HP Samsung Hanya Mau Mengisi Daya Sampai 80%? Ini Cara Mengatasinya
Pernah mengalami HP Samsung yang saat dicas hanya berhenti di angka 80 persen dan tidak mau naik lagi sampai 100 persen? Saya pernah menemukan kasus seperti ini pada Samsung Galaxy A52. Awalnya kondisi tersebut terlihat seperti masalah pada charger, kabel, baterai, atau bahkan konektor pengisian daya.
Namun, setelah saya periksa lebih lanjut, ternyata tidak ada kerusakan pada komponen hardware. Penyebabnya justru berasal dari pengaturan Perlindungan baterai yang memang dirancang untuk membatasi pengisian daya sampai 80 persen.
Jadi, sebelum membongkar HP atau mengganti baterai, saya sangat menyarankan untuk memeriksa pengaturan baterainya terlebih dahulu. Cara ini juga relatif mudah karena tidak membutuhkan alat servis khusus.
Dalam artikel ini saya akan menjelaskan langkah demi langkah bagaimana saya memeriksa masalah tersebut, alat yang diperlukan, cara mengubah pengaturan, hingga apa yang harus dilakukan jika setelah pengaturan diubah HP tetap tidak mau mengisi daya.
Gejala HP Samsung Berhenti Mengisi Daya di 80 Persen
Pertama-tama, saya biasanya memastikan dulu gejalanya.
Pada kasus yang saya temui, baterai Samsung Galaxy A52 berada di sekitar 79 persen. Ketika charger dipasang, indikator pengisian daya muncul dan baterai mulai bertambah.
Namun, ketika mencapai angka 80 persen, pengisian berhenti.
Saya coba membiarkan charger tetap terpasang selama beberapa waktu. Hasilnya tetap sama. Persentase baterai tidak bergerak dari 80 persen meskipun HP dibiarkan dalam kondisi terhubung ke charger.
Saya juga mencoba mencabut charger kemudian memasangnya kembali. Anehnya, setelah berada di angka 80 persen, HP seolah-olah tidak merespons pengisian seperti ketika baterai masih berada di bawah angka tersebut.
Kondisi seperti ini memang bisa membuat kita berpikir bahwa ada kerusakan pada baterai atau sistem charging.
Padahal, Samsung memang menyediakan fitur yang memungkinkan pengguna membatasi pengisian baterai.
Jangan Langsung Bongkar HP
Kalau saya menemukan kasus seperti ini, langkah pertama yang saya lakukan justru bukan membongkar HP.
Saya tidak langsung mengganti baterai, mengganti konektor charger, melakukan pengukuran komponen, atau menggunakan alat pemanas.
Kenapa?
Karena gejala pengisian berhenti tepat di angka 80 persen justru bisa menjadi petunjuk bahwa fitur perlindungan baterai sedang aktif.
Samsung menyediakan fitur tersebut untuk membantu menjaga kesehatan baterai dalam jangka panjang. Salah satu mode perlindungan dapat menghentikan proses pengisian ketika kapasitas baterai mencapai 80 persen.
Jadi, jika HP selalu berhenti tepat di angka tersebut, saya akan memeriksa pengaturan software terlebih dahulu.
Alat yang Saya Siapkan
Untuk pemeriksaan kasus seperti ini, alat yang saya gunakan sebenarnya sangat sederhana. Kita belum membutuhkan peralatan servis elektronik.
Berikut yang saya siapkan:
1. HP Samsung
Tentu saja HP yang mengalami masalah pengisian daya. Dalam contoh kasus ini, perangkat yang saya gunakan adalah Samsung Galaxy A52.
2. Charger
Saya menggunakan charger yang kondisinya normal dan sesuai dengan perangkat. Tujuannya untuk memastikan HP memang dapat menerima daya ketika baterainya masih berada di bawah batas 80 persen.
3. Kabel USB
Kabel juga harus dipastikan dalam kondisi baik. Kalau tersedia, saya biasanya menyiapkan kabel lain yang sudah terbukti normal sebagai pembanding.
4. Akses ke menu Pengaturan
Ini justru menjadi “alat” paling penting dalam kasus seperti ini. Saya membutuhkan akses ke menu pengaturan baterai untuk melihat apakah fitur Perlindungan baterai sedang aktif.
Tidak perlu solder, multimeter, DC power supply, blower, atau alat bongkar HP selama masalahnya memang hanya berasal dari pengaturan.
