Ketika banyak tablet baru bermunculan setiap tahun, strategi produk tidak selalu soal spesifikasi yang paling tinggi atau chip puncak terbaru. Honor Pad X9 adalah contoh bagaimana perangkat kelas menengah tetap relevan bertahan lama karena keseimbangan antara performa, layar, baterai, serta harga yang kompetitif. Perangkat ini pertama kali diluncurkan beberapa tahun lalu sebagai opsi tablet terjangkau dengan layar besar, desain tipis, dan fitur yang cocok untuk penggunaan sehari-hari seperti media konsumsi, produktivitas ringan, atau tugas belajar. Di tahun 2026, tablet ini masih dipandang sebagai pilihan yang masuk akal bagi banyak pengguna yang tidak membutuhkan mesin super kuat, tetapi ingin pengalaman digital yang nyaman.
Honor Pad X9 menempatkan dirinya di kelas menengah yang sangat kompetitif. Dibandingkan tablet murah tanpa banyak fitur, X9 menawarkan sejumlah kelebihan yang sering kali hanya ditemui pada perangkat kelas di atasnya. Hal ini membuatnya bertahan di pasar tanpa terlihat “ketinggalan zaman” meskipun chipset yang dipakai bukanlah generasi teranyar.
1. Desain dan Layar: Standar Premium di Kelas Menengah
Salah satu aspek paling mencolok dari Honor Pad X9 adalah layar besar berukuran 11,5 inci yang terasa lega untuk berbagai aktivitas. Layar ini memiliki resolusi 2000 x 1200 piksel sehingga visual bisa tampil cukup tajam untuk nonton film, membaca, atau browsing.
Tidak hanya itu, panel tersebut didukung refresh rate 120Hz, yang membuat animasi dan gerakan tampilan lebih halus dibandingkan tablet biasa yang umumnya hanya 60Hz. Hal ini membuat scrolling, navigasi, dan bahkan bermain game ringan terasa lebih responsif.
Bodi tablet terasa tipis dan ringan untuk ukuran layarnya, sehingga masih nyaman digenggam dalam jangka waktu lama. Desainnya tidak mencolok, tetapi terasa cukup premium dengan finishing yang bersih. Secara keseluruhan, layar besar dan ergonomi yang baik menjadikan X9 relevan di kondisi modern bahkan di 2026.
2. Snapdragon 685: Chip Lawas yang Masih Mampu
Bicara tentang performa, Honor Pad X9 menggunakan chip Qualcomm Snapdragon 685 yang meskipun bukan prosesor flagship, tetap mampu menjalankan tugas keseharian dengan lancar. Snapdragon 685 dibangun pada proses fabrikasi yang efisien, dan performanya cukup seimbang antara konsumsi daya dan ketahanan baterai.
Chip ini melakukan tugasnya dengan baik untuk aktivitas seperti:
Browsing dan media sosial
Menonton video dan streaming
Produktivitas ringan seperti dokumen dan catatan
Aplikasi konferensi video
Multitasking aplikasi dasar
Di tahun 2026, banyak aplikasi masih bisa berjalan mulus di perangkat ini karena tugas-tugas tersebut tidak memerlukan prosesor super kuat. Namun jika kamu menuntut gaming berat atau rendering video profesional, Snapdragon 685 jelas bukan hardware paling optimal. Perangkat ini lebih cocok sebagai tablet semi-serbaguna daripada perangkat gaming ekstrem.
Baca juga : Review JBL Sense Pro: Earbuds Open-Ear Canggih yang Lebih dari Sekadar Podcast Buddy
3. RAM, Penyimpanan, dan MagicOS
Honor Pad X9 biasanya datang dengan konfigurasi 4GB RAM + 128GB penyimpanan, dengan opsi RAM virtual tambahan untuk memberi sedikit “napas” ekstra bagi multitasking.
Kapabilitas RAM tersebut cukup untuk membuka beberapa aplikasi sekaligus tanpa lag berarti. Penyimpanan 128GB pun masih tergolong luas untuk menyimpan file media, dokumen, dan aplikasi umum sehari-hari. Jika kamu produsen konten atau punya banyak file besar, dukungan microSD pada varian tertentu jadi nilai tambah untuk menambah ruang penyimpanan.
Untuk antarmuka, tablet ini menjalankan MagicOS 7.1 berbasis Android, yang menampilkan UI intuitif dengan fungsi produktivitas seperti split-screen atau multi-window untuk pengalaman multitasking.
4. Baterai yang Tahan Lama dan Realitas Penggunaan
Salah satu alasan utama X9 masih relevan adalah baterainya yang besar, 7.250mAh.
Kapasitas ini berarti penggunaan yang panjang tanpa sering mencari kestek. Dalam pengujian, baterainya mampu bertahan hingga 10–12 jam penggunaan campuran—termasuk nonton video, browsing, atau membaca dokumen—dalam satu kali pengisian.
