2 Tombol Flush di Kloset Duduk Ternyata Punya Fungsi Berbeda, Ini Cara Menggunakannya

2 Tombol Flush di Kloset Duduk Ternyata Punya Fungsi Berbeda, Ini Cara Menggunakannya

Saat menggunakan kloset duduk, mungkin kamu pernah menemukan model toilet yang memiliki dua tombol flush di bagian atas tangki. Sekilas, keberadaan dua tombol tersebut terlihat seperti sekadar desain agar toilet tampak lebih modern. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda dan dirancang khusus untuk mengatur jumlah air yang digunakan saat menyiram toilet.

Sistem tersebut dikenal sebagai dual-flush toilet atau toilet dengan sistem penyiraman ganda. Kehadirannya bertujuan membuat penggunaan air menjadi lebih efisien. Jadi, pengguna tidak perlu mengeluarkan air dalam jumlah besar hanya untuk menyiram urine.

Konsepnya cukup sederhana. Satu tombol digunakan untuk menghasilkan aliran air lebih sedikit, sedangkan tombol lainnya mengeluarkan air dalam jumlah lebih banyak. Dengan memilih tombol sesuai kebutuhan, penggunaan air dapat dikurangi tanpa mengorbankan fungsi toilet.

Lantas, apa sebenarnya fungsi masing-masing tombol tersebut? Bagaimana sejarahnya dan seberapa besar air yang bisa dihemat? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Dua Tombol Flush Memiliki Fungsi yang Berbeda

Hal pertama yang perlu diketahui adalah dua tombol pada kloset bukanlah tombol cadangan. Masing-masing tombol mengatur mekanisme flush dengan volume air berbeda.

Pada sebagian besar dual-flush toilet, tombol berukuran lebih kecil digunakan untuk flush parsial, sedangkan tombol berukuran lebih besar digunakan untuk flush penuh.

Flush parsial menghasilkan air dalam jumlah lebih sedikit dan biasanya digunakan setelah buang air kecil. Sementara itu, flush penuh mengalirkan air lebih banyak sehingga lebih sesuai digunakan setelah buang air besar.

Meski ukuran tombol sering menjadi petunjuk, tidak semua toilet menggunakan desain yang sama. Ada model yang menggunakan simbol, warna, atau tanda tetesan air untuk membedakan kedua fungsi. Karena itu, sebaiknya perhatikan simbol pada tombol atau petunjuk dari produsen.

Prinsipnya tetap sama: semakin banyak air yang dibutuhkan, gunakan tombol dengan volume flush yang lebih besar.

2. Tombol Kecil untuk Buang Air Kecil

Tombol kecil umumnya digunakan setelah buang air kecil. Karena kotoran yang perlu disiram relatif sedikit, toilet tidak membutuhkan volume air sebanyak ketika digunakan setelah buang air besar.

Pada beberapa model, flush kecil dapat mengalirkan sekitar 3–4,5 liter air, meskipun jumlah sebenarnya berbeda-beda tergantung desain dan spesifikasi toilet.

Ketika tombol kecil ditekan, katup di dalam tangki hanya membuka sebagian sehingga air yang keluar lebih sedikit. Setelah sejumlah air mengalir ke dalam mangkuk toilet, katup akan kembali menutup.

Kebiasaan menggunakan tombol kecil untuk kebutuhan ringan inilah yang menjadi inti dari sistem dual flush.

Bayangkan jika setiap kali buang air kecil kita selalu menggunakan flush penuh. Air yang sebenarnya tidak diperlukan akan ikut terbuang. Jika dilakukan berulang kali setiap hari oleh seluruh anggota keluarga, jumlahnya tentu menjadi cukup besar.

Karena itu, tombol kecil bukan berarti memiliki daya siram yang buruk. Tombol tersebut memang dirancang untuk kebutuhan penyiraman dengan volume air lebih rendah.

Baca juga : 7 Kesalahpahaman tentang VPN yang Perlu Kamu Tahu, Jangan Sampai Salah Kaprah

3. Tombol Besar untuk Buang Air Besar

Berbeda dari tombol kecil, tombol besar dirancang untuk menghasilkan flush penuh. Tombol ini biasanya digunakan setelah buang air besar karena membutuhkan daya dan volume air yang lebih besar untuk membersihkan mangkuk toilet.

Volume airnya pada sejumlah model dapat berada di kisaran 6–9 liter per flush, meskipun angka tersebut sangat bergantung pada model toilet dan teknologi flush yang digunakan.

Ketika tombol besar ditekan, mekanisme katup akan memungkinkan lebih banyak air keluar dari tangki. Air tersebut kemudian mengalir dengan tekanan tertentu ke dalam mangkuk dan membawa kotoran menuju saluran pembuangan.

