Banyak orang berpikir bahwa menekan tombol “OFF” berarti perangkat elektronik rumah benar-benar tidak menggunakan listrik lagi. Padahal, dalam banyak kasus, perangkat tersebut masih tetap menarik daya dari jaringan listrik, meskipun Anda merasa telah mematikannya. Fenomena ini dikenal sebagai standby power, phantom load, atau vampire load — yaitu konsumsi listrik oleh perangkat yang tampak mati, tetapi masih dalam mode siap siaga atau memiliki fungsi internal yang aktif.
Akibatnya, rumah Anda bisa diam-diam terus “membayar” listrik untuk hal yang sebenarnya tidak digunakan. Bahkan menurut data dari U.S. Department of Energy, konsumsi listrik dalam keadaan standby dapat menyumbang sekitar 10 persen dari total penggunaan listrik rumah tangga, tergantung jumlah perangkat.
Di artikel ini, kita akan mengulas 10 perangkat rumah tangga yang sering tetap menyedot listrik meskipun sudah dimatikan, kenapa hal ini terjadi, serta cara sederhana untuk mengurangi konsumsi listrik “diam-diam” ini agar tagihan listrik lebih hemat dan lingkungan pun lebih terjaga.
1. Televisi (Termasuk Smart TV)
Televisi, khususnya smart TV, sering kali menjadi salah satu perangkat yang paling banyak menyedot listrik saat dimatikan. Ketika berada dalam mode standby, TV tetap terhubung untuk merespons perintah dari remote control, mengaktifkan fitur instant on, atau menerima pembaruan jaringan.
Meskipun konsumsi dayanya tidak setinggi saat TV benar-benar menyala, energi yang terus mengalir selama 24 jam sehari bisa menambah konsumsi listrik rumah secara signifikan. TV modern biasanya memiliki indikator lampu standby kecil yang menandakan perangkat masih aktif secara listrik meskipun tidak tampak menyala.
Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mencabut colokan TV dari stop kontak saat tidak digunakan, atau menggunakan smart power strip yang bisa memutus pasokan listrik sepenuhnya ketika perangkat tidak aktif.
2. Charger Ponsel dan Perangkat Elektronik Kecil
Charger ponsel, tablet, laptop, atau perangkat kecil lainnya tampaknya tidak terlalu “berbahaya” ketika ditinggalkan dalam stop kontak tanpa perangkat yang terpasang. Namun, sebagian besar charger menggunakan listrik kecil hanya untuk memeriksa apakah ada perangkat yang akan diisi daya. Bahkan saat tidak digunakan, beberapa charger tetap mengonsumsi puluhan miliwatt energi setiap jamnya.
Nah, jika Anda memiliki beberapa charger di rumah, konsumsi listrik kecil yang tampaknya tidak berarti ini justru bisa berkali-kali lipat ketika dijumlahkan. Kebiasaan paling sederhana adalah mencabut charger setelah selesai digunakan, karena kebiasaan ini saja sudah bisa memberikan penghematan energi yang nyata.
Baca juga : 7 Hal yang Tak Boleh Kamu Percayakan pada ChatGPT menurut Psikologi (dan Kenapa)
3. Router dan Modem Internet
Router Wi-Fi dan modem internet biasanya merupakan perangkat yang selalu terhubung ke listrik, bahkan ketika Anda tidak aktif menggunakan internet. Keberadaan jaringan aktif setiap saat menyebabkan router menarik listrik terus-menerus untuk menjaga koneksi jaringan antarperangkat rumah seperti smartphone, TV pintar, atau kamera keamanan tetap berjalan.
Karena fungsi ini penting untuk konektivitas rumah, bukan berarti Anda bisa mencabutnya setiap hari. Tetapi memahami bahwa router terus memakan listrik membantu Anda mempertimbangkan penggunaan alat lain (seperti modem tambahan atau perangkat jaringan lainnya) secara lebih bijak untuk mengurangi konsumsi daya yang tidak perlu.
4. Set-Top Box dan Dekoder TV Kabel/Satelit
Perangkat seperti set-top box, dekoder TV kabel, atau satelit sering terus menyedot listrik bahkan setelah TV dimatikan. Ini karena perangkat ini biasanya dirancang untuk selalu online, menerima infomasi channel terbaru, melakukan pembaruan perangkat lunak, atau menerima jadwal program secara otomatis.
Mode standby ini membuat perangkat siap dipakai kembali dengan cepat, tetapi juga berarti listrik tetap mengalir. Saran terbaik adalah mencabut perangkat ini dari stop kontak jika tidak digunakan dalam jangka waktu lama, atau memanfaatkan power strip dengan tombol untuk memutus semua perangkat sekaligus.
5. Microwave, Oven, dan Peralatan Dapur Digital
Perangkat dapur modern seperti microwave, oven listrik, coffeemaker, atau rice cooker dengan jam digital sering kali memiliki panel kontrol, timer, atau layar yang terus menyala. Ini berarti mereka tetap menarik energi meskipun Anda tidak mengoperasikannya.
Sebagai contoh, jam digital pada microwave atau coffeemaker harus tetap aktif untuk menampilkan waktu, sehingga listrik tetap digunakan untuk tujuan sekecil itu. Jika Anda ingin memotong konsumsi listrik ini, pertimbangkan untuk mencabut perangkat yang tidak akan dipakai dalam beberapa hari atau mencari model yang lebih hemat standby.
