Asal Usul Simbol @ di Email yang Bermula Sejak 1536

Asal Usul Simbol @ di Email yang Bermula Sejak 1536

Di era digital seperti sekarang, simbol @ hampir mustahil dipisahkan dari kehidupan manusia. Setiap hari miliaran orang mengetik simbol ini saat mengirim email, login media sosial, membuat akun baru, hingga menyebut seseorang di platform seperti Instagram, X, atau Threads. Simbol kecil yang terlihat sederhana tersebut telah menjadi bagian penting dari komunikasi modern.

Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa simbol @ ternyata memiliki sejarah yang sangat panjang. Jauh sebelum internet lahir, bahkan sebelum komputer ditemukan, simbol ini sudah digunakan manusia sejak abad ke-16. Simbol @ bukanlah ciptaan era digital, melainkan warisan lama yang akhirnya menemukan “takdir baru” di dunia teknologi modern.

Menariknya lagi, simbol yang kini identik dengan email itu nyaris terlupakan sebelum akhirnya dipilih oleh ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson pada 1971. Keputusan sederhana tersebut kemudian mengubah sejarah komunikasi manusia secara global.

Lalu bagaimana sebenarnya asal usul simbol @? Mengapa simbol ini dipilih untuk email? Dan bagaimana simbol kuno dari abad pertengahan bisa menjadi ikon internet modern?

Awal Mula Simbol @ pada Tahun 1536

Menurut catatan sejarah yang dikutip dari Smithsonian Magazine, penggunaan simbol @ pertama kali terlacak pada tahun 1536 dalam sebuah surat milik pedagang asal Florence, Italia.

Dalam surat tersebut, simbol @ digunakan untuk menunjukkan satuan perdagangan anggur yang dikirim menggunakan guci tanah liat besar. Pada masa itu, perdagangan internasional mulai berkembang pesat di Eropa, sehingga para pedagang membutuhkan cara cepat untuk menulis catatan transaksi.

Simbol @ pun dipakai sebagai bentuk singkatan praktis.

Meski terlihat sederhana, penemuan catatan ini menjadi bukti bahwa simbol @ ternyata sudah hidup ratusan tahun sebelum era internet.

Hal ini cukup mengejutkan karena banyak orang mengira simbol tersebut baru muncul ketika komputer mulai berkembang.

Berasal dari Kata Latin “ad”

Salah satu teori paling populer menyebut bahwa simbol @ berasal dari kata Latin “ad” yang berarti:

menuju,

kepada,

atau di.

Para juru tulis abad pertengahan diyakini mulai menyingkat kata “ad” menjadi bentuk melingkar agar penulisan dokumen lebih cepat dan hemat ruang.

Pada masa itu, semua dokumen masih ditulis tangan. Menyalin naskah panjang tentu membutuhkan waktu lama dan tenaga besar. Karena itulah para penulis mulai menciptakan berbagai simbol singkatan agar pekerjaan menjadi lebih efisien.

Diduga, huruf “a” dan “d” kemudian ditulis menyatu hingga membentuk simbol menyerupai @ yang kita kenal sekarang.

Meskipun belum ada bukti mutlak yang benar-benar memastikan teori ini, banyak sejarawan menganggap penjelasan tersebut cukup masuk akal.

Baca juga :  Cara Setting WiFi Repeater Lewat HP, Sinyal Makin Kencang

Pernah Digunakan di Manuskrip Kuno

Beberapa penelitian juga menemukan simbol menyerupai @ dalam berbagai manuskrip kuno Eropa.

Di beberapa dokumen, simbol tersebut digunakan untuk menggantikan huruf tertentu atau menjadi bagian dari sistem singkatan tulisan tangan.

Hal ini menunjukkan bahwa simbol @ sebenarnya bukan simbol asing dalam dunia tulis-menulis lama.

Namun, penggunaannya saat itu belum memiliki fungsi universal seperti sekarang. Simbol ini hanya muncul di konteks tertentu dan belum menjadi bagian penting dalam komunikasi publik.

