5 Downgrade TECNO Pova 8 5G dari TECNO Pova 7 5G, Signifikan!

5 Downgrade TECNO Pova 8 5G dari TECNO Pova 7 5G, Signifikan!

Kehadiran generasi baru sebuah smartphone biasanya identik dengan peningkatan spesifikasi. Prosesor lebih kencang, kamera lebih baik, baterai lebih besar, atau fitur yang semakin lengkap menjadi alasan utama konsumen mempertimbangkan perangkat terbaru.

Namun, pola tersebut tidak selalu terjadi. TECNO Pova 8 5G menjadi salah satu contoh menarik karena meskipun hadir sebagai penerus TECNO Pova 7 5G, sejumlah aspek pada perangkat baru justru mengalami penurunan.

TECNO Pova 8 5G memang membawa beberapa daya tarik, terutama baterai berkapasitas jumbo 8.000 mAh, layar IPS dengan refresh rate 144Hz, serta kamera utama 50MP. Smartphone tersebut juga sudah diperkenalkan secara global pada Juli 2026.

Akan tetapi, jika dibandingkan langsung dengan pendahulunya, Pova 8 5G memiliki beberapa kekurangan yang cukup terasa. Mulai dari performa chipset, bobot perangkat, kemampuan perekaman video, fitur wireless charging, hingga harga jual.

Bahkan, beberapa fitur yang sebelumnya menjadi nilai jual Pova 7 5G justru tidak lagi tersedia pada generasi terbarunya.

Berikut lima downgrade TECNO Pova 8 5G dibandingkan Pova 7 5G yang menarik untuk diketahui sebelum membeli.

1. Performa chipset justru mengalami penurunan

Salah satu downgrade paling mencolok terdapat pada sektor performa.

TECNO Pova 8 5G menggunakan MediaTek Dimensity 7100, sedangkan Pova 7 5G ditenagai MediaTek Dimensity 7300.

Secara posisi generasi, seharusnya smartphone baru menawarkan performa lebih tinggi. Namun, berdasarkan spesifikasi dan perbandingan yang tersedia, Dimensity 7300 justru memiliki kemampuan yang lebih unggul dibandingkan Dimensity 7100.

Dimensity 7100 dibuat menggunakan proses fabrikasi 6nm dengan clock speed hingga 2,4GHz dan GPU Mali-G610 MP2. Sementara itu, Dimensity 7300 menggunakan proses fabrikasi 4nm, memiliki clock speed hingga 2,5GHz, serta menggunakan GPU Mali-G615 MP2.

Perbedaan tersebut turut terlihat pada performa benchmark. Dimensity 7100 mencatat skor AnTuTu v11 sekitar 830 ribuan, sedangkan Dimensity 7300 berada di kisaran 870 ribuan.

Selisihnya memang tidak serta-merta membuat Pova 8 5G menjadi smartphone yang lambat. Untuk game ringan, kedua perangkat masih dapat menjalankan permainan dengan lancar pada kisaran 60-90 FPS, tergantung game dan pengaturan grafis.

Namun, ketika masuk ke game yang lebih berat, perbedaannya mulai terasa.

Pada Genshin Impact, misalnya, Pova 7 5G dapat menghasilkan frame rate sekitar 36-46 FPS dalam kondisi permainan tertentu. Pova 8 5G berada di kisaran 20-45 FPS, tergantung situasi permainan.

Dengan demikian, bagi pengguna yang membeli smartphone gaming murah dan mengharapkan peningkatan performa dari generasi baru, penggunaan Dimensity 7100 pada Pova 8 5G menjadi salah satu keputusan yang cukup mengejutkan.

2. Bobot Pova 8 5G lebih berat

Downgrade berikutnya bukan mengenai performa, melainkan kenyamanan penggunaan.

TECNO Pova 7 5G memiliki bobot sekitar 207 gram. Angka tersebut sebenarnya sudah cukup berat untuk sebagian pengguna, tetapi masih tergolong masuk akal mengingat perangkat membawa baterai besar 7.000 mAh.

Menariknya, Pova 8 5G yang membawa baterai lebih besar justru memiliki bobot mencapai 225 gram.

Selisih sekitar 18 gram mungkin terlihat kecil di atas kertas. Namun, bobot tambahan tersebut bisa terasa ketika smartphone digunakan dalam waktu lama, terutama saat bermain game atau ketika perangkat harus digenggam menggunakan satu tangan.