6. Komputer dan Perangkat Komputer Peripheral
Komputer desktop dan laptop biasanya memakan energi saat aktif digunakan, tetapi bahkan ketika “dimatikan”, perangkat semacam hard disk, motherboard, kartu jaringan, atau periferal lain masih bisa menarik listrik kecil karena mode sleep atau standby.
Monitor yang tetap terhubung juga bisa menarik daya kecil. Dalam kasus ini, sebagian orang menggunakan smart strip atau memutus sambungan ke soket listrik saat perangkat tidak akan dipakai dalam waktu panjang — contohnya ketika bepergian.
7. Sistem Audio dan Speaker
Sistem audio rumah (soundbar, amplifier, receiver) sering memiliki standby mode agar bisa langsung merespon remote control. Meskipun konsumsi listriknya terlihat kecil, perangkat seperti ini biasanya dibiarkan terpasang selama berminggu-minggu tanpa dimatikan total.
Akumulasi daya kecil dari perangkat-perangkat ini dapat memengaruhi tagihan listrik bulanan bila banyak perangkat audio rumah tangga yang terpasang sekaligus.
8. Printer, Scanner, dan Perangkat Jaringan Lainnya
Printer, scanner, dan perangkat jaringan lain seperti network attached storage atau multi-function device juga sering menarik listrik saat standby. Ini terjadi karena mereka perlu siap menerima perintah saat diminta oleh komputer atau perangkat lain di jaringan lokal.
Jika perangkat tersebut tidak sering dipakai, mencabutnya dari listrik bisa mengurangi konsumsi energi yang sia-sia, terutama di rumah atau kantor kecil.
9. Konsol Game
Konsol game seperti PlayStation atau Xbox biasanya memiliki mode instant on agar permainan bisa dimulai lebih cepat. Sayangnya, instant on ini justru berarti perangkat tetap tersambung ke listrik secara aktif dan tetap menarik daya meskipun tampaknya dimatikan.
Solusi untuk mengatasi hal ini adalah mengubah pengaturan energi agar konsol benar-benar mati (full shutdown) ketika tidak digunakan, atau mencabut kabel listrik jika Anda tidak berniat memakainya dalam jangka waktu lama.
10. Perangkat Rumah Pintar dan IoT
Terakhir, perangkat rumah pintar seperti smart plug, kamera keamanan, smart thermostat, serta lampu pintar, semuanya memerlukan listrik untuk tetap terhubung ke jaringan Wi-Fi rumah dan menunggu perintah. Meskipun sering kali konsumsi listriknya kecil, jumlah perangkat pintar yang banyak bisa berkontribusi terhadap konsumsi standby power yang setara dengan peralatan besar jika dihitung secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penting untuk mengevaluasi kebutuhan setiap perangkat pintar di rumah Anda — jangan biarkan perangkat yang jarang digunakan terus tersambung tanpa alasan kuat.
Mengapa Ini Terjadi? Fenomena Standby Power dan Vampire Load
Perangkat-perangkat di atas menyedot listrik meskipun dalam kondisi mati karena mereka masih memiliki rangkaian internal yang aktif. Komponen seperti sensor remote, jam digital, sirkuit untuk pembaruan secara otomatis, serta koneksi jaringan memerlukan energi dalam jumlah kecil untuk tetap berjalan.
Istilah phantom load, standby power, atau vampire load digunakan untuk menggambarkan fenomena di mana listrik tetap digunakan oleh perangkat secara diam-diam ketika tidak digunakan secara aktif.
Data dari DOE bahkan menunjukkan bahwa meskipun satu perangkat memiliki konsumsi daya kecil, jika dikalikan dengan jumlah perangkat di rumah tangga modern, daya yang terbuang ini bisa mencapai persentase signifikan dari total penggunaan listrik rumah.
Cara Mengurangi Konsumsi Listrik yang Tidak Perlu
Untuk mengatasi fenomena ini dan menekan tagihan listrik rumah tangga, berikut beberapa tips yang bisa langsung diterapkan:
Unplug perangkat yang tidak perlu: Ini adalah cara paling sederhana dan efektif. Jika perangkat tidak akan digunakan dalam waktu lama, cabut saja dari stop kontak.
Gunakan smart power strip: Perangkat ini bisa otomatis memutus daya saat perangkat tidak aktif atau saat tidak ada arus signifikan yang dibutuhkan.
Atur perangkat agar benar-benar mati: Misalnya pada konsol game atau komputer, ubah pengaturan agar perangkat tidak masuk ke standby/instant on, tetapi benar-benar shutdown.
Pilih perangkat dengan efisiensi rendah pada standby power: Beberapa perangkat modern sudah dirancang untuk menarik daya sangat kecil saat mati. Memilih perangkat yang ramah energi bisa membantu.
Kesimpulan: Hemat Listrik dengan Memahami Perilaku Perangkat
Meski tampaknya kecil, konsumsi listrik oleh perangkat rumah tangga yang tetap menyedot listrik meskipun dimatikan — vampire load — dapat memengaruhi tagihan listrik secara keseluruhan. Televisi, router, charger, dan berbagai perangkat lain di rumah sering kali tetap menggunakan daya karena fitur internal seperti jam digital, mode standby, dan konektivitas jaringan.
Dengan memahami fenomena ini dan menerapkan langkah-langkah sederhana seperti mencabut perangkat yang tidak perlu atau menggunakan smart strip, Anda bisa menekan penggunaan listrik yang tidak perlu, hemat biaya, dan sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi karbon dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari.