itel City 200 Resmi Hadir, Bawa Bodi Tangguh Berstandar Militer dan Sertifikasi IP65
Persaingan smartphone entry level semakin menarik. Jika dahulu HP murah identik dengan spesifikasi sederhana dan desain yang biasa saja, kini sejumlah produsen mulai menawarkan fitur yang lebih berani di kelas harga terjangkau. Salah satunya adalah itel melalui seri City yang menyasar pengguna dengan kebutuhan smartphone sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
Setelah memperkenalkan itel City 100 pada 2025, itel melanjutkan lini tersebut dengan menghadirkan itel City 200 pada Februari 2026. Smartphone ini memang tidak datang dengan spesifikasi kelas menengah atau fitur yang dirancang untuk mengejar performa gaming tinggi. Namun, ada satu hal yang membuatnya cukup menarik dibandingkan banyak smartphone entry level lainnya, yaitu ketahanan bodinya.
itel City 200 membawa sertifikasi IP65 dan MIL-STD 810H. Selain itu, perangkat ini menawarkan layar 120Hz, baterai 5.200mAh, kamera utama 50MP, pemancar inframerah, hingga pilihan penyimpanan internal 256GB.
Dengan kombinasi tersebut, itel City 200 tampaknya ingin membuktikan bahwa HP murah tidak harus selalu identik dengan fitur yang serba minim.
1. Bodi Tangguh dengan Sertifikasi IP65 dan MIL-STD 810H
Salah satu daya tarik terbesar itel City 200 adalah perlindungan fisiknya. Smartphone ini memiliki sertifikasi IP65, yang menunjukkan bahwa perangkat dirancang memiliki perlindungan terhadap debu serta semburan air dari berbagai arah dalam kondisi yang ditentukan standar tersebut.
Bagi pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan, fitur seperti ini tentu bisa memberikan ketenangan tambahan. Smartphone sehari-hari cukup sering menghadapi situasi tidak terduga, mulai dari terkena debu ketika bepergian, tersiram air, hingga digunakan dalam lingkungan yang kurang bersih.
Meski demikian, sertifikasi IP65 tetap perlu dipahami dengan benar. Perlindungan tersebut bukan berarti smartphone boleh direndam ke dalam air atau sengaja digunakan di bawah air. IP65 lebih berkaitan dengan ketahanan terhadap debu dan semburan air, bukan perlindungan penuh terhadap perendaman.
Selain perlindungan terhadap air dan debu, itel City 200 juga diklaim telah memenuhi standar MIL-STD 810H. Dalam informasi yang diberikan, perangkat ini disebut mampu bertahan ketika terjatuh dari ketinggian sekitar 1,5 meter ke permukaan keras.
Fitur ini menjadi cukup menarik untuk smartphone entry level. Biasanya, pengguna yang membeli HP murah justru lebih khawatir perangkat cepat rusak ketika terjatuh atau terbentur.
Namun, sertifikasi ketahanan bukan berarti perangkat tidak bisa rusak. Jatuh dengan kondisi, sudut, dan permukaan yang berbeda tetap dapat menghasilkan dampak berbeda. Karena itu, perlindungan tersebut sebaiknya dipandang sebagai lapisan keamanan tambahan, bukan jaminan bahwa smartphone akan selalu selamat dari kecelakaan.
2. Layar 120Hz Bikin HP Murah Terasa Lebih Modern
Dari sisi layar, itel City 200 juga membawa fitur yang cukup menarik untuk kelas entry level.
Smartphone ini menggunakan panel LCD berukuran 6,78 inci dengan resolusi 720 x 1576 piksel. Meskipun resolusinya belum setinggi sejumlah smartphone kelas menengah, ukuran layar yang besar membuat perangkat cocok untuk aktivitas seperti menonton video, membaca artikel, menggunakan media sosial, hingga bermain game ringan.
Hal yang lebih menarik adalah refresh rate 120Hz.
Refresh rate tinggi membuat animasi antarmuka dan scrolling terasa lebih mulus dibandingkan layar dengan refresh rate standar. Pengguna dapat merasakan perbedaannya ketika menggulir halaman web, berpindah menu, atau melihat animasi sistem.
Kecerahan puncaknya mencapai 700 nit, yang membantu visibilitas layar ketika digunakan dalam kondisi terang.
