6 HP BlackBerry Paling Ikonis Sepanjang Masa, Pernah Punya?

6 HP BlackBerry Paling Ikonis Sepanjang Masa, Pernah Punya?

Sebelum smartphone Android dan iPhone mendominasi pasar seperti sekarang, BlackBerry pernah menjadi salah satu merek ponsel paling bergengsi di dunia. Identitasnya sangat mudah dikenali: keyboard fisik QWERTY, layanan email, tombol navigasi, serta desain yang terasa sangat berbeda dibandingkan ponsel lain pada masanya.

Bagi sebagian pengguna, BlackBerry bukan sekadar alat komunikasi. Ponsel ini pernah menjadi simbol profesionalitas dan gaya hidup. Kemampuan mengirim email dengan cepat, berkomunikasi melalui BlackBerry Messenger atau BBM, hingga mengetik pesan menggunakan keyboard fisik membuat perangkat tersebut memiliki penggemar fanatik.

Perjalanan BlackBerry sendiri cukup panjang. Perusahaan yang awalnya dikenal sebagai Research in Motion (RIM) berdiri pada 1984 dan kemudian berganti nama menjadi BlackBerry pada 2013. Perusahaan tersebut mengembangkan berbagai perangkat, mulai dari pager hingga smartphone dan tablet.

Namun, perkembangan industri smartphone akhirnya mengubah peta persaingan. Setelah BlackBerry Priv, perusahaan tidak lagi membuat smartphone secara mandiri. Produksi perangkat berlisensi BlackBerry kemudian sempat dilanjutkan TCL hingga 2020 sebelum hak lisensi berpindah ke pihak lain.

Meski era kejayaannya telah berlalu, beberapa perangkat BlackBerry tetap dikenang. Berikut enam HP BlackBerry yang paling ikonis dan menarik untuk bernostalgia.

1. BlackBerry Curve 8900, Ponsel Bisnis dengan Trackball Ikonis

BlackBerry Curve 8900 merupakan salah satu perangkat yang cukup populer di era kejayaan BlackBerry. Perangkat ini hadir dengan desain yang relatif ringkas serta mempertahankan keyboard QWERTY yang menjadi ciri khas perusahaan.

Salah satu peningkatan penting dibandingkan generasi sebelumnya adalah kameranya. Curve 8900 sudah membawa kamera belakang 3,2 MP. Untuk ukuran standar smartphone pada zamannya, kamera tersebut cukup menarik untuk kebutuhan dokumentasi sederhana.

Layar berukuran 480 x 360 piksel juga memberikan pengalaman visual yang lebih baik dibandingkan beberapa generasi sebelumnya. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk membaca email, menjelajahi halaman web, maupun melihat berbagai informasi dari perangkat.

Salah satu bagian paling ikonis dari Curve 8900 tentu saja trackball.

Bagi pengguna smartphone modern yang terbiasa dengan layar sentuh, trackball mungkin terasa asing. Namun, pada masa itu, bola kecil tersebut merupakan metode navigasi yang sangat praktis.

Pengguna dapat menggulirkannya untuk berpindah menu, membaca artikel, memilih kontak, maupun menjelajahi email.

Curve 8900 juga dilengkapi Wi-Fi, Bluetooth 2.0, penyimpanan internal 256 MB, serta port micro-USB.

Sayangnya, ada satu kelemahan besar. Ketika sejumlah ponsel pesaing mulai beralih ke jaringan 3G, Curve 8900 masih mengandalkan jaringan 2G.

Untuk sebuah perangkat yang menyasar pengguna bisnis, keterbatasan tersebut menjadi salah satu kekurangannya.

2. BlackBerry Bold 9700, Versi Premium yang Lebih Ringkas

Kalau Curve lebih identik dengan kesan praktis dan kasual, BlackBerry Bold 9700 membawa nuansa yang lebih premium.

Perangkat ini merupakan penerus Bold 9000 dan hadir dengan desain yang lebih ringkas serta elegan. BlackBerry juga melakukan perubahan penting pada sistem navigasinya.

Trackball yang sebelumnya menjadi ciri khas digantikan oleh optical trackpad.

Perubahan tersebut membuat navigasi terasa lebih modern. Pengguna dapat menggeser jari pada permukaan trackpad untuk menjelajahi menu, membuka halaman internet, atau mencari kontak.

