Mengapa iPhone di Indonesia Tidak Bisa QRIS Tap? Penjelasan Lengkap & Implikasinya

Seiring berkembangnya teknologi pembayaran digital di Indonesia, QRIS Tap muncul sebagai fitur pembayaran nirsentuh yang memudahkan transaksi sehari-hari. Namun, sejumlah pengguna iPhone di Indonesia masih belum bisa menikmati fitur ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: kenapa iPhone tidak bisa QRIS Tap sementara sebagian besar smartphone Android sudah bisa? Artikel ini akan menjelaskan semuanya secara mendalam — mulai dari teknologi, kebijakan, hingga kemungkinan masa depan fitur ini di iPhone.

1. Apa Itu QRIS Tap?

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sendiri adalah standar nasional pembayaran melalui kode QR yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Fitur QRIS awalnya hanya berupa pemindaian QR dengan kamera lewat aplikasi e-wallet atau mobile banking. Namun, Bank Indonesia mengembangkan versi baru bernama QRIS Tap, yang memungkinkan pembayaran dilakukan hanya dengan menempelkan ponsel ke mesin pembaca tanpa perlu membuka aplikasi atau memindai kode secara visual.

QRIS Tap menggunakan teknologi NFC (Near Field Communication), sebuah teknologi nirkabel jarak dekat yang memungkinkan dua perangkat berkomunikasi ketika mereka didekatkan. Teknologi inilah yang membuat pembayaran hanya dengan tap to pay menjadi cepat, mudah, dan efektif — terutama di tempat-tempat sibuk seperti transportasi umum, minimarket, kafe, restoran, dan sebagainya.

2. iPhone Memiliki NFC, Tapi Aksesnya Terbatas

Banyak orang beranggapan bahwa karena iPhone sudah dilengkapi chip NFC, maka seharusnya fitur QRIS Tap bisa dijalankan. Namun kenyataannya berbeda. Walaupun iPhone memang mendukung teknologi NFC, Apple membatasi penggunaan NFC hanya untuk layanan tertentu yang disetujui oleh mereka sendiri — terutama Apple Pay, bukan untuk semua aplikasi pihak ketiga seperti aplikasi dompet digital Indonesia.

Dalam konferensi pers Bank Indonesia, Deputi Gubernur Filianingsih Hendarta menjelaskan bahwa iPhone belum bisa digunakan untuk QRIS Tap karena Apple belum memberikan akses penuh NFC kepada aplikasi pihak ketiga di Indonesia. Mereka hanya membuka akses untuk Apple Pay, sementara pengembang lain tidak mendapatkan izin tersebut.

Singkatnya, masalahnya bukan pada hardware (iPhone sebenarnya sudah punya NFC), tetapi keterbatasan akses software yang diberlakukan Apple.

Baca juga :  Anthropic Bongkar Dugaan Pencurian AI Claude: Tiga Lab China Terseret dalam Kontroversi Internasional

3. Perbedaan Akses NFC di Android dan iPhone

Untuk memahami perbedaan ini lebih jelas, penting melihat bagaimana sistem operasi Android dan iOS memperlakukan fitur NFC:

📱 Android

Platform Android memberikan akses lebih luas kepada aplikasi pihak ketiga untuk memanfaatkan fungsi NFC, termasuk untuk transaksi pembayaran berbasis QRIS Tap. Ini berarti aplikasi dompet digital di Android dapat memanggil API NFC dan berinteraksi langsung dengan terminal pembayaran untuk menyelesaikan transaksi nirsentuh.

Akibatnya, banyak aplikasi seperti GoPay, Dana, dan mobile banking sudah bisa menyediakan fitur QRIS Tap di sejumlah smartphone Android yang mendukung NFC.

📱 iOS (iPhone)

Apple membatasi akses NFC secara eksklusif untuk fitur internalnya seperti Apple Pay, yang merupakan layanan nirsentuh bawaan iPhone. Aplikasi pihak ketiga tidak bisa secara langsung memproses pembayaran melalui NFC, kecuali fungsi-fungsi NFC yang terbatas seperti membaca NFC tag atau interaksi terbatas lainnya.

Dengan kebijakan ini, fitur seperti QRIS Tap belum bisa berjalan di iPhone meskipun secara hardware chip NFC sudah tersedia. Hal ini membuat pengalaman pengguna iPhone menjadi berbeda dari Android, dan membuat mereka “tertinggal” dalam hal kemudahan pembayaran nirsentuh di Indonesia.

4. Apa Upaya Bank Indonesia dan Apple?

Bank Indonesia menyadari masalah akses ini dan telah menjalin komunikasi dengan Apple untuk membahas kemungkinan membuka akses NFC sehingga QRIS Tap dapat digunakan di iPhone. Perwakilan Apple Indonesia bahkan sudah berkunjung untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai teknologi QRIS Tap dan kebijakan akses NFC.

Bank Indonesia berharap, jika Apple melihat potensi pasar dan keamanan teknologi, mereka akan membuka akses NFC untuk layanan pembayaran pihak ketiga secara bertahap — mirip dengan apa yang telah terjadi di beberapa wilayah seperti Uni Eropa, di mana kebijakan regulator membuat Apple membuka lebih banyak akses fitur.

Namun sampai sekarang belum ada jadwal resmi kapan iPhone akan mendukung QRIS Tap secara penuh. Para pengguna iPhone di Indonesia diminta untuk bersabar sambil menunggu perkembangan kebijakan dan sinergi teknis antara regulator dan Apple.

