Apa Bedanya Oven dan Air Fryer? Ini 6 Perbedaannya!

Dalam beberapa tahun terakhir, air fryer menjadi salah satu peralatan dapur paling populer, bahkan sering disebut sebagai “pengganti oven”. Banyak orang mulai bertanya-tanya: apakah oven masih relevan? Atau justru air fryer lebih unggul untuk kebutuhan memasak sehari-hari?

Padahal, meskipun sama-sama menggunakan panas untuk memasak makanan, oven dan air fryer punya fungsi, cara kerja, serta hasil masakan yang berbeda. Kesalahan memilih alat bisa membuat masakan kurang maksimal atau malah boros listrik dan waktu. Karena itu, penting memahami perbedaan oven dan air fryer secara menyeluruh sebelum memutuskan membeli atau menggunakannya.

Berikut ini enam perbedaan utama antara oven dan air fryer yang perlu kamu ketahui agar bisa menentukan mana yang paling cocok dengan gaya memasak dan kebutuhan dapurmu.

1. Oven Perlu Dipanaskan, Air Fryer Bisa Langsung Digunakan

Perbedaan paling mendasar antara oven dan air fryer terletak pada proses pemanasan awal. Oven konvensional umumnya membutuhkan waktu preheat sebelum digunakan. Elemen pemanas di dalam oven harus mencapai suhu tertentu agar panas menyebar merata ke seluruh ruang tungku.

Proses ini bisa memakan waktu beberapa menit hingga belasan menit, tergantung ukuran oven dan suhu yang diinginkan. Baru setelah itu, makanan bisa dimasukkan untuk dipanggang secara optimal. Inilah sebabnya oven sering terasa kurang praktis untuk memasak cepat.

Sebaliknya, air fryer bisa langsung digunakan tanpa pemanasan awal atau hanya membutuhkan waktu sangat singkat. Begitu dinyalakan, alat ini segera menghasilkan udara panas yang langsung bersirkulasi di ruang masak. Hal ini membuat air fryer jauh lebih praktis untuk kebutuhan memasak harian yang serba cepat.

2. Radiasi Panas Air Fryer Lebih Cepat dan Intens

Air fryer bekerja dengan sistem sirkulasi udara panas berkecepatan tinggi. Udara panas diputar menggunakan kipas sehingga menyelimuti makanan dari segala arah. Karena ruang masaknya kecil dan tertutup rapat, panas dapat mencapai suhu optimal dalam waktu singkat.

Hasilnya, proses memasak dengan air fryer bisa 20–30% lebih cepat dibanding oven konvensional. Selain cepat, panas yang berputar juga membuat tingkat kematangan lebih merata, terutama untuk makanan berukuran kecil hingga sedang.

Sementara itu, oven memanaskan ruang yang lebih besar. Meskipun panasnya stabil dan merata, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu ideal cenderung lebih lama. Oven unggul untuk pemanggangan yang membutuhkan suhu konsisten dalam waktu panjang, tetapi kurang efisien untuk masakan cepat.

Baca juga  :  Ketergantungan Layar Merusak Mata ? Kacamata AI untuk Latihan Fokus Mata Bisa Jadi Solusinya

3. Air Fryer Cocok untuk Menggoreng dan Memanggang, Oven Lebih Fleksibel untuk Baking

Fungsi utama air fryer adalah menggoreng dan memanggang dengan sedikit atau tanpa minyak. Alat ini sangat ideal untuk membuat kentang goreng, ayam crispy, nugget, sosis, tahu, tempe, hingga camilan beku. Tekstur yang dihasilkan biasanya kering dan renyah.

Air fryer juga bisa digunakan untuk memanggang makanan sederhana seperti ayam, ikan, atau sayuran. Namun, kemampuannya dalam baking cukup terbatas karena ruang dan kontrol panasnya tidak sefleksibel oven.

Sebaliknya, oven dirancang untuk teknik memasak yang lebih kompleks, terutama baking. Oven sangat cocok untuk membuat kue, roti, pizza, pastry, hingga masakan panggang besar seperti ayam utuh atau lasagna. Kontrol suhu yang stabil membuat oven lebih andal untuk resep yang membutuhkan presisi.

4. Tekstur Masakan Air Fryer Lebih Kering dan Crispy

Perbedaan hasil akhir masakan juga cukup signifikan. Air fryer menghasilkan tekstur makanan yang lebih kering dan crispy, bahkan hingga ke bagian dalam. Hal ini terjadi karena sirkulasi udara panas yang intens menguapkan kadar air di permukaan makanan dengan cepat.