Dari sisi spesifikasi, Bold 9700 memiliki layar 2,44 inci dengan resolusi 480 x 360 piksel. Kamera belakangnya beresolusi 3,2 MP, sedangkan RAM yang tersedia sebesar 256 MB.

Untuk sumber daya, perangkat ini membawa baterai berkapasitas 1.500 mAh yang diklaim mampu memberikan waktu bicara hingga enam jam.

BlackBerry Bold 9700 juga menyediakan konektivitas Wi-Fi serta dukungan sejumlah fitur seperti Wi-Fi Calling pada operator tertentu, browser berbasis HTML, pemutaran video dari situs tertentu, dan RSS feed.

Penyimpanan dapat diperluas menggunakan kartu microSD, dengan kartu 2 GB sudah disertakan.

Meski spesifikasinya tentu terlihat sederhana jika dibandingkan smartphone masa kini, Bold 9700 pada zamannya merupakan perangkat yang sangat menarik bagi pengguna profesional.

Baca juga : Cara Perpanjang SIM Secara Online 2026, Lengkap dengan Syarat, Tahapan, dan Tarifnya

3. BlackBerry Torch 9800, Ketika Keyboard Bertemu Layar Sentuh

BlackBerry Torch 9800 menjadi salah satu eksperimen penting dalam perjalanan BlackBerry.

Perangkat ini mencoba menggabungkan dua dunia: keyboard QWERTY fisik dan layar sentuh.

Layar berukuran 3,2 inci dengan resolusi 480 x 360 piksel dapat digeser untuk menampilkan keyboard fisik di bawahnya. Konsep slider tersebut membuat Torch 9800 terlihat berbeda dari kebanyakan smartphone pada saat itu.

Kamera belakang juga mengalami peningkatan menjadi 5 MP. Kamera tersebut sudah dilengkapi flash, digital zoom 2x, stabilisasi gambar, dan autofokus.

Torch 9800 juga mendukung Bluetooth 2.1 dan jaringan 3G/UMTS pada operator tertentu.

Namun, perangkat ini muncul ketika kompetisi smartphone semakin ketat.

Salah satu kekurangannya adalah penggunaan chipset berkecepatan 624 MHz. Pada periode yang sama, sejumlah pesaing seperti iPhone 4 dan Motorola Droid X sudah menggunakan chipset 1 GHz.

Perbedaan tersebut membuat performa Torch 9800 terlihat kurang kompetitif.

Meski demikian, Torch 9800 tetap menjadi perangkat penting karena menunjukkan bahwa BlackBerry sebenarnya mulai menyadari perubahan selera pengguna. Layar sentuh mulai menjadi tren dan perusahaan berusaha menggabungkannya dengan identitas keyboard fisiknya.

4. BlackBerry Z10, Mencoba Mengejar Era Layar Sentuh

Jika Torch 9800 masih mempertahankan identitas lama, BlackBerry Z10 mengambil langkah yang jauh lebih berani.

Z10 meninggalkan sebagian besar tombol fisik dan menggunakan layar sentuh sebagai metode utama pengoperasian.

Perangkat ini memiliki layar 4,2 inci dengan resolusi 1.280 x 768 piksel. Ukuran dan resolusinya menjadi peningkatan signifikan dibandingkan BlackBerry generasi sebelumnya.

Z10 juga sudah mendukung 4G LTE, sehingga koneksi internetnya jauh lebih sesuai dengan perkembangan jaringan seluler pada saat itu.

Pada sektor kamera, BlackBerry memberikan kamera belakang 8 MP yang mampu merekam video 1080p. Kamera depannya beresolusi 2 MP dan mampu merekam video 720p.

Di dalamnya terdapat Snapdragon S4 Plus berkecepatan 1,5 GHz dengan GPU Adreno 225. RAM mencapai 2 GB, sedangkan penyimpanan internalnya sebesar 16 GB dan dapat diperluas menggunakan microSD hingga 64 GB.

Baterainya berkapasitas 1.800 mAh dan masih dapat dilepas.

Z10 menjadi bukti bahwa BlackBerry berusaha melakukan transformasi besar untuk menghadapi dominasi smartphone layar sentuh.

Sayangnya, perubahan tersebut datang ketika Android dan iPhone sudah memiliki ekosistem aplikasi yang sangat kuat. Persaingan tidak lagi hanya mengenai perangkat keras, tetapi juga mengenai aplikasi dan layanan yang tersedia.