5. Perbedaan Pengalaman Transaksi untuk iPhone dan Android

Karena keterbatasan akses NFC, pengalaman pembayaran digital antara pengguna iPhone dan Android menjadi berbeda:

📲 Android (QRIS Tap)

Tidak perlu memindai kode QR secara manual.

Cukup buka aplikasi yang mendukung QRIS Tap, pilih fitur tap, dan tempelkan perangkat ke terminal pembayaran.

Proses transaksi menjadi sangat cepat.

🍏 iPhone (QRIS Scan Manual)

Pengguna iPhone tetap dapat melakukan pembayaran QRIS dengan metode scan kode QR melalui kamera aplikasi.

Langkahnya lebih panjang — harus membuka aplikasi, memilih fitur scan, dan memindai kode manual.

Fitur “tap to pay” seperti di Android belum bisa tersedia untuk saat ini.

Perbedaan ini membuat pengalaman pembayaran nirsentuh di iPhone terasa kurang mulus dibandingkan Android, terutama di lingkungan dengan banyak transaksi cepat seperti transportasi umum, restoran, atau minimarket.

6. Dampak bagi Pengguna iPhone di Indonesia

Ketidaktersediaan QRIS Tap di iPhone memengaruhi beberapa aspek bagi pengguna:

🛍️ Kenyamanan Transaksi

Pengguna Android yang tinggal tap ponsel ke terminal mendapatkan proses lebih cepat dan tanpa perlu membuka aplikasi. Bagi iPhone, mereka masih harus melakukan scan QR manual yang memerlukan beberapa langkah tambahan.

⏱️ Kecepatan dan Efisiensi

Di tempat ramai seperti stasiun atau kafe besar, fitur nirsentuh menjadi nilai tambah signifikan. iPhone yang belum mendukung fitur ini sering kali membuat pengguna merasa transaksinya “lebih lambat”.

📊 Inklusi Digital

Sekitar seperempat pengguna smartphone di Indonesia menggunakan iPhone. Dengan tidak tersedianya fitur QRIS Tap, sebagian informasi kemudahan teknologi pembayaran digital belum sepenuhnya inklusif untuk semua platform.

7. Apakah iPhone Akan Bisa QRIS Tap di Masa Depan?

Pertanyaan yang paling sering muncul adalah: “Kapan iPhone akan mendukung QRIS Tap?”

Jawabannya saat ini masih belum pasti, tetapi ada beberapa indikasi positif:

➤ Diskusi antara BI dan Apple Berlanjut

Bank Indonesia dan Apple masih berdiskusi mengenai kemungkinan membuka akses NFC untuk pembayaran pihak ketiga. Hal ini menjadi langkah awal yang penting untuk menghadirkan QRIS Tap di iPhone.

➤ Kebijakan Apple di Beberapa Wilayah

Regulator di Uni Eropa memaksa Apple membuka sedikit lebih banyak akses NFC untuk pengembang pihak ketiga. Jika kebijakan tersebut berhasil, hal serupa bisa menjadi contoh bagi Indonesia atau negara lain.

➤ Pertumbuhan Ecosystem QRIS Tap di Indonesia

Jumlah transaksi QRIS Tap terus meningkat signifikan, menunjukkan bahwa teknologi pembayaran ini memiliki adopsi yang kuat di pasar Indonesia. Studi BI mencatat transaksinya mencapai ratusan ribu kali dan meningkat bulanan. Ini menjadi insentif bagi Apple untuk melihat peluang memperluas dukungan di iOS.

8. Apa Pesan untuk Pengguna iPhone Sekarang?

Jika kamu adalah pengguna iPhone di Indonesia yang ingin menggunakan QRIS Tap, berikut beberapa poin yang perlu kamu ketahui:

✔ QRIS Tap Belum Tersedia di iPhone

Karena Apple belum membuka akses NFC secara penuh bagi aplikasi pembayaran lokal.

✔ Kamu Masih Bisa Bayar QRIS

Metode scan QR melalui aplikasi e-wallet atau mobile banking masih tetap bisa digunakan seperti biasa.

✔ Harus Sabar Menunggu Kebijakan

Bank Indonesia terus berupaya berdiskusi dengan Apple untuk membuka akses tersebut.

✔ Solusi Sementara

Beberapa pengguna mungkin memilih menggunakan perangkat Android untuk menikmati kemudahan QRIS Tap hingga iPhone mendapatkan dukungan resmi.

9. Kesimpulan

Singkatnya, iPhone di Indonesia belum bisa menggunakan QRIS Tap bukan karena keterbatasan teknologi hardware, tetapi karena kebijakan software dan keamanan yang diberlakukan oleh Apple. Apple hanya membuka akses NFC untuk Apple Pay, sehingga aplikasi pembayaran pihak ketiga tidak bisa memanfaatkan NFC untuk fitur pembayaran nirsentuh seperti QRIS Tap.

Bank Indonesia telah menyadari hal ini dan tengah berupaya berkomunikasi dengan Apple untuk membuka akses tersebut demi keterlibatan penuh pengguna iPhone di masa depan. Sementara itu, pengguna iPhone tetap bisa melakukan pembayaran QRIS dengan cara scan kode QR secara manual.

Fitur QRIS Tap terus berkembang di Indonesia dan menunjukkan tren positif dalam adopsinya, tetapi masih ada pekerjaan rumah besar untuk membuat sistem pembayaran digital ini inklusif bagi semua pengguna tanpa terkecuali.