7 DLC Ekspansi Terbaik dari Seri Assassin’s Creed, Apa Saja?

7 DLC Ekspansi Terbaik dari Seri Assassin’s Creed, Apa Saja?

Selama hampir dua dekade, seri Assassin’s Creed tidak hanya berkembang melalui game utama, tetapi juga lewat berbagai downloadable content (DLC) atau konten tambahan. Ubisoft menggunakan DLC untuk memperluas dunia permainan, melanjutkan kisah karakter utama, memperkenalkan tokoh baru, hingga menghadirkan skenario alternatif yang tidak ditemukan dalam cerita utama.

Menariknya, kualitas DLC Assassin’s Creed cukup beragam. Ada ekspansi yang terasa seperti tambahan kecil, tetapi ada pula yang justru mampu menghadirkan cerita dan pengalaman bermain yang sama menariknya dengan game utama.

Beberapa DLC bahkan berhasil memperbaiki kekurangan game aslinya. Ada pula yang menawarkan latar sejarah berbeda, mekanisme gameplay baru, serta eksplorasi karakter yang sebelumnya hanya mendapatkan porsi kecil dalam cerita utama.

Dari sekian banyak ekspansi yang pernah dirilis, berikut tujuh DLC Assassin’s Creed yang paling menarik untuk dimainkan.

1. Assassin’s Creed IV: Black Flag – Freedom Cry

Freedom Cry merupakan salah satu DLC paling berkesan karena memberikan kesempatan kepada pemain untuk melihat dunia Assassin’s Creed melalui sudut pandang Adewale, mantan Quartermaster Edward Kenway yang kemudian menjadi seorang Assassin.

Kisahnya berlangsung sekitar 13 tahun setelah peristiwa Black Flag. Adewale terdampar di Saint-Domingue dan menyaksikan langsung penderitaan para budak. Berbeda dari Edward yang pada awalnya lebih banyak mengejar kekayaan dan kebebasan pribadi, Adewale memiliki motivasi yang jauh lebih kuat untuk membantu orang-orang yang tertindas.

Ia kemudian berusaha membebaskan para budak sekaligus menggagalkan rencana kelompok Templar yang berusaha mempertahankan sistem penindasan.

Dari sisi gameplay, Freedom Cry masih mempertahankan berbagai elemen yang membuat Black Flag begitu populer. Pertarungan jarak dekat tetap terasa brutal, eksplorasi masih menjadi bagian penting, dan elemen pertempuran kapal kembali hadir.

Namun, Adewale memiliki gaya bertarung yang berbeda dari Edward. Tubuhnya yang besar membuat gaya bertarungnya terasa lebih agresif dan kuat.

DLC ini juga berhasil membuat Adewale berkembang dari karakter pendukung menjadi protagonis yang memiliki motivasi dan konflik sendiri. Karena itu, Freedom Cry tidak terasa seperti sekadar tambahan cerita, tetapi seperti petualangan baru yang memiliki identitas tersendiri.

2. Assassin’s Creed Shadows – Claws of Awaji

Assassin’s Creed Shadows membawa pemain ke Jepang pada era Sengoku dengan dua protagonis, Naoe dan Yasuke. Namun, cerita utama game tersebut meninggalkan sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Di sinilah Claws of Awaji menjadi penting. DLC ini melanjutkan perjalanan Naoe dan Yasuke setelah cerita utama dan membawa keduanya menuju Pulau Awaji.

Mereka harus menghadapi ancaman Templar sekaligus berusaha menyelamatkan Fujibayashi Tsuyu, ibu Naoe yang merupakan seorang Master Assassin.

Perjalanan tersebut mempertemukan mereka dengan sejumlah tokoh dan musuh baru, termasuk Kimura Yukari, Imagawa Tomeji, dan Nowaki.

Meskipun durasi ekspansinya relatif singkat, Claws of Awaji memiliki beberapa momen penting bagi perkembangan karakter Naoe. Hubungannya dengan sang ibu menjadi salah satu pusat emosional cerita.

DLC ini juga memperlihatkan bagaimana Naoe mulai benar-benar memahami identitasnya sebagai Assassin. Konflik pribadi tersebut membuat ekspansi ini terasa lebih penting daripada sekadar misi tambahan.

