Cara Memilih Pegboard IKEA Skådis untuk Merapikan Aksesori Gaming dan Gadget

Cara Memilih Pegboard IKEA Skådis untuk Merapikan Aksesori Gaming dan Gadget

Meja gaming yang penuh controller, headset, kabel charger, flashdisk, baterai, hingga berbagai aksesori kecil bisa dengan cepat terlihat berantakan. Masalahnya bukan selalu karena terlalu banyak barang, melainkan karena tidak adanya tempat penyimpanan yang membuat setiap benda memiliki lokasi khusus.

Salah satu solusi sederhana untuk mengatasi masalah tersebut adalah menggunakan pegboard. Papan berlubang ini dapat dipasang di dinding dan dilengkapi berbagai aksesori seperti kait, rak, wadah, dan klip. Salah satu produk yang cukup populer untuk kebutuhan tersebut adalah IKEA Skådis.

Pegboard seperti Skådis menarik karena sifatnya modular. Pengguna tidak harus menentukan susunan penyimpanan sekali saja. Posisi kait, rak, maupun wadah dapat diubah sesuai kebutuhan. Ketika jumlah perangkat gaming bertambah, konfigurasi papan juga bisa disesuaikan.

Namun, memilih pegboard bukan sekadar membeli papan terbesar yang tersedia. Ukuran dinding, luas meja, jumlah barang, jenis aksesori, hingga berat benda yang akan ditempatkan perlu dipertimbangkan.

Berikut panduan memilih dan menata IKEA Skådis agar meja gaming dan gadget lebih rapi sekaligus tetap praktis digunakan.

1. Tentukan Barang yang Ingin Disimpan Terlebih Dahulu

Sebelum membeli pegboard, langkah pertama yang sering dilupakan adalah membuat daftar barang.

Coba lihat meja dan area kerja Anda. Barang apa saja yang paling sering membuat meja terlihat berantakan?

Headset biasanya membutuhkan kait khusus. Kabel charger bisa digantung menggunakan hook. Controller dapat ditempatkan di rak. Sementara benda-benda kecil seperti USB flash drive, kartu memori, pulpen, atau baterai lebih cocok dimasukkan ke wadah.

Dengan membuat daftar tersebut, Anda dapat mengetahui jenis aksesori Skådis yang diperlukan.

Cara ini juga mencegah pembelian aksesori secara berlebihan. Tidak ada gunanya memiliki banyak rak jika sebagian besar barang Anda sebenarnya berupa kabel.

Selain itu, perhatikan barang mana yang paling sering digunakan. Barang yang digunakan setiap hari sebaiknya ditempatkan pada posisi paling mudah dijangkau.

2. Pilih Ukuran Pegboard Sesuai Ruang

Ukuran menjadi faktor utama ketika memilih pegboard.

Untuk kebutuhan sederhana, tersedia ukuran kecil sekitar 36 × 56 cm. Ukuran tersebut cocok untuk meja yang tidak terlalu besar atau dinding dengan ruang terbatas.

Pegboard kecil cukup digunakan untuk menggantung satu headset, beberapa kabel, controller, atau aksesori ringan. Keunggulannya adalah tidak terlalu mendominasi dinding.

Jika kebutuhan mulai meningkat, ukuran 56 × 56 cm dapat menjadi pilihan yang lebih seimbang. Papan dengan ukuran ini memiliki ruang cukup untuk beberapa controller, smartphone, kabel, dan aksesori kecil.

Bagi pengguna gaming yang mempunyai banyak perangkat, ukuran 76 × 56 cm menawarkan ruang penyimpanan yang lebih luas. Ukuran besar dapat digunakan untuk mengatur lebih banyak aksesori sekaligus.

Namun, jangan otomatis menganggap papan terbesar selalu paling baik. Pegboard yang terlalu besar pada dinding sempit justru bisa membuat ruangan terlihat penuh.

Karena itu, ukur area dinding terlebih dahulu sebelum membeli.

Baca juga : Cara Mengatur Posisi Duduk dan Ketinggian Monitor yang Benar agar Nyaman Seharian

3. Ukur Dinding dan Area di Atas Meja

Pegboard biasanya dipasang di atas meja sehingga hubungan antara ukuran papan dan posisi meja harus diperhatikan.

Jangan memasang papan terlalu rendah sampai mengganggu aktivitas di atas meja. Sebaliknya, jangan memasangnya terlalu tinggi sehingga barang-barang yang sering digunakan sulit dijangkau.

Sisakan jarak yang cukup antara permukaan meja dan bagian bawah pegboard. Tujuannya agar tangan dapat mengambil barang tanpa terbentur aksesori atau perangkat yang ada di meja.

Anda juga perlu memperhatikan lebar dinding. Pastikan masih ada ruang untuk membuka laci, menggeser kursi, atau mengakses perangkat lain.