Pova 8 5G memang sedikit lebih tipis. Ketebalannya sekitar 8,8mm, sedangkan Pova 7 5G berada di sekitar 8,9mm.

Dengan demikian, TECNO berhasil membuat penerusnya sedikit lebih tipis, tetapi harus membayar konsekuensinya dengan bobot yang lebih berat.

Hal tersebut sebenarnya cukup masuk akal karena kapasitas baterainya juga meningkat dari 7.000 mAh menjadi 8.000 mAh.

Baterai jumbo memang menjadi salah satu alasan utama mengapa Pova 8 5G lebih berat. Jadi, persoalannya kembali pada prioritas pengguna.

Jika pengguna lebih mementingkan daya tahan baterai, tambahan bobot mungkin dapat diterima. Namun, jika kenyamanan menggenggam menjadi prioritas, Pova 7 5G justru lebih menarik.

Baca juga : Mau Pasang DC Charger di Rumah atau Kantor? Segini Estimasi Biayanya

3. Perekaman video turun dari 4K menjadi 2K

Bagi pengguna yang gemar membuat konten, downgrade berikutnya bisa menjadi pertimbangan serius.

TECNO Pova 7 5G mampu melakukan perekaman video hingga 4K 30 FPS. Sementara itu, Pova 8 5G hanya mendukung perekaman video hingga 2K 30 FPS.

Perbedaan resolusi tersebut cukup signifikan bagi pengguna yang memang memanfaatkan smartphone untuk produksi konten.

Video 4K memiliki jumlah piksel yang lebih banyak dibandingkan video 2K sehingga menawarkan detail lebih tinggi. Rekaman dengan resolusi lebih tinggi juga memberikan ruang lebih besar ketika pengguna ingin melakukan cropping atau penyuntingan video.

Sebaliknya, kemampuan 2K pada Pova 8 5G memang masih cukup untuk kebutuhan media sosial dan penggunaan sehari-hari. Namun, secara spesifikasi, tetap terasa seperti sebuah langkah mundur.

Salah satu penyebab keterbatasan tersebut berkaitan dengan chipset yang digunakan.

Dimensity 7100 yang digunakan Pova 8 5G memiliki kemampuan pemrosesan video yang lebih terbatas dibandingkan Dimensity 7300 pada Pova 7 5G. Akibatnya, meskipun Pova 8 5G merupakan perangkat yang lebih baru, kemampuan videografinya justru tidak lebih tinggi.

Bagi pengguna yang hanya sesekali merekam video, perbedaan ini mungkin tidak terlalu penting. Namun, untuk content creator atau pengguna yang sering mengambil footage berkualitas tinggi, Pova 7 5G justru lebih unggul.

4. Wireless charging 30W menghilang

Fitur lain yang hilang pada Pova 8 5G adalah wireless charging.

Ketika Pova 7 5G diperkenalkan, dukungan wireless charging 30W menjadi salah satu fitur yang cukup menarik. Pasalnya, teknologi tersebut lebih identik dengan smartphone kelas atas.

Kehadiran wireless charging 30W membuat Pova 7 5G memiliki value yang menarik karena menawarkan fitur yang tidak selalu tersedia pada smartphone di kelas harganya.

Sayangnya, fitur tersebut tidak dibawa ke Pova 8 5G.

Lebih menarik lagi, TECNO juga tidak memberikan peningkatan pada pengisian daya kabel. Pova 8 5G masih menggunakan fast charging 45W, sama seperti pendahulunya.

Padahal, kapasitas baterainya meningkat cukup besar.

Pova 7 5G memiliki baterai 7.000 mAh, sedangkan Pova 8 5G membawa baterai 8.000 mAh. Kapasitas yang lebih besar seharusnya menjadi keuntungan untuk ketahanan penggunaan, tetapi juga berarti membutuhkan waktu lebih lama untuk diisi.

Sebagai gambaran, Pova 7 5G dapat mengisi baterai hingga 50 persen dalam sekitar 29 menit. Pova 8 5G membutuhkan waktu sekitar 35 menit untuk mencapai persentase yang sama.

Perbedaannya memang hanya beberapa menit, tetapi semakin terasa ketika pengguna sedang terburu-buru.

Jadi, Pova 8 5G menawarkan baterai lebih besar, tetapi tidak memberikan peningkatan berarti pada teknologi pengisian daya. Bahkan, fitur wireless charging yang sebelumnya menjadi nilai jual justru dihapus.

5. Harganya jauh lebih mahal

Downgrade terakhir mungkin menjadi yang paling sulit diterima konsumen, yaitu harga yang lebih tinggi.