5. BlackBerry Classic, Nostalgia dalam Kemasan Lebih Modern

BlackBerry Classic bisa dianggap sebagai surat cinta kepada penggemar BlackBerry tradisional.

Perangkat ini mempertahankan banyak elemen desain yang membuat BlackBerry populer, termasuk keyboard QWERTY dan optical trackpad.

Menariknya, Classic tidak sepenuhnya meninggalkan layar sentuh. Layar 3,5 inci beresolusi 720 x 720 piksel tetap dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

Dengan demikian, pengguna memiliki pilihan. Mereka dapat menggunakan layar sentuh atau kembali ke metode navigasi klasik menggunakan trackpad dan tombol fisik.

BlackBerry Classic dibekali RAM 2 GB dan penyimpanan internal 16 GB. Kapasitas penyimpanan tersebut masih dapat diperluas menggunakan microSD hingga 128 GB.

Kamera belakangnya beresolusi 8 MP dengan autofokus, sedangkan kamera depannya 2 MP.

Daya tahan baterainya juga menjadi salah satu nilai jual. Bergantung pada penggunaan jaringan 2G atau 3G, baterainya diklaim dapat bertahan sekitar 11 hingga 17 jam.

Classic menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang belum siap meninggalkan pengalaman mengetik menggunakan keyboard fisik.

6. BlackBerry Priv, Eksperimen Terakhir yang Paling Berani

BlackBerry Priv mungkin merupakan salah satu perangkat paling menarik dalam sejarah BlackBerry.

Pasalnya, Priv menjadi smartphone pertama BlackBerry yang menggunakan Android, meninggalkan sistem operasi BlackBerry OS dan BlackBerry 10.

Keputusan tersebut merupakan langkah besar. BlackBerry akhirnya menggunakan sistem operasi yang sudah memiliki ekosistem aplikasi jauh lebih luas.

Namun, perusahaan tidak sepenuhnya meninggalkan identitasnya.

Priv tetap membawa keyboard fisik. Keyboard tersebut tersembunyi di balik layar dan dapat dimunculkan dengan mekanisme geser.

Layar AMOLED berukuran 5,43 inci memiliki resolusi sangat tinggi, yaitu 2.560 x 1.440 piksel.

Keyboardnya bahkan mendukung sejumlah gestur, termasuk membantu scrolling, memilih teks, dan melengkapi kata.

Di sektor kamera, Priv membawa kamera belakang 18 MP dengan kemampuan merekam video 4K pada 30 fps. Kamera depannya memiliki resolusi 2 MP.

Performanya ditopang Snapdragon 808 heksakora dan RAM 3 GB, sementara penyimpanan internalnya mencapai 32 GB dan dapat diperluas melalui microSD.

Baterainya berkapasitas 3.410 mAh serta mendukung pengisian nirkabel Qi.

Sayangnya, harga Priv yang relatif tinggi dibandingkan sejumlah pesaing dengan spesifikasi serupa menjadi salah satu kritik utama.

Dari Raja Keyboard hingga Smartphone Android

Enam perangkat tersebut menggambarkan perjalanan BlackBerry dalam menghadapi perubahan industri smartphone.

Curve 8900 mewakili era trackball dan komunikasi bisnis. Bold 9700 membawa pengalaman premium dalam bodi yang lebih ringkas. Torch 9800 mencoba mempertemukan keyboard fisik dengan layar sentuh.

Kemudian hadir Z10, yang menunjukkan upaya BlackBerry memasuki era smartphone layar sentuh sepenuhnya. Classic kembali menawarkan pengalaman tradisional bagi penggemar keyboard QWERTY. Sementara Priv menjadi eksperimen besar dengan menggabungkan Android, layar sentuh, dan keyboard geser.

Pada akhirnya, BlackBerry tidak mampu mempertahankan posisi dominannya ketika Android dan iPhone berkembang sangat cepat. Namun, warisan perangkat-perangkat tersebut tetap menarik.

Bahkan di tengah smartphone modern dengan layar besar, kamera beresolusi tinggi, dan sistem operasi canggih, ada sesuatu yang membuat keyboard fisik BlackBerry terasa berbeda.

Mungkin itu sebabnya ketika seseorang melihat BlackBerry lama di laci rumah, responsnya sering bukan langsung membuangnya.

Biasanya malah begini: “Wah, dulu gue punya yang ini!” 😄