Spotify Rilis Running Mode, Playlist Otomatis Mengikuti Tempo Lari

Spotify Rilis Running Mode, Playlist Otomatis Mengikuti Tempo Lari

 

Spotify kembali memperluas fungsi aplikasinya dengan menghadirkan fitur yang dirancang khusus untuk menemani aktivitas olahraga. Pada 30 Juli 2026, platform streaming musik tersebut memperkenalkan Running Mode, sebuah fitur yang dapat membuat playlist secara otomatis berdasarkan karakter latihan pengguna.

Berbeda dari playlist olahraga biasa yang hanya berisi kumpulan lagu bertempo cepat, Running Mode mencoba menyesuaikan musik dengan kebutuhan latihan secara lebih spesifik. Pengguna dapat menentukan jenis latihan, durasi, target Beats Per Minute (BPM), intensitas, hingga genre musik yang disukai. Spotify kemudian menggunakan informasi tersebut untuk menyusun pengalaman mendengarkan yang lebih sesuai dengan sesi olahraga.

Fitur ini juga dilengkapi pilihan panduan suara atau audio cues yang dapat membantu pengguna menjaga ritme selama berlari. Namun, Running Mode masih diluncurkan secara bertahap dan pada tahap awal hanya tersedia bagi pelanggan Premium di iPhone pada sejumlah negara.

Selain Running Mode, Spotify juga memperkenalkan User Notes, fitur yang memungkinkan pengguna menambahkan catatan pribadi pada lagu yang terdapat di library atau playlist. Lantas, seperti apa cara kerja kedua fitur baru tersebut?

1. Running Mode membuat playlist berdasarkan tempo lari

Salah satu tantangan ketika berolahraga sambil mendengarkan musik adalah menemukan lagu yang benar-benar sesuai dengan ritme latihan. Lagu yang terlalu lambat dapat membuat suasana latihan terasa kurang bersemangat, sedangkan musik yang terlalu cepat belum tentu cocok untuk sesi jogging santai.

Running Mode dirancang untuk mengatasi persoalan tersebut. Alih-alih meminta pengguna mencari dan menyusun lagu secara manual, Spotify memungkinkan aplikasi membuat playlist berdasarkan parameter latihan yang telah ditentukan.

Pengguna dapat memilih karakter latihan seperti steady, interval, atau pyramid. Setiap jenis latihan memiliki pola aktivitas yang berbeda. Latihan steady, misalnya, lebih berfokus pada ritme yang relatif konsisten, sedangkan latihan interval melibatkan perubahan intensitas antara periode aktivitas dan pemulihan.

Selain jenis latihan, pengguna juga dapat menentukan durasi olahraga dan target BPM. BPM menunjukkan jumlah ketukan musik dalam satu menit dan sering digunakan sebagai salah satu indikator tempo sebuah lagu.

Dengan menentukan target tersebut, pengguna dapat memperoleh kumpulan lagu yang lebih sesuai dengan ritme latihan. Preferensi genre dan suasana musik juga dapat dimasukkan sehingga hasil playlist tidak hanya mengikuti tempo, tetapi tetap mempertahankan selera musik masing-masing.

Pendekatan ini membuat Running Mode terasa lebih personal dibanding playlist olahraga generik.

2. Pengguna bisa memilih hingga 25 preset latihan

Untuk mempermudah proses pembuatan playlist, Spotify menyediakan 25 preset lari yang dapat digunakan sebagai titik awal.

Preset tersebut memungkinkan pengguna langsung memilih pola latihan tanpa harus mengatur semuanya dari awal. Setelah memilih preset, pengguna tetap dapat melakukan personalisasi terhadap beberapa parameter yang tersedia.

Misalnya, seseorang ingin melakukan lari selama 30 menit dengan intensitas sedang. Pengguna dapat menyesuaikan durasi tersebut, menentukan kisaran BPM yang diinginkan, lalu memilih genre favorit seperti pop, rock, elektronik, hip-hop, atau genre lainnya.

Setelah pengaturan selesai, Spotify akan membuat playlist yang disesuaikan dengan pilihan tersebut.

Konsep ini cukup menarik karena pengguna tidak lagi harus menghabiskan banyak waktu sebelum olahraga hanya untuk mencari lagu yang cocok. Playlist dapat dipersiapkan berdasarkan kebutuhan latihan sehingga waktu sebelum berolahraga bisa digunakan untuk melakukan pemanasan atau mempersiapkan perlengkapan.

Bagi pengguna yang sering melakukan aktivitas fisik secara rutin, sistem seperti ini juga dapat mengurangi rasa bosan karena playlist dapat disesuaikan dengan jenis latihan yang berbeda.

