Fitur Keamanan WhatsApp Baru: Multi-Passkey hingga 2FA yang Makin Kuat

Fitur Keamanan WhatsApp Baru: Multi-Passkey hingga 2FA yang Makin Kuat

WhatsApp kembali memperkuat sistem keamanan aplikasinya dengan menghadirkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk membuat akun pengguna lebih aman sekaligus memberikan kontrol yang lebih fleksibel. Pembaruan tersebut mencakup dukungan lebih dari satu passkey, peningkatan sistem verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA), hingga informasi tambahan ketika pengguna menerima panggilan dari nomor asing.

Langkah ini menjadi semakin penting karena WhatsApp tidak hanya digunakan untuk berkirim pesan pribadi, tetapi juga telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari, mulai dari komunikasi keluarga, pekerjaan, bisnis, hingga berbagi dokumen penting. Ketika akun WhatsApp berhasil diambil alih, dampaknya pun bisa cukup serius.

WhatsApp sendiri menegaskan bahwa keamanan percakapan tetap mengandalkan enkripsi end-to-end yang aktif secara default. Dengan sistem tersebut, isi percakapan dirancang agar hanya dapat diakses oleh pihak yang terlibat dalam percakapan.

Di luar perlindungan terhadap isi pesan, WhatsApp kini menambahkan sejumlah mekanisme baru untuk membantu pengguna melindungi akses ke akun. Lantas, apa saja fitur keamanan baru tersebut dan bagaimana cara menggunakannya?

1. WhatsApp Kini Mendukung Lebih dari Satu Passkey

Salah satu fitur yang menarik perhatian adalah dukungan terhadap lebih dari satu passkey. Fitur ini tersedia bagi pengguna WhatsApp di Android maupun iOS.

Passkey merupakan metode autentikasi yang memungkinkan pengguna memverifikasi identitas tanpa harus mengandalkan kode atau PIN yang harus diingat secara manual. Sebagai gantinya, pengguna dapat menggunakan metode keamanan yang sudah tersedia pada perangkat, seperti sidik jari, Face ID, atau kode penguncian layar.

Konsep ini membuat proses login kembali menjadi lebih praktis. Pengguna tidak perlu terus-menerus memasukkan kode yang dikirim melalui SMS ataupun mengingat kombinasi PIN tertentu hanya untuk membuktikan bahwa dirinya adalah pemilik akun.

Yang berubah dalam pembaruan terbaru adalah fleksibilitasnya. WhatsApp memungkinkan pengguna menambahkan lebih dari satu passkey ke akun mereka. Artinya, pengguna memiliki lebih banyak pilihan metode atau perangkat yang dapat digunakan untuk melakukan autentikasi.

Fitur ini dapat menjadi sangat berguna bagi pengguna yang memakai beberapa perangkat dan ingin tetap memiliki metode pemulihan yang praktis. Misalnya, ketika salah satu metode autentikasi tidak tersedia, pengguna masih memiliki alternatif lain yang sudah terdaftar.

Untuk menambahkan passkey, pengguna dapat membuka WhatsApp kemudian masuk ke Pengaturan > Akun > Passkey. Dari menu tersebut, pengguna dapat mengikuti instruksi yang diberikan aplikasi untuk membuat atau menambahkan passkey.

Namun, seperti fitur keamanan lainnya, pengguna tetap perlu memastikan perangkat yang digunakan memiliki sistem pengamanan yang baik. Passkey memang mengurangi kebutuhan terhadap kode atau PIN tambahan, tetapi keamanan perangkat seperti kunci layar dan biometrik tetap menjadi bagian penting dari perlindungan akun.

2. Verifikasi Dua Langkah Kini Bisa Menggunakan Kata Sandi Lebih Kompleks

Selain passkey, WhatsApp juga meningkatkan sistem verifikasi dua langkah atau 2FA.

Verifikasi dua langkah sebenarnya bukan fitur baru di WhatsApp. Sistem tersebut telah lama digunakan sebagai lapisan keamanan tambahan untuk mencegah orang lain mengambil alih akun, terutama ketika seseorang berhasil memperoleh kode verifikasi sekali pakai.

Dalam sistem sebelumnya, pengguna membuat PIN enam digit sebagai lapisan keamanan tambahan. Kini, WhatsApp meningkatkan mekanisme tersebut dengan mendukung kata sandi penuh.

