Dalam beberapa tahun terakhir, tren audio open-ear semakin populer karena memberi keseimbangan antara pengalaman audio dan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Tidak seperti earbuds tradisional yang menutup saluran telinga, open-ear memberi ruang suara luar tetap terdengar namun tetap memungkinkan kamu menikmati musik, podcast, ataupun panggilan suara. JBL Sense Pro adalah salah satu kandidat paling menarik di segmen ini. Produk ini bukan hanya sekadar perangkat untuk konten suara santai, tetapi mencoba menunjukkan bahwa audio tanpa isolasi pun bisa serius dan menyenangkan digunakan sehari-hari.
Sense Pro dirancang oleh JBL sebagai model paling tinggi dari lini open-ear mereka, menawarkan kombinasi ergonomi, kualitas suara yang tidak biasa untuk kategori ini, serta fitur modern yang jarang ditemukan di open-ear earbuds. Simak ulasan lengkapnya di bawah ini untuk tahu apakah earphone ini benar-benar layak jadi teman setia aktivitasmu.
1. Apa Itu Earbuds Open-Ear? Kenapa Ini Penting?
Sebelum masuk ke Sense Pro sendiri, penting memahami apa itu konsep “open-ear”. Pada earbuds tradisional—seperti AirPods, Galaxy Buds, atau TWS lainnya—driver audio masuk ke saluran telinga dan menutupnya. Ini memberi isolasi suara yang kuat, tetapi sekaligus memblokir suara lingkungan.
Di sisi lain, earbuds open-ear menempatkan sumber suara di luar, dekat telinga, tanpa menutup saluran. Pendekatan ini memberi dua keuntungan utama: kamu bisa mendengar suara musik sekaligus lingkungan sekitar, dan celah suara kecil membantu kamu tetap waspada terhadap situasi di luar—misalnya saat berjalan di trotoar, berada di kantor, atau sekadar memasak di rumah.
Namun, kompromi klasiknya adalah kualitas suara sering dianggap kurang kuat, terutama pada bass. Itulah sebabnya Sense Pro menjadi menarik: JBL berusaha menangkal anggapan tersebut dengan pendekatan teknologi yang lebih serius daripada biasanya.
2. Desain dan Kenyamanan: Hook yang Fungsional
Secara visual, Sense Pro bukan earbuds biasa. Alih-alih masuk ke liang telinga, perangkat ini memakai desain hook yang membungkus area belakang telinga. Desain ini bukan sekadar estetika; hook tersebut membantu earbuds tetap stabil ketika dipakai berjalan, bekerja, atau beraktivitas ringan tanpa takut terlepas.
Materialnya terasa ringan di telinga, dan desain ergonomis memastikan kamu bisa memakainya sepanjang hari tanpa rasa lelah berlebih. Bagian belakang earbud juga berfungsi sebagai modul sensor getaran tulang yang membantu menangkap suara pengguna saat panggilan berlangsung sehingga suara lebih jelas meskipun lingkungan agak bising.
Pendekatan desain ini cukup unik karena menggabungkan kenyamanan penggunaan, fungsi stabilitas, dan teknologi canggih tanpa membuatnya terasa berlebihan. Hook-nya juga dapat disesuaikan sehingga sesuai dengan bentuk telinga pengguna, menjadikannya opsi yang nyaman bahkan untuk pemakaian lama.
Baca juga : 5 Cara Akses Gemini 3.1 Pro Gratis pada Berbagai Platform
3. Kualitas Audio: Tidak Sekadar “Suara Tipis”
Salah satu kritik terbesar terhadap perangkat open-ear adalah bass yang lemah dan suara yang terdengar jauh. Ini terjadi karena tidak ada isolasi udara langsung ke telinga seperti di earbuds konvensional. Namun JBL Sense Pro berhasil menghadirkan pengalaman yang jauh lebih serius.
Hasilnya, bass terasa lebih tebal dan karakter audio keseluruhan terasa hangat dan mengisi ruang suara di dekat telinga, bukan hanya terdengar “mengambang di udara”. Ini merupakan pencapaian yang jarang terlihat di kategori open-ear, apalagi di segmen yang harganya berada di kisaran menengah ke atas.
Mendukung pengalaman ini adalah driver dinamis besar 16,2 mm dengan teknologi JBL OpenSound dan algoritma Adaptive Bass Boost yang memaksimalkan output suara meskipun tidak ada isolasi fisik di dalam telinga.
Hasilnya adalah suara yang tetap mampu menghidangkan detail jelas pada musik, termasuk ritme bass yang terdengar lebih nyata dibanding ekspektasi umum open-ear. Tentu, ini bukan pengganti earbuds dengan Active Noise Cancelling (ANC) di kereta atau pesawat, tetapi untuk penggunaan sehari-hari, kualitasnya sangat layak.
