Ini 5 Perubahan Besar Windows 11 yang Sudah Bisa Dicoba, Microsoft Mulai Menjawab Kritik Pengguna

Ini 5 Perubahan Besar Windows 11 yang Sudah Bisa Dicoba, Microsoft Mulai Menjawab Kritik Pengguna

Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2021, Windows 11 menghadirkan banyak perubahan dibanding pendahulunya, mulai dari desain antarmuka yang lebih modern, menu Start baru, hingga integrasi berbagai layanan Microsoft. Meskipun tampil lebih segar, sistem operasi ini juga menuai banyak kritik dari pengguna.

Keluhan yang paling sering muncul berkaitan dengan performa yang dianggap lebih berat dibanding Windows 10, proses Windows Update yang mengganggu aktivitas, semakin banyaknya promosi layanan Microsoft, serta hilangnya berbagai opsi kustomisasi yang selama ini menjadi favorit pengguna.

Microsoft tampaknya menyadari berbagai kritik tersebut. Beberapa waktu lalu perusahaan mengumumkan proyek besar bernama Windows K2, sebuah inisiatif yang difokuskan untuk meningkatkan kualitas fondasi Windows 11, mulai dari performa, stabilitas, pengalaman pengguna, hingga penyederhanaan antarmuka.

Awalnya banyak orang menganggap proyek tersebut hanya sebatas janji. Namun dalam beberapa bulan terakhir, Microsoft mulai membuktikan komitmennya. Berbagai fitur baru sudah hadir di Windows Insider, bahkan sebagian telah dirilis kepada pengguna umum melalui pembaruan Windows 11.

Lantas, perubahan apa saja yang dibawa Microsoft? Berikut lima peningkatan terbesar yang mulai mengubah pengalaman menggunakan Windows 11.

1. Windows 11 Kini Terasa Lebih Bersih, Iklan dan Copilot Mulai Dikurangi

Salah satu kritik terbesar terhadap Windows 11 selama beberapa tahun terakhir adalah semakin banyaknya promosi layanan Microsoft di berbagai bagian sistem operasi.

Pengguna sering menemukan rekomendasi aplikasi, promosi Microsoft 365, Bing, Edge, hingga Copilot yang muncul di beberapa fitur Windows.

Kini Microsoft mulai mengurangi pendekatan tersebut.

Beberapa perubahan yang mulai terlihat antara lain:

  • Widget kini lebih mengutamakan widget lokal dibandingkan berita MSN.
  • Windows Search mulai mengurangi promosi Bing dan konten sponsor.
  • Start Menu tidak lagi terlalu banyak menampilkan rekomendasi aplikasi maupun situs web.
  • Tombol Copilot mulai dihapus dari beberapa aplikasi bawaan seperti Photos dan Notepad.
  • Opsi Ask Copilot di File Explorer juga mulai menghilang pada sejumlah versi Windows Insider.

Perubahan ini membuat tampilan Windows terasa lebih bersih dan fokus pada fungsi utama sistem operasi, bukan sebagai media promosi berbagai layanan Microsoft.

Bagi pengguna yang selama ini merasa terganggu dengan banyaknya rekomendasi yang muncul, langkah ini menjadi angin segar.

2. Windows Update Menjadi Lebih Fleksibel dan Tidak Lagi Mengganggu

Windows Update sering menjadi sumber frustrasi bagi pengguna.

Banyak orang mengeluhkan proses pembaruan yang memerlukan beberapa kali restart atau memaksa komputer melakukan restart di waktu yang kurang tepat.

Melalui proyek Windows K2, Microsoft mulai merombak mekanisme pembaruan.

Kini berbagai jenis update seperti:

  • pembaruan keamanan,
  • driver perangkat,
  • framework sistem,
  • hingga komponen Windows lainnya,

akan dipasang dalam satu siklus pembaruan sehingga pengguna umumnya hanya perlu melakukan satu kali restart setiap bulan.

