Mirip Mobil Listrik, Ini Cara Pakai V2L di Mobil PHEV dan Manfaatnya untuk Aktivitas Sehari-hari

Mirip Mobil Listrik, Ini Cara Pakai V2L di Mobil PHEV dan Manfaatnya untuk Aktivitas Sehari-hari

Perkembangan teknologi kendaraan elektrifikasi tidak hanya menghadirkan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, tetapi juga melahirkan berbagai fitur baru yang sebelumnya sulit ditemukan pada mobil konvensional. Salah satu fitur yang semakin populer adalah Vehicle to Load atau yang lebih dikenal dengan singkatan V2L.

Selama ini, banyak orang mengira fitur V2L hanya tersedia pada mobil listrik murni atau Battery Electric Vehicle (BEV). Padahal, sejumlah mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) modern juga sudah dibekali kemampuan serupa. Salah satu contohnya adalah Chery Tiggo 9 CSH yang menawarkan fitur V2L dengan daya keluaran hingga 6,6 kW.

Kemampuan tersebut menjadikan mobil bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi juga sebagai sumber listrik portabel berkapasitas besar yang dapat digunakan dalam berbagai situasi. Mulai dari aktivitas berkemah, kebutuhan darurat saat listrik padam, hingga mendukung kegiatan usaha kecil di luar ruangan.

Lalu, apa sebenarnya V2L itu? Bagaimana cara kerjanya pada mobil PHEV? Dan apa saja manfaat yang bisa diperoleh pengguna? Berikut ulasan lengkapnya.

Apa Itu Vehicle to Load (V2L)?

Vehicle to Load atau V2L merupakan teknologi yang memungkinkan energi listrik yang tersimpan di baterai kendaraan dialirkan keluar untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik eksternal.

Secara sederhana, mobil berfungsi layaknya generator listrik berjalan. Namun berbeda dengan genset yang menghasilkan listrik dari pembakaran bahan bakar secara langsung, V2L memanfaatkan energi yang telah tersimpan di dalam baterai kendaraan.

Melalui adaptor khusus, pengguna dapat menghubungkan berbagai perangkat elektronik ke mobil dan menggunakan daya yang tersedia untuk mengoperasikan perangkat tersebut.

Teknologi ini pertama kali populer pada mobil listrik murni, namun kini mulai banyak diterapkan pada kendaraan PHEV karena kapasitas baterai yang semakin besar.

Mengenal Mobil PHEV

Sebelum memahami cara kerja V2L, penting untuk mengetahui apa itu mobil PHEV.

Plug-in Hybrid Electric Vehicle merupakan kendaraan yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai berkapasitas besar. Berbeda dengan hybrid biasa, baterai PHEV dapat diisi ulang dari sumber listrik eksternal melalui charging station atau charger rumahan.

Kombinasi tersebut memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Konsumsi bahan bakar lebih hemat.
  • Jarak tempuh lebih panjang.
  • Bisa berjalan menggunakan tenaga listrik murni.
  • Tidak mengalami kecemasan jarak tempuh seperti mobil listrik murni.

Karena memiliki baterai yang relatif besar, mobil PHEV juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber listrik melalui fitur V2L.

Baca juga : Pakai Nitrogen Membuat Tekanan Udara Ban Lebih Awet? Ini Penjelasan Ilmiahnya

V2L pada Chery Tiggo 9 CSH

Salah satu contoh menarik adalah Chery Tiggo 9 CSH yang dibekali baterai berkapasitas 34,46 kWh.

Kapasitas tersebut tergolong besar untuk ukuran mobil PHEV. Sebagai perbandingan, banyak mobil listrik perkotaan generasi awal bahkan memiliki kapasitas baterai yang tidak jauh berbeda.

Dengan baterai sebesar itu, Tiggo 9 CSH mampu mengeluarkan daya listrik hingga 6,6 kW melalui fitur V2L.

Angka tersebut cukup mengesankan karena sebagian besar mobil listrik yang tersedia saat ini umumnya hanya menawarkan daya V2L sekitar 3,3 kW.

Artinya, kemampuan suplai listrik Tiggo 9 CSH hampir dua kali lebih besar dibandingkan banyak mobil listrik lainnya.

Apa Arti Daya 6,6 kW?

Bagi sebagian orang, angka 6,6 kW mungkin terdengar abstrak.