Langkah Pertama: Pastikan Charger Bisa Mengisi
Sebelum masuk ke pengaturan, saya melakukan pemeriksaan sederhana.
Saya membiarkan baterai berada di bawah 80 persen. Setelah itu, charger saya pasang.
Jika muncul ikon petir atau indikator pengisian dan persentase baterai bertambah, berarti setidaknya sistem pengisian masih bekerja pada kondisi tersebut.
Pada kasus saya, ketika baterai masih berada di sekitar 70-an persen, HP dapat mengisi daya secara normal.
Kemudian saya biarkan sampai mencapai 80 persen.
Begitu mencapai 80 persen, pengisian berhenti.
Pola seperti ini sangat penting diperhatikan.
Kalau HP bermasalah karena kabel atau konektor, biasanya gejalanya tidak selalu muncul secara konsisten tepat pada angka 80 persen. Sebaliknya, jika pengisian selalu berhenti di angka yang sama, saya justru mencurigai adanya batas pengisian yang sengaja diaktifkan.
Baca juga : 4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis
Langkah Kedua: Masuk ke Pengaturan
Setelah melihat pola tersebut, saya mencabut charger terlebih dahulu.
Kemudian saya masuk ke menu Pengaturan atau Settings pada HP Samsung.
Dari sini saya mencari menu yang berkaitan dengan baterai.
Pada antarmuka Samsung, lokasi dan nama menu bisa sedikit berbeda tergantung versi One UI dan model perangkat. Namun, secara umum saya mencari bagian Baterai atau Battery.
Setelah masuk ke menu tersebut, saya mencari opsi yang berkaitan dengan Perlindungan baterai atau Battery protection.
Langkah Ketiga: Periksa Perlindungan Baterai
Nah, di bagian inilah penyebab masalah biasanya terlihat.
Pada Samsung Galaxy A52 yang saya periksa, fitur Perlindungan baterai ternyata aktif.
Ketika saya buka pengaturannya, terdapat pilihan yang membatasi pengisian maksimum hingga 80 persen.
Keterangan pada mode tersebut menjelaskan bahwa baterai akan berhenti mengisi daya ketika mencapai 80 persen.
Artinya, sebenarnya HP bukan rusak.
HP justru sedang menjalankan perintah yang diberikan melalui pengaturan sistem.
Inilah alasan mengapa membiarkan HP terhubung ke charger selama satu atau dua jam, bahkan sampai pagi, tidak akan membuat persentasenya naik ke 100 persen selama batas 80 persen tersebut masih aktif.
Langkah Keempat: Ubah Mode Perlindungan Baterai
Kalau saya memang ingin HP kembali mengisi sampai 100 persen, saya mengubah mode Perlindungan baterai tersebut.
Caranya, saya masuk kembali ke:
Pengaturan → Baterai → Perlindungan baterai.
Setelah itu saya melihat pilihan mode yang tersedia.
Pada perangkat yang saya gunakan, terdapat mode yang membatasi pengisian sampai 80 persen. Saya kemudian menggantinya ke mode Dasar atau Basic.
Mode dasar memungkinkan baterai mengisi hingga 100 persen. Pada keterangan yang muncul, Samsung juga menjelaskan bahwa pengisian dapat dihentikan sementara ketika pengguna tidur dan dilanjutkan hingga 100 persen menjelang waktu pengguna bangun.
Fitur seperti ini dirancang agar pengisian baterai tetap memperhatikan penggunaan perangkat dan perlindungan baterai.
Setelah mode diubah, saya kembali ke halaman utama.
Langkah Kelima: Tes Pengisian Kembali
Setelah pengaturan diubah, saya memasang kembali charger.
Saya kemudian memperhatikan indikator pengisian.
Jika muncul ikon petir dan persentase baterai kembali bertambah melewati 80 persen, berarti masalahnya sudah teratasi.
Pada kasus Samsung Galaxy A52 yang saya periksa, setelah pengaturan Perlindungan baterai diubah, indikator pengisian kembali muncul.
Saya kemudian membiarkannya beberapa saat.
Persentasenya mulai bergerak dari 80 persen menjadi 81 persen dan kemudian bertambah lagi.
Artinya, tidak perlu mengganti baterai dan tidak perlu melakukan perbaikan hardware.
