5 Pengaturan Paling Wajib Diubah di HP Samsung Kelas Low-End Agar Tetap Ngebut dan Tidak Cepat Lemot
Tidak semua orang membutuhkan smartphone flagship dengan harga belasan hingga puluhan juta rupiah. Bagi banyak pengguna, smartphone Samsung kelas entry-level dan menengah bawah sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari chatting, media sosial, belajar online, menonton video, hingga bermain game ringan.
Samsung sendiri memiliki banyak pilihan ponsel murah seperti seri Galaxy A0x, Galaxy A1x, hingga beberapa model Galaxy M yang cukup populer di Indonesia. Saat pertama kali digunakan, perangkat-perangkat tersebut biasanya terasa responsif dan nyaman. Membuka aplikasi berlangsung cepat, perpindahan menu terasa lancar, dan pengalaman penggunaan secara keseluruhan cukup memuaskan.
Namun setelah beberapa bulan pemakaian, banyak pengguna mulai merasakan perubahan performa. Smartphone menjadi lebih lambat, keyboard sering terlambat merespons, aplikasi membutuhkan waktu lebih lama untuk terbuka, dan multitasking mulai terasa berat.
Kondisi ini sebenarnya cukup wajar. Sebagian besar HP Samsung kelas low-end hanya dibekali RAM 4GB atau 6GB dengan chipset yang dirancang untuk efisiensi, bukan performa tinggi. Sementara itu, One UI milik Samsung menghadirkan banyak fitur modern yang sebenarnya lebih cocok dijalankan pada perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi.
Kabar baiknya, Anda tidak perlu buru-buru mengganti smartphone baru. Ada beberapa pengaturan sederhana yang dapat membantu mengurangi beban sistem sekaligus membuat HP terasa jauh lebih responsif. Berikut lima pengaturan yang paling wajib diubah.
1. Kurangi Skala Animasi Agar HP Terasa Lebih Cepat
Salah satu alasan mengapa smartphone terasa lambat bukan selalu karena performa perangkat yang buruk. Dalam banyak kasus, animasi sistem yang terlalu panjang justru membuat pengguna merasa bahwa perangkat bekerja lambat.
Samsung menggunakan berbagai animasi transisi pada One UI. Animasi tersebut muncul saat membuka aplikasi, menutup aplikasi, berpindah menu, membuka panel notifikasi, hingga ketika membuka halaman pengaturan.
Di perangkat flagship dengan prosesor kelas atas, animasi tersebut terlihat halus dan mewah. Namun pada perangkat low-end, animasi yang sama dapat memakan sumber daya tambahan sehingga membuat respons sistem terasa tertunda.
Untungnya, Samsung memungkinkan pengguna untuk mengubah durasi animasi melalui Developer Options.
Cara mengaktifkannya cukup mudah:
- Buka Pengaturan
- Pilih Tentang Ponsel
- Masuk ke Informasi Perangkat Lunak
- Ketuk Nomor Bentukan (Build Number) sebanyak tujuh kali
- Masukkan PIN jika diminta
Setelah Developer Options aktif, masuk ke menu tersebut dan cari tiga pengaturan berikut:
- Window Animation Scale
- Transition Animation Scale
- Animator Duration Scale
Secara default nilainya berada di angka 1x.
Ubah semuanya menjadi 0,5x agar animasi tetap terlihat namun berlangsung dua kali lebih cepat. Jika ingin respons maksimal, Anda bahkan bisa memilih opsi Animation Off.
Setelah perubahan diterapkan, Anda akan langsung merasakan perbedaan saat membuka aplikasi atau berpindah menu. Smartphone terasa lebih gesit meskipun sebenarnya spesifikasinya tidak berubah.
2. Nonaktifkan Aplikasi Bawaan yang Tidak Pernah Digunakan
Banyak pengguna tidak menyadari bahwa HP Samsung baru biasanya sudah dipenuhi berbagai aplikasi bawaan sejak pertama kali dinyalakan.