Namun, bukan berarti tombol besar harus selalu digunakan setiap kali toilet selesai digunakan. Jika hanya buang air kecil, tombol kecil biasanya sudah mencukupi.

Dengan memahami perbedaan tersebut, kita sebenarnya bisa menghemat air hanya dengan mengubah kebiasaan sederhana.

4. Mengapa Toilet Dibuat dengan Dua Tombol?

Munculnya sistem dual flush tidak terlepas dari kebutuhan untuk mengurangi pemborosan air. Toilet merupakan salah satu perangkat rumah tangga yang menggunakan air dalam jumlah cukup besar.

Pada sistem toilet konvensional, satu kali flush dapat menggunakan volume air yang sama, baik untuk buang air kecil maupun buang air besar. Artinya, kebutuhan penyiraman yang berbeda diperlakukan dengan jumlah air yang sama.

Dual flush mencoba menyelesaikan masalah tersebut.

Pengguna diberi pilihan untuk menentukan berapa banyak air yang diperlukan. Jika hanya membutuhkan sedikit air, gunakan flush kecil. Jika membutuhkan penyiraman lebih kuat, gunakan flush besar.

Konsep ini sederhana, tetapi apabila diterapkan secara konsisten, penghematan air dapat menjadi cukup signifikan.

5. Bagaimana Sejarah Dual-Flush Toilet?

Konsep toilet dengan sistem penyiraman berbeda mulai dikenal sebagai bagian dari upaya menciptakan desain sanitasi yang lebih hemat air.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip dalam pemberitaan mengenai sejarah dual-flush toilet, gagasan tersebut dikaitkan dengan Victor Papanek, seorang desainer asal Amerika Serikat. Konsep dual flush disebut dibahas dalam bukunya yang berjudul Design for the Real World pada 1976.

Kemudian, Australia menjadi salah satu negara yang dikenal sebagai pelopor penerapan toilet dual flush secara nyata. Sistem tersebut mulai digunakan di Australia sekitar 1980 sebagai bagian dari upaya menghadapi persoalan penggunaan air.

Hal ini cukup masuk akal mengingat Australia memiliki sejumlah wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air. Efisiensi penggunaan air kemudian menjadi pertimbangan penting dalam desain berbagai perangkat rumah tangga, termasuk toilet.

Dari sinilah konsep dual flush semakin dikenal dan akhirnya digunakan di berbagai negara.

6. Dual Flush Membantu Menghemat Air

Manfaat terbesar toilet dengan dua tombol tentu saja adalah efisiensi penggunaan air.

Jika seseorang terbiasa menggunakan flush besar untuk semua aktivitas di toilet, sebenarnya cukup banyak air yang terbuang. Dengan dual flush, pengguna dapat memilih volume air berdasarkan kebutuhan.

Sebagai gambaran sederhana, jika flush kecil menggunakan sekitar 3–4,5 liter sementara flush besar menggunakan sekitar 6–9 liter, terdapat perbedaan beberapa liter dalam setiap penggunaan.

Sekarang bayangkan toilet tersebut digunakan oleh empat orang dalam satu rumah. Jika setiap orang menggunakan toilet beberapa kali sehari, perbedaan beberapa liter pada setiap flush bisa terakumulasi menjadi puluhan hingga ratusan liter.

Dalam jangka panjang, penghematan tersebut tentu menjadi jauh lebih besar.

Bukan hanya berdampak pada jumlah air yang digunakan, penggunaan air yang lebih efisien juga dapat membantu mengurangi biaya yang berkaitan dengan penyediaan air, terutama bagi rumah tangga yang menggunakan sistem air berbayar atau pompa listrik.

7. Tidak Semua Dual Flush Menggunakan Volume Air yang Sama

Satu hal yang juga perlu diperhatikan adalah angka volume flush tidak selalu sama pada setiap toilet.

Angka 3–4,5 liter untuk flush kecil dan 6–9 liter untuk flush besar hanyalah gambaran yang umum ditemukan pada sejumlah sistem. Toilet modern dapat menggunakan volume yang lebih rendah karena memiliki desain mangkuk dan teknologi penyiraman yang lebih efisien.

Karena itu, jangan menganggap semua tombol kecil pasti mengeluarkan jumlah air tertentu.

Jika ingin mengetahui konsumsi air secara akurat, periksa spesifikasi toilet atau buku manual produk. Biasanya produsen mencantumkan volume flush parsial dan penuh.

Ada pula toilet yang menggunakan sistem flush dengan tekanan air tertentu sehingga meskipun volume airnya lebih sedikit, kemampuan membersihkannya tetap baik.