Di bagian atas layar terdapat punch hole sebagai tempat kamera depan 5MP. Kehadiran punch hole juga membuat tampilan depan terasa lebih modern dibanding desain layar dengan notch besar.
itel bahkan menyertakan fitur bernama Dynamic Bar. Konsepnya mirip dengan Dynamic Island pada iPhone, meskipun tentu fungsi dan implementasinya berbeda.
Dynamic Bar dapat menampilkan informasi tertentu secara praktis, seperti status pengisian baterai, notifikasi pesan masuk, waktu, dan informasi lainnya.
Untuk sebuah smartphone entry level, keberadaan fitur visual semacam ini cukup menarik karena memberikan pengalaman antarmuka yang terasa lebih modern tanpa harus membeli perangkat kelas premium.
Baca juga : 5 Rekomendasi HP Rp3 Jutaan untuk Main Emulator PS2 pada 2026
3. Performa Mengandalkan Unisoc T7250
Di sektor performa, itel City 200 menggunakan Unisoc T7250. Chipset tersebut juga dikenal sebagai Unisoc T615 dan dibuat menggunakan proses fabrikasi 12nm.
Konfigurasinya terdiri dari dua inti Cortex-A75 dengan kecepatan hingga 1,8GHz serta enam inti Cortex-A55 dengan kecepatan hingga 1,6GHz.
Konfigurasi tersebut menunjukkan bahwa itel City 200 memang lebih ditujukan untuk kebutuhan harian daripada pekerjaan berat.
Pengguna dapat mengandalkannya untuk aktivitas seperti WhatsApp, browsing internet, media sosial, streaming video, aplikasi produktivitas ringan, dan game yang tidak terlalu menuntut performa.
Smartphone ini tersedia dalam beberapa konfigurasi memori, yaitu:
- 4GB RAM + 128GB penyimpanan
- 4GB RAM + 256GB penyimpanan
- 6GB RAM + 128GB penyimpanan
Kapasitas 256GB menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang sering menyimpan foto, video, aplikasi, dan dokumen dalam jumlah banyak.
Sementara itu, varian RAM 6GB dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang lebih sering melakukan multitasking.
Tetap saja, calon pembeli sebaiknya tidak mengharapkan performa seperti smartphone gaming atau perangkat kelas menengah. Fokus utama itel City 200 adalah penggunaan sehari-hari dengan harga terjangkau.
4. Baterai 5.200mAh dan Klaim Umur Hingga Empat Tahun
Untuk daya tahan, itel City 200 membawa baterai 5.200mAh. Kapasitas ini cukup besar untuk ukuran smartphone entry level dan menjadi salah satu aspek yang dapat menarik pengguna yang menginginkan perangkat dengan daya tahan panjang.
Dengan baterai berkapasitas besar, perangkat dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sepanjang hari, meskipun daya tahan aktual tentu tetap dipengaruhi oleh tingkat kecerahan layar, koneksi jaringan, aplikasi yang digunakan, dan pola pemakaian.
Menariknya, meski baterainya cukup besar, bodi smartphone ini memiliki ketebalan sekitar 7,45 mm. Artinya, itel berusaha menjaga perangkat agar tetap relatif tipis.
Untuk pengisian daya, tersedia dukungan 18W melalui USB Type-C. Kecepatannya memang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan smartphone kelas menengah yang kini menawarkan pengisian puluhan hingga ratusan watt, tetapi masih cukup relevan untuk segmen entry level.
itel juga mengklaim baterainya dapat mempertahankan daya tahan hingga empat tahun, atau sekitar 1.600 siklus pengisian.
Klaim semacam ini menjadi menarik bagi pengguna yang tidak suka sering mengganti HP. Semakin panjang usia baterai, semakin besar peluang perangkat tetap nyaman digunakan dalam jangka panjang.
5. Kamera Utama 50MP
Pada sektor fotografi, itel City 200 membawa kamera utama beresolusi 50MP yang ditempatkan pada modul kamera belakang berbentuk kapsul.
Resolusi besar tidak otomatis menjamin hasil foto terbaik, karena kualitas kamera juga dipengaruhi sensor, pemrosesan gambar, perangkat lunak, pencahayaan, dan algoritma fotografi.
Namun, kamera 50MP tetap menjadi spesifikasi yang cukup menarik di kelas entry level.
Untuk kebutuhan sehari-hari seperti memotret dokumen, makanan, pemandangan, keluarga, atau mengabadikan aktivitas, kamera tersebut dapat menjadi salah satu fitur yang paling sering digunakan.