Inilah alasan mengapa banyak orang menyukai air fryer untuk makanan “gorengan sehat”. Tanpa minyak pun, teksturnya tetap renyah dan menggugah selera.

Sementara itu, oven—terutama oven konveksi—memberikan tekstur yang lebih lembut di bagian dalam dan renyah di luar. Oven lebih mampu menjaga kelembapan makanan, sehingga cocok untuk kue, roti, dan hidangan yang membutuhkan tekstur empuk.

5. Kapasitas Oven Lebih Besar, Air Fryer Lebih Ringkas

Dari segi ukuran, oven jelas unggul dalam kapasitas. Oven bisa menampung loyang besar, ayam utuh, atau beberapa jenis makanan sekaligus. Ini membuat oven ideal untuk memasak dalam jumlah banyak, acara keluarga, atau kebutuhan usaha rumahan.

Air fryer hadir dengan desain yang lebih ringkas dan minimalis. Kapasitasnya memang terbatas, tetapi cukup untuk kebutuhan satu hingga tiga orang. Karena ukurannya kecil, air fryer juga lebih hemat tempat dan cocok untuk dapur mungil atau kos-kosan.

Jadi, jika kamu sering memasak porsi besar atau baking serius, oven adalah pilihan yang lebih tepat. Namun untuk kebutuhan praktis harian, air fryer jauh lebih efisien.

6. Air Fryer Cenderung Lebih Hemat Energi untuk Porsi Kecil

Soal konsumsi listrik, baik oven maupun air fryer sebenarnya relatif ekonomis jika digunakan sesuai kebutuhan. Air fryer umumnya memiliki daya sekitar 700–1400 watt, tetapi karena waktu memasaknya singkat, total energi yang digunakan cenderung lebih kecil untuk porsi kecil.

Oven biasanya membutuhkan daya 800–2000 watt dan waktu pemanasan yang lebih lama. Namun, karena kapasitasnya besar, oven justru lebih efisien jika digunakan untuk memasak banyak makanan sekaligus.

Dengan kata lain, air fryer lebih hemat untuk masakan cepat dan sedikit, sedangkan oven lebih efisien untuk masakan besar dan sekaligus.

7. Perawatan dan Daya Tahan Penggunaan Jangka Panjang

Selain fungsi dan hasil masakan, perbedaan oven dan air fryer juga terasa dari sisi perawatan dan ketahanan penggunaan. Air fryer relatif lebih mudah dirawat karena komponennya sederhana. Keranjang dan tray umumnya bisa dilepas, dilapisi anti lengket, dan aman dicuci secara manual maupun menggunakan dishwasher. Karena ruang masaknya kecil, sisa minyak dan remah makanan juga lebih mudah dibersihkan.

Namun, air fryer memiliki satu kelemahan utama: kipas dan elemen pemanasnya cukup sensitif. Jika sering digunakan tanpa dibersihkan secara rutin, sisa minyak bisa menumpuk dan memengaruhi performa sirkulasi udara. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat air fryer kurang optimal atau bahkan cepat rusak jika perawatannya diabaikan.

Di sisi lain, oven cenderung lebih tahan untuk penggunaan jangka panjang, terutama oven listrik atau oven tanam berkualitas baik. Meski proses pembersihannya lebih melelahkan—karena ruang lebih besar dan sisa makanan bisa menempel di dinding tungku—oven dirancang untuk pemakaian berat dan intens. Jika dirawat dengan benar, oven bisa bertahan bertahun-tahun dan tetap stabil performanya, terutama untuk kebutuhan memasak rutin dan baking serius.

Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Kamu ?

Memilih antara oven dan air fryer sebenarnya bukan soal mana yang lebih baik, tetapi mana yang lebih sesuai dengan kebutuhanmu. Jika kamu menginginkan alat masak praktis, cepat, dan hemat minyak untuk kebutuhan harian, air fryer adalah pilihan ideal.

Namun, jika kamu gemar baking, memasak porsi besar, atau bereksperimen dengan berbagai resep kompleks, oven masih menjadi alat yang sulit tergantikan.

Bahkan, banyak rumah tangga modern kini memilih memiliki keduanya: air fryer untuk kepraktisan sehari-hari, dan oven untuk kebutuhan memasak yang lebih serius. Dengan memahami perbedaan oven dan air fryer secara menyeluruh, kamu bisa memasak lebih efisien, hemat energi, dan tentunya menghasilkan hidangan yang maksimal.