Panduan Lengkap: Cara Mendeteksi SMS Penipuan di Android Pakai Circle to Search — dan Tips Tambahan agar Kamu Tidak Tertipu

SMS penipuan (smishing) masih menjadi ancaman serius di era digital. Di Indonesia dan global, teknik penipuan melalui SMS semakin canggih — dari klaim hadiah undian palsu, pemberitahuan bank, hingga tautan ajakan klik yang seolah-olah resmi. Bila tidak hati-hati, korban bisa kehilangan data pribadi, uang, atau akun digital mereka. Namun, untuk pengguna Android, kini ada alat baru yang bisa membantu mendeteksi SMS mencurigakan dengan cepat: Circle to Search dari Google.

Fitur ini memanfaatkan teknologi on-device AI untuk mengidentifikasi informasi penting dan memberi konteks secara instan ketika kamu menyorot teks tertentu — termasuk SMS. Dalam artikel ini kita akan mengulas delapan langkah dan strategi lengkap menggunakan Circle to Search serta cara deteksi SMS penipuan, termasuk tips tambahan yang wajib kamu tahu supaya terlindungi dari tipu muslihat smishing yang semakin beragam.

1. Apa Itu SMS Penipuan (Smishing)?

SMS penipuan atau smishing adalah variasi phishing yang dilakukan melalui pesan teks. Tujuan utamanya adalah mengelabui pengguna agar melakukan aksi tertentu, seperti mengklik tautan, memberikan kode OTP, informasi kartu kredit, atau menghubungi nomor tertentu yang berbiaya tinggi.

Penipu sering menyamar sebagai:

Pihak bank atau lembaga keuangan

Platform e-commerce

Operator seluler

Lembaga pemerintah

Teman atau kontak yang diretas

Pesan biasanya mengandung urgensi atau ancaman, misalnya:

“Akun kamu akan diblokir! Klik tautan ini untuk verifikasi.”

Atau:

“Kamu memenangkan hadiah! Klaim sekarang sebelum periode berakhir.”

Taktik ini memanfaatkan emosi dan rasa takut kehilangan, sehingga banyak pengguna tanpa sadar mengikuti instruksi yang terlihat meyakinkan pada awalnya.

2. Kenapa Android Butuh Fitur Deteksi Penipuan SMS?

Walaupun Android sudah dilengkapi beberapa fitur keamanan, laporan smishing terus meningkat. Banyak SMS penipuan memanfaatkan teknik yang semakin canggih, seperti:

Menyamar dengan nama pengirim mirip resmi

Menyertakan tautan spoofed

Menggunakan struktur bahasa yang natural sehingga terlihat bukan hasil mesin

Akibatnya, metode manual (hanya membaca dan menebak apakah SMS itu penipuan) sering tidak cukup.

Di sinilah fitur seperti Circle to Search menjadi penting. Dengan kemampuan AI untuk segera memberikan informasi terkait teks yang kamu sorot, alat ini membantu mengidentifikasi:

apakah tautan itu berbahaya

siapa pengirimnya

apakah pesan tersebut memiliki pola yang umum dalam penipuan

Hasilnya adalah deteksi yang lebih cepat dan akurat, bahkan sebelum kamu mengklik tautan berbahaya.

Baca juga :  ChatGPT Translate Meluncur: Tantangan Baru untuk Google Translate di Era AI

3. Aktivasi & Cara Pakai Circle to Search untuk Deteksi SMS

Fitur Circle to Search pada Android memungkinkan kamu menyorot teks apapun, termasuk SMS, lalu memunculkan hasil pencarian instan yang relevan.

Inilah langkah lengkapnya:

Perbarui Android ke versi terbaru

Fitur ini bekerja optimal pada Android 13 ke atas (tergantung pabrikan). Pastikan perangkatmu sudah di-update.

Aktifkan Circle to Search

Masuk ke Settings → Google → Search

Cari opsi Circle to Search dan aktifkan.

Buka SMS yang mencurigakan

Misalnya pesan yang mengatakan kamu “menang hadiah”.

Sorot kata/tautan yang mencurigakan

Tap dan tahan huruf lalu tarik hingga semua teks target terpilih.

Gambar lingkaran di sekitar teks

– Ketuk tombol Circle to Search atau gambar lingkaran di sekitar kata/tautan tersebut.

Lihat hasil pencarian

Android akan menampilkan konteks informasi, termasuk:

apakah tautan itu pernah dilaporkan berbahaya

apakah organisasi itu resmi

penjelasan terkait nama atau istilah yang ada di SMS

Putuskan apakah aman atau tidak

Jika hasil pencarian menunjukkan kaitan dengan penipuan, jangan klik tautan atau membalas SMS tersebut.

Laporkan SMS

Kamu bisa menggunakan fitur Report Spam di aplikasi SMS bawaan atau blokir nomor pengirim.

Dengan cara ini, risiko kamu terjebak smishing berkurang drastis karena kamu langsung punya konteks saat membaca pesan.

4. Contoh Kasus: Bagaimana Circle to Search Menyelamatkan Kamu

Bayangkan sebuah SMS seperti ini:

“Halo! Dana kamu telah dikembalikan. Klik tombol di bawah untuk klaim verifikasi: tinyurl.com/claim-refund123”

Tanpa alat deteksi, sebagian besar orang mungkin penasaran lalu mengklik tautan. Namun dengan Circle to Search:

Setelah menyorot tinyurl.com/claim-refund123, hasil pencarian mengatakan bahwa:

URL tersebut dilaporkan sebagai redirect berbahaya.

Tidak ada situs resmi bank/manajemen yang menyatakan adanya pengembalian dana.

