MediaTek secara resmi memperkenalkan dua chipset terbarunya, yaitu Dimensity 9500s dan Dimensity 8500, yang diposisikan untuk mengisi pasar smartphone flagship dan premium di awal tahun 2026. Peluncuran ini menegaskan strategi MediaTek untuk terus bersaing di segmen performa tinggi, terutama dalam gaming, kecerdasan buatan (AI), serta efisiensi energi yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.
Kedua chipset ini membawa banyak peningkatan teknis signifikan dan fitur modern yang menyasar kebutuhan pengguna yang menginginkan performa ekstrem tanpa mengorbankan daya baterai. Dengan arsitektur CPU mutakhir, kemampuan GPU yang kuat, serta dukungan AI yang kian luas, Dimensity 9500s dan 8500 siap menjadi “otak” perangkat Android masa depan. Berikut delapan hal penting yang perlu kamu tahu tentang dua jagoan chipset terbaru MediaTek ini.
1. Teknologi Proses Fabrikasi: 3nm vs 4nm Untuk Kinerja & Efisiensi
Salah satu perbedaan paling fundamental antara Dimensity 9500s dan Dimensity 8500 terletak pada teknologi proses fabrikasi yang digunakan. Dimensity 9500s dibangun menggunakan proses 3 nanometer (nm) generasi lanjut, memungkinkan performa CPU dan GPU sangat tinggi tetapi tetap menjaga efisiensi daya baterai yang optimal.
Sementara itu, Dimensity 8500 memanfaatkan proses 4nm, yang meskipun sedikit lebih besar, tetap mampu menghadirkan performa kuat terutama di sektor gaming dan AI, serta menawarkan efisiensi energi yang sangat kompetitif di kelasnya.
Perbedaan proses fabrikasi ini mengindikasikan posisi yang sedikit berbeda di pasar: 3nm pada 9500s menempatkannya lebih dekat pada kelas flagship, sedangkan 4nm pada 8500 memberikan titik keseimbangan yang pas antara performa dan efisiensi di segmen premium.
2. Arsitektur CPU: “All Big Core” untuk Performa Maksimal
Dimensity 9500s hadir dengan arsitektur CPU klasik MediaTek yang disebut “All Big Core”, yang berarti semua inti CPU dirancang untuk kinerja tinggi. Konfigurasi ini mencakup satu inti ultra Cortex-X925 dengan kecepatan hingga 3,73 GHz, tiga inti Cortex-X4 untuk performa cepat, dan empat inti Cortex-A720 yang bertugas menangani tugas efisiensi tanpa harus mengorbankan kecepatan.
Desain tersebut menjadikan Dimensity 9500s sangat kuat dalam menyelesaikan tugas berat seperti multitasking intensif, gaming berat, pengolahan konten 8K, hingga aktivitas komputasi canggih lainnya.
Sementara itu Dimensity 8500 menggunakan delapan inti Cortex-A725 dengan frekuensi puncak 3,4 GHz, yang lebih fokus menyeimbangkan performa harian dan konsumsi daya efisien. Struktur ini sangat cocok bagi pengguna yang membutuhkan kinerja cepat untuk aplikasi sosial, game, dan produktivitas tanpa overhead besar pada baterai.
Baca juga : Panduan Lengkap: Memahami Kode iPhone SA/A dan Kode Model Lainnya — Penting untuk Pembeli Baru dan Bekas
3. GPU & Performa Gaming: Immortalis vs Mali-G720
Aspek grafis mengalami peningkatan signifikan di kedua chipset. Dimensity 9500s dilengkapi dengan Immortalis-G925 GPU, yang membawa dukungan fitur seperti ray tracing tingkat lanjut—fitur yang sebelumnya lebih identik dengan konsol atau PC kelas atas—untuk menghadirkan visual yang realistis dan pengalaman gaming lebih imersif.
Adaptive Game Technology 3.0 serta Frame Technology 3.0 yang terintegrasi di 9500s juga membantu mengelola frame rate dan konsumsi energi secara dinamis saat bermain game berat.
Di sisi lain, Dimensity 8500 menggunakan GPU Mali-G720 MC8 dengan peningkatan performa puncak hingga 25% dibanding generasi sebelumnya, sambil menekan konsumsi daya sebesar 20%, menjadikannya pilihan kuat bagi gamer di segmen premium. Fitur ray tracing juga mulai diperluas ke chipset ini, membawa efek visual yang lebih halus bahkan pada game mainstream.
4. Kecerdasan Buatan (AI) Lebih Cepat & Luas
AI menjadi fokus penting di era 5G dan smartphone pintar masa kini, dan kedua chipset menyuntikkan kemampuan ini dengan serius. Dimensity 9500s dilengkapi NPU (Neural Processing Unit) canggih yang dioptimalkan untuk tugas generatif AI — seperti pengolahan foto, AI image editing, pembuatan konten otomatis, hingga ringkasan teks panjang — semuanya dilakukan langsung di perangkat (on-device).