Baca juga : 3 Rekomendasi Alat Penggiling Daging untuk Rumah dan Usaha

3. Running Mode dilengkapi panduan suara

Selain musik, Running Mode menawarkan fitur panduan suara yang bersifat opsional. Pengguna dapat mengaktifkannya jika membutuhkan arahan tambahan selama latihan.

Panduan tersebut dirancang untuk membantu pengguna menjaga ritme dan tetap mengikuti target latihan yang telah dipilih. Dengan demikian, pengalaman menggunakan Running Mode tidak hanya seperti mendengarkan playlist, tetapi juga mendapatkan semacam pendamping suara selama sesi olahraga.

Spotify menggambarkan pengalaman tersebut seperti memiliki teman atau pelatih yang menemani pengguna berlari.

Panduan suara tentunya tidak wajib digunakan. Pengguna yang lebih menyukai pengalaman olahraga tanpa gangguan dapat menonaktifkannya dan hanya menikmati musik yang diputar.

Fitur ini juga menjadi menarik bagi pengguna yang tidak ingin terus-menerus melihat layar smartphone ketika berlari. Dengan adanya arahan suara, informasi tertentu dapat disampaikan tanpa mengharuskan pengguna berhenti atau melihat perangkat.

Namun, fungsi tersebut tetap perlu dilihat sebagai pelengkap. Running Mode bukan pengganti pelatih profesional atau sistem pemantauan kebugaran khusus. Fitur utamanya tetap berada pada pengaturan musik dan pengalaman audio selama olahraga.

4. Running Mode masih terbatas untuk iPhone dan Premium

Meskipun sudah resmi diperkenalkan, Running Mode belum langsung tersedia untuk seluruh pengguna Spotify di dunia.

Pada tahap awal, fitur ini ditujukan untuk pelanggan Spotify Premium yang menggunakan iPhone. Pengguna dapat menemukan Running Mode melalui Spotify Fitness Hub di aplikasi Spotify.

Spotify terlebih dahulu menghadirkannya di beberapa negara, yaitu Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Irlandia, Australia, Selandia Baru, dan Swedia.

Artinya, pengguna di Indonesia belum tentu dapat langsung menemukan fitur tersebut di aplikasi mereka.

Pengguna Android juga masih harus menunggu. Spotify belum memberikan kepastian mengenai jadwal peluncuran Running Mode untuk Android maupun kapan fitur tersebut akan tersedia di lebih banyak negara.

Peluncuran bertahap semacam ini bukan sesuatu yang aneh bagi layanan digital besar. Perusahaan biasanya melakukan distribusi secara terbatas terlebih dahulu untuk mengevaluasi performa fitur, mengumpulkan masukan pengguna, serta memastikan sistem berjalan dengan baik sebelum memperluas ketersediaannya.

Karena itu, ada kemungkinan cakupan Running Mode akan bertambah pada masa mendatang, meskipun waktu pastinya masih bergantung pada keputusan Spotify.

5. Running Mode melengkapi fitur olahraga Spotify

Running Mode sebenarnya bukan langkah pertama Spotify untuk masuk lebih jauh ke dunia kebugaran.

Sebelumnya, platform tersebut telah menyediakan berbagai konten yang berkaitan dengan olahraga dan aktivitas fisik. Spotify juga pernah menghadirkan playlist maupun konten kebugaran yang dirancang untuk menemani pengguna selama berolahraga.

Kehadiran Running Mode membuat pendekatan tersebut menjadi lebih terpersonalisasi.

Jika playlist olahraga biasa hanya memberikan daftar lagu yang dianggap cocok untuk aktivitas fisik, Running Mode mencoba menghubungkan musik dengan karakter latihan pengguna.

Perbedaannya mungkin terlihat sederhana, tetapi dapat memberikan pengalaman yang lebih relevan. Musik yang dipilih untuk sesi sprint tentu tidak harus sama dengan musik untuk jalan santai selama satu jam.

Dengan sistem berbasis parameter, pengguna memiliki lebih banyak kendali terhadap pengalaman audio yang mereka dapatkan.

Spotify juga sebelumnya telah menghadirkan konten kebugaran dari berbagai kreator dan layanan, termasuk materi olahraga dari Peloton. Running Mode kemudian memperkuat posisi Spotify sebagai platform yang tidak hanya digunakan untuk menikmati musik ketika bersantai, tetapi juga dapat menjadi bagian dari rutinitas olahraga.

6. Spotify juga memperkenalkan fitur User Notes

Bersamaan dengan Running Mode, Spotify memperkenalkan fitur lain bernama User Notes.

Fitur ini memiliki fungsi yang sangat berbeda. Jika Running Mode ditujukan untuk aktivitas olahraga, User Notes lebih berkaitan dengan pengalaman personal pengguna terhadap musik.

