5 Perangkat yang Ternyata Bisa Dicas Lewat iPhone, Fitur Tersembunyi yang Jarang Diketahui Pengguna

5 Perangkat yang Ternyata Bisa Dicas Lewat iPhone, Fitur Tersembunyi yang Jarang Diketahui Pengguna

Selama bertahun-tahun, iPhone dikenal sebagai perangkat yang selalu membutuhkan charger, power bank, atau colokan listrik ketika baterainya mulai menipis. Namun sejak Apple memperkenalkan port USB-C pada seri iPhone 15, ada satu kemampuan baru yang diam-diam sangat berguna tetapi belum banyak diketahui pengguna. Kini iPhone tidak hanya bisa menerima daya, tetapi juga dapat menyalurkan daya ke perangkat lain.

Fitur ini memang bukan sesuatu yang benar-benar baru di dunia smartphone. Beberapa ponsel Android sudah lebih dulu memiliki kemampuan reverse charging, baik melalui kabel maupun secara nirkabel. Namun bagi pengguna iPhone, kehadiran fitur ini menjadi perubahan besar karena sebelumnya perangkat Apple sangat terbatas dalam urusan berbagi daya.

Melalui port USB-C, iPhone kini mampu mengirimkan daya hingga sekitar 4,5 watt ke perangkat lain. Angka tersebut memang tidak besar jika dibandingkan charger modern yang sudah mendukung 45W, 67W, bahkan 120W. Namun dalam situasi darurat, kemampuan ini bisa menjadi penyelamat yang sangat berguna.

Bayangkan saat sedang bepergian, berada di kereta, bandara, atau tengah perjalanan jauh. Tiba-tiba AirPods mati, Apple Watch kehabisan baterai, atau ponsel teman hampir habis daya. Jika tidak ada colokan listrik maupun power bank, iPhone bisa berfungsi layaknya sumber daya darurat.

Menariknya, bukan hanya perangkat Apple yang bisa memanfaatkan fitur tersebut. Ada beberapa jenis perangkat lain yang ternyata juga dapat diisi dayanya langsung melalui iPhone. Berikut pembahasannya.

1. AirPods, Apple Watch, dan iPad

Perangkat pertama yang paling cocok untuk memanfaatkan fitur ini tentu saja adalah sesama produk Apple. Apple tampaknya merancang sistem USB-C agar perangkat-perangkat dalam ekosistem mereka dapat saling berkomunikasi dan berbagi daya dengan lebih mudah.

Salah satu contoh yang paling sering digunakan adalah mengisi daya AirPods. Banyak pengguna yang pernah mengalami situasi ketika casing AirPods tiba-tiba kosong saat sedang bepergian. Padahal mereka ingin mendengarkan musik, podcast, atau melakukan panggilan penting.

Dalam kondisi seperti itu, iPhone dapat menjadi penyelamat. Cukup hubungkan casing AirPods menggunakan kabel USB-C yang sesuai, maka proses pengisian daya akan langsung berjalan secara otomatis.

Hal yang sama juga berlaku pada Apple Watch. Jam tangan pintar ini memang terkenal memiliki daya tahan baterai yang cukup baik, namun pengguna aktif sering kali harus mengisi ulang setiap hari. Jika charger Apple Watch tertinggal di rumah atau hotel, iPhone bisa menjadi sumber daya sementara agar jam tangan tetap bisa digunakan beberapa jam ke depan.

Yang lebih menarik lagi, iPad juga mendukung sistem berbagi daya ini. Ketika iPhone dan iPad dihubungkan menggunakan kabel USB-C, kedua perangkat akan melakukan komunikasi otomatis untuk menentukan arah aliran daya.

Secara sederhana, perangkat yang memiliki baterai lebih banyak akan membantu mengisi perangkat yang baterainya lebih sedikit. Proses ini berlangsung otomatis tanpa perlu mengubah pengaturan apa pun.

Fitur tersebut membuat ekosistem Apple terasa semakin praktis, terutama bagi pengguna yang memiliki banyak perangkat sekaligus.

2. Mengisi Daya iPhone Lain

Mungkin terdengar agak lucu, tetapi sekarang iPhone bisa digunakan untuk mengisi daya iPhone lainnya.