8. Cara Menggunakan Dua Tombol Flush dengan Benar

Menggunakan dual flush sebenarnya sangat mudah.

Setelah buang air kecil, tekan tombol flush kecil. Tunggu sampai proses penyiraman selesai dan pastikan kotoran sudah terbawa dengan baik.

Setelah buang air besar, gunakan tombol flush besar agar volume air yang lebih banyak dapat membantu membersihkan mangkuk toilet.

Namun, jika toilet ternyata tidak membersihkan kotoran dengan baik menggunakan flush kecil, jangan memaksakan diri. Kondisi tersebut bisa menunjukkan bahwa tekanan air, desain toilet, atau sistem flush memiliki masalah.

Jangan pula menekan kedua tombol sekaligus kecuali memang petunjuk produsen menyatakan demikian. Pada beberapa desain, kedua tombol mengendalikan mekanisme yang berbeda dan tidak dirancang untuk ditekan bersamaan.

9. Apakah Menekan Tombol Besar Selalu Lebih Bersih?

Belum tentu.

Ada anggapan bahwa semakin banyak air yang digunakan, semakin bersih hasilnya. Padahal, efektivitas flush tidak hanya ditentukan oleh jumlah air.

Desain mangkuk, bentuk saluran, tekanan air, sistem siphon, dan teknologi flush juga memiliki pengaruh besar.

Toilet modern dirancang agar volume air tertentu sudah cukup untuk membersihkan kotoran. Karena itu, menggunakan tombol besar ketika tidak diperlukan justru dapat meningkatkan konsumsi air tanpa memberikan manfaat yang sebanding.

Kuncinya adalah menggunakan volume air yang sesuai dengan kebutuhan.

10. Dual Flush Juga Perlu Dirawat

Meskipun dirancang untuk menghemat air, toilet dual flush tetap membutuhkan perawatan.

Jika tombol mulai sulit ditekan, flush tidak berhenti, air terus mengalir, atau volume air yang keluar terasa terlalu kecil, bisa jadi terdapat masalah pada mekanisme katup di dalam tangki.

Kebocoran kecil juga tidak boleh disepelekan. Air yang terus mengalir selama berjam-jam dapat menyebabkan pemborosan air yang jauh lebih besar daripada perbedaan antara flush kecil dan besar.

Karena itu, periksa toilet secara berkala. Pastikan tidak ada air yang terus mengalir setelah proses flush selesai. Jika terdapat kebocoran pada katup atau mekanisme flush, segera lakukan perbaikan.

11. Bisa Menghemat Ribuan Liter Air dalam Setahun

Penghematan dari dual flush mungkin terlihat kecil jika hanya dihitung dari satu kali penggunaan. Namun, jumlah tersebut menjadi signifikan ketika dikalikan dengan frekuensi penggunaan setiap hari.

Misalnya, setiap kali menggunakan flush kecil dibandingkan flush besar terdapat penghematan beberapa liter air. Jika toilet digunakan berkali-kali setiap hari dan kebiasaan tersebut berlangsung selama setahun, jumlah air yang dihemat bisa mencapai ribuan liter.

Bahkan, sejumlah lembaga lingkungan dan pengelola air merekomendasikan penggunaan toilet hemat air sebagai salah satu cara mengurangi konsumsi air rumah tangga.

Dengan kata lain, dual flush menunjukkan bahwa penghematan air tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan berulang kali justru dapat memberikan dampak besar.

Kesimpulan

Jadi, sekarang sudah jelas bahwa dua tombol pada kloset duduk bukan sekadar aksesori atau desain agar toilet terlihat modern. Kedua tombol tersebut memang memiliki fungsi berbeda.

Tombol kecil digunakan untuk flush dengan volume air lebih rendah, biasanya setelah buang air kecil. Sementara itu, tombol besar menghasilkan volume air lebih banyak dan umumnya digunakan setelah buang air besar.

Sistem ini dirancang agar pengguna tidak membuang air secara berlebihan. Dengan memilih tombol sesuai kebutuhan, konsumsi air toilet dapat ditekan tanpa mengurangi fungsi utamanya.

Bagi kamu yang memiliki toilet dual flush di rumah, tidak ada salahnya mulai membiasakan diri menggunakan tombol kecil ketika memang cukup menggunakan sedikit air. Sementara itu, tombol besar digunakan ketika diperlukan penyiraman yang lebih kuat.

Kelihatannya sepele, tetapi jika dilakukan setiap hari dan oleh seluruh anggota keluarga, kebiasaan tersebut bisa membantu menghemat air dalam jumlah yang tidak sedikit. Jadi, lain kali melihat dua tombol flush di toilet, jangan asal pencet lagi, ya. Ternyata ada alasan teknis dan lingkungan di balik desain sederhana tersebut.