Karena itulah popularitasnya naik turun selama berabad-abad.

Populer di Dunia Akuntansi Abad ke-19

Memasuki abad ke-19, simbol @ mulai menemukan tempat baru dalam dunia bisnis dan akuntansi.

Di Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa, simbol ini digunakan untuk mencatat harga barang.

Contohnya:

10 apel @ USD 2

5 kain @ USD 3

Artinya, setiap barang dijual dengan harga tertentu.

Dalam konteks ini, simbol @ bisa dibaca sebagai:

“at”

atau “dengan harga”.

Penggunaan tersebut akhirnya membuat simbol @ mulai dikenal luas dalam kegiatan perdagangan.

Karena cukup sering dipakai, produsen mesin tik kemudian memasukkan simbol @ ke dalam keyboard mereka.

Keputusan kecil inilah yang nantinya menjadi sangat penting dalam sejarah komputer modern.

Simbol @ Nyaris Terlupakan

Meski sempat populer di dunia perdagangan, simbol @ sebenarnya bukan karakter yang sering digunakan masyarakat umum.

Bahkan ketika komputer mulai berkembang pada pertengahan abad ke-20, simbol ini termasuk karakter yang jarang dipakai.

Sebagian besar orang lebih sering menggunakan:

titik,

koma,

tanda tanya,

atau tanda seru.

Akibatnya, simbol @ hampir menjadi karakter “mati” yang jarang mendapat perhatian.

Tidak ada yang menyangka bahwa simbol sederhana tersebut kelak akan menjadi ikon internet global.

Munculnya ARPANET, Cikal Bakal Internet

Perubahan besar terjadi pada awal 1970-an ketika pemerintah Amerika Serikat mengembangkan jaringan komputer bernama ARPANET.

ARPANET merupakan proyek yang dirancang untuk menghubungkan berbagai komputer di lokasi berbeda agar bisa saling bertukar data.

Jaringan ini kemudian menjadi cikal bakal internet modern.

Saat itu, seorang ilmuwan komputer bernama Ray Tomlinson bekerja di perusahaan BBN Technologies di Cambridge, Massachusetts.

Tomlinson mendapat tantangan besar: bagaimana cara mengirim pesan antar pengguna komputer yang berbeda?

Masalahnya, pada masa itu komputer belum saling terhubung seperti sekarang.

Setiap pengguna biasanya hanya terhubung ke satu mesin mainframe tertentu melalui sambungan telepon dan mesin teletype.

Ray Tomlinson dan Lahirnya Email Modern

Ray Tomlinson kemudian menciptakan sistem pesan elektronik pertama yang memungkinkan pengguna mengirim pesan ke komputer lain melalui ARPANET.

Namun, ia menghadapi satu masalah penting: bagaimana cara memisahkan nama pengguna dengan nama komputer tujuan?

Alamat email membutuhkan dua bagian:

nama pengguna,

dan nama komputer/server.

Tomlinson membutuhkan simbol pemisah yang:

jarang digunakan,

tidak membingungkan komputer,

dan belum dipakai dalam sistem operasi lain.

Saat melihat keyboard teletype Model 33 miliknya, matanya tertuju pada simbol @.

Simbol tersebut terasa sempurna karena hampir tidak pernah digunakan dalam program komputer.

Mengapa Memilih Simbol @?

Dalam wawancara sejarahnya, Ray Tomlinson menjelaskan bahwa ia sengaja mencari simbol yang jarang dipakai.

Menurutnya, pilihan yang tersedia saat itu tidak banyak.

Ia bahkan sempat mempertimbangkan tanda lain seperti:

koma,

tanda seru,

atau tanda sama dengan (=).

Namun simbol-simbol tersebut dianggap kurang cocok.

Simbol @ akhirnya dipilih karena dalam bahasa Inggris juga memiliki arti “at” atau “di”.

Jadi format: namauser@komputer

bisa dibaca sebagai: “user di komputer tertentu.”

