Di era digital sekarang, tablet bukan lagi sekadar perangkat hiburan untuk nonton video atau buka media sosial. Tablet kelas menengah kini sudah berkembang menjadi perangkat produktivitas serba bisa — cocok untuk kuliah, kerja, desain grafis, hingga editing konten ringan. Salah satu faktor pendorongnya adalah hadirnya fitur kecerdasan buatan (AI) yang meningkatkan pengalaman pengguna, dan yang tak kalah penting, banyak model kini dilengkapi stylus presisi yang mendukung aktivitas mencatat, menggambar, hingga navigasi antarmuka yang lebih mulus dibanding sekadar jari.
Dengan budget sekitar Rp6 jutaan ke atas, kamu sekarang sudah bisa memiliki tablet yang multifungsi, punya layar luas yang nyaman dipakai seharian, performa stabil, fitur AI yang membantu kerja dan kreativitas, serta stylus yang presisi dan responsif. Artinya, keseimbangan antara harga dan kemampuan makin realistis bagi pengguna yang ingin mengganti laptop dengan tablet yang lebih ringan dan fleksibel.
Di bawah ini kita bahas lima tablet terbaik di kelas harga ini yang punya kombinasi fitur AI, dukungan stylus untuk produktivitas, serta performa yang layak dipertimbangkan di tahun 2026. Tiap model punya keunggulan dan kekhasannya masing-masing sehingga kamu bisa memilih yang paling sesuai dengan gaya kerja atau kebutuhan kreatifmu.
Motorola Moto Pad 60 Pro: Layar Jumbo & AI untuk Produktivitas Serius
Motorola Moto Pad 60 Pro berdiri di kelas harga sekitar Rp6–6,3 jutaan dan menjadi pilihan menarik untuk pengguna yang ingin tablet besar dan nyaman dipakai bekerja. Layarnya berukuran 12,7 inci dengan resolusi 3K dan refresh rate 144Hz, yang membuat tampilan tampak sangat halus saat menggulir dokumen, membuka banyak jendela, atau bahkan menonton video sebagai selingan.
Kekuatan Moto Pad 60 Pro bukan hanya pada layarnya yang luas, tetapi juga pada performa yang stabil berkat chipset MediaTek Dimensity 8300, RAM 8GB LPDDR5X, serta penyimpanan internal 256GB UFS 4.0 yang masih bisa diperluas. Kombinasi ini memastikan kamu bisa bekerja dengan aplikasi produktivitas, presentasi, sampai editing foto atau video ringan tanpa lag yang mengganggu.
Salah satu daya tarik utamanya adalah Moto Pen Pro — stylus dengan tekanan sampai 4.096 level yang memberikan pengalaman mencatat atau menggambar terasa sangat natural dan responsif. Fitur lain seperti Smart Connect yang memudahkan koneksi ke ponsel Motorola atau laptop Windows juga jadi nilai tambah bagi pengguna yang memanfaatkan ekosistem perangkat dalam keseharian.
Baca juga : Teknologi Transplantasi Rambut: Solusi Modern Mengatasi Kebotakan dengan Pendekatan Ilmiah
Huawei MatePad 11.5 PaperMatte Edition: Pengalaman Layar Seperti Kertas + AI Canggih
Huawei MatePad 11.5 PaperMatte Edition kini dijual di kisaran Rp5,8–6,2 jutaan, menjadikannya salah satu tablet yang cukup value for money. Keunggulan uniknya adalah teknologi layar PaperMatte 2.0, yang memberikan sensasi seperti menulis di permukaan kertas nyata, minim pantulan, dan nyaman untuk sesi membaca atau mencatat panjang.
Di sisi produktivitas, tablet ini didukung M-Pencil Gen 3 dengan kemampuan hingga 10.000 level tekanan dan latensi sangat rendah — artinya, goresan stylus hampir tak tertunda dan sangat cocok untuk sketching, catatan cepat, atau anotasi dokumen. Pengalaman menggambar dan menulis di sini terasa sangat presisi dibanding sejumlah tablet lain di kelas harga sama.
Tak hanya soal stylus, Huawei membekali tablet ini dengan berbagai fitur bantuan AI, seperti Note Replay yang bisa “menghidupkan” catatanmu kembali secara interaktif, serta kemampuan multi-window mengambang yang memudahkan multitasking. Aplikasi bawaan seperti GoPaint juga jadi nilai tambah bagi pekerja kreatif yang ingin menggambar atau membuat ilustrasi dengan alat yang lebih ringan dibanding laptop.
Samsung Galaxy Tab S10 FE: Pilihan All-Rounder dengan AI dan Stylus Termasuk
Samsung Galaxy Tab S10 FE tampil sebagai model yang serba bisa, cocok untuk mereka yang ingin tablet untuk kerja, kuliah, dan hiburan sekaligus, dengan harga di sekitar Rp6,1–6,8 jutaan tergantung varian (Wi-Fi atau 5G).