Padahal kapasitas tersebut sebenarnya sangat besar untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan daya 6,6 kW, pengguna dapat menyalakan berbagai perangkat seperti:

  • Televisi.
  • Proyektor.
  • Laptop.
  • Kulkas mini.
  • Mesin kopi.
  • Rice cooker.
  • Kipas angin.
  • Lampu penerangan.
  • Kompor listrik.
  • Sound system.

Bahkan beberapa perangkat dapat digunakan secara bersamaan selama total konsumsi dayanya tidak melebihi batas yang ditentukan sistem.

Hal inilah yang membuat V2L menjadi fitur menarik bagi mereka yang sering melakukan aktivitas luar ruangan.

Cara Menggunakan V2L pada Mobil PHEV

Salah satu kelebihan fitur ini adalah kemudahan penggunaannya.

Proses pengoperasian V2L pada mobil PHEV seperti Chery Tiggo 9 CSH tidak jauh berbeda dengan penggunaan V2L pada mobil listrik murni.

Berikut langkah-langkah dasarnya:

1. Parkirkan Mobil di Lokasi Aman

Pastikan kendaraan berhenti di tempat yang aman dan stabil.

Jika digunakan di area terbuka seperti perkemahan atau lokasi acara luar ruangan, pastikan mobil tidak menghalangi lalu lintas maupun aktivitas orang lain.

2. Aktifkan Sistem Kendaraan

Berbeda dengan mobil konvensional, pengguna tidak perlu menyalakan mesin secara penuh.

Pada Tiggo 9 CSH, kendaraan cukup berada dalam mode standby sehingga sistem listrik aktif dan siap menyalurkan energi dari baterai.

3. Sambungkan Adaptor V2L

Adaptor V2L dipasang pada port pengisian daya kendaraan.

Adaptor ini berfungsi mengubah konektor pengisian mobil menjadi stop kontak yang dapat digunakan untuk perangkat elektronik biasa.

4. Hubungkan Perangkat Elektronik

Setelah adaptor terpasang, pengguna dapat menghubungkan berbagai perangkat elektronik yang ingin digunakan.

Sistem akan secara otomatis mendeteksi beban listrik dan mulai menyalurkan energi dari baterai kendaraan.

5. Pantau Indikator Operasi

Pada umumnya adaptor V2L dilengkapi lampu indikator.

Warna indikator biasanya menunjukkan kondisi berikut:

  • Biru: sistem siap digunakan.
  • Hijau: listrik mengalir normal.
  • Merah: terjadi gangguan atau kesalahan.

Jika indikator merah muncul, pengguna sebaiknya memeriksa kembali sambungan kabel dan perangkat yang digunakan.

Tidak Perlu Menyalakan Mesin

Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa mesin bensin harus hidup saat V2L digunakan.

Faktanya, pada banyak mobil PHEV modern, energi listrik langsung disuplai dari baterai tanpa memerlukan mesin menyala.

Hal ini memberikan beberapa keuntungan:

  • Operasi lebih senyap.
  • Tidak menghasilkan emisi saat digunakan.
  • Lebih hemat bahan bakar.
  • Cocok untuk lingkungan perkemahan.

Pengguna dapat menikmati listrik tanpa suara bising seperti yang biasa dihasilkan generator konvensional.

Cocok untuk Camping dan Aktivitas Outdoor

Popularitas V2L meningkat seiring berkembangnya tren camping dan overlanding.

Banyak pengguna mobil kini menginginkan kendaraan yang dapat mendukung berbagai aktivitas luar ruangan.

Dengan V2L, mobil dapat berfungsi sebagai pusat daya untuk berbagai kebutuhan seperti:

  • Menyalakan lampu perkemahan.
  • Mengisi baterai drone.
  • Mengisi daya kamera.
  • Menyalakan kipas angin.
  • Mengoperasikan alat memasak listrik.

Pengalaman berkemah menjadi jauh lebih nyaman tanpa harus membawa generator tambahan.

Solusi Saat Listrik Padam

Selain untuk rekreasi, V2L juga sangat berguna dalam kondisi darurat.

Ketika terjadi pemadaman listrik, mobil dapat digunakan sebagai sumber energi sementara.

Misalnya untuk:

  • Menyalakan lampu rumah.
  • Mengisi daya ponsel.
  • Menyalakan modem internet.
  • Menjalankan laptop kerja.
  • Mengoperasikan perangkat medis tertentu.

Kemampuan ini menjadikan mobil memiliki nilai guna yang lebih luas dibandingkan sekadar alat transportasi.

Mendukung Kegiatan Bisnis

Bagi pelaku usaha kecil, fitur V2L juga menawarkan manfaat besar.