Kata sandi tersebut dapat dibuat lebih panjang dan menggunakan kombinasi karakter alfanumerik maupun karakter khusus. Dengan demikian, pengguna memiliki kesempatan untuk membuat kredensial yang lebih sulit ditebak dibandingkan PIN numerik sederhana.

Perubahan ini cukup penting karena enam digit memberikan jumlah kombinasi yang relatif terbatas. Sebaliknya, kata sandi yang lebih panjang dan memiliki kombinasi huruf, angka, serta simbol dapat memberikan ruang kombinasi yang jauh lebih besar.

Meski begitu, kekuatan sistem tetap bergantung pada kebiasaan pengguna. Jangan menggunakan kata sandi yang mudah ditebak, seperti tanggal lahir, nama sendiri, nomor telepon, atau kombinasi sederhana.

Pengguna juga sebaiknya tidak membagikan informasi keamanan akun kepada orang lain. WhatsApp maupun layanan resmi biasanya tidak membutuhkan pengguna memberikan kode verifikasi atau kredensial rahasia kepada pihak lain melalui percakapan pribadi.

Baca juga : Daftar HP yang Bisa Desktop Mode, Bisa Jadi Pengganti Komputer?

3. Panggilan dari Nomor Asing Kini Memberikan Konteks Tambahan

Fitur keamanan berikutnya berkaitan dengan panggilan dari orang yang tidak dikenal.

Panggilan WhatsApp dari nomor asing terkadang membuat pengguna berada dalam situasi sulit. Di satu sisi, panggilan tersebut mungkin berasal dari orang yang memang memiliki kepentingan penting. Di sisi lain, panggilan tidak dikenal juga dapat menjadi bagian dari modus penipuan atau spam.

WhatsApp kini berupaya memberikan lebih banyak konteks sebelum pengguna memutuskan untuk mengangkat panggilan tersebut.

Pada perangkat Android, ketika menerima panggilan dari nomor yang belum tersimpan di daftar kontak, pengguna dapat memperoleh informasi tambahan mengenai penelepon. Salah satunya adalah informasi mengenai apakah nomor tersebut berasal dari negara lain.

Selain itu, WhatsApp juga dapat menunjukkan apakah nomor tersebut berada dalam grup yang sama dengan pengguna.

Informasi sederhana seperti ini bisa membantu pengguna membuat keputusan dengan lebih tenang. Misalnya, jika nomor asing tersebut ternyata berasal dari negara yang tidak memiliki hubungan dengan pengguna dan tidak memiliki grup bersama, pengguna bisa mempertimbangkan kembali apakah panggilan tersebut memang perlu dijawab.

Tujuan utamanya bukan membuat pengguna otomatis menganggap semua nomor asing sebagai ancaman. Sebaliknya, WhatsApp ingin memberikan konteks agar pengguna tidak mengambil keputusan secara terburu-buru.

Hal ini relevan dengan pola penipuan digital yang sering memanfaatkan rasa panik dan urgensi. Penipu biasanya mencoba membuat calon korban segera bertindak sebelum sempat memeriksa informasi yang tersedia.

Dengan memberikan konteks lebih dulu, pengguna memiliki kesempatan untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan apakah panggilan tersebut memang perlu direspons.

4. Enkripsi End-to-End Tetap Menjadi Dasar Keamanan Percakapan

Di tengah kehadiran berbagai fitur baru tersebut, WhatsApp tetap mempertahankan enkripsi end-to-end sebagai salah satu fondasi utama keamanan percakapan.

Enkripsi end-to-end berarti isi pesan dalam percakapan dilindungi sehingga hanya pihak yang berkomunikasi yang dapat mengaksesnya. Perlindungan ini berlaku secara default pada percakapan WhatsApp.

WhatsApp menjelaskan bahwa percakapan pengguna hanya ditujukan untuk pengguna dan orang yang sedang diajak berkomunikasi. Karena itu, perusahaan terus menambahkan metode keamanan lain di luar enkripsi untuk membantu menjaga akun tetap berada dalam kendali pemiliknya.

Perlu dipahami bahwa keamanan akun dan keamanan isi percakapan merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi berbeda.

Enkripsi membantu melindungi isi komunikasi, sementara passkey dan verifikasi dua langkah membantu memastikan bahwa orang yang mengakses akun memang pemiliknya.

