Samsung Batal Pakai Layar BOE untuk Galaxy S27, Ini Alasannya
Samsung dikabarkan membatalkan rencana untuk menggunakan panel layar OLED buatan BOE pada Galaxy S27 versi reguler. Keputusan ini cukup mengejutkan karena beberapa bulan sebelumnya beredar laporan bahwa perusahaan asal Korea Selatan tersebut sedang mempertimbangkan BOE sebagai pemasok alternatif untuk salah satu komponen terpenting pada smartphone flagship generasi berikutnya. Jika kerja sama itu terealisasi, langkah tersebut akan menjadi perubahan besar dalam strategi Samsung yang selama bertahun-tahun hampir selalu mengandalkan Samsung Display sebagai pemasok utama layar seri Galaxy S.
Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa pembicaraan antara kedua perusahaan tidak mencapai kesepakatan. Negosiasi yang telah berlangsung selama beberapa waktu disebut berakhir tanpa hasil sehingga Samsung memutuskan tetap mempertahankan Samsung Display sebagai pemasok panel OLED untuk Galaxy S27.
Bagi banyak penggemar Galaxy, kabar ini dinilai sebagai sinyal positif karena kualitas panel OLED Samsung Display selama ini telah menjadi salah satu keunggulan utama lini smartphone premium Samsung. Di sisi lain, keputusan tersebut tidak serta-merta membuat harga Galaxy S27 menjadi lebih murah. Sejumlah laporan justru menyebut perangkat flagship tersebut masih berpotensi mengalami kenaikan harga akibat meningkatnya biaya produksi, terutama karena kondisi industri semikonduktor yang masih menghadapi tantangan pasokan komponen.
Samsung Sempat Membuka Peluang Kerja Sama dengan BOE
Berdasarkan laporan media Korea ETNews pada 2 Juli 2026, Samsung Electronics sebelumnya telah mengirimkan Request for Information (RFI) kepada BOE terkait pengembangan panel OLED yang dirancang khusus untuk Galaxy S27. Dalam dunia industri, RFI merupakan tahap awal yang lazim dilakukan perusahaan sebelum menentukan calon pemasok sebuah komponen penting.
Melalui proses tersebut, Samsung meminta berbagai informasi teknis, kemampuan produksi, kapasitas manufaktur, hingga spesifikasi panel yang mampu dipenuhi oleh BOE. Langkah ini menunjukkan bahwa Samsung memang membuka peluang untuk mengevaluasi pemasok baru, meskipun belum berarti kerja sama akan langsung disepakati.
Menanggapi permintaan tersebut, BOE dikabarkan membentuk tim khusus yang bertugas mengembangkan panel OLED sesuai standar yang ditetapkan Samsung. Tim tersebut disebut fokus menyesuaikan kualitas layar agar memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan perangkat flagship, mulai dari tingkat kecerahan tinggi, efisiensi daya, akurasi warna, hingga daya tahan panel dalam penggunaan jangka panjang.
Sebelumnya, AndroidHeadlines juga melaporkan bahwa Samsung telah melakukan pengujian terhadap panel OLED produksi BOE untuk Galaxy S27 versi reguler. Dalam skenario yang sempat beredar, BOE hanya akan memasok layar bagi model standar, sedangkan Galaxy S27 Plus dan Galaxy S27 Ultra diperkirakan tetap menggunakan panel buatan Samsung Display.
Rencana tersebut menarik perhatian karena menjadi indikasi pertama bahwa Samsung bersedia mempertimbangkan pemasok eksternal untuk layar smartphone flagship miliknya. Selama ini, Samsung dikenal sebagai salah satu produsen layar OLED terbaik di dunia sehingga keputusan untuk membuka peluang bagi BOE dinilai cukup tidak biasa.
Selain itu, penggunaan pemasok alternatif juga dinilai dapat memberikan keuntungan dari sisi efisiensi biaya maupun diversifikasi rantai pasok. Dengan memiliki lebih dari satu pemasok, perusahaan biasanya dapat mengurangi risiko gangguan produksi apabila terjadi kendala pada salah satu mitra manufaktur.