Pedagang keliling, pelaku UMKM, maupun penyelenggara acara dapat memanfaatkan mobil sebagai sumber listrik portabel.

Contohnya:

  • Stand kopi keliling.
  • Booth pameran.
  • Penjualan makanan ringan.
  • Kegiatan promosi produk.
  • Acara komunitas.

Karena tidak memerlukan generator tambahan, biaya operasional dapat ditekan dan mobilitas menjadi lebih tinggi.

Sistem Perlindungan Baterai

Salah satu kekhawatiran pengguna adalah kemungkinan baterai habis total akibat penggunaan V2L.

Produsen kendaraan telah mengantisipasi hal tersebut dengan sistem perlindungan otomatis.

Pada Tiggo 9 CSH misalnya, sistem akan menghentikan suplai listrik ketika kapasitas baterai mencapai sekitar 10 persen.

Tujuannya adalah:

  • Menjaga kesehatan baterai.
  • Memastikan kendaraan masih dapat beroperasi.
  • Menghindari kerusakan akibat pengosongan baterai berlebihan.

Dengan demikian, pengguna tidak perlu khawatir mobil akan benar-benar kehabisan daya.

Keunggulan PHEV Dibanding Mobil Listrik Murni

Menariknya, dalam kondisi tertentu mobil PHEV justru memiliki kelebihan dibanding mobil listrik murni saat menggunakan V2L.

Ketika baterai mulai menipis, mesin bensin dapat membantu mengisi ulang energi listrik secara otomatis.

Artinya, sumber daya listrik menjadi lebih fleksibel.

Pada mobil listrik murni, pengguna harus mencari stasiun pengisian daya ketika baterai habis.

Sedangkan pada PHEV, mesin pembakaran internal masih bisa membantu menjaga ketersediaan energi.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun praktis, penggunaan V2L tetap memerlukan perhatian khusus.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Gunakan Adaptor Resmi

Adaptor V2L harus sesuai spesifikasi kendaraan.

Penggunaan adaptor yang tidak sesuai dapat mengganggu sistem kelistrikan dan berpotensi menimbulkan kerusakan.

Perhatikan Kapasitas Beban

Jangan menghubungkan perangkat dengan total daya melebihi kapasitas maksimum yang diizinkan.

Beban berlebihan dapat menyebabkan sistem proteksi aktif atau bahkan merusak perangkat.

Gunakan Kabel Berkualitas

Karena daya yang dikeluarkan cukup besar, kabel ekstensi dan stop kontak harus memiliki spesifikasi yang memadai.

Hindari Lingkungan Basah

Seperti penggunaan listrik pada umumnya, V2L sebaiknya tidak digunakan di area yang tergenang air atau saat hujan deras tanpa perlindungan yang memadai.

Masa Depan Teknologi V2L

Ke depan, teknologi V2L diperkirakan akan semakin umum ditemukan pada kendaraan elektrifikasi.

Bahkan sejumlah produsen mulai mengembangkan teknologi yang lebih canggih seperti:

  • Vehicle to Home (V2H).
  • Vehicle to Building (V2B).
  • Vehicle to Grid (V2G).

Teknologi tersebut memungkinkan mobil tidak hanya menyalakan perangkat elektronik, tetapi juga menyuplai listrik ke rumah, gedung, bahkan jaringan listrik nasional.

Dengan kata lain, kendaraan masa depan tidak hanya menjadi alat transportasi, tetapi juga bagian dari ekosistem energi yang lebih besar.

Kesimpulan

Fitur Vehicle to Load (V2L) membuktikan bahwa mobil modern kini mampu menawarkan fungsi yang jauh melampaui sekadar sarana transportasi. Pada mobil PHEV seperti Chery Tiggo 9 CSH, fitur ini memungkinkan pengguna memanfaatkan energi baterai untuk menyalakan berbagai perangkat elektronik dengan daya hingga 6,6 kW, bahkan tanpa perlu menyalakan mesin.

Kemudahan penggunaan, kapasitas daya besar, serta kemampuan mendukung aktivitas outdoor, kebutuhan darurat, hingga kegiatan bisnis menjadikan V2L sebagai salah satu fitur paling menarik dalam era kendaraan elektrifikasi saat ini. Dengan semakin berkembangnya teknologi baterai dan sistem kelistrikan kendaraan, bukan tidak mungkin V2L akan menjadi fitur standar yang banyak dicari konsumen di masa mendatang.