Pilihan tersebut ternyata sangat logis dan mudah dipahami.

Email Pertama dalam Sejarah

Setelah memilih simbol @, Tomlinson mencoba mengirim email pertama kepada dirinya sendiri.

Ia menggunakan dua mesin teletype yang berada di ruangan berbeda namun terhubung melalui ARPANET.

Eksperimen itu berhasil.

Sayangnya, Tomlinson mengaku tidak mengingat isi email pertamanya.

Ia hanya menyebut bahwa pesan tersebut kemungkinan berupa teks acak untuk menguji sistem.

Meski sederhana, percobaan itu menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah teknologi komunikasi.

Sejak saat itulah simbol @ resmi menjadi bagian utama alamat email.

Dari Simbol Kuno Menjadi Ikon Digital

Apa yang dilakukan Tomlinson ternyata mengubah nasib simbol @ secara drastis.

Karakter yang sebelumnya nyaris terlupakan tiba-tiba menjadi simbol global.

Kini hampir semua orang di dunia mengenalnya.

Simbol @ bahkan berkembang melampaui email.

Di media sosial seperti:

Instagram,

X,

TikTok,

Threads,

hingga Facebook,

simbol ini digunakan untuk mention atau menandai akun pengguna lain.

Artinya, fungsi @ terus berevolusi mengikuti perkembangan komunikasi digital.

Simbol @ dalam Berbagai Bahasa

Menariknya, setiap negara memiliki cara unik menyebut simbol @.

Beberapa contohnya:

Indonesia: at atau et

Italia: chiocciola (siput kecil)

Belanda: apenstaartje (ekor monyet)

Jerman: klammeraffe (monyet laba-laba)

Rusia: sobaka (anjing)

Swedia: snabel-a (belalai gajah)

Perbedaan ini menunjukkan bagaimana simbol @ telah menjadi bagian budaya digital dunia.

Simbol Kecil dengan Pengaruh Besar

Sulit membayangkan dunia internet tanpa simbol @.

Tanpa karakter ini, sistem email mungkin akan jauh lebih rumit.

Simbol @ membantu manusia:

mengidentifikasi alamat digital,

membedakan pengguna dan server,

serta mempermudah komunikasi global.

Bahkan hingga sekarang, format email modern masih menggunakan konsep yang sama seperti buatan Ray Tomlinson pada 1971.

Ini membuktikan bahwa solusi sederhana terkadang bisa bertahan sangat lama.

Warisan Ray Tomlinson

Ray Tomlinson sendiri kemudian dikenal sebagai pelopor email modern.

Meski penemuannya sangat berpengaruh, ia dikenal sebagai sosok rendah hati.

Ia tidak pernah membayangkan bahwa simbol @ dan email akan mengubah dunia sedrastis sekarang.

Kini, miliaran email dikirim setiap hari:

untuk pekerjaan,

pendidikan,

bisnis,

hingga komunikasi pribadi.

Dan semuanya selalu melibatkan simbol kecil bernama @.

Penutup

Sejarah simbol @ menunjukkan bahwa teknologi modern sering kali lahir dari hal-hal sederhana yang sudah ada sejak lama. Simbol yang awalnya digunakan pedagang anggur pada 1536, lalu dipakai dunia akuntansi abad ke-19, akhirnya menemukan peran besarnya dalam revolusi internet abad ke-20.

Keputusan Ray Tomlinson memilih simbol @ mungkin terlihat sepele pada saat itu. Namun keputusan kecil tersebut akhirnya mengubah cara manusia berkomunikasi di seluruh dunia.

Kini, simbol @ bukan sekadar karakter keyboard biasa. Ia telah menjadi ikon digital global yang menghubungkan miliaran manusia setiap hari melalui email dan media sosial. Dari manuskrip kuno hingga internet modern, perjalanan simbol @ membuktikan bahwa bahkan tanda kecil pun bisa memiliki dampak besar dalam sejarah peradaban manusia.