus nyaman digenggam. Perpaduan layar melengkung (curved) yang menyatu mulus dengan frame bodi memberikan sensasi visual dan ergonomis yang jauh lebih baik dibandingkan kebanyakan smartphone di rentang harga yang sama . Kesan pertama ini langsung membangun ekspektasi bahwa perangkat ini pantas dipertimbangkan bukan hanya sebagai ponsel sehari-hari, tetapi juga bagi mereka yang menginginkan perpaduan estetika dan fungsi yang seimbang.

Dalam artikel ini, kita akan membedah secara detail apa saja yang membuat Infinix Note Edge menarik sejak pertama kali digenggam. Kami akan mengulas mulai dari desain, layar, performa, baterai, hingga kesan penggunaannya secara nyata.

1. Desain dan Unboxing: Kesan Premium di Level Kelas Menengah

Saat kotak retail Infinix Note Edge dibuka, kesan pertama sudah terasa. Unit ponsel tersusun rapi di bagian atas paket penjualan, sehingga terlihat rapi dan terkesan eksklusif meski harga perangkat ini masih di kisaran Rp3 jutaan . Infinix menyertakan kepala charger 45W, kabel data USB-A ke USB-C, casing pelindung, dan bahkan tempered glass, yang memberikan nilai tambah tersendiri untuk pengguna tanpa perlu mencari aksesori tambahan.

Begitu ponsel diangkat, hal pertama yang dirasakan adalah ketipisan dan bobot yang seimbang. Tidak banyak ponsel di kelas menengah yang bisa memberikan kombinasi baterai besar sekaligus desain tipis tanpa membuatnya terasa “gemuk” atau berat. Note Edge berhasil memadukan itu semua sehingga langsung terasa nyaman saat digenggam satu tangan .

Bagian belakang ponsel tampil dengan modul kamera yang cukup mencolok, desainnya menyerupai estetika ponsel flagship dari merek premium. Ini bukan hanya sekadar gaya, karena modul ini disusun dengan desain yang membuat ponsel tampak lebih menarik dan modern dibandingkan kebanyakan ponsel lain di kelas yang sama. Ini mempertegas bahwa Infinix memang menaruh perhatian pada aspek desain sebanyak pada spesifikasi teknis.

Baca juga :  MODENA Rilis Timbangan Digital Canggih yang Bisa Baca Komposisi Tubuh: Panduan Lengkap, Fitur, dan Manfaat

2. Layar Curved AMOLED: Pengalaman Visual yang Imersif

Salah satu daya tarik paling mencolok dari Infinix Note Edge adalah layar 6,78 inci AMOLED beresolusi 1,5K yang elegant dengan tepi berlekuk (curved). Panel ini tidak hanya memanjakan mata dengan warna tajam dan kontras tinggi, tetapi juga menghadirkan pengalaman visual yang terasa lebih immersive — saat menonton video, bermain game, atau bahkan sekadar scrolling media sosial .

Tingkat kecerahan yang tinggi (mencapai puncak brightness yang sangat baik) juga membuat layar tetap terlihat jelas di bawah sinar matahari langsung, sehingga penggunaan di luar ruangan tidak lagi menjadi masalah . Selain itu, refresh rate 120 Hz membuat animasi dan transisi UI terasa lebih halus dan responsif — sesuatu yang biasanya hanya hadir pada perangkat kelas menengah atas atau flagship .

Ketika layar menyala untuk pertama kali, garis lengkung yang halus di bagian kiri dan kanan memberikan kesan seakan konten mengalir sampai ke ujung perangkat. Ini bukan sekadar estetika, tetapi juga memberi sensasi nyaman saat digenggam, terutama ketika membuka berbagai aplikasi sekaligus. Tentu saja, curved display ini bukan tanpa tantangan: terkadang terjadi ghost touch atau sentuhan tidak sengaja, namun selama penggunaan sehari-hari hal ini relatif minor dan tidak terlalu mengganggu.

3. Performa dan Perangkat Lunak: Dimensity 7100 yang Kuat

Di balik desain tipisnya, Infinix Note Edge ditenagai oleh chipset MediaTek Dimensity 7100 yang mendukung konektivitas 5G serta performa harian yang stabil untuk kebutuhan multitasking, streaming video, hingga bermain game ringan sampai menengah . RAM 8 GB dan penyimpanan internal hingga 256 GB (UFS 2.2) membuat perangkat ini tetap responsif ketika membuka banyak aplikasi sekaligus tanpa lag signifikan.

Dari sisi pengalaman penggunaan, sistem operasi Android 16 dengan antarmuka XOS 16 membawa sejumlah fitur modern yang meningkatkan kenyamanan, termasuk desain visual yang segar, efek animasi yang halus, serta opsi pengaturan yang cukup lengkap untuk menyesuaikan pengalaman sesuai preferensi pengguna .

Meskipun bukan perangkat yang menargetkan pengguna ekstrem seperti gamer berat, performa keseluruhan Note Edge cukup memadai untuk menjalankan aplikasi harian, streaming, dan multitasking. Skor benchmark internal memperlihatkan bahwa chipset Dimensity 7100 mampu bersaing di kelasnya dengan efisiensi daya yang baik. Ini berarti perangkat tetap dingin saat digunakan dalam sesi panjang dan tidak cepat boros baterai.