Misalnya kamu memiliki iPhone 16 Pro dengan baterai 80 persen, sementara temanmu menggunakan iPhone 15 yang tersisa 5 persen dan hampir mati. Dalam kondisi darurat, kedua perangkat cukup dihubungkan menggunakan kabel USB-C.

Setelah tersambung, sistem akan secara otomatis menentukan perangkat mana yang memiliki daya lebih banyak. Selanjutnya, energi akan dialirkan ke perangkat yang membutuhkan.

Memang jangan berharap prosesnya secepat charger cepat modern. Kecepatan transfer dayanya hanya sekitar 4 watt hingga 4,5 watt. Namun untuk kebutuhan darurat, daya sekecil itu sudah cukup membantu.

Bayangkan baterai iPhone temanmu benar-benar habis dan ia perlu memesan transportasi online atau menghubungi keluarga. Tambahan daya beberapa persen saja bisa membuat ponsel kembali hidup dan digunakan selama puluhan menit.

Bagi pengguna iPhone 14 atau generasi yang lebih lama, proses ini tetap bisa dilakukan menggunakan kabel USB-C ke Lightning. Sedangkan untuk sesama iPhone USB-C, cukup menggunakan kabel USB-C biasa.

Inilah salah satu keuntungan terbesar standar USB-C. Semua perangkat dapat saling terhubung dengan lebih mudah tanpa membutuhkan banyak jenis kabel berbeda.

Baca juga : Tutorial Servis HP Nokia Jadul Mati Total dan Nyala Sebentar Lalu Mati

3. Power Bank

Kalau biasanya power bank digunakan untuk mengisi daya iPhone, kini situasinya bisa dibalik.

Ya, iPhone ternyata mampu mengisi daya power bank tertentu yang mendukung USB-C dan teknologi Power Delivery (PD).

Saat pertama kali diketahui pengguna, banyak yang menganggap ini sebagai bug atau kesalahan sistem. Namun ternyata kemampuan tersebut memang merupakan bagian dari fleksibilitas standar USB-C modern.

USB-C tidak lagi bekerja seperti kabel lama yang hanya memiliki satu arah aliran listrik. Melalui teknologi Power Delivery, perangkat dapat bernegosiasi untuk menentukan siapa yang menjadi pemberi daya dan siapa yang menerima daya.

Karena itulah, dalam kondisi tertentu iPhone bisa menjadi sumber listrik bagi sebuah power bank.

Meskipun demikian, penggunaan fitur ini sebenarnya cukup terbatas. Kapasitas baterai iPhone tentu jauh lebih kecil dibandingkan sebagian besar power bank modern. Oleh karena itu, mengisi power bank menggunakan iPhone bukanlah cara yang efisien.

Namun dari sisi teknologi, fitur ini menunjukkan betapa canggihnya sistem manajemen daya pada perangkat masa kini. Sebuah smartphone kini tidak lagi sekadar menjadi penerima daya, tetapi juga bisa bertindak sebagai pengirim daya sesuai kebutuhan.

4. Smartphone Android

Inilah salah satu hal yang paling menarik dari hadirnya USB-C di iPhone.

Dulu, perangkat Apple dan Android sering dianggap seperti dua dunia yang berbeda. Banyak aksesori yang tidak kompatibel satu sama lain, termasuk soal kabel pengisian daya.

Kini situasinya berubah.

Berkat penggunaan standar USB-C, iPhone dan Android dapat saling berbagi daya hanya dengan satu kabel sederhana.

Misalnya temanmu menggunakan HP Android dan baterainya tinggal 1 persen. Jika kamu membawa iPhone 15 atau generasi yang lebih baru, cukup sambungkan kedua perangkat menggunakan kabel USB-C.

Setelah terhubung, kedua perangkat akan melakukan komunikasi melalui protokol USB Power Delivery. Sistem kemudian menentukan perangkat mana yang memiliki daya lebih tinggi dan layak menjadi sumber energi.

Prosesnya berlangsung otomatis tanpa perlu aplikasi tambahan maupun pengaturan khusus.