Sayangnya, setelah melalui serangkaian diskusi dan evaluasi, pembicaraan tersebut tidak pernah berlanjut hingga tahap penandatanganan kontrak kerja sama.
Perbedaan Pendapat di Internal Samsung
Laporan yang sama menyebutkan bahwa kegagalan kerja sama antara Samsung dan BOE bukan semata-mata dipengaruhi faktor teknis, melainkan juga adanya perbedaan pandangan di dalam perusahaan.
Sejumlah eksekutif Samsung Electronics dikabarkan sejak awal tidak sepakat apabila smartphone flagship Galaxy menggunakan panel OLED buatan BOE. Mereka menilai keputusan tersebut dapat menimbulkan risiko strategis karena BOE merupakan salah satu pesaing terbesar Samsung Display di industri panel OLED global.
Bagi sebagian petinggi perusahaan, menggunakan panel dari kompetitor dikhawatirkan akan melemahkan posisi Samsung Display sebagai salah satu pemimpin pasar layar premium dunia. Selain itu, langkah tersebut juga dianggap dapat memberikan keuntungan bisnis maupun reputasi kepada perusahaan pesaing.
Perbedaan pandangan inilah yang disebut membuat proses pengambilan keputusan berlangsung cukup panjang. Di satu sisi terdapat pertimbangan bisnis mengenai efisiensi biaya dan diversifikasi pemasok, sementara di sisi lain terdapat kepentingan menjaga kekuatan ekosistem internal Samsung.
Faktor lain yang turut memengaruhi keputusan adalah sikap Samsung Display sendiri. Sebagai anak perusahaan Samsung Group sekaligus pemasok utama layar untuk berbagai produk Galaxy, Samsung Display dikabarkan tidak mendukung rencana penggunaan panel OLED dari BOE.
Penolakan tersebut dinilai cukup wajar mengingat Samsung Electronics merupakan pelanggan terbesar Samsung Display. Jika sebagian pesanan layar flagship dialihkan kepada BOE, maka volume produksi Samsung Display tentu akan berkurang dan berpotensi memengaruhi pendapatan perusahaan.
Kombinasi antara keberatan dari Samsung Display dan perbedaan pendapat di internal Samsung Electronics akhirnya membuat negosiasi dihentikan. Hingga saat ini, Samsung disebut memilih tetap menggunakan panel OLED buatan Samsung Display sebagai pemasok utama Galaxy S27.
Baca juga : 8 Software Desain untuk Mahasiswa DKV, Kamu Sudah Menguasai yang Mana?
Tetap Mengandalkan Samsung Display
Keputusan mempertahankan Samsung Display bukanlah sesuatu yang mengejutkan apabila melihat sejarah panjang kedua perusahaan.
Selama bertahun-tahun, Samsung Display dikenal sebagai salah satu produsen panel OLED terbaik di industri. Teknologi layar yang mereka kembangkan digunakan tidak hanya pada smartphone Samsung, tetapi juga dipakai oleh berbagai produsen smartphone premium lainnya.
Panel OLED Samsung terkenal memiliki reproduksi warna yang akurat, tingkat kecerahan tinggi, kontras yang tajam, serta efisiensi daya yang baik. Selain itu, perusahaan juga terus mengembangkan teknologi layar adaptif dengan refresh rate tinggi sehingga pengalaman menggunakan smartphone menjadi lebih nyaman untuk bermain gim, menonton video, maupun aktivitas sehari-hari.
Bagi Samsung, mempertahankan pemasok internal juga memberikan keuntungan dari sisi kontrol kualitas. Karena proses pengembangan perangkat dan layar dilakukan dalam ekosistem yang sama, proses optimasi antara hardware dan software dapat berjalan lebih maksimal.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kualitas layar Galaxy S Series selama ini konsisten mendapatkan penilaian tinggi dari berbagai pengamat industri maupun lembaga pengujian layar.
Dengan tetap menggunakan Samsung Display, konsumen diperkirakan masih akan memperoleh pengalaman visual yang menjadi ciri khas smartphone flagship Samsung.
