Panduan Pembaruan Desil DTSEN dan Cara Mengeceknya, Lengkap dengan Langkahnya
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN menjadi salah satu basis data penting dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah. Melalui data ini, kondisi sosial dan ekonomi keluarga dikelompokkan ke dalam sejumlah tingkatan yang disebut desil.
Belakangan, informasi mengenai desil DTSEN menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah kanal pengecekan data dibuka dan sebagian warga menemukan posisi desil yang berbeda dari perkiraan mereka. Perubahan tersebut tentu menimbulkan pertanyaan: apa sebenarnya arti desil, bagaimana cara mengeceknya, dan bagaimana jika data yang tercantum dianggap tidak sesuai?
Kabar baiknya, masyarakat memiliki jalur untuk mengajukan pembaruan data. Prosesnya dapat dilakukan melalui aplikasi, kantor pemerintahan setempat, maupun kanal khusus yang disediakan Badan Pusat Statistik (BPS).
Namun, sebelum mengajukan pembaruan, penting memahami terlebih dahulu konsep desil dan faktor yang memengaruhinya. Dengan begitu, masyarakat tidak sekadar mengajukan perubahan karena melihat angka desil yang dianggap kurang sesuai, tetapi juga memahami bagaimana sistem tersebut bekerja.
Apa Itu Desil DTSEN?
Secara sederhana, desil merupakan pengelompokan keluarga berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya. Dalam DTSEN, keluarga dikelompokkan menjadi 10 kelompok, mulai dari desil 1 sampai desil 10.
Desil 1 menggambarkan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling rendah. Sementara itu, desil 10 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan relatif paling tinggi.
Yang perlu diperhatikan, desil bukan sekadar pembagian masyarakat berdasarkan jumlah penghasilan bulanan. Tingkat kesejahteraan ditentukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator sosial ekonomi.
Beberapa indikator yang dapat menjadi bagian dari penilaian antara lain kondisi pekerjaan, kepemilikan barang, daya listrik, sumber air minum, serta berbagai informasi sosial ekonomi lainnya.
Artinya, dua keluarga dengan pendapatan bulanan yang terlihat sama belum tentu masuk ke desil yang sama. Begitu pula sebaliknya, seseorang tidak seharusnya langsung menyimpulkan bahwa dirinya berada di desil tertentu hanya berdasarkan besarnya gaji.
Data tersebut kemudian dapat digunakan pemerintah sebagai salah satu acuan dalam menentukan sasaran program bantuan sosial. Karena itu, ketepatan data menjadi hal penting, baik bagi masyarakat maupun pemerintah.
Mengapa Desil DTSEN Penting?
Desil bukan sekadar angka yang muncul di layar ketika masyarakat melakukan pengecekan data. Posisi tersebut dapat berkaitan dengan prioritas dalam sejumlah program sosial.
Kementerian Sosial menggunakan data desil sebagai salah satu acuan dalam penyaluran bantuan sosial. Masyarakat dalam kelompok kesejahteraan tertentu dapat menjadi prioritas sesuai kriteria program yang berlaku.
Karena setiap program mempunyai persyaratan masing-masing, posisi desil tidak otomatis berarti seseorang pasti mendapatkan atau tidak mendapatkan seluruh bantuan sosial.
Dengan kata lain, desil sebaiknya dipahami sebagai bagian dari sistem pemeringkatan kondisi sosial ekonomi, bukan sebagai kartu kepastian untuk mendapatkan bansos tertentu.
Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak salah mengartikan hasil pengecekan DTSEN.
Baca juga : Cara Legal Menjadi Reseller Internet dari ISP, Jangan Asal Jual Koneksi
Cara Cek Desil DTSEN Melalui Cek Bansos Kemensos
Sebelum melakukan pembaruan, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengecek data yang saat ini tercatat.
Salah satu caranya adalah melalui laman resmi Cek Bansos Kementerian Sosial. Masyarakat dapat mengakses laman tersebut, kemudian memasukkan NIK dan kode keamanan yang tersedia.
Setelah data dikirimkan, sistem akan melakukan pencarian berdasarkan informasi yang dimasukkan.
Jika data ditemukan, masyarakat dapat melihat informasi seperti nama, desil DTSEN, serta informasi terkait status penyaluran sejumlah program bantuan sosial.
Informasi yang tersedia dapat mencakup program seperti Program Sembako/BPNT, PKH, dan PBI-JK.
Hasil pengecekan tersebut sebaiknya diperhatikan dengan teliti. Jika posisi desil maupun informasi lain terlihat berbeda dengan kondisi sebenarnya, masyarakat dapat mempertimbangkan pengajuan pembaruan data.
Cek Melalui Aplikasi Cek Bansos
Selain melalui situs, pengecekan juga dapat dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos.
Setelah aplikasi dipasang pada perangkat, pengguna perlu membuat akun apabila belum memilikinya. Data yang diminta harus diisi sesuai identitas yang sebenarnya.