Di bagian depan terdapat kamera selfie 5MP yang ditempatkan dalam punch hole.
Konfigurasi ini menunjukkan bahwa itel City 200 lebih mengutamakan kamera utama untuk kebutuhan fotografi umum, sementara kamera depan ditujukan untuk selfie dan panggilan video sederhana.
6. Ada Infrared, Bisa Jadi Remote TV dan AC
Salah satu fitur yang cukup unik adalah pemancar inframerah atau infrared blaster.
Dengan fitur ini, itel City 200 dapat digunakan sebagai remote untuk perangkat elektronik tertentu, seperti televisi dan AC yang kompatibel.
Fitur infrared memang bukan sesuatu yang baru di industri smartphone. Namun, keberadaannya masih cukup berguna, terutama ketika remote TV atau AC sedang hilang atau kehabisan baterai.
Pemancar inframerah tersebut ditempatkan pada bagian belakang perangkat, berdekatan dengan modul kamera.
Selain itu, itel City 200 masih menyediakan jack audio 3,5 mm. Bagi pengguna yang masih menggunakan earphone kabel, keberadaan port tersebut merupakan keuntungan tersendiri.
Perangkat juga memiliki pemindai sidik jari yang terintegrasi dengan tombol daya, speaker mono, serta tiga slot kartu.
Konfigurasi tiga slot memungkinkan pengguna menggunakan kombinasi kartu SIM dan kartu memori tanpa harus mengorbankan salah satu slot, apabila perangkat memang mendukung ekspansi penyimpanan sesuai konfigurasi yang tersedia.
7. Android 15 dan Empat Pilihan Warna
Untuk perangkat lunak, itel City 200 menjalankan Android 15.
Sistem operasi yang relatif modern menjadi nilai tambah karena pengguna mendapatkan lingkungan software yang lebih baru dibanding perangkat entry level yang masih menggunakan versi Android lama.
itel menyediakan empat pilihan warna untuk City 200, yaitu Bass Black, Echo Silver, Vibe Purple, dan Melody Pink.
Pilihan warna tersebut membuat perangkat bisa menyesuaikan preferensi pengguna, baik yang menyukai tampilan sederhana maupun warna yang lebih mencolok.
Harga Belum Diumumkan
Salah satu informasi yang masih belum tersedia adalah harga resmi itel City 200. Hingga informasi tersebut diterbitkan, itel belum mengumumkan banderol perangkat ini.
Namun, karena City 200 ditempatkan dalam segmen entry level, perangkat ini diperkirakan menyasar konsumen yang mencari smartphone terjangkau dengan fitur tambahan yang tidak selalu ditemukan pada HP murah.
itel City 200 juga berpeluang masuk ke pasar Indonesia. Pendahulunya, itel City 100, telah diperkenalkan di Indonesia pada Mei 2025. Meski demikian, waktu peluncuran City 200 di Indonesia masih belum dapat dipastikan.
Menarik untuk Pengguna yang Mengutamakan Ketahanan
Secara keseluruhan, itel City 200 bukan smartphone yang mencoba memenangkan persaingan lewat performa ekstrem. Daya tarik utamanya justru terletak pada ketahanan fisik, baterai besar, layar 120Hz, penyimpanan hingga 256GB, serta fitur praktis seperti infrared.
Sertifikasi IP65 dan MIL-STD 810H menjadi nilai jual yang cukup menonjol. Untuk pengguna yang sering membawa HP ke luar rumah, bekerja di lingkungan yang berdebu, atau sekadar ingin perangkat yang lebih tahan menghadapi kecelakaan sehari-hari, kombinasi tersebut bisa menjadi pertimbangan.
Di sisi lain, chipset Unisoc T7250 menunjukkan bahwa perangkat ini tetap berada di kelas entry level. Jadi, calon pembeli sebaiknya membeli perangkat berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar tergoda oleh angka seperti refresh rate 120Hz atau kamera 50MP.
Jika yang dicari adalah smartphone untuk komunikasi, media sosial, streaming, fotografi ringan, dan penggunaan harian dengan bodi yang relatif tangguh, itel City 200 terlihat cukup menarik di kelasnya. Tinggal menunggu satu informasi paling penting: berapa harga resminya ketika perangkat ini benar-benar masuk ke pasar Indonesia.