Bagi pemain yang merasa ending Shadows terlalu cepat atau masih menyisakan pertanyaan, Claws of Awaji menjadi konten yang menarik karena memberikan kelanjutan terhadap beberapa konflik yang belum selesai.

Baca juga : 7 Kacamata Berkamera Selain Meta Ray-Ban, Bisa Rekam Video FPV

3. Assassin’s Creed Unity – Dead Kings

Assassin’s Creed Unity terkenal karena peluncurannya yang bermasalah. Bug dan berbagai persoalan teknis membuat pengalaman bermain pada awal perilisan cukup mengecewakan.

Namun, DLC Dead Kings justru menjadi salah satu bagian terbaik dari game tersebut.

Cerita berlangsung sekitar satu bulan setelah ending Unity. Arno Dorian berada dalam kondisi mental yang buruk dan berusaha meninggalkan Prancis. Namun, rencananya berubah setelah ia terlibat dalam pencarian naskah Nicolas de Condorcet dan harta karun yang tersembunyi di makam Saint Denis.

Wilayah Franciade yang menjadi lokasi utama DLC memiliki atmosfer berbeda dari Paris dalam game utama. Lingkungannya lebih gelap, penuh makam bawah tanah, reruntuhan, dan tempat-tempat yang memberikan nuansa misterius.

Selain suasananya, perkembangan karakter Arno juga menjadi alasan utama mengapa Dead Kings begitu menarik.

Arno yang sebelumnya digambarkan sebagai sosok yang kehilangan arah perlahan menemukan kembali tujuan hidupnya. Hubungannya dengan seorang anak yatim piatu bernama Léon membuat sisi manusiawi Arno semakin terlihat.

Perjalanan tersebut menjadikan Arno sosok yang lebih matang dan bertanggung jawab. Dengan demikian, Dead Kings bukan hanya memperpanjang permainan, tetapi juga memberikan penutup perkembangan karakter yang lebih memuaskan.

4. Assassin’s Creed Syndicate – Jack the Ripper

DLC Jack the Ripper memiliki konsep yang sangat menarik karena menggabungkan sejarah kriminal terkenal dengan dunia Assassin’s Creed.

Kisahnya berlangsung sekitar 20 tahun setelah cerita utama Syndicate. Evie Frye kembali menjadi tokoh utama dan harus menyelidiki serangkaian pembunuhan yang berkaitan dengan Assassin.

Masalah menjadi semakin rumit ketika Jacob Frye menghilang dan situasi di London semakin kacau.

Penyelidikan akhirnya mengarah kepada sosok yang dikenal sebagai Jack the Ripper.

Salah satu hal paling menarik adalah kesempatan pemain untuk mengendalikan Jack dalam bagian tertentu dari cerita. Hal ini memberikan perspektif berbeda terhadap karakter antagonis tersebut sebelum pemain akhirnya berhadapan dengannya.

DLC ini juga membawa suasana London yang jauh lebih gelap dibandingkan game utama. Jika Syndicate banyak menampilkan nuansa petualangan dan aksi khas geng London, Jack the Ripper lebih menonjolkan atmosfer horor dan thriller kriminal.

Perubahan atmosfer tersebut membuat ekspansi ini terasa unik dan tidak sekadar mengulang formula game utama.

5. Assassin’s Creed Origins – The Curse of the Pharaohs

The Curse of the Pharaohs menjadi salah satu ekspansi paling ambisius dalam sejarah Assassin’s Creed.

Bayek dikirim menuju Lembah Para Raja setelah muncul berbagai kejadian misterius. Para firaun seolah bangkit dari kematian dan arwah mulai menyerang wilayah di sekitarnya.

Namun, ekspansi ini tidak hanya membawa pemain ke lokasi baru di Mesir. Pemain juga diajak menjelajahi berbagai alam baka dalam mitologi Mesir kuno.

Wilayah seperti Field of Reeds, Aten, Duat, dan Heb Sed hadir dengan desain visual yang berbeda dari dunia utama Origins.

Konsep tersebut memungkinkan Ubisoft menggabungkan sejarah, mitologi, dan fantasi ke dalam satu pengalaman.

Musuh yang dihadapi Bayek juga jauh lebih tidak biasa. Pemain dapat menghadapi makhluk berukuran besar, pasukan yang memiliki tampilan menyerupai Anubis, hingga firaun legendaris.

