AMD Luncurkan Tiga Produk Baru Bernuansa Lama di Computex 2026, Hadirkan Kembali CPU Legendaris hingga GPU Khusus yang Go Global
AMD kembali menjadi salah satu sorotan utama dalam ajang teknologi Computex 2026 yang berlangsung di Taipei, Taiwan, pada 2–5 Juni 2026. Menariknya, alih-alih memperkenalkan arsitektur prosesor atau kartu grafis generasi baru, perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat tersebut justru menghadirkan tiga produk yang mengandalkan teknologi dan desain yang sebenarnya sudah dikenal sebelumnya.
Ketiga produk tersebut adalah AMD Ryzen 7 5800X3D Anniversary Edition, AMD Ryzen 7 7700X3D, dan AMD Radeon RX 9070 GRE (Golden Rabbit Edition). Meski bukan produk yang dibangun dari nol menggunakan arsitektur terbaru, kehadiran mereka menunjukkan strategi AMD untuk memaksimalkan platform yang masih diminati pasar sekaligus menjangkau pengguna dengan kebutuhan dan anggaran yang beragam.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa AMD tidak hanya berfokus pada inovasi generasi berikutnya, tetapi juga berupaya memanfaatkan popularitas produk-produk yang sebelumnya telah terbukti sukses di kalangan gamer maupun pengguna PC enthusiast.
Strategi AMD: Menghidupkan Kembali Produk Favorit
Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan di industri prosesor dan kartu grafis semakin ketat. AMD harus bersaing langsung dengan Intel di pasar CPU dan Nvidia di pasar GPU. Di tengah kompetisi tersebut, perusahaan memilih pendekatan yang cukup unik pada Computex 2026.
Alih-alih memperkenalkan prosesor berbasis arsitektur baru seperti Zen 6 atau GPU generasi berikutnya, AMD justru memperbarui dan memperluas lini produk yang telah memiliki reputasi baik di pasaran.
Strategi semacam ini bukan tanpa alasan. Banyak pengguna komputer yang masih menggunakan platform lama dan belum merasa perlu melakukan upgrade besar-besaran ke teknologi terbaru. Dengan menghadirkan kembali produk lama yang masih relevan, AMD dapat menawarkan solusi peningkatan performa tanpa memaksa konsumen mengganti seluruh komponen komputer mereka.
Pendekatan tersebut terlihat jelas pada peluncuran Ryzen 7 5800X3D Anniversary Edition yang menyasar pengguna platform AM4, serta Ryzen 7 7700X3D yang ditujukan untuk pengguna AM5 dengan harga lebih terjangkau dibanding model premium.
Ryzen 7 5800X3D Kembali Hadir Setelah Sempat Dihentikan
Salah satu pengumuman paling menarik dalam acara tersebut adalah kembalinya Ryzen 7 5800X3D. Prosesor ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 2022 dan langsung mendapatkan reputasi sebagai salah satu CPU gaming terbaik pada masanya.
Ryzen 7 5800X3D menjadi prosesor pertama AMD yang menggunakan teknologi 3D V-Cache. Teknologi ini memungkinkan AMD menambahkan lapisan cache ekstra di atas chip prosesor sehingga kapasitas cache meningkat secara signifikan. Hasilnya, performa gaming menjadi jauh lebih baik dibandingkan prosesor Zen 3 standar.
Pada masanya, banyak gamer yang memilih Ryzen 7 5800X3D karena mampu menyaingi bahkan mengungguli prosesor yang lebih mahal dalam berbagai judul permainan.
Namun setelah beberapa tahun beredar di pasaran, AMD menghentikan produksi prosesor tersebut pada 2024. Banyak penggemar yang menganggap keputusan itu sebagai akhir dari salah satu CPU gaming paling ikonik yang pernah dibuat AMD.
Kini, dua tahun setelah dihentikan, AMD menghadirkannya kembali dalam bentuk Anniversary Edition. Peluncuran ulang ini dilakukan untuk merayakan satu dekade platform AM4 yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2016.