Melalui User Notes, pengguna dapat menambahkan catatan pribadi pada lagu yang tersimpan di library atau playlist.

Misalnya, seseorang bisa menulis catatan mengenai alasan sebuah lagu dimasukkan ke playlist. Catatan tersebut juga dapat digunakan untuk mengingat sebuah momen, menjelaskan konteks lagu, atau sekadar memberikan informasi pribadi kepada orang lain.

Catatan akan ditampilkan di bawah lagu ketika pengguna membuka koleksi musiknya.

Konsep ini menarik karena playlist pada dasarnya sering memiliki cerita tersendiri. Satu lagu mungkin dimasukkan karena mengingatkan seseorang pada perjalanan tertentu, sementara lagu lain mungkin dipilih karena pernah menjadi soundtrack sebuah momen penting.

Dengan User Notes, konteks tersebut dapat disimpan langsung bersama lagu.

7. User Notes bisa membuat playlist terasa lebih personal

Fitur User Notes juga berpotensi memberikan pengalaman baru ketika playlist dibagikan kepada orang lain.

Jika sebuah lagu berada dalam playlist yang dibagikan, catatan yang dibuat pemilik playlist dapat dilihat oleh pengguna lain sesuai ketentuan fitur tersebut.

Dengan demikian, playlist tidak lagi sekadar kumpulan judul lagu. Pemiliknya dapat memberikan konteks mengenai alasan memilih lagu tertentu.

Bayangkan seseorang membuat playlist perjalanan dan memberikan catatan pada setiap lagu mengenai lokasi atau momen ketika lagu tersebut paling cocok didengarkan. Playlist tersebut akhirnya terasa seperti sebuah jurnal musik.

Spotify menyatakan User Notes tersedia bagi pengguna gratis maupun Premium di pasar tertentu. Namun, terdapat persyaratan usia. Fitur tersebut ditujukan bagi pengguna yang berusia minimal 16 tahun.

Ketersediaannya juga belum merata di semua negara sehingga sebagian pengguna mungkin belum menemukan opsi tersebut di aplikasi Spotify mereka.

8. Apa dampaknya bagi pengalaman pengguna?

Jika dilihat secara keseluruhan, kedua fitur baru ini menunjukkan arah pengembangan Spotify yang semakin berfokus pada personalisasi.

Running Mode berusaha memahami kebutuhan pengguna berdasarkan aktivitas fisik, sedangkan User Notes memberikan ruang bagi pengguna untuk menambahkan konteks pribadi pada koleksi musik.

Keduanya memang memiliki tujuan yang berbeda, tetapi sama-sama membuat pengalaman menggunakan Spotify terasa lebih personal.

Running Mode terutama berpotensi berguna bagi orang yang rutin berlari dan tidak ingin repot membuat playlist baru setiap kali latihan. Mereka cukup menentukan jenis latihan, durasi, BPM, serta preferensi musik, kemudian membiarkan Spotify menyusun playlist.

Sementara itu, User Notes lebih cocok bagi pengguna yang memiliki banyak playlist pribadi dan ingin memberikan makna tambahan pada lagu-lagu di dalamnya.

Kehadiran fitur seperti ini juga menunjukkan bahwa persaingan layanan streaming musik semakin tidak hanya berkutat pada jumlah lagu. Platform harus menawarkan pengalaman tambahan agar pengguna memiliki alasan untuk terus menggunakan aplikasinya.

Running Mode membuat musik olahraga semakin personal

Spotify Running Mode membawa pendekatan baru dalam menikmati musik saat berolahraga. Alih-alih sekadar menyediakan playlist berisi lagu bertempo cepat, fitur ini memungkinkan pengguna menentukan karakter latihan, durasi, target BPM, genre, dan suasana musik sebelum playlist dibuat secara otomatis.

Tambahan panduan suara juga memberikan pilihan bagi pengguna yang membutuhkan bantuan untuk menjaga ritme latihan.

Sayangnya, untuk saat ini ketersediaan fitur masih terbatas. Running Mode baru diperkenalkan bagi pelanggan Premium di iPhone pada sejumlah negara dan belum tersedia secara luas, termasuk belum ada kepastian kapan pengguna Android maupun negara lain akan mendapatkannya.

Di sisi lain, User Notes menawarkan pendekatan yang lebih personal terhadap koleksi musik dengan memungkinkan pengguna menambahkan catatan pada lagu.

Jika Spotify nantinya memperluas kedua fitur tersebut ke lebih banyak pengguna, pengalaman mendengarkan musik bisa menjadi semakin interaktif dan kontekstual. Musik tidak lagi hanya menjadi suara latar ketika seseorang beraktivitas, tetapi juga dapat menyesuaikan ritme kegiatan sekaligus menyimpan cerita personal di balik setiap lagu.