Setelah berhasil masuk, pilih menu Cek Bansos. Selanjutnya, masukkan 16 digit NIK pada kolom yang tersedia dan lakukan pencarian.
Aplikasi akan menampilkan informasi yang tersedia berdasarkan NIK tersebut, termasuk desil DTSEN dan status beberapa jenis bantuan sosial.
Keuntungan menggunakan aplikasi adalah masyarakat dapat melakukan pengecekan melalui ponsel tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
Namun, pastikan aplikasi yang digunakan merupakan aplikasi resmi. Jangan sembarangan memasukkan NIK, nomor KK, atau informasi pribadi ke aplikasi maupun situs yang tidak jelas sumbernya.
Cara Cek Desil Melalui Kanal DTSEN BPS
Alternatif lainnya adalah menggunakan kanal DTSEN BPS.
Pertama, buka laman DTSEN BPS dan pilih bagian Lainnya. Setelah itu, masukkan NIK serta kode captcha yang ditampilkan.
Klik Cek Data untuk mengetahui apakah NIK tersebut tercatat dalam basis data DTSEN.
Jika NIK ditemukan, pengguna dapat menutup informasi yang muncul kemudian memilih menu Cek Desil.
Pada tahap berikutnya, masukkan tanggal lahir dan captcha. Setelah menekan Cari Data, informasi mengenai desil yang tercatat untuk NIK tersebut akan ditampilkan.
Metode ini berguna bagi masyarakat yang ingin melihat posisi desil secara langsung melalui kanal BPS.
Bagaimana Jika Desil DTSEN Tidak Sesuai?
Masyarakat yang merasa kondisi sosial ekonominya tidak tercermin secara tepat dalam data dapat mengajukan pembaruan.
Menurut informasi BPS yang dirangkum dalam tulisan sumber, terdapat tiga jalur yang dapat digunakan, yakni melalui aplikasi Cek Bansos, kantor desa/kelurahan atau dinas sosial, serta kanal pembaruan DTSEN BPS.
Masing-masing jalur memiliki mekanisme yang berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu memperbarui informasi yang menjadi dasar pemutakhiran data.
Pembaruan Melalui Aplikasi Cek Bansos
Bagi masyarakat yang ingin menggunakan aplikasi, langkahnya relatif sederhana.
Pertama, unduh aplikasi Cek Bansos melalui toko aplikasi resmi. Setelah itu, buat akun dan lengkapi informasi yang diminta.
Setelah berhasil login, masuk ke menu Profil. Kemudian cari pilihan Request pembaruan Data.
Pengguna akan diminta menjawab sejumlah pertanyaan. Pastikan seluruh jawaban diberikan berdasarkan kondisi sebenarnya.
Setelah semua pertanyaan selesai, kirimkan permohonan tersebut.
Proses tidak langsung berarti desil akan berubah. Data yang diajukan akan melalui proses validasi. Dalam mekanisme yang dijelaskan, petugas pendamping sosial dapat datang ke rumah untuk melakukan verifikasi terhadap informasi yang diberikan.
Karena itu, jangan mengisi data secara sembarangan hanya dengan tujuan mendapatkan desil tertentu.
Pembaruan di Kantor Desa, Kelurahan, atau Dinas Sosial
Bagi masyarakat yang kesulitan menggunakan aplikasi, jalur tatap muka bisa menjadi pilihan.
Datanglah ke kantor desa atau kelurahan maupun dinas sosial setempat. Sampaikan bahwa Anda ingin mengajukan pembaruan data DTSEN.
Petugas kemudian akan membantu proses pengajuan dan memberikan sejumlah pertanyaan terkait kondisi sosial ekonomi keluarga.
Jawablah sesuai keadaan sebenarnya. Setelah permohonan diterima, data akan diproses melalui mekanisme yang berlaku.
Jalur ini dapat menjadi alternatif bagi warga yang tidak terbiasa menggunakan layanan digital atau membutuhkan bantuan petugas dalam mengisi informasi.
Pembaruan Melalui Kanal DTSEN BPS
Jalur ketiga adalah menggunakan kanal khusus DTSEN BPS.
Sebelum memulai, masyarakat perlu menyiapkan sejumlah data dan dokumen. Informasi yang disebutkan dalam panduan antara lain NIK, nomor Kartu Keluarga, nomor ID pelanggan PLN, foto bagian depan rumah, koordinat lokasi rumah, serta surat pernyataan yang perlu ditandatangani kepala desa atau lurah.
Setelah seluruh persyaratan siap, buka laman DTSEN BPS dan lakukan pengecekan NIK.
Jika data ditemukan, pilih menu Pembaruan Data. Kemudian isi seluruh kolom yang diwajibkan dan pilih opsi Perbarui Data.
Jika terdapat dokumen yang belum memenuhi persyaratan, proses verifikasi dapat dilakukan melalui nomor telepon yang diberikan.
