Mesin Cuci Juga Perlu Dibersihkan, Begini Cara yang Tepat agar Tetap Higienis
Mesin cuci menjadi salah satu perangkat rumah tangga yang sangat membantu pekerjaan sehari-hari. Dengan mesin ini, proses mencuci pakaian yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga dan waktu dapat dilakukan dengan lebih praktis. Cukup memasukkan pakaian, menambahkan detergen, memilih program pencucian, lalu mesin akan bekerja secara otomatis.
Namun, ada satu hal yang sering dilupakan pengguna: mesin cuci juga perlu dibersihkan.
Meski fungsi utamanya adalah membersihkan pakaian, mesin cuci tidak selalu berhasil membuang seluruh kotoran yang masuk bersama pakaian. Sisa serat kain, rambut, debu, minyak, residu detergen, hingga kotoran lainnya dapat tertinggal di berbagai bagian mesin.
Jika dibiarkan terlalu lama, kotoran tersebut dapat menumpuk. Akibatnya, mesin cuci justru berpotensi menjadi sumber bau tidak sedap dan membuat pakaian yang baru selesai dicuci kembali terkena kotoran.
Karena itu, membersihkan mesin cuci secara rutin merupakan bagian penting dari perawatan perangkat. Berikut panduan yang dapat dilakukan di rumah.
Kapan Mesin Cuci Harus Dibersihkan?
Tidak perlu menunggu mesin cuci mengeluarkan bau tidak sedap atau pakaian mulai terlihat kotor untuk melakukan pembersihan. Menurut panduan yang dikutip dari Whirlpool, mesin cuci sebaiknya dibersihkan sekitar sebulan sekali atau setiap 30–40 kali penggunaan.
Frekuensi tersebut dapat dijadikan patokan umum. Namun, kondisi setiap rumah berbeda. Mesin cuci yang digunakan hampir setiap hari tentu membutuhkan perhatian lebih sering dibandingkan perangkat yang hanya digunakan beberapa kali dalam seminggu.
Pengguna juga sebaiknya lebih memperhatikan kondisi mesin jika sering mencuci pakaian yang sangat kotor, menggunakan pelembut pakaian, atau memiliki banyak anggota keluarga sehingga frekuensi mencuci cukup tinggi.
Pembersihan rutin penting karena sisa kotoran yang tertinggal di dalam mesin dapat kembali menempel pada pakaian. Bayangkan sudah mencuci pakaian dengan detergen dan berharap hasilnya bersih serta wangi, tetapi justru muncul noda kecil atau aroma kurang sedap. Cukup menyebalkan, bukan?
Selain menjaga kebersihan pakaian, perawatan rutin juga membantu menjaga kondisi berbagai komponen mesin cuci.
Cara Tepat Membersihkan Mesin Cuci
Membersihkan mesin cuci tidak selalu membutuhkan teknisi. Beberapa bagian dapat dibersihkan sendiri dengan peralatan sederhana. Berikut langkah-langkahnya.
1. Bersihkan Pintu Mesin Cuci
Bagian pertama yang perlu diperhatikan adalah pintu mesin cuci. Area ini sering disentuh ketika pengguna memasukkan atau mengeluarkan pakaian. Karena itu, permukaannya dapat dipenuhi bercak jari, debu, atau kotoran lainnya.
Pada mesin cuci bukaan depan, bagian sekitar pintu juga perlu diperhatikan karena terdapat area yang dapat menampung sisa air dan kotoran.
Untuk membersihkannya, buka pintu mesin cuci atau biarkan dalam posisi sedikit terbuka jika memungkinkan. Gunakan kain lembut yang sudah dibasahi untuk mengelap permukaan pintu.
Hindari penggunaan benda kasar yang dapat menyebabkan goresan, terutama pada bagian kaca. Setelah selesai dilap menggunakan kain lembap, keringkan permukaannya menggunakan kain mikrofiber.
Jangan lupa membersihkan bagian celah atau karet di sekitar pintu jika mesin cuci memilikinya. Kotoran dan sisa air yang tertahan di area tersebut sebaiknya segera dihilangkan agar tidak menimbulkan bau.