Selain itu, Microsoft juga menghadirkan beberapa peningkatan penting lainnya, seperti:

  • pengguna dapat menunda restart lebih fleksibel,
  • jadwal penghentian pause update bisa diatur sendiri,
  • kontrol terhadap Windows Update menjadi lebih mudah.

Yang paling menarik adalah pengalaman saat pertama kali menginstal Windows 11.

Sebelumnya, pengguna harus menunggu proses update cukup lama sebelum dapat masuk ke desktop.

Kini Microsoft memungkinkan pengguna melewati proses tersebut sehingga komputer bisa langsung digunakan setelah instalasi selesai.

Perubahan sederhana ini mampu menghemat waktu belasan hingga puluhan menit ketika melakukan instalasi baru.

Baca juga : Google Hentikan Pengembangan Chrome dengan Desain Fluent Windows 11, Apa Penyebabnya?

3. Start Menu dan Taskbar Kembali Lebih Fleksibel

Ketika Windows 11 pertama kali dirilis, banyak pengguna kecewa karena Microsoft menghapus berbagai fitur kustomisasi yang sebelumnya tersedia di Windows 10.

Taskbar menjadi lebih terbatas.

Start Menu juga kehilangan sejumlah opsi pengaturan.

Kini Microsoft mulai mendengarkan masukan dari komunitas.

Beberapa fitur yang kembali dihadirkan meliputi:

Taskbar dapat dipindahkan

Pengguna Windows Insider kini mulai bisa memindahkan posisi taskbar ke:

  • bagian atas,
  • sisi kiri,
  • maupun sisi kanan layar.

Fitur ini menjadi salah satu permintaan terbesar sejak Windows 11 dirilis.

Ukuran Taskbar dapat diubah

Kini pengguna memiliki pilihan ukuran taskbar sehingga ruang kerja di layar menjadi lebih luas.

Bagian Recent dapat disembunyikan

Banyak pengguna tidak menyukai daftar dokumen terbaru yang selalu muncul pada Start Menu.

Microsoft kini memberikan opsi untuk menyembunyikan bagian tersebut.

Pengaturan Pinned dan All Apps lebih bebas

Area aplikasi yang dipasang (Pinned) serta daftar semua aplikasi kini lebih mudah diatur sesuai kebutuhan pengguna.

Phone Link bisa dinonaktifkan

Integrasi Phone Link juga tidak lagi dipaksakan.

Pengguna yang tidak menggunakan fitur tersebut dapat mematikannya agar antarmuka Start Menu terlihat lebih sederhana.

Semua perubahan ini menunjukkan bahwa Microsoft mulai mengembalikan fleksibilitas yang selama ini menjadi keunggulan Windows.

4. Performa Windows 11 Terus Ditingkatkan

Selain perubahan tampilan, Microsoft juga mulai melakukan optimalisasi besar pada performa sistem.

Salah satu fitur baru yang diperkenalkan adalah Low Latency Profile.

Fitur ini bekerja dengan meningkatkan frekuensi prosesor ketika pengguna membuka elemen antarmuka tertentu, misalnya:

  • Start Menu,
  • Taskbar,
  • menu klik kanan,
  • flyout notifikasi,
  • maupun panel pengaturan cepat.

Akibatnya, animasi dan respons antarmuka terasa lebih cepat dibanding sebelumnya.

Tidak hanya itu.

Microsoft juga memperbarui berbagai komponen penting Windows.

Beberapa di antaranya meliputi:

File Explorer lebih responsif

File Explorer menjadi salah satu aplikasi yang paling banyak mendapat optimalisasi.

Waktu membuka folder kini terasa lebih cepat, terutama pada perangkat dengan spesifikasi menengah.

Windows Search lebih konsisten

Fitur pencarian Windows juga diperbaiki sehingga hasil pencarian muncul lebih cepat dan akurat.

Dialog Run baru

Kotak dialog Run kini menggunakan implementasi yang lebih ringan sehingga proses pemanggilan aplikasi terasa lebih responsif.

System Compositor berbasis WinUI

Microsoft mulai memindahkan berbagai komponen lama menuju arsitektur WinUI yang lebih modern.

