Apakah Instal Custom ROM Bisa Meningkatkan Versi Android? Ini Jawaban, Risiko, dan Hal yang Harus Kamu Ketahui

Apakah Instal Custom ROM Bisa Meningkatkan Versi Android? Ini Jawaban, Risiko, dan Hal yang Harus Kamu Ketahui

Bagi pengguna Android, pembaruan sistem operasi merupakan salah satu hal yang paling dinantikan. Setiap versi Android terbaru biasanya membawa berbagai peningkatan, mulai dari tampilan yang lebih segar, fitur keamanan yang lebih baik, hingga optimasi performa yang membuat perangkat terasa lebih nyaman digunakan. Sayangnya, tidak semua smartphone mendapatkan pembaruan Android dalam waktu yang panjang.

Memang, saat ini beberapa produsen besar seperti Samsung, Google, dan Xiaomi mulai memberikan dukungan update yang lebih lama, bahkan hingga tujuh tahun untuk perangkat tertentu. Namun, kebijakan tersebut umumnya hanya berlaku pada model terbaru. Sementara itu, jutaan perangkat lawas yang masih layak digunakan harus berhenti menerima pembaruan resmi setelah dua atau tiga tahun.

Kondisi ini membuat banyak pengguna mulai melirik custom ROM sebagai solusi. Selain memberikan tampilan yang berbeda, custom ROM juga terkenal mampu menghadirkan versi Android yang lebih baru pada perangkat yang sebenarnya sudah tidak mendapat dukungan dari pabrikan.

Namun, apakah benar memasang custom ROM bisa meningkatkan versi Android? Seberapa aman melakukannya? Dan bagaimana proses pemasangannya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Benarkah Custom ROM Bisa Meningkatkan Versi Android?

Jawabannya adalah ya.

Salah satu kelebihan terbesar custom ROM adalah kemampuannya menghadirkan versi Android terbaru ke perangkat yang sudah tidak lagi memperoleh pembaruan resmi dari produsen.

Sebagai contoh, Samsung Galaxy S10 Series secara resmi berhenti mendapatkan update Android di Android 12. Hal yang sama juga dialami oleh Redmi Note 10 Series. Meskipun dukungan resmi telah berakhir, komunitas pengembang Android berhasil membuat berbagai custom ROM yang memungkinkan kedua perangkat tersebut menjalankan Android 15.

Hal ini dimungkinkan karena Android sendiri merupakan sistem operasi berbasis open source. Google merilis Android Open Source Project (AOSP) yang dapat dimodifikasi oleh pengembang independen untuk membuat sistem operasi baru yang kompatibel dengan berbagai perangkat.

Beberapa custom ROM populer seperti LineageOS, Pixel OS, Evolution X, hingga crDroid secara rutin menghadirkan versi Android terbaru, bahkan untuk perangkat yang usianya sudah lebih dari lima tahun.

Berkat hal tersebut, pengguna tidak harus langsung membeli smartphone baru hanya karena dukungan pembaruan resmi telah berakhir.

Mengapa Banyak Orang Memasang Custom ROM?

Bukan hanya untuk mendapatkan Android terbaru, ada beberapa alasan lain mengapa custom ROM sangat populer di kalangan pengguna Android.

Pertama adalah performa yang lebih ringan. Banyak ROM bawaan pabrik dipenuhi aplikasi bawaan atau bloatware yang tidak semuanya dibutuhkan pengguna. Custom ROM biasanya lebih bersih dan ringan sehingga membuat perangkat lawas terasa lebih cepat.

Kedua, tampilan antarmuka yang lebih sederhana. Sebagian orang lebih menyukai tampilan Android murni ala Google Pixel dibanding antarmuka bawaan produsen seperti MIUI, HyperOS, One UI, atau ColorOS.

Ketiga, adanya fitur tambahan yang tidak tersedia pada ROM bawaan. Beberapa custom ROM menawarkan berbagai fitur menarik seperti pengaturan tema yang lebih luas, peningkatan privasi, optimasi baterai, hingga kontrol sistem yang lebih lengkap.