Masalah tersebut ternyata hanya disebabkan oleh pengaturan batas pengisian.
Kenapa Samsung Membatasi Pengisian di 80 Persen?
Batas pengisian 80 persen sebenarnya bukan tanda kerusakan.
Fitur tersebut dibuat sebagai bagian dari sistem perlindungan baterai. Baterai lithium-ion yang digunakan smartphone mengalami proses kimia selama pengisian dan pemakaian.
Membatasi pengisian maksimum dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi beban penggunaan baterai dalam kondisi tertentu.
Karena itu, pengguna yang mengaktifkan fitur tersebut memang akan melihat baterai berhenti pada batas yang telah ditentukan.
Jadi, kalau HP Samsung berhenti tepat di 80 persen dan pengaturan Perlindungan baterai menunjukkan batas maksimum 80 persen, saya tidak akan menganggapnya sebagai kerusakan.
Justru fitur tersebut sedang bekerja sebagaimana mestinya.
Kalau Sudah Diubah tetapi Tetap Tidak Mengisi, Bagaimana?
Nah, ini bagian yang juga penting.
Kalau saya sudah mengubah Perlindungan baterai ke mode yang memungkinkan pengisian hingga 100 persen, tetapi HP tetap berhenti di 80 persen, saya baru melanjutkan pemeriksaan.
Saya akan mencoba beberapa hal sederhana terlebih dahulu.
Pertama, saya mencoba charger lain yang kualitasnya baik.
Kedua, saya mengganti kabel USB.
Ketiga, saya membersihkan bagian luar port pengisian dengan hati-hati jika terlihat ada debu atau kotoran.
Saya juga dapat melakukan restart HP untuk memastikan perubahan pengaturan sudah diterapkan dengan benar.
Jika setelah semua langkah tersebut HP tetap tidak mau mengisi daya, masalahnya bisa saja bukan lagi pada pengaturan.
Kemungkinan lain dapat berkaitan dengan kondisi baterai, konektor pengisian, charger, kabel, sensor temperatur, atau sistem pengisian daya perangkat.
Pada tahap ini saya tidak menyarankan pengguna awam langsung membongkar HP.
Jangan Langsung Mengganti Baterai
Kesalahan yang sering terjadi ketika melihat baterai berhenti di 80 persen adalah langsung menyimpulkan bahwa baterai sudah rusak.
Padahal, angka 80 persen justru bisa menjadi petunjuk yang sangat kuat bahwa batas pengisian sedang aktif.
Karena itu, saya selalu menggunakan prinsip sederhana: periksa software sebelum menyentuh hardware.
Jika masalah bisa diselesaikan hanya dengan mengubah satu pengaturan, tentu jauh lebih aman daripada membongkar perangkat.
Apalagi proses pembongkaran smartphone membutuhkan alat dan keterampilan khusus. Kesalahan saat membuka perangkat dapat merusak fleksibel, konektor, penutup belakang, atau komponen lainnya.
Kesimpulan
Dari kasus Samsung Galaxy A52 yang saya periksa, saya menemukan bahwa HP yang berhenti mengisi daya di angka 80 persen belum tentu mengalami kerusakan.
Dalam kasus ini, penyebabnya adalah fitur Perlindungan baterai yang diatur untuk menghentikan pengisian ketika kapasitas mencapai 80 persen.
Solusinya cukup sederhana. Saya masuk ke Pengaturan, kemudian menuju menu Baterai, membuka Perlindungan baterai, lalu mengubah mode dari pengaturan yang membatasi pengisian 80 persen ke mode yang memungkinkan perangkat mengisi sampai 100 persen.
Setelah pengaturan diubah, saya kembali memasang charger dan memastikan indikator pengisian muncul. Pada kasus yang saya tangani, baterai kemudian kembali bertambah melewati angka 80 persen.
Jadi, kalau HP Samsung Anda mengalami gejala yang sama, jangan langsung panik dan jangan buru-buru mengganti baterai. Periksa dulu pengaturan Perlindungan baterai.
Kalau pengaturannya sudah benar tetapi masalah tetap terjadi, barulah pemeriksaan berikutnya diarahkan ke charger, kabel, port pengisian, baterai, dan komponen sistem charging.
Dengan melakukan diagnosis secara bertahap seperti ini, saya bisa menghindari penggantian komponen yang sebenarnya masih dalam kondisi baik sekaligus menghemat waktu dan biaya servis.