Karena proses melibatkan data pribadi, masyarakat perlu berhati-hati. Pastikan selalu menggunakan kanal resmi dan tidak membagikan NIK, KK, atau dokumen pribadi kepada pihak yang tidak berkepentingan.
Apakah Desil Bisa Berubah Secara Otomatis?
Jawabannya bisa.
Perubahan desil dapat terjadi apabila terdapat pembaruan informasi yang menjadi dasar pemeringkatan. Data tersebut dapat berasal dari catatan administratif pemerintah, pemutakhiran pemerintah, maupun pembaruan yang dilakukan masyarakat.
Dengan demikian, posisi desil bukan angka yang selamanya tetap.
Perubahan kondisi keluarga juga dapat berpengaruh terhadap data yang digunakan dalam proses pemeringkatan. Karena itu, masyarakat sebaiknya memastikan informasi yang tercatat tetap menggambarkan kondisi sebenarnya.
Berapa Lama Perubahan Desil Diproses?
Pemutakhiran tidak selalu terjadi secara langsung setelah masyarakat mengirimkan permohonan.
Berdasarkan informasi BPS yang dicantumkan dalam sumber, perubahan desil secara umum diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Sementara itu, pembaruan tertentu untuk keperluan pendaftaran Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dapat diketahui dalam waktu sekitar dua minggu.
Durasi tersebut menunjukkan bahwa proses pembaruan membutuhkan tahapan verifikasi dan pengolahan data. Jadi, masyarakat sebaiknya tidak mengirimkan permohonan berulang kali hanya karena perubahan belum langsung terlihat.
Apakah Desil Bisa Ditentukan dari Gaji?
Ini merupakan salah satu kesalahpahaman yang cukup mudah muncul.
Tidak ada tabel resmi yang secara sederhana mengatakan, misalnya, gaji tertentu pasti masuk desil tertentu.
Penghasilan memang dapat menjadi salah satu indikator dalam pengelompokan, tetapi penentuan desil mempertimbangkan berbagai aspek sosial ekonomi.
Karena itu, jangan menggunakan gaji sebagai satu-satunya dasar untuk memperkirakan posisi desil.
Kondisi tempat tinggal, pekerjaan, kepemilikan barang, fasilitas rumah tangga, serta indikator lainnya dapat ikut membentuk gambaran kesejahteraan sebuah keluarga.
Desil Berapa yang Diprioritaskan untuk Bansos?
Secara umum, kelompok desil 1 sampai 4 menjadi kelompok yang diprioritaskan untuk sejumlah bantuan sosial seperti PKH dan Program Sembako.
Namun, masyarakat tidak boleh menganggap bahwa desil tertentu otomatis menjamin penerimaan sebuah program.
Setiap bantuan memiliki kriteria dan mekanisme penetapan penerima masing-masing. Bahkan kelompok desil 5 masih dapat diusulkan untuk menjadi peserta PBI-JK sesuai ketentuan program.
Karena itu, hasil pengecekan desil sebaiknya dipandang sebagai informasi awal untuk memahami posisi keluarga dalam basis data sosial ekonomi.
Jangan Mengubah Data Hanya Demi Mendapatkan Bansos
Hal terpenting dalam proses pembaruan DTSEN adalah kejujuran.
Jika data memang tidak sesuai, masyarakat memiliki hak untuk mengajukan perbaikan. Namun, pembaruan seharusnya dilakukan untuk memperbaiki informasi, bukan memanipulasi kondisi agar masuk kelompok kesejahteraan tertentu.
Data sosial ekonomi yang akurat justru membantu pemerintah menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Sebaliknya, informasi yang tidak benar dapat menyebabkan pemetaan kesejahteraan menjadi kurang akurat dan berpotensi membuat program pemerintah tidak tepat sasaran.
Kesimpulan
DTSEN menjadi bagian penting dalam pemetaan kondisi sosial ekonomi masyarakat. Melalui sistem desil, keluarga dikelompokkan dari desil 1 hingga desil 10 berdasarkan posisi relatif tingkat kesejahteraannya.
Masyarakat dapat mengecek desil melalui Cek Bansos Kemensos, aplikasi Cek Bansos, maupun kanal DTSEN BPS. Jika informasi yang tercatat dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tersedia beberapa jalur pembaruan, mulai dari aplikasi hingga kantor desa, kelurahan, dinas sosial, dan kanal BPS.
Perlu diingat bahwa desil tidak ditentukan hanya berdasarkan gaji bulanan. Berbagai indikator sosial ekonomi digunakan dalam proses pemeringkatan. Desil juga dapat berubah ketika data yang menjadi dasar penilaian mengalami pembaruan.
Dengan memahami cara mengecek dan memperbarui data secara benar, masyarakat dapat ikut membantu menciptakan basis data sosial ekonomi yang lebih akurat. Pada akhirnya, data yang semakin tepat diharapkan dapat membantu program bantuan sosial maupun kebijakan pemerintah menjadi lebih tepat sasaran.