Jika akun berhasil diambil alih, penyerang berpotensi memperoleh akses ke berbagai informasi yang tersedia melalui akun tersebut. Karena itu, menggunakan lapisan keamanan tambahan tetap penting meskipun percakapan telah dilindungi dengan enkripsi end-to-end.

5. Kombinasi Passkey dan 2FA Bisa Membuat Akun Lebih Sulit Diambil Alih

Kehadiran passkey dan peningkatan 2FA menunjukkan bahwa WhatsApp mencoba menghadirkan beberapa lapisan perlindungan sekaligus.

Passkey menawarkan cara autentikasi yang praktis karena pengguna dapat memanfaatkan biometrik atau keamanan perangkat. Sementara itu, verifikasi dua langkah memberikan lapisan tambahan yang harus dilewati ketika seseorang mencoba mengambil alih akun.

Keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan dapat saling melengkapi.

Pengguna sebaiknya tidak hanya mengandalkan satu mekanisme keamanan. Selain mengaktifkan fitur keamanan yang tersedia, pengguna juga perlu menjaga perangkat yang digunakan untuk mengakses WhatsApp.

Kunci layar sebaiknya menggunakan metode yang cukup kuat. Jika perangkat mendukung biometrik, pengguna dapat memanfaatkannya. Sistem operasi dan aplikasi juga sebaiknya selalu diperbarui agar mendapatkan perbaikan keamanan terbaru.

Yang tidak kalah penting, pengguna harus waspada terhadap berbagai modus social engineering. Banyak serangan terhadap akun tidak selalu bergantung pada celah teknis. Penyerang sering kali justru mencoba memanipulasi korban agar memberikan kode verifikasi, PIN, atau informasi pribadi secara sukarela.

Keamanan Digital Tidak Hanya Bergantung pada Aplikasi

Berbagai fitur baru WhatsApp tersebut memang memberikan perlindungan tambahan, tetapi bukan berarti pengguna bisa sepenuhnya mengabaikan kebiasaan keamanan digital.

Passkey yang kuat tetap bisa kehilangan manfaat jika perangkat tidak memiliki kunci layar yang aman. Begitu pula 2FA tidak akan banyak membantu jika pengguna dengan mudah memberikan kredensial atau kode keamanan kepada orang lain.

Karena itu, pengguna perlu menggabungkan teknologi keamanan dengan kebiasaan yang baik.

Jangan pernah memberikan kode verifikasi WhatsApp kepada orang lain. Hindari memasukkan informasi login pada situs atau aplikasi yang mencurigakan. Jika mendapatkan panggilan dari nomor asing, jangan langsung mengikuti instruksi penelepon sebelum memastikan identitas dan tujuannya.

Informasi konteks penelepon yang kini tersedia di Android juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan sebelum menjawab panggilan.

Pada akhirnya, keamanan akun merupakan kombinasi antara teknologi dan perilaku pengguna. Semakin banyak lapisan perlindungan yang digunakan, semakin kecil peluang akun menjadi sasaran empuk.

WhatsApp Makin Serius Memperkuat Keamanan Akun

Pembaruan keamanan terbaru WhatsApp menunjukkan bahwa perlindungan akun kini tidak hanya berfokus pada enkripsi percakapan. Pengguna juga mendapatkan lebih banyak pilihan untuk memastikan identitas ketika masuk kembali ke akun dan lebih banyak informasi sebelum berinteraksi dengan nomor yang tidak dikenal.

Dukungan multi-passkey di Android dan iOS memberikan fleksibilitas autentikasi menggunakan sidik jari, Face ID, maupun kode layar. Sementara itu, peningkatan verifikasi dua langkah memungkinkan pengguna memakai kata sandi yang lebih kompleks dibandingkan PIN enam digit sebelumnya.

Di Android, informasi tambahan mengenai penelepon asing juga dapat membantu pengguna mengenali konteks sebuah panggilan sebelum memutuskan untuk menjawab.

Meski fitur-fitur tersebut tidak bisa menghilangkan seluruh risiko keamanan, kehadirannya memberikan lebih banyak alat bagi pengguna untuk melindungi akun.

Karena itu, bagi pengguna WhatsApp, mengaktifkan fitur keamanan yang tersedia dan menjaga kerahasiaan kredensial menjadi langkah sederhana yang layak dilakukan. Dengan kombinasi passkey, 2FA, kewaspadaan terhadap nomor asing, serta enkripsi end-to-end, perlindungan akun WhatsApp dapat dibuat jauh lebih kuat.