Baca juga : Microsoft Rilis Web IQ, “Google Search” untuk AI Agent
Pilihan Menarik untuk Pengguna PC Lama
Kembalinya Ryzen 7 5800X3D memiliki arti penting bagi jutaan pengguna platform AM4 di seluruh dunia. Hingga saat ini, masih banyak komputer yang menggunakan motherboard AM4 dan memori DDR4.
Bagi pengguna tersebut, berpindah ke platform AM5 tidak hanya berarti membeli prosesor baru, tetapi juga harus mengganti motherboard dan RAM DDR5 yang harganya masih relatif lebih mahal dibanding DDR4.
Karena itulah Ryzen 7 5800X3D Anniversary Edition hadir sebagai opsi upgrade yang menarik. Pengguna hanya perlu mengganti prosesor tanpa harus membangun ulang seluruh sistem.
Dari sisi spesifikasi, prosesor ini masih mempertahankan konfigurasi yang sama seperti versi sebelumnya. CPU tersebut memiliki delapan inti Zen 3 dan 16 thread, dengan boost clock mencapai 4,5 GHz. Total cache yang dimiliki mencapai sekitar 100 MB, sementara kebutuhan dayanya berada pada angka 105 watt.
AMD memasarkan Ryzen 7 5800X3D Anniversary Edition dengan harga 349 dollar AS atau sekitar Rp6,2 juta. Produk ini dijadwalkan mulai tersedia pada 25 Juni 2026.
Menariknya, AMD juga menyertakan Carbice Ice Pad dalam paket penjualan. Bantalan termal ini dirancang sebagai alternatif thermal paste tradisional dan bertujuan membantu menjaga suhu prosesor tetap stabil saat bekerja dalam beban tinggi.
Ryzen 7 7700X3D, Alternatif Lebih Murah untuk Platform AM5
Selain menghidupkan kembali produk lama, AMD juga memperkenalkan Ryzen 7 7700X3D. Prosesor ini sebenarnya merupakan versi yang dipangkas dari Ryzen 7 7800X3D yang telah beredar sejak 2023.
Ryzen 7 7800X3D dikenal luas sebagai salah satu prosesor gaming terbaik di dunia karena kombinasi teknologi 3D V-Cache dan performa tinggi. Namun harga yang relatif premium membuat sebagian pengguna mencari alternatif yang lebih terjangkau.
Melalui Ryzen 7 7700X3D, AMD mencoba mengisi celah tersebut.
Meskipun mengalami penurunan kecepatan clock, sebagian besar spesifikasi penting tetap dipertahankan. Kapasitas cache masih mencapai 104 MB, sehingga keunggulan utama teknologi X3D tetap tersedia.
Perbedaan utamanya terletak pada frekuensi kerja. Ryzen 7 7700X3D memiliki base clock sebesar 4 GHz dan boost clock hingga 4,5 GHz. Sebagai perbandingan, Ryzen 7 7800X3D memiliki base clock 4,2 GHz dan boost clock hingga 5 GHz.
Penurunan frekuensi tersebut memungkinkan AMD menjual prosesor dengan harga lebih rendah tanpa mengorbankan terlalu banyak performa gaming.
Dengan TDP mencapai 120 watt, Ryzen 7 7700X3D tetap menawarkan tenaga yang cukup besar untuk menjalankan game modern maupun aplikasi produktivitas.
Komitmen Jangka Panjang Platform AM5
Salah satu daya tarik utama Ryzen 7 7700X3D adalah penggunaan platform AM5. Berbeda dengan Ryzen 7 5800X3D yang masih menggunakan AM4, prosesor ini dirancang untuk motherboard generasi terbaru dan membutuhkan memori DDR5.
AMD menegaskan bahwa platform AM5 akan terus mendapatkan dukungan setidaknya hingga tahun 2029. Komitmen ini menjadi kabar baik bagi konsumen karena memberikan jaminan bahwa motherboard yang dibeli saat ini masih bisa digunakan untuk beberapa generasi prosesor AMD berikutnya.