Sebagian aplikasi memang berguna, tetapi sebagian lainnya mungkin tidak pernah digunakan sama sekali.
Contohnya:
- Samsung Free
- OneDrive
- Netflix
- Microsoft 365
- Spotify
Meskipun tidak dibuka, beberapa aplikasi tetap berjalan di latar belakang untuk melakukan sinkronisasi data, memeriksa pembaruan, atau mengirim notifikasi.
Akibatnya RAM terpakai lebih banyak dan baterai terkuras lebih cepat.
Untuk mengatasinya:
- Masuk ke Pengaturan
- Pilih Aplikasi
- Cari aplikasi yang tidak digunakan
- Pilih Nonaktifkan atau Disable
Jika aplikasi merupakan aplikasi pihak ketiga, Anda bahkan dapat langsung menghapusnya.
Namun perlu diperhatikan, jangan sembarangan menonaktifkan aplikasi yang mengandung kata seperti:
- System
- Framework
- Android Service
- Samsung Core Service
Komponen tersebut merupakan bagian penting dari sistem operasi.
Dengan menonaktifkan aplikasi yang tidak diperlukan, ruang penyimpanan menjadi lebih lega, penggunaan RAM berkurang, dan kinerja perangkat menjadi lebih ringan.
Baca juga : 7 Fitur iPhone yang Bisa Jadi Penyelamat Saat HP Dijambret, Sudah Aktif?
3. Gunakan Fitur Sleeping Apps dan Deep Sleeping Apps
Masalah lain yang sering terjadi pada HP Samsung murah adalah terlalu banyak aplikasi yang aktif di latar belakang.
Instagram, TikTok, Facebook, Shopee, Tokopedia, hingga aplikasi game sering melakukan sinkronisasi secara otomatis meskipun tidak sedang digunakan.
Aktivitas ini memang bertujuan memperbarui notifikasi dan konten terbaru, tetapi konsekuensinya cukup besar bagi perangkat dengan RAM terbatas.
Samsung sebenarnya sudah menyediakan solusi bawaan melalui fitur Background Usage Limits.
Cara mengaksesnya:
- Masuk ke Pengaturan
- Pilih Battery and Device Care
- Pilih Battery
- Masuk ke Background Usage Limits
Di dalam menu tersebut terdapat dua kategori penting:
Sleeping Apps
Aplikasi masih dapat berjalan sesekali di latar belakang tetapi aktivitasnya dibatasi.
Cocok untuk aplikasi yang masih sering digunakan seperti Instagram atau TikTok.
Deep Sleeping Apps
Aplikasi benar-benar dihentikan dari aktivitas latar belakang.
Aplikasi hanya akan aktif ketika dibuka secara manual.
Kategori ini cocok untuk:
- Game
- Aplikasi belanja
- Aplikasi transportasi online
- Aplikasi yang jarang digunakan
Dengan mengatur aplikasi ke dalam mode tidur, RAM menjadi lebih lega dan daya tahan baterai meningkat secara signifikan.
4. Matikan Fitur Pemindaian Sekitar yang Jarang Diperlukan
Banyak pengguna mengira ketika Bluetooth atau Wi-Fi dimatikan, maka seluruh aktivitas terkait juga berhenti.
Kenyataannya tidak selalu demikian.
Samsung memiliki beberapa fitur pemindaian yang tetap berjalan meskipun pengguna merasa fitur tersebut sudah dinonaktifkan.
Tujuannya memang baik, yaitu membantu pencarian lokasi dan konektivitas perangkat. Namun bagi HP kelas bawah, fitur-fitur ini dapat menjadi sumber konsumsi baterai dan sumber daya yang tidak perlu.
Ada tiga fitur yang sebaiknya diperiksa:
Nearby Device Scanning
Fitur ini membuat smartphone terus mencari perangkat lain di sekitar untuk memudahkan koneksi.