TECNO Pova 8 5G dipasarkan di kisaran Rp3,9 juta hingga Rp5,6 juta, tergantung varian memori dan pasar penjualannya.

Sementara itu, TECNO Pova 7 5G sebelumnya memiliki harga sekitar Rp2,5 juta hingga Rp3,2 juta.

Artinya, konsumen harus menyiapkan dana yang jauh lebih besar untuk mendapatkan generasi terbaru.

Memang ada faktor usia produk yang perlu diperhatikan. Pova 7 5G sudah berusia lebih dari satu tahun sehingga harga pasarnya secara alami dapat berubah. Selain itu, stok perangkat lama juga semakin sulit ditemukan.

Namun, dari perspektif konsumen, kenaikan harga tersebut menjadi semakin menarik untuk dipertanyakan ketika beberapa spesifikasi justru mengalami penurunan.

Pengguna mendapatkan baterai yang lebih besar dan layar 144Hz, tetapi harus menerima chipset yang lebih rendah, tidak adanya wireless charging, kemampuan video yang turun, bobot lebih berat, serta harga yang lebih mahal.

Bukan berarti Pova 8 5G tidak menarik

Meskipun memiliki lima kekurangan tersebut, bukan berarti TECNO Pova 8 5G merupakan smartphone yang buruk.

Perangkat ini tetap mempunyai beberapa keunggulan yang menarik, terutama baterai 8.000 mAh.

Bagi pengguna yang sangat mengutamakan daya tahan baterai, kapasitas tersebut merupakan daya tarik utama. Smartphone juga membawa layar IPS 144Hz yang dapat memberikan animasi dan pergerakan visual lebih mulus ketika digunakan untuk bermain game maupun menggulirkan antarmuka.

Kamera utamanya juga memiliki resolusi 50MP sehingga masih cukup menjanjikan untuk kebutuhan fotografi sehari-hari.

Dengan demikian, Pova 8 5G sebenarnya memiliki target pengguna yang cukup jelas.

Smartphone ini lebih cocok untuk konsumen yang mengutamakan baterai berkapasitas sangat besar dibandingkan performa maksimal, kemampuan video, atau fitur premium seperti wireless charging.

Pova 7 5G masih menarik jika bisa ditemukan

Jika dibandingkan secara langsung, Pova 7 5G justru terlihat sangat kompetitif.

Perangkat tersebut menawarkan Dimensity 7300 yang lebih kuat, bobot lebih ringan, kemampuan video hingga 4K 30 FPS, serta wireless charging 30W.

Kelemahannya adalah produk tersebut sudah lebih lama berada di pasaran dan kemungkinan stoknya semakin terbatas.

Jika menemukan Pova 7 5G dalam kondisi baru dengan harga yang masuk akal, perangkat tersebut masih layak dipertimbangkan. Bahkan, untuk sebagian pengguna, spesifikasinya mungkin lebih menarik daripada Pova 8 5G.

Namun, pembeli juga perlu mempertimbangkan kondisi unit, garansi, ketersediaan aksesori, serta dukungan perangkat lunak sebelum mengambil keputusan.

Kesimpulan

TECNO Pova 8 5G memang membawa beberapa peningkatan menarik, terutama baterai 8.000 mAh dan layar 144Hz. Namun, sebagai penerus langsung Pova 7 5G, perangkat ini juga menghadirkan sejumlah downgrade yang cukup signifikan.

Lima hal yang paling menonjol adalah chipset Dimensity 7100 yang lebih rendah dari Dimensity 7300, bobot 225 gram yang lebih berat, kemampuan perekaman yang hanya mencapai 2K 30 FPS, hilangnya wireless charging 30W, serta harga yang jauh lebih mahal.

Karena itu, Pova 8 5G bukan pilihan yang otomatis lebih baik hanya karena merupakan generasi terbaru.

Jika kebutuhan utama adalah baterai superbesar dan layar 144Hz, Pova 8 5G masih layak dipertimbangkan. Namun, jika performa gaming, kemampuan kamera video, bobot ringan, dan fitur pengisian nirkabel menjadi prioritas, Pova 7 5G justru bisa menjadi pilihan yang lebih menarik.

Singkatnya, generasi baru tidak selalu berarti upgrade di semua aspek. Pada kasus Pova 8 5G, konsumen perlu melihat spesifikasi satu per satu, bukan sekadar melihat angka “8” sebagai tanda bahwa perangkat tersebut pasti lebih baik daripada Pova 7 5G.