Memang transfer dayanya tidak besar. Kecepatannya jauh dari teknologi fast charging modern. Namun ketika seseorang membutuhkan tambahan baterai untuk melakukan panggilan darurat, mengirim pesan penting, atau membuka aplikasi navigasi, fitur ini bisa sangat membantu.

Keuntungan lainnya adalah kompatibilitas lintas merek. Tidak peduli apakah perangkat Android tersebut berasal dari Samsung, Xiaomi, OPPO, vivo, realme, OnePlus, atau merek lainnya, selama mendukung USB-C dan Power Delivery, proses berbagi daya umumnya dapat dilakukan.

5. Berbagai Perangkat USB-C Lainnya

Mungkin banyak yang mengira kemampuan berbagi daya iPhone hanya terbatas pada smartphone dan perangkat Apple. Faktanya, cakupannya jauh lebih luas.

Selama perangkat tersebut menggunakan port USB-C dan membutuhkan daya yang relatif kecil, iPhone berpotensi menjadi sumber listriknya.

Beberapa contohnya adalah headphone USB-C, speaker Bluetooth mini, TWS, e-reader, game controller, hingga perangkat elektronik portabel lainnya.

Misalnya kamu sedang membawa speaker Bluetooth kecil yang baterainya habis saat acara kumpul bersama teman. Jika tidak ada colokan listrik di sekitar, iPhone bisa digunakan untuk memberikan sedikit tambahan daya agar speaker dapat kembali digunakan.

Contoh lain adalah perangkat e-reader seperti Kindle. Karena konsumsi dayanya sangat rendah, beberapa menit pengisian dari iPhone saja sudah cukup untuk memperpanjang masa pakainya.

Gamepad portabel yang menggunakan USB-C juga termasuk perangkat yang dapat menerima daya dari iPhone.

Namun perlu diingat bahwa fitur ini memiliki keterbatasan.

Output daya sekitar 4 hingga 4,5 watt hanya cocok untuk perangkat kecil. Ketika digunakan untuk perangkat yang membutuhkan energi besar seperti laptop, monitor portabel, atau tablet berukuran besar, hasilnya tidak akan optimal.

Bahkan dalam beberapa kasus, perangkat tersebut mungkin hanya mempertahankan level baterainya tanpa benar-benar mengisi ulang.

Apakah Fitur Ini Bisa Menggantikan Power Bank?

Jawabannya tentu tidak.

Meskipun menarik dan sangat berguna, kemampuan reverse charging pada iPhone tidak dirancang untuk menggantikan fungsi power bank.

Kapasitas baterai iPhone tetap terbatas. Jika terlalu sering digunakan untuk mengisi perangkat lain, baterai iPhone sendiri akan cepat berkurang.

Selain itu, kecepatan transfer dayanya juga relatif rendah dibandingkan charger modern.

Namun jika dilihat sebagai fitur darurat, nilainya sangat tinggi. Daripada AirPods mati total saat perjalanan, Apple Watch tidak bisa digunakan, atau ponsel teman kehabisan baterai saat kondisi penting, kemampuan berbagi daya dari iPhone bisa menjadi penyelamat.

Penutup

Peralihan Apple dari Lightning ke USB-C ternyata bukan sekadar mengikuti regulasi atau tren industri. Standar baru ini membuka banyak kemungkinan yang sebelumnya tidak dimiliki iPhone.

Kini iPhone bukan hanya perangkat yang menerima daya, tetapi juga mampu menjadi sumber daya bagi perangkat lain. Mulai dari AirPods, Apple Watch, iPad, iPhone lain, smartphone Android, power bank, hingga berbagai aksesori USB-C, semuanya bisa memperoleh energi langsung dari iPhone dalam situasi darurat.

Meski daya yang diberikan relatif kecil dan tidak menggantikan fungsi charger utama, fitur ini tetap menjadi salah satu kemampuan tersembunyi yang sangat berguna. Bagi pengguna iPhone 15 dan generasi yang lebih baru, tidak ada salahnya mengingat fitur ini. Siapa tahu suatu saat kamu atau orang di sekitarmu benar-benar membutuhkannya ketika tidak ada colokan listrik maupun power bank di dekatmu.