Cara Berbagi Keyboard dan Mouse di Dua Komputer: Pilih Software, KVM, atau USB lewat Jaringan
Memiliki dua komputer di satu meja memang memberikan banyak keuntungan. Satu perangkat bisa digunakan untuk bekerja, sementara komputer lainnya menangani tugas berbeda seperti rendering, pengujian aplikasi, server, atau aktivitas pribadi. Masalahnya, semakin banyak komputer yang berada di meja kerja, semakin banyak pula keyboard dan mouse yang harus disediakan.
Jika masing-masing komputer menggunakan perangkat input sendiri, meja kerja bisa cepat dipenuhi kabel dan periferal. Untungnya, ada beberapa cara untuk mengendalikan dua komputer atau lebih menggunakan satu keyboard dan mouse.
Secara umum, terdapat tiga pendekatan yang bisa dipilih. Pertama, menggunakan software keyboard-mouse sharing yang memanfaatkan jaringan. Kedua, menggunakan switch KVM berupa perangkat keras. Ketiga, menggunakan teknologi USB melalui jaringan yang memungkinkan perangkat USB pada satu komputer diakses dari komputer lainnya.
Ketiganya memiliki karakter berbeda. Pilihan terbaik bukan sekadar yang paling murah, tetapi yang paling sesuai dengan sistem operasi, kebutuhan keamanan, kondisi jaringan, serta jenis pekerjaan yang dilakukan.
1. Berbagi Keyboard dan Mouse dengan Software
Cara pertama merupakan solusi paling sederhana untuk penggunaan sehari-hari. Software khusus memungkinkan keyboard dan mouse yang terhubung ke satu komputer digunakan untuk mengendalikan komputer lain melalui jaringan.
Konsepnya cukup menarik. Setelah konfigurasi selesai, pengguna hanya perlu menggerakkan kursor ke sisi layar tertentu. Kursor kemudian berpindah ke komputer berikutnya seolah-olah kedua komputer merupakan satu desktop besar.
Metode ini sangat cocok jika setiap komputer sudah memiliki monitor sendiri. Anda tidak perlu membeli monitor tambahan ataupun perangkat KVM.
Keuntungan lainnya adalah beberapa aplikasi mendukung sistem operasi berbeda. Dengan demikian, komputer Windows dapat dikendalikan menggunakan keyboard dan mouse yang terhubung ke komputer macOS atau Linux.
Namun, ada satu hal penting: metode ini bergantung pada jaringan. Jika jaringan mengalami gangguan, koneksi antarperangkat juga dapat terganggu.
Synergy untuk Pengguna Lintas Platform
Synergy merupakan salah satu solusi populer untuk berbagi keyboard dan mouse. Aplikasi ini ditujukan untuk pengguna yang bekerja dengan beberapa komputer sekaligus, terutama ketika perangkat tersebut menggunakan sistem operasi berbeda.
Windows, macOS, dan Linux termasuk platform yang dapat digunakan dalam konfigurasi Synergy.
Selain menggerakkan kursor dari satu komputer ke komputer lain, software semacam ini juga dapat menyediakan fungsi clipboard. Pengguna dapat menyalin teks dari satu komputer lalu menempelkannya ke komputer lain.
Dalam alur kerja tertentu, kemampuan tersebut sangat membantu. Misalnya, seorang programmer bisa membuka dokumentasi di komputer pertama dan editor kode di komputer kedua tanpa harus berulang kali mengetik ulang informasi.
Versi yang mendukung enkripsi juga menjadi pertimbangan apabila perangkat digunakan untuk pekerjaan yang melibatkan informasi sensitif.
Kekurangannya, Synergy membutuhkan jaringan yang stabil dan konfigurasi awal mungkin terasa sedikit rumit bagi pengguna yang belum terbiasa mengatur jaringan. Selain itu, software semacam ini tidak dapat digunakan sebelum sistem operasi selesai melakukan booting.
Artinya, Anda tidak bisa mengandalkannya untuk mengakses BIOS atau memperbaiki komputer yang gagal masuk ke sistem operasi.
2. Barrier, Alternatif Gratis dan Open Source
Bagi pengguna yang tidak ingin mengeluarkan biaya, Barrier dapat menjadi alternatif menarik. Software ini mengadopsi konsep serupa dengan aplikasi berbagi keyboard dan mouse lintas komputer.
Barrier bersifat open source dan mendukung Windows, macOS, serta Linux. Pengguna dapat menggerakkan kursor antarperangkat dan memanfaatkan clipboard untuk memindahkan informasi.
Karena gratis, Barrier cukup menarik bagi mahasiswa, programmer, penggemar Linux, maupun pengguna yang memiliki beberapa komputer tetapi ingin menghemat biaya.