Selain mempercantik tampilan, perubahan ini juga membantu meningkatkan efisiensi sistem.

5. Modernisasi Windows Masih Terus Berlanjut

Windows K2 bukan sekadar pembaruan satu kali.

Microsoft telah memastikan masih banyak perubahan besar yang sedang dikembangkan.

Beberapa peningkatan yang sedang dipersiapkan antara lain:

Modernisasi komponen lama

Masih banyak bagian Windows yang menggunakan antarmuka lawas.

Microsoft secara bertahap menggantinya dengan komponen berbasis WinUI agar tampil lebih konsisten.

Dark Mode lebih sempurna

Selama ini masih terdapat beberapa jendela lama yang tetap berwarna terang meskipun Dark Mode aktif.

Microsoft mulai memperbaiki inkonsistensi tersebut.

Menu klik kanan baru

Menu konteks akan dibuat lebih cepat, sederhana, dan fleksibel.

Tujuannya agar pengalaman menggunakan File Explorer menjadi lebih nyaman.

Penggunaan RAM lebih efisien

Microsoft juga mengoptimalkan konsumsi memori sehingga Windows dapat berjalan lebih ringan, terutama pada perangkat dengan RAM terbatas.

Semua pembaruan tersebut dijadwalkan hadir secara bertahap hingga akhir 2026, sementara sebagian fitur lainnya akan dirilis sepanjang 2027.

Mengapa Microsoft Melakukan Perubahan Ini?

Selama beberapa tahun terakhir, Windows 11 memang menghadapi tekanan cukup besar.

Banyak pengguna memilih bertahan di Windows 10 karena menganggap sistem tersebut lebih stabil dan ringan.

Selain itu, muncul pula kritik mengenai:

  • banyaknya iklan,
  • integrasi layanan Microsoft yang terlalu agresif,
  • performa yang kurang optimal,
  • hingga berkurangnya kebebasan pengguna dalam mengatur tampilan sistem.

Melalui Windows K2, Microsoft tampaknya ingin mengubah persepsi tersebut.

Alih-alih hanya menghadirkan fitur baru, perusahaan kini lebih fokus memperbaiki pengalaman dasar menggunakan Windows.

Pendekatan ini juga sejalan dengan pernyataan CEO Microsoft, Satya Nadella, yang menegaskan bahwa peningkatan kualitas dan fondasi sistem akan menjadi prioritas utama pengembangan Windows.

Kapan Semua Fitur Ini Tersedia?

Saat ini sebagian besar fitur masih diuji melalui program Windows Insider, khususnya pada kanal Dev dan Canary.

Namun beberapa peningkatan, seperti optimalisasi Windows Update, penyempurnaan Start Menu, serta peningkatan performa tertentu, sudah mulai tersedia bagi pengguna Windows 11 versi stabil melalui pembaruan bertahap.

Artinya, pengguna tidak perlu menunggu hadirnya Windows 12 untuk menikmati berbagai perubahan tersebut.

Kesimpulan

Windows 11 mulai menunjukkan arah pengembangan yang lebih matang melalui proyek Windows K2. Setelah bertahun-tahun menerima kritik mengenai performa, pembaruan sistem, hingga hilangnya berbagai opsi kustomisasi, Microsoft akhirnya mulai menghadirkan perubahan yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna. Pengurangan iklan dan promosi, Windows Update yang lebih cerdas, kembalinya fitur kustomisasi Taskbar dan Start Menu, peningkatan performa antarmuka, hingga modernisasi komponen sistem menjadi bukti bahwa perusahaan kini lebih fokus pada kualitas pengalaman penggunaan sehari-hari.

Meski masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, langkah Microsoft kali ini memberikan sinyal positif bahwa Windows 11 akan terus berkembang menjadi sistem operasi yang lebih ringan, fleksibel, dan nyaman digunakan. Jika seluruh rencana tersebut berhasil direalisasikan hingga 2027, Windows 11 berpotensi menjadi salah satu versi Windows dengan peningkatan kualitas paling signifikan sejak pertama kali dirilis.