Imagiq processor yang terintegrasi juga memperkuat kemampuan kamera, memungkinkan perekaman video 8K Dolby Vision HDR serta pelacakan gerakan real-time pada frame rate tinggi — ideal bagi kreator konten video.
Dimensity 8500 pun mendukung generasi AI terkini melalui NPU generasi delapan dan kompatibilitas dengan model bahasa besar (LLM/MLLM), mendukung fitur seperti terjemahan real-time, generasi gambar, serta optimasi konten visual secara cerdas.
5. Konektivitas Canggih: 5G, Wi-Fi, & Bluetooth
Dimensity 9500s mengintegrasikan modem 5G Release-17 yang mendukung agregasi sinyal hingga empat operator (4CC-CA) serta kecepatan unduh teoritis hingga 7 Gbps, memberikan koneksi ultra cepat yang stabil di jaringan 5G modern.
Teknologi AI Network Suite 2.0 yang dihadirkan juga mampu meningkatkan performa jaringan dalam kondisi sinyal lemah, sementara fitur seperti MediaTek Xtra Range 3.0 membantu memperluas jangkauan sinyal Wi-Fi di ruang dalam atau area rumah yang sulit terjangkau.
Kedua chipset juga mendukung Bluetooth versi terbaru serta fitur konektivitas lebih lanjut seperti Bluetooth antar-ponsel dengan jangkauan hingga beberapa kilometer — sebuah tambahan yang menarik untuk konektivitas masa depan.
6. Kamera & Pengalaman Media yang Lebih Immersif
MediaTek memperkuat sektor kameranya lewat dukungan Image Signal Processor (ISP) pada Dimensity 9500s yang mampu menangani video resolusi tinggi dan foto dengan kualitas profesional. ISP ini mendukung perekaman video 8K Dolby Vision HDR serta pelacakan gerakan secara real-time pada 30 fps.
Sementara itu, Dimensity 8500 juga menawarkan ISP yang sangat baik, mendukung sensor kamera hingga 320MP, perekaman video 4K, serta sejumlah fitur AI imaging seperti penghapusan silau (anti-glare), semantics engine, dan algoritma telephoto berkualitas tinggi — yang memberikan hasil foto lebih tajam dan detail.
Hal ini menjadikan kedua chipset bukan sekadar pusat komputasi, tetapi juga otak kreatif yang mampu menghadirkan hasil foto dan video profesional dari sebuah smartphone.
7. Efisiensi Energi & Pengalaman Pengguna Sehari-hari
Dukungan teknologi hemat daya seperti MediaTek UltraSave di Dimensity 9500s membantu memperpanjang masa pakai baterai meskipun dipakai menjalankan aplikasi berat atau selama sesi gaming panjang.
Dimensity 8500 dengan desain efisiensi juga memastikan konsumsi daya tetap rendah tanpa menurunkan performa signifikan — menghasilkan pengalaman sehari-hari yang halus, responsif, dan tidak cepat menguras baterai.
Kombinasi efisiensi baterai, performa tinggi, serta dukungan komputasi AI membuat kedua chipset ini sangat cocok untuk perangkat yang mengutamakan keseimbangan antara kinerja dan ketahanan baterai sepanjang hari.
8. Dampak di Pasar Smartphone Global & Produk Pertama yang Menggunakannya
MediaTek diperkirakan akan memasok chipset Dimensity 9500s dan 8500 ke puluhan model smartphone global sepanjang 2026, memperkuat posisinya sebagai salah satu pemasok SoC terbesar dunia.
Salah satu ponsel yang telah dikonfirmasi menggunakan Dimensity 9500s adalah Redmi Turbo 5 Max dari Xiaomi — menjadikannya salah satu perangkat pertama yang membawa teknologi ini ke pasar massal. Skor benchmark awal menunjukkan angka sangat tinggi sehingga menjanjikan performa flagship bahkan di kelas sub-flagship.
Sementara itu, banyak produsen lain di segmen premium kemungkinan akan mengadopsi chipset ini dalam model andalan mereka atau seri penengah berkinerja tinggi sepanjang tahun depan.
Kesimpulan: Dua Chipset, Lebih Banyak Pilihan & Kebebasan Inovasi
Peluncuran MediaTek Dimensity 9500s dan Dimensity 8500 menandai era baru bagi industri smartphone: semakin dekatnya performa gaming kelas atas dan kecerdasan buatan yang canggih hadir di perangkat yang lebih luas, tidak hanya terbatas pada ponsel flagship super mahal.
Dimensity 9500s unggul pada performa puncak, gaming imersif, serta kemampuan AI yang sangat tinggi, sementara Dimensity 8500 memberikan pengalaman serupa dengan harga lebih terjangkau namun tetap berkualitas. Keduanya memperluas batasan kemampuan perangkat seluler di 2026 — dari hiburan, produktivitas, hingga pembuatan konten profesional.
Dengan rentang fitur yang kuat dan dukungan teknologi masa depan, kedua chipset ini tidak hanya menjadi otak perangkat, tetapi juga fondasi inovasi smartphone generasi berikutnya.