Belum Tentu Membuat Harga Lebih Murah
Meskipun Samsung tidak jadi menggunakan panel BOE, keputusan tersebut belum tentu berdampak terhadap harga jual Galaxy S27.
Sebagian analis sebelumnya memperkirakan penggunaan pemasok alternatif dapat membantu menekan biaya produksi. Namun karena kerja sama tersebut batal, Samsung kemungkinan tetap mengandalkan struktur biaya yang sudah ada selama ini.
Di sisi lain, laporan terbaru menyebut Galaxy S27 justru masih berpotensi mengalami kenaikan harga akibat faktor lain yang tidak berkaitan dengan panel layar.
Salah satu penyebab utama adalah kelangkaan pasokan memori RAM yang masih terjadi di industri semikonduktor global. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan membuat harga komponen meningkat sehingga biaya produksi smartphone premium ikut mengalami kenaikan.
Selain RAM, biaya produksi smartphone flagship juga dipengaruhi berbagai komponen lain seperti chipset, penyimpanan internal, kamera, baterai, hingga teknologi kecerdasan buatan yang kini semakin banyak diterapkan pada perangkat premium.
Dengan demikian, sekalipun Samsung tetap menggunakan layar produksi sendiri, faktor-faktor lain masih dapat mendorong kenaikan harga Galaxy S27 saat resmi dipasarkan.
Samsung Tetap Fleksibel untuk Komponen Lain
Menariknya, penggunaan komponen dari perusahaan lain sebenarnya bukan hal baru bagi Samsung.
Pada lini smartphone flagship, Samsung selama beberapa tahun terakhir kerap menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon di sejumlah pasar. Bahkan, pada beberapa generasi Galaxy S, sebagian wilayah memperoleh versi Snapdragon sementara wilayah lain menggunakan chipset Exynos buatan Samsung sendiri.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Samsung sebenarnya cukup fleksibel dalam memilih pemasok apabila dianggap mampu memberikan keuntungan dari sisi performa, efisiensi, maupun kebutuhan pasar.
Namun berbeda dengan chipset, layar memiliki posisi yang lebih penting dalam identitas Galaxy S Series. Samsung Display telah lama menjadi salah satu kekuatan utama perusahaan, sehingga keputusan untuk mempertahankan pemasok internal dinilai lebih sesuai dengan strategi bisnis jangka panjang.
Selain menjaga kualitas produk, langkah ini juga memperkuat posisi Samsung Display sebagai salah satu produsen panel OLED premium terbesar di dunia.
Apa Dampaknya bagi Konsumen?
Bagi calon pembeli Galaxy S27, batalnya kerja sama dengan BOE kemungkinan tidak akan memberikan perubahan besar terhadap pengalaman penggunaan perangkat.
Sebaliknya, konsumen justru diperkirakan tetap memperoleh kualitas layar yang sudah menjadi ciri khas smartphone flagship Samsung. Panel OLED buatan Samsung Display dikenal memiliki tingkat kecerahan tinggi, warna yang konsisten, dukungan refresh rate adaptif, serta efisiensi daya yang terus mengalami peningkatan dari generasi ke generasi.
Meski demikian, perhatian konsumen kemungkinan akan lebih tertuju pada harga jual perangkat ketika Galaxy S27 resmi diperkenalkan. Jika biaya produksi memang meningkat akibat harga komponen yang lebih mahal, bukan tidak mungkin Samsung akan melakukan penyesuaian harga dibandingkan generasi sebelumnya.
Untuk saat ini, Samsung sendiri belum memberikan konfirmasi resmi mengenai spesifikasi lengkap, harga, maupun jadwal peluncuran Galaxy S27. Namun berdasarkan berbagai laporan yang beredar, satu hal yang tampaknya semakin jelas adalah Samsung tetap memilih mempertahankan Samsung Display sebagai pemasok layar utama demi menjaga kualitas sekaligus konsistensi identitas Galaxy S Series di pasar smartphone premium.