Namun, ada konsekuensinya. Pengguna tidak mendapatkan dukungan komersial seperti pada software berbayar. Selain itu, konfigurasi dan pemecahan masalah mungkin membutuhkan lebih banyak usaha.
Aspek keamanan juga perlu diperhatikan. Jika aplikasi atau konfigurasi yang digunakan tidak menyediakan enkripsi, pengguna sebaiknya berhati-hati ketika mentransfer informasi sensitif melalui jaringan.
Dengan kata lain, Barrier cocok bagi pengguna yang lebih mementingkan fleksibilitas dan biaya rendah daripada kemudahan dukungan teknis.
Baca juga : Strategi Backup Data 3-2-1 untuk Menangkal Ransomware Enterprise
3. Mouse Without Borders untuk Pengguna Windows
Jika seluruh komputer yang digunakan berbasis Windows, Mouse Without Borders menawarkan pendekatan yang lebih sederhana.
Software dari Microsoft ini memungkinkan satu keyboard dan mouse mengendalikan hingga empat komputer Windows. Kursor dapat berpindah antarlayar tanpa harus menekan tombol fisik.
Selain berbagi kontrol, tersedia pula fitur clipboard dan transfer file antarperangkat.
Keunggulan utamanya adalah kemudahan penggunaan. Anda tidak perlu membeli perangkat KVM hanya untuk mengontrol beberapa PC Windows.
Tetapi keterbatasannya juga jelas. Mouse Without Borders hanya cocok untuk lingkungan Windows. Jika salah satu komputer menggunakan macOS atau Linux, solusi ini tidak lagi menjadi pilihan universal.
Jumlah perangkat yang dapat dikendalikan juga terbatas hingga empat PC, sehingga pengguna dengan workstation yang lebih kompleks mungkin membutuhkan solusi berbeda.
4. Logitech Flow untuk Pemilik Perangkat Logitech
Bagi pengguna yang sudah menggunakan perangkat Logitech kompatibel, Logitech Flow menawarkan integrasi yang praktis.
Fitur ini tersedia melalui perangkat lunak Logi Options+ dan memungkinkan keyboard atau mouse tertentu digunakan pada beberapa komputer. Perpindahan antarperangkat dapat dilakukan dengan mudah, termasuk menggunakan gerakan kursor atau tombol tertentu.
Flow mendukung Windows dan macOS sehingga cocok untuk pengguna yang memiliki kombinasi kedua sistem operasi tersebut.
Salah satu kelebihannya adalah integrasi dengan perangkat Logitech. Pengguna tidak perlu menggunakan aplikasi pihak ketiga secara terpisah untuk sekadar berpindah komputer.
Clipboard juga dapat digunakan untuk memindahkan teks atau file antarperangkat dalam konfigurasi yang didukung.
Namun, solusi ini memiliki persyaratan yang cukup jelas: Anda harus menggunakan perangkat Logitech yang kompatibel. Flow juga ditujukan untuk jumlah komputer yang relatif terbatas, sehingga kurang ideal untuk lingkungan dengan banyak mesin.
5. Switch KVM: Solusi Hardware yang Lebih Andal
Software memang praktis, tetapi tidak selalu menjadi pilihan terbaik.
Bagaimana jika komputer belum masuk Windows? Bagaimana jika sistem operasi mengalami crash? Bagaimana jika komputer yang ingin dikendalikan tidak terhubung ke jaringan?
Dalam situasi tersebut, KVM switch menjadi pilihan yang lebih tepat.
KVM merupakan singkatan dari Keyboard, Video, and Mouse. Perangkat ini memungkinkan satu keyboard, satu mouse, dan biasanya satu monitor digunakan untuk mengendalikan beberapa komputer.
Pengguna cukup menekan tombol atau menggunakan hotkey untuk berpindah dari komputer pertama ke komputer kedua.
Keunggulan terbesar KVM adalah tidak bergantung pada software maupun sistem operasi. Selama komputer mendukung koneksi yang sesuai, perangkat dapat bekerja sejak tahap awal booting.
Hal tersebut sangat penting bagi administrator server atau teknisi komputer. Ketika sistem mengalami masalah sebelum masuk sistem operasi, KVM masih memungkinkan pengguna melihat tampilan dan melakukan troubleshooting.
KVM juga tersedia dalam berbagai konfigurasi, mulai dari dua komputer hingga jumlah mesin yang jauh lebih banyak.
Namun, solusi hardware memiliki kelemahan. Banyaknya kabel dapat membuat meja menjadi berantakan. Selain itu, KVM berkualitas tinggi dengan dukungan resolusi tinggi dan refresh rate tinggi bisa membutuhkan biaya cukup besar.
Karena itu, sebelum membeli KVM, pastikan spesifikasinya sesuai dengan monitor dan komputer yang digunakan.