Bahkan, ada pengguna yang memasang custom ROM hanya karena ingin mendapatkan pengalaman baru yang berbeda dari sistem bawaan smartphone mereka.

Risiko Menginstal Custom ROM

Meski menawarkan banyak keuntungan, custom ROM juga memiliki sejumlah risiko yang tidak boleh dianggap sepele.

1. Garansi Bisa Hilang

Pada beberapa merek smartphone, membuka bootloader atau melakukan modifikasi sistem dapat membuat garansi perangkat menjadi tidak berlaku.

Meskipun ada produsen yang lebih fleksibel terhadap aktivitas modifikasi, sebagian besar masih menganggap pemasangan custom ROM sebagai perubahan yang dilakukan di luar dukungan resmi.

2. Potensi Bootloop atau Brick

Kesalahan saat proses instalasi bisa menyebabkan smartphone mengalami bootloop, yaitu kondisi ketika perangkat terus menerus restart dan tidak bisa masuk ke sistem.

Pada kasus yang lebih parah, perangkat bahkan bisa mengalami brick, yaitu mati total dan tidak dapat digunakan sama sekali.

Walaupun sebagian besar kasus masih bisa diperbaiki dengan melakukan flashing ulang, prosesnya membutuhkan pengetahuan teknis yang cukup.

3. Muncul Bug dan Ketidakstabilan

Tidak semua custom ROM memiliki kualitas yang sama. Ada ROM yang sangat stabil, tetapi ada juga yang masih memiliki banyak bug.

Misalnya:

  • Kamera tidak berfungsi sempurna.
  • Sensor sidik jari kadang gagal.
  • NFC tidak berjalan.
  • Koneksi WiFi kurang stabil.
  • Speaker atau mikrofon mengalami masalah.

Hal-hal seperti ini cukup umum ditemukan terutama pada ROM yang masih dalam tahap pengembangan.

4. Baterai Bisa Lebih Boros

Sebagian custom ROM memang sangat ringan, tetapi ada pula yang justru membuat baterai lebih cepat habis.

Hal ini biasanya terjadi karena optimasi kernel yang kurang sempurna atau adanya bug pada sistem.

Untungnya, pengembang biasanya rutin memberikan pembaruan sehingga masalah tersebut bisa diperbaiki pada update berikutnya.

Baca juga : Mengapa Aplikasi Meminta Akses Lokasi Padahal Tidak Menggunakan GPS? Ini Penjelasan Lengkap yang Perlu Kamu Ketahui

5. Keamanan Tidak Selalu Setara ROM Resmi

ROM resmi dari produsen umumnya sudah melalui pengujian keamanan yang ketat.

Sebaliknya, custom ROM dikembangkan oleh komunitas sehingga tingkat keamanannya bergantung pada kualitas pengembangnya.

Jika menggunakan ROM dari sumber yang tidak terpercaya, risiko malware atau celah keamanan tentu akan lebih besar.

Karena itu, penting untuk selalu mengunduh custom ROM dari komunitas resmi atau forum yang terpercaya.

Bagaimana Cara Menginstal Custom ROM?

Berbeda dengan memasang aplikasi biasa, instalasi custom ROM memerlukan beberapa tahapan yang cukup panjang.

Membuka Bootloader

Langkah pertama adalah membuka bootloader.

Bootloader merupakan sistem pengaman yang mencegah pengguna mengubah sistem operasi bawaan smartphone.

Pada beberapa merek seperti Xiaomi, pengguna harus menunggu beberapa hari sebelum izin unlock diberikan. Sementara pada perangkat lain seperti Google Pixel, prosesnya relatif lebih mudah.

Memasang Custom Recovery

Setelah bootloader terbuka, langkah berikutnya adalah memasang custom recovery seperti TWRP (Team Win Recovery Project).

TWRP berfungsi sebagai media untuk melakukan backup sistem, wipe data, dan menginstal file custom ROM.