Bagi pemain yang menyukai eksplorasi dan mitologi Mesir, The Curse of the Pharaohs menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dari game utama.

6. Assassin’s Creed III – The Tyranny of King Washington

Jika ada DLC Assassin’s Creed yang benar-benar berani bermain dengan sejarah alternatif, The Tyranny of King Washington adalah salah satunya.

Ekspansi ini menciptakan sebuah skenario alternatif setelah George Washington memperoleh Apple of Eden. Alih-alih menggunakan kekuatannya untuk kepentingan rakyat, Washington berubah menjadi penguasa yang ingin menguasai 13 koloni dan menobatkan dirinya sebagai raja.

Perubahan tersebut membuat sejarah dalam game ikut berubah.

Beberapa karakter memiliki kehidupan yang sangat berbeda dibandingkan timeline utama. Haytham Kenway misalnya digambarkan sebagai seorang Assassin, sementara Ziio masih hidup hingga Connor dewasa.

Thomas Jefferson juga menjadi bagian dari pemberontakan melawan Washington.

DLC ini semakin menarik karena tidak hanya mengubah cerita, tetapi juga memberikan kemampuan baru kepada Connor.

Pemain dapat menggunakan kekuatan supernatural seperti menghilang dari pandangan musuh serta kemampuan menyerupai elang.

Konsep tersebut memang cukup berbeda dari formula Assassin’s Creed tradisional, tetapi justru membuat The Tyranny of King Washington terasa unik.

7. Assassin’s Creed Origins – The Hidden Ones

The Hidden Ones merupakan ekspansi pertama untuk Assassin’s Creed Origins dan menjadi salah satu DLC paling penting dari sisi lore.

Cerita berlangsung beberapa tahun setelah terbentuknya Brotherhood. Bayek pergi ke Sinai untuk membantu Tahira, karakter yang sebelumnya hanya memiliki peran kecil tetapi kini telah menjadi bagian dari kelompok Hidden Ones.

Mereka harus menghadapi jenderal Romawi bernama Rufino yang berafiliasi dengan Order of the Ancients.

Ekspansi ini menarik karena memperlihatkan bagaimana organisasi yang nantinya dikenal sebagai Brotherhood mulai membentuk prinsip dan identitasnya.

Bayek tidak hanya menghadapi musuh, tetapi juga membantu merekrut anggota baru, termasuk Kawab.

Beberapa prinsip penting kelompok Assassin juga mulai diperjelas. Salah satunya adalah pentingnya melindungi orang-orang yang tidak bersalah.

Dari sisi cerita, The Hidden Ones terasa seperti epilog yang sangat cocok untuk perjalanan Bayek. Pemain dapat melihat bagaimana perjuangan Bayek dan Aya berkembang menjadi organisasi yang memiliki pengaruh jauh lebih besar.

DLC yang Membuat Dunia Assassin’s Creed Semakin Luas

Ketujuh DLC tersebut menunjukkan bahwa ekspansi dalam seri Assassin’s Creed tidak selalu hanya berfungsi untuk menambah jam bermain.

Freedom Cry memperluas kisah Adewale dan mengangkat tema perbudakan. Claws of Awaji melanjutkan perjalanan Naoe dan Yasuke. Dead Kings membantu menyempurnakan perkembangan Arno, sementara Jack the Ripper menghadirkan kisah kriminal yang lebih gelap.

Di sisi lain, The Curse of the Pharaohs memperluas dunia Origins melalui mitologi Mesir, The Tyranny of King Washington menawarkan sejarah alternatif yang liar, sedangkan The Hidden Ones memberikan gambaran mengenai awal perkembangan Brotherhood.

Pada akhirnya, DLC terbaik bukan hanya yang memiliki peta atau misi paling banyak, tetapi yang mampu memberikan sesuatu yang tidak bisa ditemukan dalam game utamanya.

Itulah yang membuat ekspansi Assassin’s Creed tetap menarik untuk dimainkan bahkan bertahun-tahun setelah game utamanya dirilis. Bagi penggemar lama, DLC tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali bertemu karakter favorit sekaligus melihat sisi lain dari dunia Assassin dan Templar yang begitu luas.