Layarnya memiliki ukuran 10,9 inci dengan resolusi 2.3K dan refresh rate 90Hz, serta kemampuan kecerahan hingga 800 nits berkat teknologi Vision Booster, sehingga tetap nyaman dipakai di luar ruangan. Di dalam ekosistem Galaxy, tablet ini juga terintegrasi dengan fitur AI seperti Math Solver untuk membantu menyelesaikan soal matematika lewat tulisan tangan, serta Handwriting Help yang merapikan catatan digitalmu.
Nilai tambah besar dari model ini adalah S Pen sudah termasuk dalam paket pembelian, tanpa biaya tambahan. Stylus dari Samsung ini dikenal memiliki respons tekanan yang baik dan pengalaman pengguna yang mulus saat menulis atau menggambar, serta integrasi dengan aplikasi Notes dan produktivitas lainnya di One UI. Ini berarti kamu bisa langsung produktif tanpa harus membeli stylus secara terpisah.
Peran Fitur AI di Tablet untuk Produktivitas Sehari-hari
AI makin menjadi pembeda penting di tablet modern, terutama di kelas menengah ke atas. Bukan hanya sekadar fitur gimmick, tetapi AI di tablet dapat membantu dalam menyederhanakan tugas sehari-hari: dari pengenalan tulisan tangan menjadi teks, auto-summary dokumen, hingga solusi matematika melalui foto atau tulisan tangan.
Kombinasi antara AI dan stylus membuat tablet terasa seperti asisten kerja yang bukan hanya menampilkan konten, tetapi membantu kamu memprosesnya. Misalnya saat kamu mencatat ide dalam meeting — AI dapat merapikan tulisan, menyimpulkan poin penting, atau bahkan menerjemahkannya langsung, mempercepat tugas yang sebelumnya memakan waktu lebih banyak.
Begitu pula pada aktivitas kreatif seperti menggambar digital, AI bisa membantu dengan fitur prediksi garis atau smoothing stroke agar hasil jadi lebih rapi tanpa perlu banyak undo/redo. Ini semakin terasa penting saat kamu menggunakan stylus, karena respons dan akurasi goresan menjadi faktor utama pengalaman pengguna.
Bagaimana Stylus Meningkatkan Produktivitas di Tablet
Tablet yang sudah dilengkapi stylus menawarkan pengalaman interaksi yang jauh berbeda dibanding sekadar layar sentuh. Stylus bisa digunakan untuk berbagai tugas: mencatat kuliah, menggambar desain, memberi komentar langsung pada dokumen, hingga navigasi yang lebih presisi.
Stylus juga membantu dalam workflow multitasking. Ketimbang mengetik panjang di layar virtual, kamu bisa mencatat poin penting secara cepat, melakukan zoom in/out dengan gestur presisi, atau bahkan membuat sketsa ide yang tidak mudah diungkapkan lewat teks biasa. Ini jadi alasan banyak pekerja kreatif memilih tablet dengan stylus sebagai alat kerja utama mereka.
Beberapa model stylus modern pun sudah dilengkapi deteksi tekanan dan palm rejection, yang membuat goresan terasa natural seperti di atas kertas, serta tidak terganggu ketika telapak tangan ikut menyentuh layar saat menulis. Ini membawa pengalaman produktivitas digital lebih mendekati cara kerja tradisional tetapi dengan fleksibilitas digital.
Kesimpulan: Tablet AI + Stylus = Partner Produktivitas yang Nyata
Pilihan tablet dengan fitur AI, stylus presisi, dan performa yang layak kini tidak lagi eksklusif di kelas premium. Dengan budget sekitar Rp6 jutaan, kamu sudah bisa mendapatkan tablet yang sangat relevan untuk produktivitas kerja, kuliah, dan bahkan kreativitas grafis dasar sampai menengah.
Motorola Moto Pad 60 Pro unggul di ukuran layar besar dan performa stabil, Huawei MatePad 11.5 PaperMatte Edition menawarkan pengalaman layar yang nyaman dan stylus profesional, sementara Samsung Galaxy Tab S10 FE menjadi solusi serba bisa lengkap dengan stylus langsung di dalam paketnya. Fitur AI di ketiga perangkat ini membantu mengoptimalkan cara kamu bekerja dengan dokumen, tulisan tangan, dan konten kreatif.
Dengan kemampuan yang sudah mendekati laptop di banyak fungsi — ditambah portabilitas tinggi — tablet modern kini pantas dianggap sebagai partner produktivitas sejati bagi siapa saja yang ingin bekerja lebih cepat, kreatif, dan fleksibel di mana pun.