Canva dan Snappa adalah dua platform desain grafis berbasis web yang kini digandrungi oleh banyak orang dari berbagai latar — mulai pegiat konten digital, pemilik UMKM, hingga pelaku pemasaran online. Keduanya sama-sama memungkinkan kamu membuat desain visual tanpa keterampilan teknis desain profesional. Tetapi ketika dilihat lebih jauh, ada perbedaan signifikan antara keduanya yang bisa jadi menentukan mana yang lebih pas untuk kebutuhan kamu.
Di bawah ini, kita akan membandingkan keduanya dari sisi fitur, harga, kemudahan penggunaan, kolaborasi, dan banyak aspek lainnya secara detail supaya kamu bisa menentukan pilihan terbaik sesuai kebutuhan dan anggaranmu.
1. Variasi dan Kelimpahan Template
Salah satu poin pembanding yang paling mencolok adalah jumlah serta variasi template yang ditawarkan. Di sini, Canva unggul secara signifikan dibanding Snappa karena menyediakan juta-an template untuk berbagai kebutuhan — bukan hanya postingan media sosial, tapi juga presentasi, infografis, video, laporan, poster fisik, dan banyak lagi.
Snappa memang punya koleksi template juga, tetapi fokusnya lebih sempit: template siap pakai yang kuat untuk desain media sosial dan konten digital sederhana seperti header blog, posting Instagram, ataupun banner iklan. Jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan Canva, sehingga kalau kebutuhanmu sangat beragam atau kompleks, Canva biasanya lebih fleksibel.
Jika kamu sering membuat berbagai jenis konten di kanal yang berbeda, jumlah template di Canva bisa mempercepat proses desain tanpa harus memulai dari nol — terutama ketika deadline sedang mepet.
2. Perpustakaan Aset: Ukuran dan Ragamnya
Selain template, kumpulan aset grafis seperti foto, ikon, ilustrasi, maupun elemen vektor juga penting untuk desain yang menarik. Canva unggul besar di sini karena memiliki perpustakaan aset yang sangat luas dengan ratusan juta foto, video, ikon, ilustrasi, dan elemen 3D, lengkap dengan pencarian berbasis AI agar kamu cepat menemukan konten yang tepat.
Di sisi lain, Snappa menyediakan jutaan foto HD yang bebas royalti serta elemen grafis berkualitas tinggi yang cocok untuk desain sederhana. Namun, Snappa tidak menyediakan video atau audio, dan koleksinya meskipun kuat, jumlahnya lebih kecil jika dibandingkan dengan Canva.
Karena itu, jika kamu sering memerlukan elemen multimedia lebih beragam, terutama video atau elemen yang sangat spesifik, Canva jelas menawarkan pilihan yang lebih banyak.
3. Fitur Editing: Antarmuka dan Alat Desain
Canva dikenal karena terus menghadirkan inovasi fitur desain. Pada Canva, kamu dapat menemukan tools seperti penghapus background otomatis, Magic Resize (ubah ukuran desain ke berbagai format secara instan), animasi, serta fitur text-to-image berbasis AI yang membantu merancang desain kreatif tanpa banyak usaha.
Snappa, sebaliknya, mempertahankan pendekatan yang lebih minimalis. Fitur-fiturnya terdiri dari editor drag-and-drop, pilihan font, color picker, serta penghapus background dasar. Tidak ada fitur animasi besar atau alat AI seperti di Canva, tetapi justru itu yang membuat penggunaan Snappa terasa ringan, cepat, dan tidak membingungkan buat pemula yang hanya membutuh desain sederhana.
Bagi desainer yang ingin mengeksplorasi kreativitas lebih jauh atau melakukan pengeditan yang kompleks, Canva biasanya akan memberimu lebih banyak kemungkinan. Snappa, meskipun tidak se-lengkap itu, tetap sangat efektif untuk desain cepat dan sederhana.
4. Harga dan Paket Berlangganan
Soal harga, kedua platform ini punya model gratis dan berbayar, tetapi struktur dan manfaatnya berbeda. Canva menawarkan paket gratis yang cukup lengkap serta 5GB penyimpanan. Untuk paket berbayar, Canva Pro dibanderol sekitar $12,99/bulan atau setara sekitar Rp219 ribu per bulan jika dibayar tahunan, dengan penyimpanan hingga 1TB dan akses ke aset premium serta fitur AI.
Snappa juga punya paket gratis, namun jumlah unduhan dibatasi hanya tiga kali per bulan, sehingga bisa cepat habis jika kamu butuh banyak desain sekaligus. Paket Pro Snappa sekitar $10-15 per bulan dengan pembayaran tahunan memberikan unduhan tak terbatas dan fitur tambahan seperti font kustom.
Secara umum, Snappa lebih ekonomis untuk kebutuhan dasar individu yang hanya perlu membuat beberapa desain ringan setiap bulan. Canva, meskipun sedikit lebih mahal, menawarkan fitur dan ekosistem yang jauh lebih besar, terutama bermanfaat jika kamu bekerja dalam tim atau sering membutuhkan akses ke berbagai aset premium.