Untuk setup gaming, perhatikan pula posisi monitor. Pegboard sebaiknya tidak membuat layar terasa terhimpit atau mengganggu pandangan.

Jika memiliki dua monitor, Anda bisa menggunakan pegboard pada sisi dinding yang tidak mengganggu posisi layar.

4. Gunakan Kait untuk Headset dan Kabel

Salah satu aksesori paling berguna untuk pegboard gaming adalah hook atau kait.

Headset yang biasanya diletakkan sembarangan di atas meja dapat digantung pada kait setelah selesai digunakan. Dengan begitu, permukaan meja menjadi lebih luas.

Kait juga berguna untuk kabel.

Daripada membiarkan kabel charger menumpuk di atas meja, Anda dapat mengelompokkannya dan menggantungnya pada beberapa kait. Kabel USB, kabel headset, kabel controller, dan kabel charger dapat dipisahkan berdasarkan jenisnya.

Pemisahan tersebut bukan hanya membuat meja terlihat lebih rapi, tetapi juga memudahkan pencarian kabel.

Agar semakin praktis, gunakan satu area khusus untuk kabel yang paling sering digunakan. Kabel yang jarang dipakai dapat ditempatkan di bagian lain atau disimpan dalam wadah.

5. Manfaatkan Rak Kecil untuk Controller

Controller game merupakan salah satu perangkat yang cukup sulit disimpan jika tidak memiliki tempat khusus.

Meletakkannya di atas meja memang praktis, tetapi controller yang jumlahnya banyak dapat mengambil ruang kerja.

Rak kecil Skådis dapat dimanfaatkan sebagai tempat menyimpan controller. Anda bisa membuat satu area khusus untuk gamepad sehingga perangkat selalu kembali ke tempat yang sama setelah digunakan.

Rak juga dapat digunakan untuk benda lain seperti kacamata, aksesori meja, atau perangkat kecil yang sering digunakan.

Keuntungannya adalah barang tidak perlu digantung. Ini cocok untuk benda yang bentuknya kurang ideal jika menggunakan kait.

Namun, perhatikan kapasitas dan kemampuan pemasangan rak. Jangan menumpuk terlalu banyak barang hanya karena masih terdapat ruang kosong.

6. Gunakan Wadah untuk Barang Kecil

Barang berukuran kecil justru sering menjadi sumber kekacauan terbesar.

Flashdisk, kartu memori, baterai cadangan, adaptor, kabel pendek, kartu akses, dan pulpen mudah tercecer di meja.

Untuk benda seperti ini, container atau wadah menjadi aksesori yang sangat berguna.

Daripada memiliki banyak benda kecil yang tersebar, buat satu atau beberapa wadah dengan kategori tertentu.

Contohnya, satu wadah khusus untuk media penyimpanan seperti flashdisk dan kartu memori. Wadah lain dapat digunakan untuk baterai. Sementara kabel pendek dapat dikumpulkan pada kontainer berbeda.

Jika memungkinkan, berikan label sederhana pada wadah. Hal ini sangat membantu ketika jumlah barang mulai bertambah.

Sistem tersebut juga membuat kebiasaan merapikan meja menjadi lebih mudah. Setelah menggunakan sebuah barang, Anda cukup mengembalikannya ke wadah yang sesuai.

7. Jangan Lupakan Klip

Klip mungkin terlihat sebagai aksesori sederhana, tetapi bisa berguna untuk mengatur benda yang tidak memiliki tempat penyimpanan permanen.

Anda dapat menggunakan klip untuk menjepit catatan kecil, daftar pekerjaan, foto, atau informasi penting.

Pada setup gaming, klip juga bisa digunakan untuk menahan kabel ringan agar tidak menjuntai ke bawah.

Bagi pengguna yang bekerja sekaligus bermain game, area klip dapat menjadi tempat menaruh catatan singkat seperti jadwal, daftar tugas, atau pengingat.

Dengan demikian, pegboard tidak hanya berfungsi sebagai tempat memajang perangkat gaming, tetapi juga menjadi bagian dari sistem organisasi meja kerja.

8. Atur Barang Berdasarkan Frekuensi Penggunaan

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menyusun pegboard berdasarkan tampilan saja.

Pegboard memang bisa menjadi elemen dekorasi, tetapi fungsi utamanya adalah membuat barang mudah ditemukan dan diambil.

Barang yang paling sering digunakan sebaiknya ditempatkan di area tengah yang mudah dijangkau dan kurang lebih sejajar dengan mata atau tangan.

Contohnya, headset dapat ditempatkan di dekat posisi duduk. Controller bisa berada pada rak yang mudah dijangkau ketika ingin bermain.

Sementara itu, barang yang jarang digunakan dapat ditempatkan lebih tinggi atau di bagian samping.