Setelah selesai mencuci, membiarkan pintu sedikit terbuka juga dapat membantu bagian dalam mesin lebih cepat kering.
2. Bersihkan Tabung Mesin Cuci
Tabung merupakan bagian paling penting untuk dibersihkan karena menjadi tempat pakaian, air, dan detergen bercampur selama proses pencucian.
Meskipun selalu terkena air, tabung bukan berarti otomatis bersih. Sisa serat pakaian, minyak, residu detergen, pelembut, dan kotoran lain dapat menempel pada permukaannya.
Jika mesin cuci memiliki fitur Cleaning Cycle, gunakan fitur tersebut secara berkala. Program ini memang dirancang untuk menjalankan proses pembersihan tabung secara khusus.
Ikuti petunjuk pada buku manual perangkat mengenai bahan pembersih dan prosedur yang diperbolehkan. Jangan sembarangan mencampurkan berbagai bahan kimia karena dapat merusak komponen mesin atau menghasilkan reaksi yang berbahaya.
Dalam beberapa kondisi, air panas dan sedikit detergen dapat membantu mengangkat residu. Namun, pengguna tetap harus mengikuti rekomendasi produsen karena tidak semua mesin cuci memiliki prosedur pembersihan yang sama.
Pembersihan tabung menjadi semakin penting bagi pengguna yang sering memakai pelembut pakaian. Residu dari produk tersebut dapat ikut menumpuk apabila mesin tidak dibersihkan secara berkala.
Pakar kebersihan Ashley Iredale juga menekankan pentingnya membersihkan mesin, terutama ketika pengguna sering menggunakan pelembut atau hanya mencuci pakaian menggunakan air biasa.
Baca juga : 5 Brand Laptop dengan Dukungan Purna Jual Paling Panjang
3. Bersihkan Filter Mesin Cuci
Filter sering menjadi bagian yang luput dari perhatian. Padahal, komponen ini dapat menjadi tempat berkumpulnya berbagai jenis kotoran.
Serat pakaian, rambut, benang, debu, dan benda-benda kecil yang terbawa bersama pakaian dapat tertahan di dalam filter. Seiring waktu, tumpukan tersebut dapat menyebabkan aroma tidak sedap.
Cara membersihkannya bergantung pada desain mesin cuci. Pada model tertentu, filter dapat ditemukan di balik penutup khusus. Sebelum membukanya, pastikan mengikuti petunjuk dalam buku manual.
Setelah filter dapat dilepas, bersihkan kotoran yang menempel menggunakan sikat. Jangan lupa memeriksa apakah ada benda asing yang tersangkut.
Selanjutnya, bilas filter menggunakan air mengalir sampai seluruh kotoran terangkat. Pastikan filter sudah bersih dan terpasang kembali dengan benar sebelum mesin digunakan.
Langkah sederhana ini penting karena filter yang kotor dapat memengaruhi proses pembuangan air dan membuat kotoran tetap berada di dalam sistem.
4. Periksa dan Bersihkan Selang
Selang juga tidak boleh dilupakan. Fungsinya adalah mengalirkan air masuk atau membuang air dari mesin. Karena menjadi bagian dari jalur keluar air kotor, bagian dalam selang berpotensi mengalami penumpukan residu.
Periksa kondisi selang secara berkala. Lihat apakah ada kotoran, penyumbatan, atau bagian yang mulai mengalami kerusakan.
Selain kebersihan, kondisi fisik selang juga perlu diperhatikan. Jika terlihat retakan, kebocoran, atau tanda-tanda kerusakan lainnya, sebaiknya selang diganti.
Jangan memaksakan penggunaan selang yang sudah rusak hanya karena mesin masih dapat bekerja. Kebocoran air dapat menyebabkan lantai basah dan, dalam kondisi tertentu, menimbulkan masalah pada area sekitar mesin cuci.
Ketika memeriksa selang, pastikan juga sambungannya terpasang dengan baik dan tidak tertekuk secara berlebihan.
5. Bersihkan Rak Detergen
Rak detergen merupakan bagian lain yang mudah menjadi tempat penumpukan residu. Detergen dan pelembut yang digunakan berulang kali dapat meninggalkan lapisan pada permukaan rak.