Recovery bawaan pabrik umumnya tidak mendukung pemasangan sistem operasi dari pihak ketiga sehingga keberadaan TWRP menjadi sangat penting.

Melakukan Backup Data

Sebelum instalasi dimulai, seluruh data penting sebaiknya dibackup terlebih dahulu.

Karena proses flashing biasanya akan menghapus seluruh isi memori internal, termasuk foto, video, aplikasi, dan dokumen penting lainnya.

Flashing Custom ROM

Setelah semuanya siap, file custom ROM yang berformat ZIP dapat diinstal melalui TWRP.

Proses ini biasanya memerlukan waktu beberapa menit.

Selama proses berlangsung, perangkat tidak boleh dimatikan atau kehabisan baterai karena dapat menyebabkan kerusakan sistem.

Jika proses berhasil, smartphone akan melakukan booting ke sistem Android baru yang telah terpasang.

Rekomendasi Custom ROM Terbaik yang Rajin Update Android

Saat ini terdapat banyak pilihan custom ROM dengan karakteristik yang berbeda-beda.

LineageOS

LineageOS merupakan penerus CyanogenMod yang sangat populer.

ROM ini terkenal ringan, stabil, dan memiliki komunitas besar. Dukungan perangkatnya juga sangat luas sehingga cocok untuk pengguna pemula.

Pixel OS

Pixel OS menawarkan tampilan yang sangat mirip dengan smartphone Google Pixel.

ROM ini ringan dan biasanya cepat mendapatkan pembaruan Android terbaru.

Evolution X

Evolution X menjadi favorit banyak pengguna karena fiturnya yang lengkap.

Selain stabil, ROM ini juga memiliki banyak opsi kustomisasi yang menarik.

crDroid

crDroid terkenal karena pembaruannya yang rutin.

ROM ini menggabungkan performa ringan dengan berbagai fitur tambahan yang membuat pengalaman Android menjadi lebih fleksibel.

Project Elixir

Project Elixir termasuk ROM yang sedang naik daun.

Tampilannya modern, ringan, dan mendukung banyak jenis smartphone.

GrapheneOS

Bagi pengguna yang mengutamakan keamanan dan privasi, GrapheneOS merupakan salah satu pilihan terbaik.

Namun, dukungannya lebih difokuskan pada perangkat Google Pixel.

Pixel Experience

ROM ini sangat cocok bagi pengguna yang menginginkan pengalaman Android murni seperti Google Pixel.

Antarmukanya sederhana, ringan, dan minim aplikasi bawaan.

Apakah Custom ROM Masih Relevan di Tahun 2026?

Jawabannya masih sangat relevan.

Memang, dukungan update resmi dari produsen semakin panjang dibanding beberapa tahun lalu. Namun, masih banyak perangkat lawas yang performanya sebenarnya masih sangat baik tetapi tidak lagi mendapat pembaruan Android.

Custom ROM menjadi solusi untuk memperpanjang umur perangkat tersebut.

Selain itu, komunitas pengembang Android juga semakin matang. Banyak custom ROM modern yang kualitasnya bahkan mendekati ROM resmi.

Meski demikian, custom ROM bukan untuk semua orang.

Jika kamu menginginkan smartphone yang stabil, aman, dan bebas ribet, maka menggunakan ROM bawaan pabrik tetap menjadi pilihan terbaik.

Namun, bagi pengguna yang senang bereksperimen, ingin mendapatkan Android terbaru, atau ingin memperpanjang usia smartphone lama, custom ROM bisa menjadi solusi yang sangat menarik.

Pada akhirnya, memasang custom ROM memang bisa meningkatkan versi Android, bahkan hingga beberapa generasi di atas dukungan resmi pabrikan. Tetapi keuntungan tersebut datang bersama sejumlah risiko yang harus dipahami sejak awal.

Selama dilakukan dengan benar, menggunakan file yang terpercaya, dan mengikuti panduan yang sesuai dengan perangkat, custom ROM dapat memberikan kehidupan baru pada smartphone lama dan membuatnya tetap nyaman digunakan selama bertahun-tahun ke depan.