Dengan sistem tersebut, pegboard tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga mengikuti pola aktivitas pengguna.

9. Kelompokkan Barang Berdasarkan Fungsi

Selain frekuensi penggunaan, pengelompokan berdasarkan fungsi juga dapat membuat pegboard lebih mudah dipahami.

Anda dapat membuat satu zona gaming untuk controller dan headset. Di sisi lainnya terdapat zona gadget untuk charger, smartphone, power adapter, dan kabel.

Kemudian buat zona penyimpanan kecil untuk flashdisk, kartu memori, dan baterai.

Pembagian seperti ini menciptakan semacam “peta” pada dinding. Ketika membutuhkan suatu barang, Anda sudah tahu area mana yang harus dicari.

Jangan terlalu sering memindahkan aksesori tanpa alasan. Setelah menemukan konfigurasi yang nyaman, pertahankan susunan tersebut agar kebiasaan terbentuk.

10. Perhatikan Kekuatan Pemasangan

Pegboard akan menahan berbagai benda sehingga pemasangan ke dinding tidak boleh dianggap remeh.

Gunakan sekrup dan sistem pemasangan yang sesuai dengan karakter dinding. Dinding beton tentu membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan dinding dengan material yang lebih ringan.

Semakin berat barang yang akan ditempatkan, semakin penting memastikan titik pemasangan benar-benar kuat.

Jangan mengandalkan kemampuan papan atau aksesori saja. Sistem keseluruhan harus mampu menahan beban dengan aman.

Jika pegboard mulai terlihat miring, bergeser, atau bagian pemasangannya terasa longgar, segera periksa sebelum menambahkan barang lain.

11. Jangan Membuat Pegboard Terlalu Penuh

Pegboard yang penuh tidak selalu berarti pegboard yang efektif.

Jika semua lubang dipenuhi aksesori, Anda justru akan kesulitan mengambil barang. Tampilan visual juga dapat menjadi terlalu ramai.

Sisakan beberapa ruang kosong. Ruang tersebut memberikan fleksibilitas apabila nantinya Anda membeli perangkat baru.

Misalnya, jika saat ini hanya memiliki satu controller tetapi berencana membeli controller tambahan, jangan memenuhi seluruh rak dengan benda lain.

Pegboard yang baik bukan yang memiliki barang sebanyak mungkin, tetapi yang membuat barang penting mudah ditemukan.

12. Sesuaikan dengan Gaya Setup Gaming

Selain fungsi, pegboard dapat menjadi bagian dari desain ruangan.

Anda dapat menyusun controller, headset, kabel, dan gadget dengan pola yang simetris. Warna aksesori juga dapat disesuaikan dengan tema meja gaming.

Jika menginginkan tampilan minimalis, gunakan jumlah aksesori secukupnya dan sisakan ruang kosong.

Jika menyukai tampilan koleksi, pegboard berukuran lebih besar dapat digunakan sebagai area display untuk controller, perangkat audio, maupun aksesori favorit.

Dengan begitu, pegboard tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, tetapi juga menjadi bagian dari dekorasi kamar atau ruang kerja.

Kesimpulan

IKEA Skådis dapat menjadi solusi praktis untuk mengubah dinding kosong menjadi area penyimpanan aksesori gaming dan gadget. Namun, hasil akhirnya sangat bergantung pada cara memilih ukuran dan menata aksesori.

Ukuran 36 × 56 cm cocok untuk kebutuhan sederhana dan ruang terbatas. Ukuran 56 × 56 cm menjadi pilihan seimbang untuk beberapa controller, smartphone, dan aksesori kecil. Sementara ukuran 76 × 56 cm lebih cocok bagi pengguna dengan koleksi perangkat dan kabel yang lebih banyak.

Setelah menentukan ukuran, pilih aksesori sesuai kebutuhan. Kait dapat digunakan untuk headset dan kabel, rak untuk controller dan benda yang lebih besar, wadah untuk barang kecil, sedangkan klip berguna untuk catatan maupun benda ringan.

Yang tidak kalah penting, ukur dinding sebelum memasang pegboard dan gunakan sistem pemasangan yang kuat. Barang yang paling sering digunakan sebaiknya berada di area tengah yang mudah dijangkau, sedangkan benda yang jarang dipakai dapat ditempatkan di bagian atas atau samping.

Pada akhirnya, pegboard yang ideal bukanlah yang paling besar atau paling penuh. Pegboard terbaik adalah yang mampu membuat meja lebih lega, barang lebih mudah ditemukan, dan seluruh aksesori memiliki tempat penyimpanan yang jelas. Dengan perencanaan sederhana, dinding kosong di atas meja gaming dapat berubah menjadi pusat organisasi yang rapi sekaligus menarik.