5. Kemudahan Penggunaan: Siapa yang Cocok dengan Interface Mana?
Keduanya menggunakan sistem drag-and-drop yang intuitif, tetapi cara mereka mendesain antarmuka berbeda. Canva punya antarmuka yang cukup kaya fitur namun tetap dirancang ramah untuk pemula, ditambah dengan tutorial lengkap dan aplikasi mobile sehingga bisa digunakan di mana saja, kapan saja.
Snappa mengambil pendekatan lebih sederhana dengan dashboard yang lebih ringan dan fokus, sehingga cocok buat pengguna yang ingin membuat desain tanpa terlalu banyak tombol atau menu yang membingungkan. Tampilan Snappa terasa bersih, cepat, dan langsung ke inti kebutuhan desain.
Kalau kamu tipe pengguna yang suka banyak pilihan tools dan bantuan automasi, Canva mungkin lebih cocok. Tapi jika kamu seseorang yang ingin desain sederhana tanpa belajar banyak hal baru, Snappa bisa jadi pilihan yang memudahkan.
6. Fitur Kolaborasi: Bekerja Sama Jadi Lebih Mudah
Jika kamu bekerja dalam tim, kolaborasi real-time kini menjadi fitur penting. Canva unggul besar di area ini karena mendukung kolaborasi waktu nyata, komentar langsung di dalam desain, riwayat versi, dan pengaturan peran antar anggota tim. Ini sangat penting bagi tim yang bekerja dari jarak jauh atau dalam proyek desain besar.
Snappa memiliki fitur berbagi folder pada paket berbayar, tetapi tidak mendukung editing bersama secara real-time seperti Canva. Ini membuat Snappa kurang ideal bila kamu sering butuh kolaborasi intens dengan tim desain yang lebih besar.
7. Integrasi dengan Ekosistem Lainnya
Dalam era digital saat ini, kemampuan terhubung dengan platform lain sangat berpengaruh terhadap kelancaran workflow. Canva mengintegrasikan diri dengan banyak layanan seperti Google Workspace, Dropbox, dan langsung ke penjadwalan media sosial sehingga kamu bisa mengelola desain sekaligus menerbitkannya.
Snappa juga punya integrasi, misalnya dengan Buffer, WordPress, dan Twitter, tetapi dalam lingkup yang lebih terbatas dan berbasis web saja. Tidak ada aplikasi mobile resmi Snappa, sehingga penggunaan di ponsel bergantung pada browser.
8. Ekspor dan Format File
Baik Canva maupun Snappa mendukung ekspor ke format gambar umum seperti PNG dan JPG. Canva juga punya opsi yang lebih fleksibel seperti PDF, video, dan file siap cetak tergantung paket yang kamu pilih. Snappa cocok untuk kebutuhan ekspor gambar tingkat dasar yang umumnya digunakan untuk konten digital.
Fitur ekspor Canva yang lebih lengkap menjadikannya unggul ketika kamu perlu berbagi desain lintas platform atau tujuan, misalnya materi promosi, presentasi, atau file cetak.
9. Target Pengguna: Siapa yang Harus Memilih yang Mana?
Kalau disimpulkan dari beberapa aspek di atas, maka bisa dikatakan bahwa:
Canva ideal untuk pengguna yang punya kebutuhan desain yang kompleks, bekerja dalam tim, atau memerlukan fitur seperti animasi, video, kolaborasi real-time, dan ekosistem terhubung yang luas.
Snappa lebih cocok bagi individu atau pemilik usaha kecil yang ingin membuat desain media sosial dan materi promosi secara cepat dan gratis tanpa banyak fitur tambahan yang membingungkan.
Keduanya menyediakan versi gratis, jadi kamu bisa mencoba dulu sebelum memutuskan berlangganan.
10. Kelebihan dan Kekurangan Secara Keseluruhan
Sebagai rangkuman praktis:
Canva:
Canva unggul dalam jumlah template dan aset, fitur editing unggulan, kolaborasi tim, integrasi luas, serta dukungan lintas platform. Namun karena fitur yang kompleks, beberapa pengguna awal mungkin butuh waktu untuk terbiasa.
Snappa:
Snappa menonjol karena kesederhanaan, interface ringan, warna pilihan yang fokus, serta harga yang lebih terjangkau untuk kebutuhan sederhana. Kekurangannya adalah pilihan asset dan fitur lebih sedikit, serta kolaborasi yang tidak real-time layaknya Canva.
Penutup: Mana yang Paling Pas untuk Kamu?
Pada akhirnya, pilihan antara Canva dan Snappa bukan soal mana yang “lebih baik secara mutlak”, tapi mana yang lebih cocok dengan gaya kerja, kebutuhan, dan anggaran kamu. Jika kamu sering membutuhkan desain kompleks dengan kolaborasi tim dan integrasi lintas platform, Canva cenderung menjadi pilihan yang lebih komprehensif. Namun jika kamu seorang solo creator atau pemilik bisnis yang hanya butuh desain cepat dan sederhana, Snappa bisa jadi alat yang efisien dan hemat biaya.
Jadi, sebelum memilih, sebaiknya kamu mencoba kedua versi gratisnya terlebih dahulu untuk mengevaluasi mana yang paling pas dengan alur kerja dan tujuan desainmu.