4. Pengalaman Pakai: Tetap Terhubung dengan Dunia Sekitar
Kelebihan paling menonjol dari open-ear adalah kesadaran lingkungan—kamu tidak terisolasi secara total dari suara sekitar. JBL Sense Pro memaksimalkan keunggulan ini. Pengguna masih bisa mendengar suara burung, suara kendaraan, atau suara percakapan di sekitar sambil menikmati musik atau podcast dengan volume yang tetap mengena.
Ini membuat Sense Pro ideal bagi berbagai situasi seperti:
Jalan santai di kota
Bersepeda atau jogging ringan
Bekerja di rumah sambil mengawasi anak
Aktivitas outdoor ringan di pagi atau sore hari
Hal ini juga membuat Sense Pro bukan sekadar device audio “sekunder”, tetapi perangkat utama yang bisa kamu andalkan sehari-hari tanpa merasa jauh dari lingkungan sekitar.
5. Fitur Modern yang Lengkap dan Praktis
JBL Sense Pro bukan hanya unggul dalam desain dan audio, tetapi juga membawa sejumlah fitur modern yang memberi nilai tambah nyata:
Bluetooth 6.0 untuk koneksi lebih stabil dan efisien.
Auracast dan multipoint connection yang memudahkan beralih antar perangkat.
Hi-Res Audio Wireless dan Spatial Sound untuk pengalaman suara yang imersif.
IP54 yang menjadikannya tahan debu dan cipratan air.
Wireless charging untuk kemudahan pengisian tanpa kabel.
Baterai hingga 38 jam total (8 jam earbud + 30 jam dari casing).
Kontrol sentuh intuitif untuk musik dan panggilan.
Pengaturan suara juga bisa dipersonalisasi melalui aplikasi JBL Headphones, termasuk membuat profil audio sesuai preferensi masing-masing telinga.
Kombinasi fitur ini membuat Sense Pro lebih dari sekadar headset yang bisa dipakai casual. Ia menjadi perangkat yang fleksibel bagi pekerja hybrid, kreator konten yang butuh awareness tinggi, hingga pengguna yang aktif bergerak setiap hari.
6. Kelebihan untuk Panggilan Suara dan Produktivitas
JBL Sense Pro tidak hanya unggul dalam pemutaran musik; panggilan suara menjadi area yang dipikirkan matang oleh JBL. Earbuds ini menggunakan empat mikrofon yang dilengkapi AI-trained noise reduction serta sensor getaran tulang untuk menangkap suara pengguna lebih efektif.
Pendekatan ini membantu meningkatkan kualitas panggilan bahkan di lingkungan bising seperti kafe atau jalan kota. Penggunaan sensor getaran tulang menjadi pembeda dari kebanyakan open-ear yang hanya mengandalkan mikrofon biasa.
Meski pada kondisi sangat bising hasilnya masih bisa terdengar agak “diproses”, secara keseluruhan pengalaman panggilan pada Sense Pro jauh lebih jernih dibanding model open-ear lain di kelasnya.
7. Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Meski impresif, Sense Pro bukan tanpa kekurangan:
Posisi suara yang tepat perlu disesuaikan setiap kali dipakai ulang agar hasil audio optimal.
Kontrol sentuh kadang sensitive, sehingga terkadang input tidak sengaja terpicu saat tangan menyentuh bagian earbuds.
Karena desain open-ear, suara bass dan isolasi tidak setara earbuds tertutup—terutama di lingkungan yang sangat bising.
Namun ini adalah batasan yang inheren pada teknologi open-ear, bukan kekurangan spesifik Sense Pro semata.
8. Posisi JBL Sense Pro di Pasar Open-Ear Audio
Kehadiran Sense Pro datang di momen ketika tren open-ear sedang tumbuh pesat. Di pasar global, berbagai brand mulai menghadirkan model open-ear, namun model premium yang benar-benar serius dalam kualitas suara masih relatif sedikit.
Sense Pro menjadi salah satu yang paling menonjol karena menggabungkan:
Teknologi audio berkualitas tinggi
Fitur panggilan canggih
Kenyamanan desain
Fitur modern lengkap
Ini membuatnya menjadi pilihan utama bagi pengguna yang menginginkan lebih dari sekadar “earbuds casual” tanpa isolasi, serta cocok untuk gaya hidup aktif dan produktif hari ini.
Kesimpulan: Pilihan Audio Open-Ear yang Layak Dibeli
JBL Sense Pro bukanlah earbuds open-ear biasa; ia adalah perangkat yang serius dalam menghadirkan kualitas suara di luar telinga tanpa kehilangan sensasi bass dan detail. Desain ergonomis, fitur lengkap, serta teknologi panggilan yang cerdas menjadikannya salah satu opsi paling matang di segmen ini.
Meskipun masih ada kompromi di beberapa area—terutama isolasi suara di lingkungan sangat keras—Sense Pro menunjukkan bahwa teknologi open-ear kini sudah bukan opsi “cadangan” lagi, tetapi pilihan utama yang layak dipertimbangkan bagi mereka yang ingin tetap terhubung dengan lingkungan sekaligus menikmati audio berkualitas tinggi.