MediaTek Helio P22: Setara Snapdragon Berapa dan Performa Nyata di Smartphone Budget?

Kalau kamu lagi memilih ponsel murah atau entry-level, salah satu pertanyaan besar yang sering muncul adalah: “MediaTek Helio P22 itu setara Snapdragon berapa?” Pertanyaan ini jadi penting karena banyak pembeli ingin tahu apakah ponsel murah punya performa yang masih layak dipakai sehari-hari.

MediaTek Helio P22 adalah salah satu chipset entry-level yang banyak dipakai di ponsel hemat anggaran. Chip ini digemari karena efisiensi energi, konsumsi daya rendah, dan harga ponsel yang terjangkau. Namun di sisi lain, performanya jelas tidak sebanding dengan chipset kelas menengah atau flagship. Untuk membantu kamu memahami di mana posisi Helio P22 di antara kompetitor Snapdragon, artikel ini akan menguraikan performa teknis, perbandingan nyata, dan skenario penggunaan chipset ini.

1. Apa Itu MediaTek Helio P22?

MediaTek Helio P22 merupakan chipset entry-level dari MediaTek yang dirilis sekitar tahun 2018 dan diproduksi melalui teknologi 12 nm. Chip ini punya 8 inti CPU berbasis ARM Cortex-A53, dengan konfigurasi 4 x 2,0 GHz dan 4 x 1,5 GHz agar dapat menangani perpaduan tugas ringan dan moderat secara efisien. GPU yang digunakan adalah PowerVR GE8320, yang lebih cocok untuk tugas grafis ringan dan game kasual.

Arsitektur ini menempatkan Helio P22 sebagai prosesor yang fokus pada efisiensi baterai dan kinerja dasar, seperti membuka aplikasi sosial media, browsing ringan, streaming video, dan tugas harian yang tidak berat. Karena proses fabrikasi sudah mencapai 12 nm, konsumsi daya bisa lebih kompetitif dibanding pendahulunya, membuatnya ideal bagi ponsel dengan baterai besar yang ingin bertahan seharian.

Chipset ini juga mendukung kamera hingga resolusi tertentu (misalnya hingga 21 MP), jaringan 4G-LTE standar, serta fitur dasar seperti Bluetooth dan navigasi GPS. Namun, kemampuan AI dan pengolahan grafisnya jelas dibatasi oleh arsitektur dan teknologi GPU yang dipakai.

2. Helio P22 Setara Snapdragon Apa?

Pertanyaan inti yang banyak ditanyakan adalah: “Helio P22 setara Snapdragon berapa?” Jawabannya secara umum, Helio P22 paling sering dibandingkan dengan Qualcomm Snapdragon 450 dari generasi lama. Kedua chipset ini punya klasifikasi dan spesifikasi yang cukup sebanding, terutama dari segi arsitektur CPU yang sama-sama memanfaatkan inti Cortex-A53.

Perbandingan ini muncul dari analis benchmark seperti NanoReview yang menunjukkan bahwa performa keseluruhan kedua chipset ini tidak jauh berbeda. Dalam tes AnTuTu, skor Helio P22 dan Snapdragon 450 berada pada rentang yang relatif dekat, dan ini mencerminkan pengalaman penggunaan yang setara di kelas entry-level. Meski Snapdragon 450 secara total bisa sedikit lebih tinggi di beberapa tes, perbedaannya tidak signifikan dalam tugas sehari-hari.

Namun perlu dicatat bahwa dalam beberapa aspek tertentu seperti efisiensi baterai atau kemampuan grafis ringan, Helio P22 bisa unggul atau setara karena GPU PowerVR-nya yang memiliki frekuensi cukup kompetitif. Dalam tes tertentu, Helio P22 bahkan menunjukkan skor GPU lebih tinggi daripada Snapdragon 450.

Perbandingan dengan Snapdragon yang lebih kuat seperti seri 665 atau 600-an tidak relevan karena keduanya berada di segmen yang lebih tinggi, dengan performa keseluruhan yang jauh melebihi Helio P22.

Baca juga  :  10 Strategi untuk Membuat Utas Threads yang Viral dan Berkualitas

3. Performa CPU: Kinerja Harian dan Multi-Tasking

Helio P22 memakai 8 inti Cortex-A53, yang lebih fokus pada efisiensi baterai daripada performa kencang. Ini artinya, saat menjalankan aplikasi sehari-hari seperti WhatsApp, Instagram, browsing, atau streaming video, Helio P22 masih mampu memberikan performa yang cukup memadai tanpa lag berarti.

Namun saat masuk ke tugas yang lebih berat seperti editing video, tugas multitasking berat, atau aplikasi sniper kelas atas, Helio P22 akan terlihat keterbatasannya. CPU jenis Cortex-A53 memang sangat hemat energi, tetapi arsitektur ini memang bukan untuk tugas komputasi intensif atau aplikasi berat.

Benchmark juga menunjukkan bahwa dalam tes single-core dan multi-core, Helio P22 punya skor yang lebih rendah dibandingkan prosesor kelas atas dan menengah. Ini berarti bahwa saat membuka banyak aplikasi secara bersamaan atau beralih cepat antar aplikasi, pengalaman pengguna bisa terasa lebih lambat dibanding ponsel dengan chipset Snapdragon 600-series atau lebih tinggi.

Jadi untuk penggunaan sehari-hari ringan sampai moderat, Helio P22 sudah cukup; tapi bagi mereka yang membutuhkan performa tinggi atau multitasking intensif, chipset ini mungkin terasa kurang responsif.