Namun, perlu dicatat bahwa pengisian baterai masih standar, dan kecepatan pengisian bukan yang tercepat di kelasnya. Akan tetapi, untuk pemakaian sehari penuh di rumah, sekolah, atau kantor, X9 tetap andal tanpa perlu colokan setiap beberapa jam.
5. Audio dan Hiburan
Honor Pad X9 juga menonjol di aspek multimedia berkat sistem speaker 6 unit yang memberikan efek suara surround cukup luas.
Speaker-nya menghasilkan suara yang cukup keras dan jernih untuk menonton film, mendengarkan musik, atau melakukan panggilan video tanpa headset. Dikombinasikan dengan layarnya yang besar dan refresh rate tinggi, pengalaman konsumsi konten jadi lebih imersif, bahkan dibandingkan tablet lain di kelas harga serupa.
6. Kamera dan Produktivitas
Dua kamera—depan dan belakang masing-masing 5MP—bukanlah sesuatu yang luar biasa, tetapi cukup untuk kebutuhan dasar seperti panggilan video, memotret dokumen, atau tugas ringan lain yang tidak menuntut kualitas foto profesional.
Kamera tablet umumnya bukan fokus utama, tetapi X9 tetap memberi pengalaman yang memadai untuk keperluan konferensi online atau tangkapan cepat tanpa harus membawa smartphone.
7. Pengalaman Pengguna di 2026: Apa yang Masih Relevan?
Di tahun 2026, standar perangkat telah berubah drastis—prosesor generasi anyar dan fitur AI semakin umum. Namun, tidak semua pengguna butuh “terbaik” dalam angka benchmark. Honor Pad X9 tetap memberikan:
Cocok untuk:
Siswa dan mahasiswa untuk belajar dan baca dokumen
Pekerja hybrid yang sering lakukan meeting digital
Streaming film atau video online
Mengelola email dan tugas sehari-hari
Membaca e-book atau artikel panjang
Kurang cocok untuk:
Gamers berat yang ingin framerate tinggi di game AAA
Creator yang sering render video atau 3D
Pengguna yang butuh pembaruan OS panjang
Mereka yang ingin kamera atau sensor premium
Dengan demikian, X9 mempunyai persaingan kuat di segmennya meskipun tidak dirancang untuk tugas berat.
8. Pesaing dan Posisi di Pasar Tablet Menengah
Honor Pad X9 tidak sendirian di pasar tablet kelas menengah. Ada banyak model serupa dari Xiaomi, Samsung, atau merek lain yang menawarkan layar besar atau fitur serupa di kisaran harga yang sama. Namun X9 masih memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya layak dipertimbangkan:
Layar 120Hz yang mulus
Baterai besar
Audio surround
Harga kompetitif
Antarmuka MagicOS yang bersih
Di sisi lain, beberapa pesaing mungkin punya chipset lebih baru atau dukungan pembaruan lebih lama, jadi pilihan akhir tergantung kebutuhan pengguna.
9. Pengalaman Komunitas: Pro dan Kontra Real-World
Dari pengalaman pengguna di berbagai forum, ada beberapa poin yang sering dibahas:
Banyak yang puas dengan layar 120Hz dan speaker yang jernih.
Namun ada laporan bahwa beberapa aplikasi tidak benar-benar berjalan pada 120Hz sesuai harapan perangkat.
Beberapa pengguna mencatat bahwa performa Snapdragon 685 terasa cukup untuk tugas berat ringan, tetapi bukan untuk game AAA modern.
Penggunaan baterai bisa bervariasi tergantung setting layar atau aplikasi latar.
Pengalaman ini mencerminkan bahwa sebagai tablet serba guna, X9 memberikan user experience yang cukup solid untuk sebagian besar pengguna harian.
Kesimpulan: Tablet Kelas Menengah yang Tahan Lama
Honor Pad X9 mungkin bukan tablet flagship dengan prosesor terbaru, tetapi itu bukan berarti ia tak pantas dilirik di tahun 2026. Tablet ini menunjukkan bagaimana strategi harga, kombinasi fitur yang seimbang, dan pengalaman pengguna yang baik bisa membuat perangkat tetap relevan bertahun-tahun setelah rilis.
Kelebihannya pada layar besar 120Hz, baterai tahan lama, audio surround, dan dukungan multitasking menjadikannya perangkat yang cocok bagi pengguna umum, pelajar, hingga pekerja hybrid yang tidak membutuhkan performa ultra tinggi. Sedangkan keterbatasan seperti kamera standar atau performa GPU yang pas-pasan tidak menjadi deal-breaker untuk kategori penggunaan yang tepat.
Dengan harga yang relatif bersahabat dibandingkan banyak tablet premium, Honor Pad X9 tetap layak dipertimbangkan sebagai tablet mid-range yang relevan di 2026.