Untuk mematikannya:
- Pengaturan
- Connections
- More Connection Settings
- Nonaktifkan Nearby Device Scanning
Wi-Fi Scanning
Fitur ini memungkinkan aplikasi menggunakan jaringan Wi-Fi sekitar untuk meningkatkan akurasi lokasi.
Cara mematikannya:
- Pengaturan
- Location
- Location Services
- Nonaktifkan Wi-Fi Scanning
Bluetooth Scanning
Fungsinya hampir sama dengan Wi-Fi Scanning.
Nonaktifkan jika tidak benar-benar diperlukan.
Setelah ketiga fitur tersebut dimatikan, penggunaan baterai biasanya menjadi lebih hemat dan aktivitas latar belakang berkurang.
Memang penghematannya tidak terlalu besar dalam satu hari, tetapi dalam jangka panjang dampaknya cukup terasa terutama pada HP dengan baterai berkapasitas kecil.
5. Jadwalkan Restart Otomatis Secara Berkala
Banyak pengguna hampir tidak pernah mematikan smartphone mereka.
Ada yang membiarkan HP menyala selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tanpa restart sama sekali.
Padahal sistem Android membutuhkan penyegaran sesekali agar proses-proses yang menumpuk di latar belakang dapat dibersihkan.
Ketika smartphone terus menyala tanpa restart:
- Cache menumpuk
- Proses sistem semakin banyak
- RAM menjadi kurang efisien
- Performa perlahan menurun
Samsung telah menyediakan fitur Auto Restart yang sangat berguna untuk mengatasi masalah ini.
Cara mengaktifkannya:
- Pengaturan
- Device Care
- Auto Optimization
- Auto Restart
Pilih hari dan jam yang diinginkan.
Idealnya lakukan restart otomatis seminggu sekali pada waktu malam hari ketika perangkat tidak digunakan.
Misalnya:
- Minggu pukul 03.00 pagi
- Rabu pukul 02.00 pagi
Restart berkala membantu membersihkan berbagai proses yang tidak diperlukan dan membuat sistem kembali segar.
Banyak pengguna mengaku smartphone mereka terasa lebih ringan hanya dengan membiasakan restart rutin.
Bonus: Selalu Perbarui One UI dan Aplikasi
Selain lima pengaturan di atas, ada satu kebiasaan penting yang sering diabaikan yaitu memperbarui perangkat lunak.
Sebagian pengguna justru takut melakukan update karena khawatir HP menjadi lebih lambat.
Padahal dalam banyak kasus, pembaruan resmi Samsung justru membawa:
- Perbaikan bug
- Optimalisasi performa
- Peningkatan keamanan
- Efisiensi baterai yang lebih baik
Karena itu, pastikan Anda selalu memeriksa pembaruan sistem secara berkala melalui menu Software Update.
Selain itu, perbarui juga aplikasi melalui Google Play Store agar kompatibilitas dengan sistem tetap optimal.
Kesimpulan
HP Samsung kelas low-end memang memiliki keterbatasan dibanding perangkat flagship. Namun bukan berarti performanya harus cepat menurun setelah beberapa bulan penggunaan.
Dengan mengurangi animasi sistem, menonaktifkan aplikasi yang tidak diperlukan, memanfaatkan fitur Sleeping Apps, mematikan pemindaian sekitar, dan menjadwalkan restart otomatis, performa smartphone dapat dipertahankan lebih lama tanpa perlu menginstal aplikasi tambahan.
Perubahan-perubahan tersebut mungkin terlihat sederhana, tetapi efeknya cukup besar bagi perangkat dengan RAM dan chipset yang terbatas. Hasilnya, pengalaman penggunaan menjadi lebih nyaman, baterai lebih awet, dan smartphone tetap responsif untuk aktivitas sehari-hari.
Sebelum memutuskan membeli HP baru karena merasa perangkat sudah mulai lemot, cobalah terlebih dahulu lima pengaturan di atas. Bisa jadi performa yang Anda cari sebenarnya sudah tersedia, hanya menunggu sedikit penyesuaian pada pengaturan sistem.