Kebijakan dukungan jangka panjang seperti ini telah menjadi salah satu kekuatan AMD selama bertahun-tahun. Banyak pengguna menghargai kemampuan melakukan upgrade prosesor tanpa harus mengganti motherboard secara berkala.
Ryzen 7 7700X3D dipasarkan dengan harga 329 dollar AS atau sekitar Rp5,8 juta. Penjualannya akan dimulai pada 16 Juli 2026.
Radeon RX 9070 GRE Kini Hadir Secara Global
Produk ketiga yang diumumkan AMD adalah Radeon RX 9070 GRE. Meskipun terdengar seperti model baru, kartu grafis ini sebenarnya telah lebih dulu diluncurkan di pasar China pada April 2025.
Kini AMD memperluas distribusinya ke pasar internasional melalui Computex 2026.
GRE sendiri merupakan singkatan dari Golden Rabbit Edition. Seri ini biasanya hadir sebagai varian khusus yang menawarkan spesifikasi berbeda dari model standar.
Dibandingkan Radeon RX 9070 reguler, versi GRE memiliki jumlah Compute Unit yang lebih sedikit, yaitu 48 CU. Pengurangan tersebut berarti terdapat delapan CU lebih sedikit dibanding model standar.
Selain itu, GPU ini juga dilengkapi dengan 48 Raytracing Accelerators dan 96 AI Accelerators generasi terbaru.
Meski jumlah unit komputasinya lebih rendah, AMD meningkatkan kecepatan clock sehingga performanya tetap kompetitif. GPU ini memiliki clock sekitar 2.220 MHz dengan boost clock hingga 2.790 MHz.
Menantang Dominasi Nvidia di Kelas Menengah
Radeon RX 9070 GRE hadir dengan memori GDDR6 berkapasitas 12 GB, antarmuka memori 192-bit, serta kecepatan memori mencapai 18 Gbps. Total kebutuhan daya kartu grafis ini berada pada kisaran 220 watt.
AMD mengklaim bahwa berdasarkan pengujian internal perusahaan, Radeon RX 9070 GRE mampu memberikan performa rata-rata sekitar 21 persen lebih tinggi dibanding Nvidia GeForce RTX 5060 Ti 16 GB.
Jika klaim tersebut terbukti dalam pengujian independen, maka RX 9070 GRE berpotensi menjadi salah satu pilihan paling menarik di segmen menengah untuk gamer yang menginginkan performa tinggi tanpa harus membeli kartu grafis kelas premium.
AMD memasarkan GPU ini dengan harga 549 dollar AS atau sekitar Rp9,8 juta. Berbeda dari dua prosesor yang masih menunggu jadwal peluncuran, Radeon RX 9070 GRE sudah tersedia secara global sejak 1 Juni 2026.
Menjaga Keseimbangan antara Inovasi dan Nilai
Peluncuran Ryzen 7 5800X3D Anniversary Edition, Ryzen 7 7700X3D, dan Radeon RX 9070 GRE menunjukkan pendekatan AMD yang cukup berbeda dibandingkan banyak peluncuran produk teknologi lainnya.
Alih-alih hanya berfokus pada teknologi terbaru, AMD mencoba memaksimalkan nilai dari desain yang sudah terbukti sukses. Strategi ini memungkinkan perusahaan menjangkau pengguna platform lama yang ingin melakukan upgrade ekonomis sekaligus menawarkan alternatif menarik bagi pengguna platform modern.
Bagi konsumen, kehadiran produk-produk tersebut memberikan lebih banyak pilihan sesuai kebutuhan dan anggaran. Sementara bagi AMD, langkah ini menjadi cara efektif untuk memperkuat posisi di pasar tanpa harus menunggu hadirnya generasi arsitektur baru.
Dengan kombinasi nostalgia, kompatibilitas luas, dan harga yang relatif kompetitif, tiga produk “rasa lama” yang diperkenalkan di Computex 2026 berpotensi menjadi salah satu sorotan penting dalam industri PC tahun ini.