4. Baterai Jumbo di Bodi Tipis: Kekuatan Tahan Lama

Salah satu keunggulan utama Infinix Note Edge adalah baterai 6.500 mAh — sebuah angka yang besar, terutama mengingat bodinya tetap tipis dan ringan . Baterai sebesar ini mampu mengakomodasi penggunaan seharian penuh bahkan lebih, dari pagi hingga malam tanpa perlu sering mengisi ulang.

Infinix juga menyematkan teknologi self-repairing battery yang konon dapat menjaga kapasitas baterai tetap optimal bahkan setelah ribuan siklus pengisian, serta fast charging 45 W yang dapat mengisi daya dari 0 % hingga penuh dalam waktu wajar . Ini sangat membantu, terutama bagi pengguna aktif yang tidak ingin menunggu lama saat baterai mulai menipis.

Fitur tambahan seperti reverse charging 10 W berarti perangkat ini juga bisa digunakan untuk mengisi ulang gadget lain seperti earbud atau smartwatch — sesuatu yang tidak sering ditemukan di ponsel kelas menengah. Kombinasi baterai besar dan teknologi pengisian cepat serta fleksibilitas penggunaan ini menjadikan Note Edge sangat menarik bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan panjang tanpa kompromi.

5. Kamera dan Fitur Multimedia: Fungsional dengan Nilai Tambah

Infinix Note Edge dilengkapi kamera utama 50 MP yang mampu menghasilkan foto cukup detail untuk kebutuhan sehari-hari. Meski tidak menyaingi perangkat flagship kelas atas, hasil fotonya cukup baik dalam kondisi pencahayaan cukup, menangkap warna dan detail cukup rapi .

Kamera depan 13 MP juga cukup memadai untuk foto selfie dan panggilan video. Sementara itu, dukungan audio stereo dari JBL memberikan pengalaman suara yang lebih baik saat menonton video atau mendengarkan musik dibanding ponsel lain di kelas yang sama .

Fitur multimedia ekstra seperti sertifikasi IP65 untuk tahan debu dan cipratan air serta One Tap button yang bisa dikustomisasi untuk fungsi cepat seperti mengaktifkan mode senyap atau membuka aplikasi tertentu menjadi nilai tambah kecil namun fungsional yang sering dipakai pengguna sehari-hari.

6. Kelebihan yang Membuatnya Menonjol

Ada beberapa keunggulan Infinix Note Edge yang membuatnya terasa berbeda dari ponsel menengah lain:

Pertama, desain premium dan layar melengkung yang memberi kesan lebih mahal dari harga jualnya . Kedua, kombinasi baterai besar dan bodi tipis memberikan daya tahan panjang tanpa mengorbankan kenyamanan desain . Ketiga, performa stabil dengan dukungan 5G membuatnya siap menghadapi kebutuhan masa kini – baik untuk streaming hingga multitasking .

Selain itu, paket penjualan yang lengkap — termasuk adaptor 45 W charger dan casing pelindung — menjadi kejutan menyenangkan di segmen harga ini, karena banyak ponsel lain seringkali hanya memberikan unit ponsel tanpa aksesori .

7. Kekurangan yang Perlu Kamu Tahu

Meski banyak hal positif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Kamera belakang meskipun baik untuk penggunaan sehari-hari, belum dilengkapi lensa ultrawide atau telefoto, sehingga fleksibilitas dalam fotografi masih terbatas dibandingkan ponsel lain yang menawarkan triple camera kit .

Selain itu, penyimpanan internal masih menggunakan UFS 2.2, bukan jenis UFS 3.1 yang menawarkan kecepatan lebih tinggi, meskipun ini tidak terasa lambat dalam penggunaan normal .

Curved screen juga bisa menjadi pedang bermata dua bagi beberapa pengguna, karena kadang menciptakan sentuhan tak sengaja (ghost touch), meskipun bukan masalah besar dalam kebanyakan skenario penggunaan.

8. Kesimpulan: Layak Beli atau Tidak?

Secara keseluruhan, Infinix Note Edge memberikan impresi pertama yang kuat — dari desain tipis dan premium, layar melengkung yang memukau, performa yang stabil, hingga baterai besar yang tahan lama — semua dikemas dalam harga yang kompetitif di kisaran Rp3 jutaan . Ponsel ini sangat cocok untuk pengguna yang membutuhkan perangkat dengan pengalaman visual tinggi, daya tahan baterai kuat, dan performa harian yang tidak mengecewakan.

Meski bukan pilihan ideal bagi mereka yang membutuhkan kamera profesional atau spesifikasi kelas atas, Note Edge tetap menawarkan fitur yang jauh lebih menarik dibandingkan kebanyakan smartphone lain di kisaran harga yang sama. Impresi pertama ini jelas menunjukkan bahwa Infinix berhasil menghadirkan ponsel kelas menengah yang terasa premium sejak pertama kali digenggam.