6. USB Melalui Jaringan untuk Kebutuhan yang Lebih Spesifik
Pilihan berikutnya adalah menggunakan software yang meneruskan perangkat USB melalui jaringan.
Salah satu contohnya adalah USB Network Gate. Teknologi semacam ini membuat perangkat USB yang secara fisik terhubung ke satu komputer dapat diakses dari komputer lain melalui jaringan.
Konsepnya berbeda dengan software berbagi keyboard dan mouse biasa.
Pada metode software sharing, yang dibagikan terutama adalah fungsi input keyboard dan mouse. Sementara pada USB over network, perangkat USB dapat diteruskan sehingga komputer lain mengenalinya seolah-olah perangkat tersebut terhubung secara langsung.
Karena itu, teknologi ini tidak hanya dapat digunakan untuk keyboard dan mouse. Berbagai perangkat USB lain juga dapat dimanfaatkan dalam skenario tertentu.
Misalnya, sebuah perangkat USB khusus yang hanya tersedia pada satu komputer dapat diakses dari mesin lain tanpa harus memindahkan kabel secara manual.
Fitur keamanan juga menjadi perhatian. Solusi profesional dapat menyediakan enkripsi dan perlindungan menggunakan kata sandi untuk mengurangi risiko akses tidak sah.
Teknologi ini juga menarik untuk lingkungan virtualisasi, thin client, remote desktop, maupun server tertentu.
7. Bagaimana Cara Menggunakannya?
Secara umum, penggunaan software USB over network dimulai dengan memasang aplikasi pada komputer yang menjadi host maupun komputer yang membutuhkan akses.
Setelah aplikasi berjalan, perangkat USB yang tersedia akan ditampilkan. Pengguna kemudian memilih keyboard atau mouse yang ingin dibagikan.
Pada komputer lain, perangkat tersebut akan muncul sebagai perangkat USB jarak jauh. Setelah koneksi dibuat, komputer tujuan dapat menggunakan keyboard atau mouse tersebut.
Proses ini menunjukkan bahwa teknologi USB melalui jaringan bukan hanya sekadar solusi untuk meja kerja dengan dua komputer.
Dalam lingkungan profesional, konsep yang sama dapat digunakan untuk mengakses perangkat USB dari mesin jarak jauh tanpa harus berada di depan komputer secara fisik.
Tentu saja, kualitas jaringan tetap menjadi faktor penting. Semakin sensitif perangkat terhadap keterlambatan, semakin penting pula kestabilan koneksi.
8. Mana yang Paling Cocok?
Tidak ada satu solusi yang paling unggul untuk semua orang.
Jika Anda memiliki dua komputer dengan monitor masing-masing dan ingin berpindah dengan cepat, software seperti Synergy atau alternatif sejenis bisa menjadi pilihan praktis.
Jika Anda menggunakan Windows saja, Mouse Without Borders dapat menjadi pilihan sederhana.
Jika sudah memiliki keyboard dan mouse Logitech yang kompatibel, Logitech Flow menawarkan integrasi menarik.
Sementara itu, jika kebutuhan utama adalah mengakses BIOS, memperbaiki komputer bermasalah, atau mengendalikan server tanpa bergantung pada sistem operasi, KVM lebih masuk akal.
Adapun USB melalui jaringan lebih menarik ketika kebutuhan Anda tidak terbatas pada keyboard dan mouse. Solusi ini dapat memberikan fleksibilitas lebih tinggi untuk berbagai perangkat USB dan lingkungan kerja jarak jauh.
Kesimpulan
Menggunakan satu keyboard dan mouse untuk beberapa komputer bukan lagi sesuatu yang sulit dilakukan. Teknologi saat ini menawarkan berbagai pilihan, mulai dari software gratis hingga perangkat KVM profesional.
Software sharing unggul dalam fleksibilitas dan kemudahan berpindah antarkomputer. KVM lebih unggul untuk kebutuhan yang membutuhkan akses langsung dan independen dari sistem operasi. Sementara USB melalui jaringan memberikan fleksibilitas ketika pengguna perlu mengakses perangkat USB secara remote.
Sebelum memilih, pertimbangkan jumlah komputer, sistem operasi, keberadaan jaringan, kebutuhan akses BIOS, jenis perangkat USB yang digunakan, serta anggaran.
Untuk pengguna rumahan, solusi software biasanya sudah cukup. Namun bagi administrator sistem atau profesional TI, KVM dan USB over network bisa memberikan kemampuan yang jauh lebih luas.
Pada akhirnya, tujuan berbagi keyboard dan mouse bukan hanya mengurangi jumlah perangkat di atas meja. Yang lebih penting adalah menciptakan alur kerja yang lebih efisien, rapi, dan mudah dikendalikan, terutama ketika beberapa komputer memang menjadi bagian penting dari pekerjaan sehari-hari.