Berbeda dari tabung yang sebaiknya diperhatikan secara lebih rutin, rak detergen dapat dibersihkan sekitar setiap dua hingga tiga bulan, atau lebih cepat jika terlihat kotor.
Jika rak dapat dilepas, keluarkan dari mesin cuci dan rendam dalam air sabun hangat. Cara tersebut membantu melunakkan residu yang sudah mengeras sehingga lebih mudah dibersihkan.
Gunakan sikat lembut untuk mengangkat kotoran yang menempel di sudut-sudut rak. Setelah bersih, bilas menggunakan air sampai tidak ada sisa sabun atau detergen.
Keringkan rak sebelum memasangnya kembali. Periksa juga ruang tempat rak tersebut berada karena residu detergen terkadang menumpuk bukan hanya di rak, tetapi juga di bagian dalam rumahannya.
Jangan Hanya Membersihkan Bagian yang Terlihat
Kesalahan umum dalam merawat mesin cuci adalah hanya membersihkan bagian yang mudah terlihat. Mengelap bagian luar memang penting, tetapi tidak cukup.
Kotoran justru dapat menumpuk di tempat-tempat tersembunyi, seperti filter, selang, celah pintu, rak detergen, dan bagian dalam tabung.
Karena itu, pembersihan sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Buat jadwal sederhana agar tidak lupa. Misalnya, pembersihan tabung dilakukan setiap bulan, sementara rak detergen diperiksa setiap dua atau tiga bulan.
Pengguna juga sebaiknya membiasakan diri menjaga mesin tetap kering setelah digunakan. Setelah siklus pencucian selesai, jangan langsung menutup pintu jika kondisi bagian dalam masih basah. Berikan kesempatan agar kelembapan berkurang.
Selain itu, jangan memasukkan pakaian melebihi kapasitas mesin. Beban yang terlalu berat dapat membuat proses pencucian kurang optimal dan berpotensi meningkatkan penumpukan kotoran.
Mengapa Pembersihan Rutin Penting?
Mesin cuci yang bersih bukan hanya soal tampilan perangkat. Kebersihan mesin berkaitan langsung dengan hasil pencucian.
Jika kotoran dan residu terus menumpuk, pakaian yang seharusnya bersih dapat terkena kembali sisa kotoran tersebut. Aroma yang tidak sedap juga dapat muncul apabila kelembapan dan residu tertahan dalam waktu lama.
Pembersihan berkala juga merupakan bagian dari perawatan perangkat. Dengan mengetahui kondisi filter, selang, rak detergen, dan tabung, pengguna dapat lebih cepat mengetahui jika ada masalah.
Misalnya, selang yang mulai retak dapat segera diganti sebelum mengalami kebocoran besar. Begitu pula filter yang terlalu penuh dapat dibersihkan sebelum mengganggu proses pembuangan air.
Kesimpulan
Mesin cuci memang dibuat untuk membersihkan pakaian, tetapi perangkat ini juga membutuhkan perawatan dan pembersihan secara rutin. Sisa serat, rambut, debu, residu detergen, pelembut, dan kotoran lainnya dapat tertinggal di berbagai bagian mesin.
Sebagai patokan, mesin cuci dapat dibersihkan setiap satu bulan atau sekitar 30–40 kali penggunaan. Sementara itu, rak detergen dapat dibersihkan setiap dua hingga tiga bulan, tergantung kondisi.
Lima bagian utama yang perlu diperhatikan adalah pintu, tabung, filter, selang, dan rak detergen. Gunakan metode pembersihan yang sesuai dengan jenis mesin dan selalu ikuti petunjuk produsen, terutama ketika menggunakan bahan pembersih tertentu.
Dengan meluangkan sedikit waktu untuk merawatnya, mesin cuci dapat tetap bersih dan proses pencucian pun lebih optimal. Jadi, jangan menunggu pakaian mulai bau atau muncul noda setelah dicuci. Mesin yang bertugas membersihkan pakaian juga perlu dibersihkan secara rutin.