4. Performa Grafis: Game Ringan dan Visual

MediaTek Helio P22 dilengkapi GPU PowerVR GE8320, yang dirancang untuk menangani grafis dasar. Di kategori game ringan seperti Candy Crush, Subway Surfers, atau game 2D sederhana lainnya, chipset ini mampu menjalankan game dengan cukup mulus di pengaturan grafis rendah atau menengah.

Namun saat dipakai untuk game 3D yang lebih berat seperti Genshin Impact, PUBG Mobile, atau game AAA lain yang memerlukan sumber daya grafis tinggi, Helio P22 akan mengalami lag signifikan bahkan pada pengaturan terendah. Ini karena GPU yang dipakai tidak dirancang untuk menangani beban grafis berat dalam waktu lama.

Dibandingkan dengan Snapdragon yang punya GPU Adreno, performa grafis PowerVR GE8320 memang relatif terbatas. Misalnya Snapdragon seri 600 atau lebih tinggi punya GPU yang jauh lebih kuat sehingga pengalaman gaming-nya lebih baik.

Bagaimanapun, jika tujuan utama penggunaan ponselmu bukan gaming berat, Helio P22 tetap memadai untuk konten sosial media, video, dan permainan ringan yang tetap menyenangkan.

5. Efisiensi Baterai: Kelebihan yang Jelas

Salah satu keunggulan Helio P22 dibanding banyak chipset entry-level lain adalah efisiensi baterai yang relatif baik. Arsitektur Cortex-A53 yang hemat energi dan proses fabrikasi 12 nm membuat chipset ini sangat efisien dalam konsumsi daya. Ini berarti ponsel dengan Helio P22 bisa bertahan seharian penuh untuk tugas harian tanpa masalah besar.

Dalam benchmark terkait efisiensi, Helio P22 sering menunjukkan skor baterai keseluruhan yang unggul dibandingkan Snapdragon 450, yang menandakan bahwa chipset ini bisa menawarkan lebih banyak waktu penggunaan baterai dengan kapasitas yang sama.

Kombinasi konsumsi daya rendah dan baterai besar membuat Helio P22 populer di ponsel entry-level yang menargetkan pengguna yang tidak ingin sering mengecas ponsel, terutama di segmen pelajar atau pengguna kasual.

6. Kapan Harus Memilih Smartphone dengan Helio P22?

📍 Daily Use Ringan–Sedang

Helio P22 cocok untuk pengguna yang hanya butuh menjalankan aplikasi sosial media, chatting, browsing, dan streaming video tanpa kebutuhan multitasking berat.

📍 Budget-Friendly

Jika budgetmu terbatas dan kamu ingin ponsel murah yang tetap memiliki performa cukup untuk kebutuhan dasar tanpa sering nge-lag, Helio P22 adalah opsi yang realistis.

📍 Baterai Tahan Lama

Konsumen yang mengutamakan durasi baterai lebih dari performa tinggi akan menemukan Helio P22 sangat memadai karena kemampuan hemat energinya.

Tetapi untuk gamer berat, content creator, atau pengguna yang sering menjalankan aplikasi berat seperti editing video atau game 3D, Helio P22 kemungkinan akan terasa kurang menggigit.

7. Perbandingan dengan Snapdragon yang Lebih Kuat

Untuk memberikan konteks performa yang lebih luas, Helio P22 juga sering dibandingkan—meskipun tidak setara—dengan chipset Snapdragon di kelas yang lebih tinggi seperti Snapdragon 665. Dari benchmark, Snapdragon 665 menunjukkan performa CPU dan GPU yang secara signifikan lebih tinggi dibanding Helio P22, sehingga memberikan pengalaman gaming dan multitasking yang jauh lebih baik.

Begitu pula dengan Snapdragon 765G atau seri Seri 700 lainnya yang memperlihatkan perbedaan performa besar bila dibandingkan Helio P22. Ini menunjukkan bahwa Helio P22 memang berada di segmen entry-level yang jauh di bawah performa mid-range.

Perbandingan seperti ini membantu konsumen memahami bahwa Helio P22 punya posisi performa yang jelas di kelasnya sendiri—cukup, tetapi bukan untuk kebutuhan tinggi.

8. Contoh Smartphone yang Menggunakan Helio P22

Beberapa ponsel budget yang memakai Helio P22 termasuk model dari berbagai merek yang fokus pada segmen pemula. Contoh umum antara lain ponsel entry-level dari Vivo, Xiaomi, Samsung, atau Tecno yang memakai Helio P22 sebagai jantung performanya.

Kelebihan dari ponsel-ponsel ini biasanya terletak pada harga terjangkau, daya baterai yang tahan lama, dan kinerja cukup untuk aktivitas harian tanpa harus membayar mahal.

Kesimpulan

MediaTek Helio P22 adalah chipset entry-level yang setara secara performa dengan Qualcomm Snapdragon 450 dalam konteks tugas dasar dan moderat.

Ini bukan prosesor kelas menengah atau flagship, tetapi sangat layak untuk kamu yang butuh ponsel budget yang hemat baterai, lancar menjalankan aplikasi sosial, dan menikmati konten video.

Jika kebutuhanmu lebih berat—seperti game grafis tinggi atau multitasking intensif—lebih baik mempertimbangkan pilihan chipset yang lebih kuat seperti Snapdragon 665, 700-series, atau MediaTek Dimensity di kelas yang lebih tinggi.

Dengan memahami posisi Helio P22 di pasar chipset, kamu bisa membuat keputusan lebih jitu saat memilih ponsel murah yang tetap berkinerja layak sesuai kebutuhanmu.