Frasa tertentu sering ditemukan di laporan penipuan.

Dalam hitungan detik, kamu tahu bahwa SMS itu adalah penipuan, sehingga tautan tidak diklik dan data tetap aman.

5. Deteksi Pola Bahasa yang Mencurigakan

Selain tautan, teks itu sendiri bisa jadi indikator penipuan. Fitur Circle to Search juga membantu memahami konteks kata/frasa di SMS:

Beberapa pola yang sering muncul pada SMS penipuan:

“Akun kamu akan diblokir jika tidak mengklik…”

“Kamu memenangkan…!”

Permintaan informasi pribadi (Do not share OTP!)

Kata yang seharusnya resmi tetapi penulisannya aneh atau berbeda huruf (phish1ng)

Kamu bisa:

Menyorot frasa tersebut.

Lihat hasil pencarian/konteks.

Mengetahui apakah kata atau pola itu sering muncul dalam laporan penipuan.

Meski Circle to Search bukan sistem deteksi automatik seperti filter SMS spam, kemampuan ini memberi bukti konteks yang cepat sehingga kamu bisa memverifikasi sendiri SMS mencurigakan.

6. Tips Tambahan Mendeteksi SMS Penipuan Tanpa Fitur AI

Fitur Circle to Search sangat membantu, tetapi bukan satu-satunya cara mendeteksi SMS penipuan. Berikut langkah lain yang bisa kamu lakukan:

a. Periksa nomor pengirim

SMS resmi bank biasanya datang dari nomor khusus atau nama singkat yang konsisten, bukan nomor acak panjang.

b. Jangan klik tautan singkat (short link)

Penipu sering memanfaatkan URL shortener untuk menyamarkan tautan berbahaya. Jika terpaksa klik, gunakan Circle to Search atau layanan pemeriksa tautan berbahaya.

c. Waspadai permintaan kode OTP

Bank atau lembaga resmi tidak akan meminta kamu mengirimkan kode OTP melalui SMS atau aplikasi pesan.

d. Cek Ejaan & Tata Bahasa

Pesan penipuan sering berisi ejaan aneh, tata bahasa janggal, atau format yang tidak profesional.

e. Gunakan aplikasi SMS dengan filter spam

Beberapa aplikasi SMS memiliki fitur otomatis untuk menandai SMS berbahaya berdasarkan pola atau kata kunci.

f. Laporkan kepada provider atau lembaga resmi

Jika kamu menerima banyak SMS mencurigakan, provider sering memiliki mekanisme pelaporan (misalnya kirim ke 9115 di Indonesia).

Dengan kombinasi alat AI seperti Circle to Search dan pendekatan manual di atas, kamu akan lebih siap dalam menghadapi ancaman smishing yang semakin canggih.

7. Kapan Harus Melapor dan Blokir?

Tidak semua SMS mencurigakan otomatis penipuan, tetapi ada beberapa tanda besar yang sebaiknya langsung diblokir atau dilaporkan:

❗ Nomor yang tidak dikenal tapi mengaku resmi

❗ Permintaan klik tautan tanpa konteks jelas

❗ SMS yang memaksa tindakan cepat tanpa penjelasan rasional

❗ Informasi akun lengkap tidak sesuai budaya komunikasi resmi lembaga

❗ Tautan terlihat tidak relevan atau terlalu panjang/aneh

Jika kamu menerima SMS seperti ini:

Jangan klik tautan.

Blokir nomor pengirim.

Laporkan sebagai spam di aplikasi SMS atau kepada provider.

Jika klaim berkaitan dengan akun bank/pembayaran, hubungi layanan resmi melalui saluran yang terpercaya.

Langkah ini tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga membantu provider dan otoritas menindak nomor penipuan sehingga pengguna lain tidak ikut terdampak.

8. Peran AI untuk Keamanan Digital di Masa Depan

Circle to Search adalah contoh bagaimana kecerdasan buatan (AI) dapat langsung membantu pengguna mendeteksi ancaman secara real-time. Di masa depan, fitur keamanan seperti ini diperkirakan akan semakin terintegrasi ke sistem operasi, bukan hanya dari aplikasi terpisah.

Potensi aplikasi AI lainnya untuk keamanan SMS meliputi:

Analisis teks otomatis untuk mengidentifikasi pola penipuan

Penilaian tautan otomatis tanpa perlu diklik

Integrasi dengan sistem filter spam cerdas

Deteksi phishing melalui konteks komunikasi (bukan sekadar kata kunci)

AI juga memungkinkan pembelajaran dari pola penipuan baru secara cepat, sehingga teknologi ini dapat memperingatkan pengguna sebelum mereka menjadi korban.

Kesimpulan

SMS penipuan (smishing) tetap menjadi ancaman nyata di era digital, tetapi fitur-fitur baru seperti Circle to Search di Android memberi kita kemampuan untuk mendeteksi dan memverifikasi pesan mencurigakan secara instan. Dengan menyorot teks dan melihat konteks hasil pencarian, pengguna bisa langsung tahu apakah tautan atau frasa tertentu berpotensi berbahaya — jauh sebelum mereka mengklik atau memproses SMS tersebut lebih jauh.

Selain itu, menerapkan praktik keamanan tambahan seperti:

memeriksa nomor pengirim →

berhati-hati pada tautan singkat →

tidak membagikan kode OTP →

melaporkan dan memblokir SMS mencurigakan →

akan semakin memperkuat pertahanan kamu terhadap smishing.

Dengan menggabungkan kemampuan AI dan kesadaran pengguna, kita bisa membuat digital environment yang lebih aman — dimulai dari hal sederhana seperti cara membaca SMS dengan lebih cerdas.